Kapolres Jakbar Pimpin Gema Merdeka 81, Lomba Tradisional Jadi Ajang Pererat Kebersamaan

dutainfo.com-Jakarta: Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai Lapangan Hijau Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (21/8/2026).

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Metro Jakarta Barat menggelar perlombaan tradisional dan festival UMKM bertajuk “Gema Merdeka 81 Jaga Jakarta untuk Indonesia.”

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti Wakapolres Metro Jakarta Barat Akbp Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K, Kabag SDM Polres Metro Jakarta Kompol Leny Winarti, S.H., M.M, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, personel Polres Metro Jakarta Barat serta personel Polsek jajaran.

Berbagai perlombaan tradisional yang penuh keceriaan digelar untuk membangkitkan kembali semangat permainan rakyat sekaligus mempererat hubungan antarpersonel.

Sejumlah perlombaan yang dipertandingkan di antaranya lomba ember dan bola (Spartan), bola kasti di dahi, tarik tambang, serta lomba membawa tepung menggunakan kartu remi.

Tawa dan sorak-sorai terdengar ketika para peserta berusaha menyelesaikan setiap tantangan.

Meski berlangsung penuh persaingan, suasana keakraban tetap terasa kuat. Para peserta saling memberikan semangat dan menikmati momen kebersamaan tanpa memandang perbedaan satuan maupun fungsi.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi pemenang, tetapi menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan dan menjaga soliditas seluruh personel.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan membangun kebersamaan dan rasa kekeluargaan di lingkungan Polri.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan. Bukan hanya tentang perlombaan, tetapi bagaimana kita membangun kekompakan, kebersamaan dan semangat gotong royong,” ujar Nasriadi.

Ia menambahkan, personel Polri memiliki tantangan tugas yang tidak ringan.

Karena itu, kebersamaan dan soliditas menjadi modal penting agar seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lebih baik dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Dengan kebersamaan yang kuat, kita akan semakin solid dalam menjalankan tugas. Semangat Gema Merdeka 81 ini juga menjadi bagian dari semangat kita untuk terus menjaga Jakarta agar tetap aman, nyaman dan kondusif untuk Indonesia,” tuturnya.

Selain perlombaan tradisional, kegiatan juga diramaikan dengan Festival UMKM yang memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan berbagai produk.

Kehadiran UMKM tersebut turut menambah semarak perayaan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat.

( Hdr/Ril )

Duplikat Kunci Garasi, 2 Mantan Karyawan Curi Motor Milik Bos Di Tambora

dutainfo.com-Jakarta: Dua mantan karyawan sebuah usaha sate babi berinisial M (23) dan AP (19) harus berurusan dengan hukum setelah nekat mencuri dua unit sepeda motor milik mantan bosnya di kawasan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat.

Keduanya ditangkap Tim Tiger Unit Reskrim Polsek Tambora setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat AKP Wahyu Hidayat, didampingi Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara, mengatakan aksi pencurian tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat kejadian, korban sedang berada di kawasan Kali Anyar. Rumah dalam kondisi terkunci, sementara pintu garasi juga telah digembok.

Namun, korban kemudian mendapat informasi dari tetangganya bahwa pintu garasi rumah dalam keadaan terbuka.

Setelah dilakukan pengecekan, korban mendapati dua sepeda motor yang sebelumnya terparkir di halaman rumah telah raib.

“Pelapor mendapatkan informasi dari tetangganya bahwa pintu garasi rumah dalam keadaan terbuka. Setelah dicek, ternyata benar dan dua motor yang terparkir di halaman sudah hilang,” kata AKP Wahyu saat doorstop di Polsek Tambora, Jumat (21/8/2026).

Merasa curiga, korban kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sekitar rumah. Dari rekaman tersebut, korban melihat dua orang yang dikenalnya berada di lokasi saat kejadian.

Kedua orang tersebut diketahui merupakan mantan karyawan korban, yakni M dan AP.

Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa kedua pelaku tidak merusak gembok garasi.

Mereka justru menggunakan kunci hasil duplikat untuk membuka pintu garasi dan mengambil dua sepeda motor yang berada di halaman rumah.

“Pada saat kejadian, pelapor berada di Kali Anyar dan rumah sudah dalam keadaan terkunci. Kunci gembok tidak rusak karena pelaku menduplikat kunci gembok tersebut,” jelasnya.

Berbekal rekaman CCTV dan informasi yang dikumpulkan selama penyelidikan, Tim Tiger Unit Reskrim Polsek Tambora kemudian memburu keberadaan kedua pelaku.

Pelaku AP lebih dahulu berhasil diamankan pada 16 Agustus 2026 di kawasan Jalan Kali Sunter.

Polisi menangkap AP saat melakukan penyisiran di wilayah tersebut dan tidak ditemukan perlawanan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap AP, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan rekannya, M.

Petugas kemudian bergerak ke kawasan Pelabuhan Muara Baru. Di lokasi tersebut, polisi menemukan M sedang bekerja sebagai tukang bersih-bersih kapal.

“Tim Tiger melakukan penyisiran di wilayah Muara Baru, kemudian melihat pelaku sedang membersihkan kapal. Tim segera melakukan penangkapan tanpa ada perlawanan,” ungkap Wahyu.

Dari pemeriksaan, kedua pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian tersebut.

Mereka memanfaatkan kesempatan karena mengetahui keberadaan dan akses terhadap kunci garasi rumah korban saat masih bekerja.

“Motifnya karena ada kesempatan. Dia mengetahui kunci garasi rumah milik korban, kemudian melakukan duplikat kunci dan mengambil sepeda motor yang berada di halaman,” tuturnya.

Ironisnya, dua sepeda motor hasil curian tersebut telah dijual ke wilayah Indramayu.

Uang hasil penjualan kemudian digunakan untuk membeli telepon seluler dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Hasil penjualan itu dibelikan handphone dan untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi setelah kejadian pencurian ini, kedua pelaku masing-masing berpisah,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, korban diketahui memiliki usaha sate babi, sedangkan kedua pelaku sebelumnya pernah bekerja sebagai karyawan korban.

Kini, hubungan kerja yang sebelumnya terjalin harus berakhir dengan proses hukum. Kedua mantan karyawan tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Atas perbuatannya, M dan AP disangkakan Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

( Hdr/Ril )

Peringati Hari Juang Polri 2026, 224 Personel Ikuti Upacara Hari Juang Polri

dutainfo.com-Jakarta: Semangat perjuangan dan pengabdian menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026. Nilai-nilai tersebut kembali dihidupkan jajaran Polres Metro Jakarta Barat melalui pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Hijau Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot KM 2, Jakarta Barat, Kamis (20/8/2026).

Upacara dipimpin oleh AKBP Rachmat Eko Mulyadi, S.Sos., S.H., selaku Kabagren Polres Metro Jakarta Barat yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Kegiatan turut dihadiri para Pejabat Utama Polres Metro Jakarta Barat, mulai dari para Kabag, Kasat dan Wakasat, Kasi, Kasubbag hingga Ka SPKT.

Sebanyak 224 personel mengikuti upacara dengan penuh disiplin dan kekhidmatan. Mereka berasal dari berbagai satuan dan fungsi, mulai dari perwira menengah, perwira pertama, staf gabungan, Sat Samapta, Satreskrim, Satresnarkoba, Satres PPA/PPO, Satintelkam, Bhabinkamtibmas Polsek jajaran, PNS hingga personel Sipropam.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibacakan sejarah perjuangan Polri sebagai pengingat bahwa perjalanan institusi Kepolisian tidak terlepas dari pengorbanan, keberanian dan ketulusan para pendahulu dalam menjaga keamanan serta memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara.

AKBP Rachmat Eko Mulyadi mengatakan, peringatan Hari Juang Polri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengingat nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu Polri.

“Hari Juang Polri menjadi momentum bagi kita untuk mengenang kembali perjuangan para pendahulu. Semangat, keberanian dan ketulusan mereka hendaknya menjadi teladan bagi kita dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan tugas kepolisian saat ini terus berkembang. Karena itu, semangat perjuangan tersebut perlu diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Pengabdian Polri pada masa sekarang diwujudkan dengan hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, memberikan perlindungan dan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Setiap tugas yang kita jalankan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh personel Polres Metro Jakarta Barat untuk menjadikan peringatan Hari Juang Polri sebagai pengingat bahwa tugas sebagai anggota Polri merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Mari kita terus jaga semangat pengabdian, bekerja dengan hati dan hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena di balik seragam yang kita kenakan, ada harapan masyarakat yang harus kita jaga,” pungkasnya.

Upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 tersebut berlangsung dengan tertib, aman dan penuh khidmat. Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polres Metro Jakarta Barat untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

( Hdr/Ril )

Praperadilan Eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, Diminta Ditolak Oleh Kejagung

Dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung meminta hakim menolak praperadilan yang diajukan eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung menilai dalil permohonan praperadilan Febrie tidak berdasarkan hukum.

“Kami berkesimpulan bahwa seluruh dalil yang dijadikan alasan Permohonan atau mengajukan permohonan praperadilan ini adalah tidak benar dan tidak berdasar hukum,” ujar perwakilan tim hukum Kejagung, Kamis (20/8/2026).

Kejaksaan Agung meminta hakim menolak praperadilan yang diajukan Febrie Adriansyah untuk seluruhnya.

“Mohon hakim, menerima dan mengabulkan keterangan jawaban Termohon untuk seluruhnya, Menyatakan permohonan praperadilan register perkara Nomor 135/Pid. Pra/2026/PN Jaksel tidak benar dan tak berdasar hukum, Menolak permohonan praperadilan dari pemohon untuk seluruhnya, Membebankan biaya perkara kepada Pemohon,” ungkapnya.
(Tim)

Peduli Kesehatan Warga, Polres Jakbar Gelar Bakti Kesehatan Dan Donor Darah Dalam Semangat PMJ Merdeka

Dutainfo.com-Jakarta: Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga dengan menghadirkan kepedulian dan pelayanan nyata bagi masyarakat.

Dalam rangka PMJ Merdeka Bersama Rakyat 2026, Polres Metro Jakarta Barat menggelar kegiatan donor darah dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat serta pengemudi ojek online (ojol) di Rusun Promoter Polri Pesing, Jakarta Barat, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut melibatkan 10 personel Sidokkes Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin AKP Ns. Agus Waluyo, Amk., S.Kep., serta sembilan petugas dari PMI Kabupaten Tangerang.

Tidak sekadar memberikan pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sehari-hari beraktivitas dan bekerja di lapangan, termasuk para pengemudi ojol.

Berbagai layanan kesehatan disediakan secara gratis, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dokter umum, konsultasi dokter gigi, pemeriksaan laboratorium sederhana hingga pemberian obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan. Tercatat sebanyak 106 orang mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis.

Dari hasil pemeriksaan, keluhan yang ditemukan antara lain ISPA sebanyak 39 orang, mialgia 23 orang, hipertensi 21 orang, defisiensi vitamin 16 orang, dispepsia 5 orang dan diabetes melitus 2 orang.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan aksi kemanusiaan melalui donor darah. Sebanyak 143 orang mendaftarkan diri, dan setelah melalui pemeriksaan kesehatan, sebanyak 76 orang dinyatakan dapat mendonorkan darahnya.

Sementara itu, 67 orang belum dapat melakukan donor darah karena berbagai pertimbangan medis, di antaranya berat badan kurang dari 45 kilogram, kadar hemoglobin rendah maupun kondisi kesehatan lainnya seperti tekanan darah tidak normal, sedang mengonsumsi obat, riwayat pascaoperasi serta kadar hemoglobin yang terlalu tinggi.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana namun memiliki manfaat besar bagi sesama.

Bagi masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan, pelayanan kesehatan gratis menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Sementara bagi para pendonor, setetes darah yang diberikan dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Kasi Dokkes Polres Metro Jakarta Barat AKP Ns. Agus Waluyo, Amk., S.Kep., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan kepedulian dan pengabdian. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan dan kepedulian,” ujar Agus.

Menurutnya, masyarakat dan pengemudi ojol merupakan bagian penting dalam kehidupan perkotaan.

Karena itu, perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan serta kemitraan antara Polri dan masyarakat. (Tim)