Polsek Metro Tamansari Ungkap Peredaran Sabu Di Tambora, Tiga Orang Diamankan

Dutainfo.com-Jakarta: Jajaran Polsek Metro Tamansari, Polres Metro Jakarta Barat, mengungkap kasus dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di sebuah rumah di Jalan Kramat Jalan I, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026) dini hari.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang, masing-masing berinisial KI alias Elung, Si alias Tole, dan R A.

Dari hasil pemeriksaan awal, Kl diduga berperan sebagai pengedar, sedangkan SI dan RA diduga sebagai penyalahguna narkotika.

Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat Kompol Bobby M Zulfikar mengatakan, Pengungkapan kasus ini bermula ketika anggota Unit Reserse Kriminal dan Subunit Narkoba Polsek Metro Tamansari menerima informasi mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, petugas melakukan observasi dan mendatangi tempat kejadian perkara sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat memasuki kamar di lantai tiga rumah tersebut, petugas mendapati dua pria dan seorang perempuan dengan gerak-gerik mencurigakan.

Setelah memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian, petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

” Dari lokasi tersebut, kami menemukan empat paket plastik klip kecil berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,38 gram,” ujar Bobby saat dikonfirmasi, Minggu, 25/10/2026

Selain sabu, petugas turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika, di antaranya plastik klip berbagai ukuran, satu unit timbangan digital, enam alat yang diduga digunakan untuk mengambil sabu, sejumlah telepon genggam, serta dua kendaraan berupa sepeda motor listrik dan sepeda motor Honda Scoopy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, ketiga orang yang diamankan dinyatakan positif mengandung metamfetamin dan amfetamin.

Dalam pemeriksaan awal, Kl mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial A yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Ia juga menyebut nama T A yang diduga terlibat dalam proses pengambilan barang tersebut dan turut masuk daftar pencarian orang.

Menurut keterangan awal tersangka, sabu tersebut diperoleh dalam jumlah sekitar 30 gram.

Barang itu diduga diambil dari sebuah lokasi di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Jumat (23/10/2026) malam, sebelum dibawa ke lokasi kejadian di wilayah Tambora.

KI juga mengaku telah beberapa kali melakukan transaksi sabu melalui perantara.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari AKP M. Fauzan Yonnadi, S.Tr.K., S.I.K., bersama Kasubnit Narkoba AKP Madjen Silaban, S.H., M.H., memimpin penanganan awal pengungkapan tersebut.

Selanjutnya, ketiga orang yang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Polsek Metro Tamansari untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Penyidik juga melakukan pengembangan guna menelusuri asal-usul barang, mendalami keterangan para pihak yang diamankan, serta mencari keberadaan dua orang yang telah masuk DPO.

Atas perbuatannya, perkara tersebut diproses berdasarkan dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau ketentuan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, sesuai penerapan pasal oleh penyidik. (Tim)

Polisi Sita 75,78 Gram Diduga Sabu Di Kapuk, Seorang Pria Diamankan Polsek Cengkareng

Dutainfo.com-Jakarta: Jajaran Polsek Cengkareng, Polres Metro Jakarta Barat, mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di kawasan Jalan Kapuk Pulo, RT 010/RW 010, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolsek Cengkareng, AKP Rahis Fadhilillah, S.Tr.K., S.I.K., M.H mengatakan, Dalam pengungkapan ini, kami mengamankan seorang pria berinisial MP alias Rio pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu plastik klip besar berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 75,78 gram.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas transaksi jual beli narkotika di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, anggota Subnit II Narkoba Polsek Cengkareng melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.

Tim operasional yang dipimpin Panit 2 Reskrim Polsek Cengkareng, IPTU Lasaro Atmaja, S.H., kemudian mendatangi lokasi. Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian dan melakukan penangkapan serta penggeledahan terhadap pria yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.

” Selain kristal putih yang diduga sabu, petugas turut menyita dua plastik klip besar kosong, satu timbangan digital, satu unit telepon genggam merek Vivo Y19 berwarna hitam, satu kantong berwarna hitam, serta satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna biru tanpa pelat nomor, ” terangnya saat dikonfirmasi, Minggu, 25/10/2026

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan pelaku dijerat dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (Tim)

Kapolri Bongkar Kasus 1 Ton Narkoba

Dutainfo.com-Jakarta: Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan, kapal MT Global 168 menyelundupkan 1 ton ketamin di Belawan, Sumatera Utara, kerugian negara senilai ratusan triliun rupiah.

“Terkait potensi penyelamatan jiwa dengan asumsi 1 gram ketamin dapat disalahgunakan oleh 5 orang, maka penyitaan ini telah berhasil menyelamatkan 5,8 juta jiwa penerus bangsa dari bahaya ketergantungan,” ujar Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, Jumat (23/10/2026).

Masih kata Suyudi menyebut total barang bukti yang disita dalam joint operation Polri, BNN, dan Bea Cukai itu senilai Rp 3,48 triliun, namun jika dihitung jumlah kerugian negara, aparat berhasil mencegah senilai Rp 116 triliun.

“Jika kita menghitung pencegahan kerugian negara dan masyarakat dari segi total biaya kalau kita atau negara melakukan rehabilitasi, angka tersebut sangat fantastis dengan asumsi biaya rehabilitasi Rp 20 juta per orang selama 6 bulan,” ungkapnya.

“Maka kita telah mencegah kerugian biaya rehabilitasi sebesar Rp 116 triliun,” kata Suyudi.
(Tim)

Polsek Palmerah Amankan Pria Di Kemanggisan, Polisi Sita Sabu Dan Puluhan Gram Ganja

Dutainfo.com-Jakarta: Jajaran Polsek Palmerah, Polres Metro Jakarta Barat, mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu dan ganja di kawasan Jalan Kemanggisan Ilir VI, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Dalam pengungkapan yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial H yang diduga terlibat dalam perkara narkotika.

Sejumlah barang bukti berupa paket sabu, ganja, dan satu unit telepon genggam turut diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Kapolsek Palmerah AKP Parman BM Nainggolan mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai aktivitas sejumlah orang yang dinilai mencurigakan di lokasi kejadian.

“Informasi dari masyarakat menjadi salah satu hal penting bagi kepolisian dalam mengungkap dugaan tindak pidana. Setelah menerima laporan, anggota kami segera melakukan pengecekan dan pemeriksaan di lokasi hingga menemukan barang bukti yang diduga narkotika,” ujar AKP Parman BM Nainggolan, Kamis, 22/10/2026

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim operasional yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Dede Sobari, S.H., M.H., bersama Panit 2 Reskrim IPDA MT Simbolon, S.H., melakukan pemeriksaan terhadap seorang pria di lokasi.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah paket yang diduga berisi sabu di kantong celana pria tersebut.

Petugas kemudian memeriksa tas selempang berwarna hijau yang dibawanya dan menemukan tambahan barang bukti yang diduga berupa sabu serta ganja.

petugas selanjutnya melakukan pengembangan ke sebuah rumah setelah memperoleh informasi bahwa masih terdapat barang yang diduga sabu disimpan di lokasi tersebut.

Dalam pengembangan itu, petugas kembali menemukan satu paket yang diduga sabu dengan berat 9,32 gram.

Secara keseluruhan, barang bukti yang dilaporkan diamankan meliputi sejumlah paket yang diduga sabu, empat paket ganja dengan berat sekitar 46 gram, dua linting ganja dengan berat sekitar 1,2 gram, kertas papir, serta satu unit telepon genggam merek Infinix.

Kapolsek Palmerah menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman narkotika. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau dugaan peredaran narkoba, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, sebagaimana tercantum dalam laporan kepolisian. (Tim)

Letnan Kolonel Inf Arman Ditetapkan Tersangka Rumah Dinas Jadi Markas Judol

Foto: (ist)

Dutainfo.com-Jakarta: Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap 1 Jakarta, Letnan Kolonel Inf Arman Jab telah ditetapkan sebagai tersangka buntut kasus rumah dinas yang diduga menjadi markas operasional Judi Online di Komplek KPAD Cijantung, Jakarta Timur.

“Ya sudah tersangka, sekarang masih dalam proses,” ujar Komandan Polisi Militer Kodam Jaya/Jayakarta, Kolonel Cpm Unggul Wahyudi, di Polda Metro Jaya, Rabu (21/10/2026).

Masih kata Kolonel Cpm Unggul Wahyudi, saat ini Letnan Kolonel (Letkol) Inf Arman juga telah dilakukan penahanan di Polisi Militer Kodam Jaya.

“Dalam perkara ini Letkol Inf Arman disangkakan atas dugaan pelanggaran penyalahgunaan rumah dinas,” ungkapnya.

Sebelumnya Markas Besar TNI AD mengungkap dugaan praktik pengoperasian judi online di sebuah rumah di KPAD Cijantung, Jakarta Timur pada Minggu (4/10/2026).

Sebanyak 11 orang warga sipil yang terdiri atas enam pria dan lima wanita diamankan dari rumah dinas tersebut dan dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) guna menjalani pemeriksaan, sejumlah barang bukti juga turut disita yakni 32 unit komputer, 14 HP, dan 9 KTP.
(Tim)