Jaga Anak Dari Tawuran Dan Narkoba, Kapolsek Tanjung Priok Ajak Orang Tua Lebih Peduli

Dutainfo.com-Jakarta: Kepedulian terhadap keselamatan generasi muda menjadi perhatian bersama dalam kegiatan Rembug Warga RW 08 Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang dihadiri Kapolsek Tanjung Priok Kompol R. Sigit Kumono, S.H., pada Rabu malam (28/10/2026).

Bertempat di Sekretariat RW 08, Jalan Kebon Bawang VIII Nomor 25, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi polisi dan masyarakat untuk bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, serta mencari langkah bersama dalam mencegah aksi tawuran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan permukiman.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kebersamaan itu dihadiri Kanit Intelkam Polsek Tanjung Priok IPTU Joko Wiyono, S.H., Ps. Kanit Binmas IPTU Karim Widianto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Bawang BRIPKA Agus Setiawan, Ketua RW 08 Abdullah, LMK Taulani, para ketua RT, kader Posyandu dan PKK, Karang Taruna, serta warga setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua RW 08 Abdullah menyampaikan keprihatinan atas persoalan tawuran remaja dan kerawanan narkoba yang menjadi perhatian warga.

Ia juga mengusulkan peningkatan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk kawasan Jalan Kebon Bawang VII, tempat sejumlah remaja kerap berkumpul.

Aspirasi tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar lingkungan tempat tinggal mereka menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan tanpa harus terancam kekerasan maupun bahaya narkoba.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Tanjung Priok Kompol R. Sigit Kumono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyerahkan upaya pencegahan hanya kepada kepolisian.

Menurutnya, perlindungan terhadap generasi muda membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari keluarga, pengurus lingkungan, hingga masyarakat sekitar.

“Saya hadir di sini untuk mencegah adanya korban akibat aksi tawuran, karena nyawa itu begitu berharga,” tegas Kompol Sigit dalam arahannya.

Ia mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian terhadap pergaulan anak-anak, mengetahui aktivitas mereka, serta mendampingi penggunaan telepon genggam dan media sosial.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu orang tua mengenali potensi risiko sejak dini dan mencegah anak terlibat dalam ajakan tawuran maupun kegiatan yang membahayakan keselamatan.

Kapolsek juga mendorong pengurus RT dan RW bersama warga untuk memperkuat pengawasan lingkungan, mempertimbangkan pemasangan CCTV pada akses keluar-masuk permukiman, serta meningkatkan komunikasi dengan Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek Tanjung Priok.

Ia turut mengajak warga segera menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.

Dalam situasi darurat atau ketika terdapat ancaman penyerangan, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian Call Center 110.

Bagi Kompol Sigit, upaya mencegah tawuran bukan semata-mata menghentikan perkelahian, melainkan juga menjaga agar tidak ada anak yang kehilangan masa depan dan tidak ada keluarga yang harus menanggung duka akibat kekerasan.

Melalui Rembug Warga ini, Polsek Tanjung Priok berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan.

Sebab, lingkungan yang aman tidak hanya dibangun melalui patroli dan pengawasan, tetapi juga melalui perhatian orang tua, kepedulian tetangga, serta keberanian masyarakat untuk saling mengingatkan dan melindungi. (Tim)

Polisi Bersama Masyarakat Ulurkan Tangan Polantas Jakbar Untuk Ibu Wati Yang Kehabisan Ongkos Di Jakarta

Dutainfo.com-Jakarta: Di tengah padatnya lalu lintas dan kesibukan masyarakat di kawasan Slipi, Jakarta Barat, sebuah kepedulian sederhana hadir membawa arti bagi seorang ibu yang tengah kebingungan di tengah kerasnya kehidupan ibu kota.

Ibu Wati, seorang perempuan asal Brebes, Jawa Tengah, terlihat kebingungan saat berada di kawasan tersebut.

Di tengah ramainya kendaraan yang berlalu-lalang, ia tidak mengetahui arah yang harus dituju.

Ongkos yang dibawanya pun telah habis, sementara tujuan untuk mencari salah satu anggota keluarganya di sebuah panti sosial di kawasan Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, belum tercapai.

Melihat kondisi tersebut, personel patroli ETLE Satlantas Polres Metro Jakarta Barat yang sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas tergerak untuk menghampiri dan menanyakan keadaannya.

Dari percakapan sederhana itu, petugas mengetahui bahwa Ibu Wati datang seorang diri dari Brebes dengan harapan dapat menemukan keluarganya di Jakarta.

Namun, setibanya di ibu kota, ia justru menghadapi kesulitan karena tidak mengetahui arah perjalanan dan kehabisan biaya.

Bagi sebagian orang, perjalanan di Jakarta mungkin terasa biasa.

Namun, bagi seseorang yang datang seorang diri tanpa mengetahui kondisi wilayah dan kehabisan ongkos, setiap langkah bisa menjadi tantangan tersendiri.

Melihat keadaan tersebut, anggota Satlantas tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menghadirkan bantuan nyata.

Ibu Wati diberikan makanan agar dapat mengisi tenaga, kemudian diantar menuju kawasan panti sosial di Kedoya untuk membantu mencari anggota keluarganya.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang mengatakan bahwa personelnya anggota ETLE dan Unit Lantas Cengkareng Satlantas Metropolitan Jakarta Barat berupaya memberikan pelayanan dan pertolongan setelah mengetahui kondisi Ibu Wati.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga ketertiban lalu lintas, tetapi juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Dalam proses pencarian, petugas menemui kendala karena Ibu Wati tidak membawa foto maupun identitas anggota keluarga yang hendak ditemuinya.

Kondisi tersebut membuat pencarian belum membuahkan hasil.

Meski demikian, petugas tetap berupaya membantu Ibu Wati agar tidak harus menghadapi kesulitan seorang diri.

” Setelah mempertimbangkan keadaan dan belum berhasil menemukan keluarga yang dicari, kami memberikan bantuan ongkos tiket agar Ibu Wati dapat kembali ke kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah,” ujar Kompol Reza Hafiz Gumilang saat dikonfirmasi, Kamis, 29/10/2026

Kisah Ibu Wati menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan tugas menjaga ketertiban, ada sisi kemanusiaan yang selalu dapat dihadirkan melalui tindakan sederhana.

Seporsi makanan, kesediaan untuk mendengarkan, tumpangan menuju tempat tujuan, hingga bantuan ongkos pulang mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat begitu berarti bagi seseorang yang sedang kehilangan arah.

Bagi Ibu Wati, perjalanan ke Jakarta mungkin tidak berakhir sesuai harapan. Namun, di tengah kebingungan dan keterbatasan yang dihadapinya, ia masih menemukan kepedulian dari orang-orang yang bersedia mengulurkan tangan.

Melalui peristiwa ini, Satlantas Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya hadir di jalan raya, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama Polisi Bersama Masyarakat. (Tim)

Polres Jakbar Amankan 19 Orang Terkait Tawuran Maut Di Kebon Jeruk, Pelaku Penyiraman Air Keras Diburu

Dutainfo.com-Jakarta: Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 19 orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok di Jalan Salman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia pada Senin (26/10/2026) dini hari.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengungkapkan, 19 orang yang diamankan terdiri dari tujuh orang dewasa dan 12 anak yang berhadapan dengan hukum.

Penyidik masih mendalami peran masing-masing untuk menentukan keterlibatan mereka dalam rangkaian peristiwa tersebut.

“Dari hasil penyelidikan, kami mengidentifikasi empat orang yang diduga menjadi pelaku utama dalam kekerasan terhadap korban, yakni tiga orang yang diduga melakukan pembacokan dan satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras,” ujar Nasriadi saat doorstop dipolres Metro Jakarta Barat, Rabu, 28/10/2026

Nasriadi menyampaikan, ketiga orang yang diduga melakukan pembacokan telah berhasil diamankan.

Sementara itu, satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Polisi awalnya menerima laporan masyarakat mengenai seorang pria yang ditemukan tergeletak di lokasi kejadian.

Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh serta luka pada wajah yang diduga berkaitan dengan penyiraman air keras.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap dugaan keterlibatan empat kelompok yang dikenal dengan nama Popeye, Batavia, Bonsal, dan Samudra.

Keempat kelompok tersebut diduga memanfaatkan media sosial untuk mengatur pertemuan, mengajak anggota, dan memprovokasi aksi saling serang.

Polisi juga mengamankan empat akun media sosial beserta para adminnya yang diduga berkaitan dengan pengorganisasian aksi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para admin diduga menggunakan akun yang dikelola untuk mengunggah ajakan tawuran, menghimpun anggota, serta menyiarkan dan merekam kejadian melalui fitur siaran langsung.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarma Korniawan menjelaskan, penyidik masih mendalami motif di balik aksi tersebut.

Salah satu dugaan yang sedang ditelusuri adalah keinginan untuk memperoleh eksistensi di media sosial, termasuk kemungkinan keuntungan dari siaran langsung.

Menurut Edy, penanganan perkara dilakukan dengan membedakan peran setiap orang yang diamankan, mulai dari mereka yang diduga melakukan kekerasan secara langsung hingga pihak yang diduga merencanakan atau menggerakkan tawuran.

Terhadap 12 anak yang berhadapan dengan hukum, penyidik akan menempuh mekanisme diversi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila persyaratannya terpenuhi.

Sementara itu, tujuh orang dewasa diproses berdasarkan hasil penyidikan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam perkara ini, penyidik mendalami penerapan ketentuan pidana terkait kekerasan secara bersama-sama, penganiayaan, serta kepemilikan senjata tajam sesuai peraturan perundang-undangan.

Polres Metro Jakarta Barat juga terus melakukan pengejaran terhadap satu orang yang masih berstatus DPO serta mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Kapolres Metro Jakarta Barat mengingatkan bahwa tawuran bukan sekadar persoalan perselisihan antarkelompok, tetapi dapat berujung pada hilangnya nyawa dan menimbulkan dampak mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat sekitar.

Kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap anak-anak, serta mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan kekerasan di media sosial.

Media sosial hendaknya digunakan untuk kegiatan yang positif, bukan sebagai sarana menyebarkan provokasi atau mempertontonkan kekerasan.

Dengan kepedulian keluarga, lingkungan, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang dan keamanan di wilayah Jakarta Barat tetap terjaga. (Tim)

Jaga Jakarta Dengan Kepedulian, 49 Personel Gabungan Gelar Patroli Malam Di Tanjung Priok

Dutainfo.com-Jakarta: Menjaga keamanan bukan hanya tentang mencegah kejahatan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat yang tengah beristirahat bersama keluarga.

Semangat inilah yang diwujudkan Polsek Tanjung Priok bersama unsur TNI, pemerintah kelurahan, Satpol PP, dan elemen masyarakat melalui kegiatan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) serta patroli skala sedang di wilayah Jakarta Utara.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Jalan Kebon Bawang V, RW 008, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, pada Selasa malam (27/10/2026) pukul 24.00 WIB.

Apel dipimpin oleh Lurah Kebon Bawang, Fahmi Zulfikar, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Sebanyak 49 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 21 personel Polsek Tanjung Priok, satu personel TNI, dua personel Satpol PP, serta 25 personel potensi masyarakat (Potmas).

Dalam arahannya, Fahmi Zulfikar mengajak seluruh personel untuk melaksanakan patroli dengan mengedepankan kewaspadaan, pendekatan humanis, serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Patroli juga diarahkan untuk mengantisipasi potensi tawuran remaja maupun warga, kejahatan jalanan, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.

Usai apel, personel gabungan melaksanakan patroli, termasuk dengan berjalan kaki di sejumlah titik permukiman. Kehadiran petugas menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan warga sekaligus menyampaikan imbauan agar masyarakat menghindari aktivitas berkumpul hingga larut malam yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.

Melalui pendekatan persuasif, petugas mengajak masyarakat, khususnya para remaja, untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, menjaga pergaulan, serta tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol R. Sigit Kumono, S.H., melalui kegiatan ini menegaskan pentingnya kerja sama antara kepolisian, TNI, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Keamanan lingkungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan kepedulian bersama.

Komunikasi yang baik antara petugas dan warga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah potensi gangguan sejak dini.

Kegiatan patroli berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Polsek Tanjung Priok bersama unsur terkait terus berupaya menjaga kehadiran pelayanan kepolisian di tengah masyarakat, sehingga warga dapat beraktivitas dan beristirahat dengan lebih tenang.

Dengan semangat Jaga Jakarta, sinergi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan lingkungan Tanjung Priok yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif. (Tim)

Polsek Kalideres Gagalkan Aksi Curanmor

dutainfo.com-Jakarta: Respons cepat anggota Polsek Kalideres, Polres Metro Jakarta Barat, bersama masyarakat berhasil mengamankan pelaku curanmor yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Warung Gantung, RT 005/RW 010, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Senin (26/10/2026) siang.

Pelaku tersebut diketahui berinisial AY, diamankan setelah diduga terlibat dalam pencurian sepeda motor Honda Vario 125 berwarna hitam milik seorang warga bernama Ikhsan.

Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, S.Kom., S.I.K., M.H., didampingi Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Rachmad Wibowo, S.H., M.H.,, mengatakan, Peristiwa tersebut bermula ketika korban memarkirkan sepeda motornya di samping sebuah warteg sekitar pukul 13.30 WIB.

” Saat berada di dalam warung, korban mendengar suara sepeda motor yang melaju dengan kencang,” Ujar Kompol Rihold Sihotang saat dikonfirmasi, Selasa, 27/10/2026

Lanjut Rihold menjelaskan, Ketika memeriksa kendaraannya, korban mendapati sepeda motor miliknya telah dibawa oleh orang yang tidak dikenal.

Korban kemudian berteriak meminta pertolongan sambil mengejar kendaraan tersebut.

Teriakan itu terdengar oleh anggota Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kalideres yang sedang melaksanakan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi.

Melihat kejadian tersebut, petugas bersama warga langsung melakukan pengejaran terhadap orang yang diduga membawa sepeda motor milik korban.

Kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario 125 berwarna hitam milik korban berikut STNK dan kunci kontak, satu unit sepeda motor Honda PCX berwarna putih yang diduga digunakan oleh orang yang diamankan, dua unit telepon genggam, serta dua kartu identitas.

Atas perbuatannya pelaku curanmor tersebut dijerat dengan 476 KUHP

( Hdr/Ril )