Polisi Ingatkan Warga Tak main Hakim Sendiri

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Ist)

dutainfo.com-Jakarta: Terkait persekusi yang dilakukan 4 warga Setiabudi, Jakarta Selatan, terhadap diduga pelaku pencabulan anak dibawah umur yang menewaskan Chevin, aparat Kepolisian mengingatkan main hakim sendiri dapat diproses secara pidana bagi para pelakunya.

” Ya jangan main hakim sendiri, itu tidak dibenarkan oleh undang-undang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada awak media di Polda Metro Jaya (20/12/2017).

Jika masyarakat menemukan adanya pelanggaran pidana segera hubungi pihak kepolisian dan segera diserahkan. Yang berhak untuk menangani pidana di masyarakat adalah pihak Kepolisian, ungkap Argo.

Masih kata Argo pihak Kepolisian diberi wewenang oleh undang-undang dalam penyelesain tindak pidana.

Tindakan sewenang-wenang tidak akan menyelesaikan masalah, Argo menyayangkan tindakan warga yang sewenang-wenang, apalagi sampai main hakim sendiri, masyarakat seharusnya menyelesaikan tindak pidana dengan menempuh jalur hukum.

Jika memang ada kesalahan disitu, ada pidana disitu ya kita proses juga (pelaku persekusi), tegas Argo Yuwono. (Hdr/tim)

Letjen TNI Edy Rahmayadi, Tetap Pilih Pensiun dini 

Foto: Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi

dutainfo.com-Jakarta: Menanggapi adanya revisi mutasi oleh Panglima TNI, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi tetap menyatakan memilih pensiun dini dari TNI AD, agar dirinya bisa mendaftar sebagai calon Gubernur Sumatra Utara (Sumut) pada pilkada serentak 2018.

” Saya sudah bulat hati untuk menjadi Gubernur Sumut 2018 apabila dipilih oleh rakyat Sumatera Utara,” ujar Letjen TNI Edy Rahmayadi Rabu (20/12).

Tolong ya disiarkan sampai ke kutub utara dan kutub selatan biar engak ada yang nanya-nanya lagi, “ada 74 wartawan hubungi saya soal surat itu (Skep Panglima TNI), hingga membuat saya tak bisa tidur, jadi yang perlu anda ketahui semua keputusan saya sudah bulat hati dan sudah final untuk mendaftarkan diri sebagai Gubernur Sumut, tegasnya.

Masih Kata Edy dirinya sudah meminta izin secara lisan dan tertulis pada Panglima TNI saya tak akan bicara begini kalo saya belum izin Panglima TNI, tuturnya.

Untuk maju di pilgub Sumut 2018, Edy mengaku sudah mendapat dukungan dari sejumlah partai di antaranya Gerindra, PKS, PAN, dan Hanura. (iyl)

Kapolda Metro Jaya: 627 Perwira Reskrim Jangan Jadi Perwira Ayam Sayur 

Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis (Ist)

dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menggelar apel enam ribu anggota reserse kriminal (Reskrim), di lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Dalam amanatnya Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis meminta pada pengamanan Natal dan Tahun Baru, tiga hal yang harus diperhatikan yakni memberantas aksi premanisme, begal, serta melarang aksi sweeping oleh organisasi masyarakat apapun juga.

Kapolda juga menginstruksikan agar anggota reserse dapat mencegah dini adanya tindakan kriminal yang kerap terjadi saat perayaan Natal dan Tahun Baru. Berikan rasa aman dan kenyamanan bagi umat Kristiani yang akan merayakan ibadah Natal serta masyarakat yang akan berlibur saat pergantian tahun.

Dalam hal ini saya tekankan pada teman-teman untuk dapat memberantas aksi premanisme dan segala bentuk yang dapat menggangu keamanan, saya selaku Kapolda menaruh harapan, menaruh hormat kepada kalian, teruslah berikan yang terbaik, kinerja yang terbaik, melalui kebanggaan dan integritas diri kalian. 

Pimpinan polri berharapa banyak dipundak kalian, kita semua jajaran Polda Metro Jaya menaruh harapan yang besar terhadap kinerja teman-teman, tegas Idham dengan melibatkan 627 Perwira Reskrim saat gelar apel (19/12).

Jakarta harus aman, operasi premanisme harus terus kita jalankan, dan operasi begal untuk dibuat tim khusus untuk mengantisipasi, dan kemudian kita harus yakinkan masyarakat, tidak ada ormas manapun yang melakukan sweeping terhadap tempat hiburan, ujar Idham.

Pada kesempatan itu Kapolda Irjen Idham Azis juga mengingatkan para Perwiranya untuk tidak jadi Perwira ayam sayur, mencari kesempatan mencari jabatan dengan molor- molor saja, buat kinerja yang berkualitas tidak pernah membohongi hasil, himbaunya.

Polda Metro Jaya dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru menerjunkan 21 ribu personel yang akan ditempatkan di seluruh wilayah rawan, juga termasuk tempat ibadah serta tempat wisata, dan ditambah jajaran reserse 6000 personel. (Hdr/ tim)

Terkait Diskotek MG Polri Akan Evaluasi Anggota 

Foto: Kadiv Humas Mabe s Polri Irjen Pol Setyo Wasisto

dutainfo.com-Jakarta: Diskotek MG di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, pada Minggu dinihari (17/12/2017) digerebeg oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), hasilnya ratusan orang dinyatakan positif menggunakan narkotika ketika dilakukan test urine, 5 orang dinyatakan sebagai tersangka, dan dilantai 3 dan 4 petugas juga berhasil mengungkap laboratorium pembuat narkoba jenis sabu cair dan ekstasi, diperkirakan laboratorium ini sudah 2 tahun beroperasi.

Menanggapi kejadian di diskotek MG pihak Mabes Polri melalui Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan bahwa pihaknya nanti akan melakukan evaluasi terkait keberadaan laboratorium narkotika di diskotek MG yang baru terendus padahal sudah lama beroperasi. Evaluasi sangat perlu dilakukan apakah pihak kepolisian aktif atau tidak dalam penyelidikan peredaran narkoba.

” Ya nanti kita evaluasi, karena kurang aktif atau bagaimana,” ujar Irjen Pol Setyo Wasisto pada awak media di Mabes Polri, Selasa (19/12/2017).

Masih kata Setyo, dalam kasus narkoba seperti ini jika polisi aktif dalam melakukan razia di semua tempat yang dianggap rawan dari narkoba, tak menutup kemungkinan pihaknya dapat menangkap banyak para pengedar, bandar bahkan pembuatnya.

Kalau polisi aktif kita pasti dapat banyak, tapi kalau polisinya tidak aktif ya tidak akan dapat hasil, jadi pengungkapan kejahatan narkoba itu tergantung dari keaktifan polisi, ungkap Setyo.

Mengenai diskotek MG Setyo tak melihat pihaknya tak merasa kecolongan itu bukan suatu kecolongan, paparnya.

Setyo juga berharap agar polisi bisa lebih aktif lagi dalam pengawasan dan mengungkap peredaran narkoba yang berada di Indonesia, Sebab banyak atau tidaknya narkoba masuk ke Indonesia tergantung dari apakah kepolisian aktif atau tidak didalam melaksanakan tugas. (Tim)

Kapolsek dan Danramil Gropet Dampingi BNN di Diskotek MG 

foto: Kepala BNP DKI Brigjen Pol Jonny Latuperisa, Brigen Pol Anjan Pramuka, Danramil 03/GP Kapten Inf Jefriansen Sipayung, dan Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana, saat Pers Release di diskotek MG 

dutainfo.com-Jakarta: Pasca penggerebekan pabrik narkotika di MG diskotek pada Minggu (17/12/2017), di Jalan Tubagus Angke, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dua petinggi BNN yakni Direktur Precusor BNN, Brigjen Pol Anjan Pramuka dan Kepala BNP DKI Brigjen Pol Jonny Latuperisa, Selasa (19/12), mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di diskotek MG, untuk melaksanakan jumpa pers (Pers Release), bersama puluhan media elektronik, media cetak dan media online.

Kepala BNP DKI Brigjen Pol Jonny Latuperisa saat memberikan keterangan persnya mengatakan, diskotik MG saat dilakukan penggerebekan terdapat 150 pengunjung setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ruang di lantai 3 dan 4 untuk pembuatan atau peracikan bahan narkotika ekstasi yang juga terdapat obat campuran seperti pestisida dan campuran kimia lainnya, ungkap Jonny.

Selain itu ke dua petinggi BNN itu juga mengajak awak media untuk menunjukkan sejumlah barang bukti berupa cairan kimia untuk campuran pembuat ekstasi dan gudang peracikan serta alat pembuat ekstasi.

Masih kata Jonny peracik atau pembuat ekstasi ada 5 orang yang hingga  ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat jumpa pers kedua pejabat BNN ini turut didampingi oleh Komandan Koramil 03/Grogol Petamburan Kapten Inf Jefriansen Sipayung dan Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana S.Ik.

Disela-sela kegiatan tersebut Danramil dan Kapolsek menghimbau kepada masyarakat agar selalu mewaspadai peredaran narkoba disekitarnya jangan pernah memberi ruang sedikitpun bagi yang namanya narkoba dan peredarannya. (Hdr/Tim)