Berawal Dari Cekcok Di Jalan Benda Raya, Pria Di Kalideres Diduga Aniaya Pengendara

dutainfo.com-Jakarta: Respons cepat Unit Reskrim Polsek Kalideres dalam menindaklanjuti laporan masyarakat membuahkan hasil.

Kurang dari 24 jam pelaku pelaku penganiayaan berhasil di Tangkap Polsek Kalideres Jakarta Barat

Seorang pria berinisial S alias B, yang diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan terhadap seorang pengendara sepeda motor

Kapolsek Kalideres Kompol Rihold, S.Kom., S.I.K., M.H, didampingi Kanit Reskrim AKP Rachmad Wibowo, S.H., M.H mengatakan, Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 05.00 WIB di Jalan Benda Raya, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat dirinya sedang mengendarai sepeda motor setelah menukar uang di sebuah pom bensin.

” Ketika melintas di lokasi, korban diduga dihadang oleh seorang pria yang dikenal dengan panggilan Badong dan membawa sebatang kayu panjang” ujar Rihold, Kamis, 5/11/2026

Korban sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan dengan pria tersebut.

Namun, situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok mulut.

Terduga pelaku diduga memukul korban sebanyak tiga kali menggunakan benda keras yang dibawanya.

Pukulan pertama mengenai bagian punggung, pukulan kedua mengenai tangan saat korban berusaha menangkis, sedangkan pukulan ketiga mengenai bagian dahi.

Akibat kejadian tersebut, korban terjatuh dari sepeda motornya dan mengalami luka pada bagian dahi.

Peristiwa itu kemudian dilerai oleh seseorang yang melintas di sekitar lokasi.

Usai kejadian, korban pulang dan menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada pihak keluarga.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan menjalani pemeriksaan medis di RSUD Kalideres.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim 2 Opsnal Unit Reskrim Polsek Kalideres yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Rachmad Wibowo, S.H., M.H., bersama Panit 1 Reskrim IPDA Muhar Mukhsin Lubis, S.H., dan Panit 3 Reskrim IPDA Fahrullah Yudha, S.H., M.H., segera melakukan pengecekan tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari korban dan para saksi.

Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan pria yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

Pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, petugas berhasil menemukan dan menangkap pria berinisial S alias B di kawasan Pasar Kamal, Jakarta Barat berikut menyita barang bukti berupa bambu yang dipergunakan untuk melakukan pemukulan atau penganiayaan

Saat dilakukan pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengakui telah memukul korban menggunakan sebatang bambu hingga mengakibatkan luka pada bagian dahi.

Kapolsek Kalideres Kompol Rihold, S.Kom., S.I.K., M.H, menyampaikan melalui jajaran Unit Reskrim bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk keseriusan kepolisian dalam merespons setiap laporan masyarakat dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat.

Saat ini, terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 466 KUHP

Polsek Kalideres mengimbau masyarakat agar menghindari tindakan main hakim sendiri dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur yang baik serta sesuai hukum.

Apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana, masyarakat dapat segera melapor kepada kepolisian melalui layanan darurat 110.

(Hdr/Ril)

Modus Berpura-pura Membeli Handphone, Pria Di Tamansari Ancam Korban Dengan Parang

dutainfo.com-Jakarta: Niat seorang pemuda untuk menjual telepon genggam miliknya melalui media sosial justru berujung pada peristiwa pencurian dengan kekerasan.

Dalam transaksi yang awalnya disepakati senilai Rp5,8 juta tersebut, calon pembeli diduga mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis parang sebelum membawa kabur handphone miliknya.

Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat Kompol Bobby M. Zulfikar, S.I.K., M.Si mengatakan, Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Jalan Krukut Pasar, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Korban berinisial K.B. sebelumnya menawarkan handphone Samsung Z Flip 5 melalui Facebook dengan mencantumkan nomor WhatsApp untuk komunikasi.

Tidak lama kemudian, seorang pria berinisial M.R. menghubungi korban dan mengajak bertemu untuk melakukan transaksi.

Setelah bertemu di lokasi, terduga pelaku memeriksa kondisi handphone dan keduanya sempat menyepakati harga sebesar Rp5,8 juta.

” Namun, ketika calon pembeli menyampaikan akan melakukan pembayaran melalui setor tunai di mesin ATM, korban mulai merasa curiga dan memutuskan membatalkan transaksi,” ujar Kompol Bobby M Zulfikar saat dikonfirmasi, Rabu, 4/11/2026

Lanjut Bobby menjelaskan, Korban kemudian meminta handphone miliknya dikembalikan.

Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi.

Terduga pelaku justru mengeluarkan sebilah parang dari balik pakaiannya dan mengacungkannya ke arah korban serta seorang saksi.

Situasi semakin memanas ketika saksi berusaha melawan dan mengejar terduga pelaku hingga terjadi perkelahian.

Dalam kejadian tersebut, terduga pelaku akhirnya melarikan diri dengan membawa handphone milik korban.

Mendapatkan informasi mengenai peristiwa tersebut, Unit Reskrim Polsek Metro Tamansari bergerak melakukan penyelidikan.

Dipimpin Kanit Reskrim AKP M. Fauzan Yonnadi, S.Tr.K., S.I.K., bersama Kasubnit IV Reskrim IPTU Umbu Landu Paranggi, S.I.Kom., M.H., petugas mendatangi tempat kejadian perkara, meminta keterangan korban dan saksi, serta menelusuri ciri-ciri terduga pelaku.

Dari hasil penyelidikan di lapangan, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial M.R. beserta barang bukti berupa satu bilah parang bergagang kayu berwarna cokelat dan satu unit handphone Samsung Z Flip 5 warna hitam berikut kardusnya.

Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mencari seorang pria berinisial D yang diduga berada bersama terduga pelaku saat peristiwa tersebut terjadi.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Metro Tamansari untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 479 KUHP

Polsek Metro Tamansari mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan transaksi jual beli secara daring, khususnya apabila harus bertemu langsung dengan calon pembeli.

Pilih lokasi transaksi yang ramai dan aman, hindari membawa barang berharga tanpa pendamping, serta segera laporkan kepada kepolisian apabila menemukan tindakan mencurigakan atau mengalami tindak kejahatan.

(Hdr/Ril)

Soal Penebalan Pasukan TNI Ke Jakarta, Ini Kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono

Foto: Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono.

Dutainfo.com-Jakarta: TNI Angkatan Darat (AD) memberikan penjelasan soal pengerahan pasukan ke Jakarta.

“Pengerahan itu berkaitan dengan upaya menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel dalam menghadapi berbagai perkembangan situasi,” ujar Kadispen TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono, Rabu (4/11/2026).

Masih kata Donny, pada prinsipnya TNI AD senantiasa berupaya menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel dalam menghadapi setiap perkembangan situasi.

Menurutnya kesiapansiagaan itu merupakan bagian dari tugas TNI untuk menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi keselamatan bangsa sebagaimana diatur dalam Undang-undang No 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Dalam konteks tersebut, kesiapan kekuatan TNI juga memiliki fungsi penangkal terhadap berbagai bentuk ancaman yang dapat menggangu kepentingan bangsa dan negara khususnya wilayah Ibu Kota Negara,” ungkapnya.

Masih menurutnya kesiapan TNI AD tak hanya menyangkut personel, akan tetapi juga satuan dan pangkalan.

“Oleh sebab itu TNI AD perlu menguji kesiapan seluruh unsur tersebut secara berkala, termasuk untuk mengantisipasi kebutuhan pengerahan pasukan dalam jumlah tertentu sewaktu waktu,” katanya.

Semua langkah ini masih kata Donny, ditujukan untuk menjaga stabilitas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
(Tim)

Mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Ditahan Di Rutan Mabes Polri

Foto: Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (ist)

Dutainfo.com-Jakarta: Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal, penghapusan data elektronik dan ilegal access, ketiga tersangka ini ditahan di Ruang Tahanan Mabes Polri.

“Terhadap tersangka kita tahan di Rutan Mabes Polri,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin, Selasa (3/11/2026).

Masih kata Komjen Pol Asep Safrudin, ketiga adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kadivkum Polri Irjen Pol Ahrie Sonta (AHN) dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso (EH).

“Ini adalah proses awal, nggak mungkin kami dalam kurun waktu 24 jam langsung menjelaskan atau membongkar semua,” katanya.

Dugaan penyadapan itu dilakukan sejak tahun lalu, ada beberapa nomor telepon yang dimasukan dalam Lawful Interception Management System (LMS) tanpa melalui verifikasi atau dasar penegakan hukum.
(Tim)

Mabes Polri Tetapkan Jenderal Pol Listyo Sigit, Irjen Pol Ahrie Sonta Dan Irjen Pol Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden RI Prabowo Subianto

Foto: (ist)

Dutainfo.com-Jakarta: Markas Besar Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik dan ilegal access, tersangkanya adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP).

“Penyidik telah menetapkan terhadap tiga orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH,” kata Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo adalah mantan Kapolri, dan Irjen Pol Ahrie Sonta adalah Kadivkum Polri dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso, mereka menyadap Presiden Prabowo Subianto.

“Diduga telah melakukan penyadapan ilegal terhadap nomor Presiden Republik Indonesia,” ungkapnya.

Selain penyadapan terhadap Presiden Prabowo, para tersangka ini diduga melakukan penyadapan terhadap tokoh politik lainya, ada juga dugaan penyadapan ilegal terhadap jurnalis.

“Pejabat negara, tokoh-tokoh politik, media masa, ormas, dan LSM,” kata Komjen Pol Asep Safrudin.

Para tersangka ini diduga melakukan penyadapan ilegal pada 2025-2026.
(Tim)