Polres Metro Jakarta Barat Musnahkan Bahan Baku Narkotika 1,1 Ton Carisoprodol, Selamatkan 3,5 Juta Jiwa

dutainfo.com-Jakarta: Polres Metro Jakarta Barat memusnahkan sejumlah bahan baku pembuatan narkotika hasil pengungkapan jaringan internasional.

Barang bukti tersebut terdiri dari 308,000 butir ( 130 kg ) Carisoprodol, empat puluh tong berisi sekitar satu ton ( 1000 kg) bubuk Carisoprodol, 195 bungkus Happy Water seberat sekitar satu kilogram, 500 gram ketamin, 1.650 kilogram bahan baku pendukung yang digunakan dalam proses pembuatan narkotika tersebut dan 1 mesin mixer serta mesin cetak

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi, S.H, S.I.K., M.H didampingi Wakapolres Metro Jakarta Barat Akbp Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K, Kasatres Narkoba Akbp Vernal A sambo, Kanit 3 Akp Hamdan Agus mengatakan, pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkoba sebelum diproduksi dan diedarkan kepada masyarakat.

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan tujuh tersangka yang terdiri dari enam warga negara Indonesia dan satu warga negara asing asal Tiongkok diantaranya berinisial PD,DO, RS, MFY, MH, VW dan GE (WNA)

“Apabila seluruh bahan baku ini berhasil diproduksi menjadi narkotika, diperkirakan dapat merusak sekitar 3.533.000 jiwa dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp119 miliar,” ujar Kombes Pol Nasriadi saat press confrence di Mapolres, Rabu, 5/8/2026.

Kapolres juga mengapresiasi kinerja Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat yang berhasil mengungkap jaringan tersebut melalui pengembangan lintas daerah.

Seluruh barang bukti kemudian dimusnahkan sesuai prosedur hukum setelah berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Akbp Vernal A Sambo menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat terkait pengiriman mencurigakan melalui salah satu jasa ekspedisi di wilayah Jakarta Barat.

Dari hasil penyelidikan dan pengembangan, petugas menemukan ratusan ribu butir obat di sebuah hotel di Penjaringan, Jakarta Utara.

Penyelidikan kemudian berlanjut hingga ke Mijen, Jawa Tengah, tempat polisi menemukan gudang produksi yang berisi sekitar 250 kilogram bahan baku serta mesin pencetak.

Pengembangan berikutnya mengarah ke Cakung yang diduga menjadi pusat distribusi bahan baku prekursor narkotika golongan 1 bubuk carisoprodol.

Berdasarkan hasil penyidikan, jaringan tersebut diketahui telah mendistribusikan produknya ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Polisi menduga para pelaku juga berupaya memperluas pemasaran ke Jakarta, namun berhasil digagalkan sebelum barang beredar di wilayah ibu kota.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 610 ayat (2) huruf a dan atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang No.1 Tahun 2023 Ttg KUHP” Jo “UURI No.1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.” jo Pasal 132 ayat (1) Jo “Pasal 137 huruf b UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo UURI No.1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana” dan “Pasal 435 Jo Pasal 138 ayat ( 2 ) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit kategori V (RP. 500.000.000) dan paling banyak kategori VI (RP. 2.000.000.000)

( Hdr/Ril )

Kapolri kunjungan kerja ke Mabes TNI

  Foto: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat kunker ke Mabes TNI (istimewa)

dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka kunjungan kerja Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ke Markas Besar TNI Cilangkap, pada Senin (11/12/2017), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta Perwira Staf langsung menerima kunjungan Kapolri.

“Terima kasih karena sudah datang untuk menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya saya, dan pertemuan ini saya sangat idam-idamkan, kalau bisa dalam setiap kesempatan harus dilakukan seperti ini,” ujar Marsekal Hadi Senin (11/12).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga mengajak Kapolri bertemu sambil ngopi bisa di darat, laut, dan udara. Kita bisa katakan diplomasi kopi, untuk ngobrol-ngobrol ringan, ujarnya.

Marsekal Hadi juga mengatakan kebersamaan ini harus tetap terjaga, dalam kesempatan ini pula Panglima TNI meminta izin pada Kapolri Jenderal Pol Tito, agar setiap kunjungan kerja saya ke daerah, jika siang hari bolehlah saya belok ke polres disana untuk mampir minta minum dan melaksanakan sholat disana. karena ini akan mempererat silahturahmi diantara kita, tegas Hadi.

Sementara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan kedatangan kami ke Mabes TNI yang utama adalah ingin mengucapkan selamat kepada bapak Panglima TNI atas kepercayaan dari pimpinan negara, sekaligus juga dari rakyat melalui proses politik di DPR, ujarnya.
Masih kata Kapolri kunjungan kerja ini sangatlah penting guna meningkatkan keeratan hubungan antara kedua instansi ini, TNI merupakan mitra terpenting bagi Polri dalam menjaga kestabilan keamanan, tutup Tito. 

Dalam kunjungan kerjanya ke Mabes TNI Cilangkap, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi pejabat Polri diantaranya, Wakapolri Irjen Pol Syafruddin, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, dan nampak Para Perwira Tinggi TNI yang juga ikut mendampingi Panglima TNI.  (Hdr/tim puspen tni)

Ketua Mitra Jaya Kodim 0503/JB, Hadiri Apel Kebangsaan FKPPI 

Foto: Ketua Mitra Jaya Kodim 0503/JB saat menghadiri apel kebangsaan FKPPI di Monas

dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka apel kebangsaan bersama Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI), yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Monas, Jakarta, pada Sabtu (9/12/2017), Ketua Mitra Jaya Kodim 0503/Jakarta Barat, turut hadir pada undangan tersebut.

” Ya kami hadir atas undangan dari FKPPI untuk menyaksikan apel kebangsaan yang dipimpin oleh Bapak Presiden,” ujar Ketua Mitra Jaya Kodim 0503/Jakarta Barat Bhakti Dewanto SH,MH pada dutainfo.com (9/12).

Kami datang mewakili Mitra Jaya Jakarta Barat, pada kegiatan apel FKPPI di Monas ini, dan menyaksikan apel yang dipimpin Presiden bersama undangan lainnya, kata Bhakti.

Masih kata Bhakti yang juga pengurus FKPPI dan Pengacara ini, mengaku sangat bangga bisa hadir di kegiatan apel kebangsaan ini, sangatlah luar biasa ribuan anggota FKPPI berbaris melaksanakan apel dan mendengarkan amanat Kepala Negara.

Terlihat kompak, solid dan gagah para anggota FKPPI yang mengenakan seragam loreng khasnya apalagi Presiden dan beberapa pejabat undangan lainnya juga mengenakan seragam FKPPI.

Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan buat kami juga, kata Bhakti yang didampingi Wakil Ketua Bidang Operasional Mitra Jaya Kodim 0503/JB Arif.

Dirinya juga berharap kedepan seluruh Mitra Jaya bisa mengikuti apel siaga seperti ini dan dipimpin Presiden.

Tentu kami berharap juga bisa seperti ini, kita semua kan anak Bangsa dan tentu mencintai Tanah Air kita Indonesia, Mitra Jaya juga siap menjadi garda terdepan membela Negara Republik Indonesia, menjaga Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika.

Bhakti juga mengatakan Mitra Jaya selalu siap kapanpun dan dimanapun jika dibutuhkan untuk Negara ini, karena kami binaan TNI juga.

Kepada Mitra Jaya, apa yang diamanatkan Presiden Joko Widodo pada apel FKPPI, bahwasanya FKPPI harus dapat mengerahkan seluruh pikiran dan tenaga untuk selalu menegakkan NKRI. Maka saya berharap kepada seluruh anggota Mitra Jaya Jakarta Barat, agar bisa turut apa yang diamanatkan Presiden, tegasnya. 

Kepada wartawan dutainfo.com Bhakti Dewanto juga mengaku senang sekaligus bangga bisa bersalaman dengan Presiden Jokowi sekaligus mewakili Mitra Jaya Kodim 0503/JB, tutupnya. (Hdr)

Presiden Jokowi: FKPPI selalu siap sedia jaga keutuhan NKRI 

Foto: Presiden Jokowi (tengah), Mantan Wapres Tri Soetrisno (kiri), dan Menhan RI Ryamizard Ryakudu (kanan), dalam apel FKPPI.

dutainfo.com-Jakarta: Presiden Joko Widodo pimpin apel dengan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan & Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI), Sabtu pagi (9/12/2017), di lapangan Monas, Jakarta.

Dalam amanat yang disampaikan Presiden didepan ribuan peserta apel, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri atas suku bangsa, bahasa dan budaya. 

Kemajemukan tersebut pada akhirnya menimbulkan banyak perbedaan. Namun, hingga kini Indonesia masih tetap berdiri kokoh ditengah segala perbedaan yang ada itu. Hal itu dapat terjadi karena Pancasila yang selalu dipegang teguh oleh rakyat Indonesia.

” Kita kukuh bersatu padu karena kita punya Pancasila. Saya juga selalu menegaskan bahwa pancasila adalah rumah kita bersama yang mempersatukan dan melandasi langkah-langkah kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkap Kepala Negara.

Sebagai pewaris darah juang, saya percaya bahwa FKPPI akan melanjutkan perjuangan para pendahulu kita, ujar Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengajak keluarga besar FKPPI untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberantas ke miskinan, meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia, memperkecil ketimpangan, dan merajut kerja sama antar anak ba ngsa dari seluruh Nusantara.

Selanjutnya Presiden juga meminta FKPPI dapat memperluas dan mengoptimalkan jaringannya di seluruh Indonesia agar dapat bergerak bersama dengan pemerintah membantu masyarakat miskin dan memajukan daerah- daerah terluar.

” Jaringan FKPPI di seluruh Indonesia harus dioptimalkan guna membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masyarakat, mempersiapkan masyarakat menghadapi kompetisi global yang semakin ketat, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pintanya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden berpesan agar FKPPI selalu siap sedia dalam menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia dan memfokuskan tenaga serta pikiran untuk menjaga Pancasila.

Sekali lagi saya titip, bahwa darah juang mengalir ditubuh FKPPI, di tubuh kita. Kita harus mengerahkan seluruh pikiran dan tenaga untuk selalu menegakkan NKRI, memperkukuh Pancasila, menjaga Bhineka Tunggal Ika, dan menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tutup Presiden. (Hdr/Tim)

Foto: Presiden Jokowi saat Pemeriksaan Pasukan Apel FKPPI, di Monas

Panglima TNI Resmikan Satsiber TNI 

Foto: Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo

dutainfo.com-Jakarta: Satuan Siber TNI, diresmikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, pada Jum’at (13/10/2017) bertempat di aula Gatot Subroto, Mabes TNI.

” Saya menyambut baik dengan dibentuknya Satsiber TNI ini merupakan bagian dari TNI,” ungkap Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo seperti dikutip dari siaran pers resmi Mabes TNI.

Dibentuknya Satsiber TNI  ditengah marak dan berkembangnya segala bentuk ancaman dari pemanfaatan teknologi informasi, maka TNI harus siap mengantisipasi tantangan perubahan teknologi informasi, sumber daya informasi di lingkungan TNI harus tetap dapat dilindungi dari ganguan penyalahgunaan atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain, jelas Jenderal Gatot.

TNI harus bisa menjaga sumber daya informasi TNI agar terlindungi dari gangguan serta dapat memberikan perlindungan terhadap data dan informasi strategis dari ancaman dan gangguan, bangun terus kapasitas pertahanan siber TNI berupa kemampuan penangkalan, penindakan serta pemulihan, tutup Panglima TNI. (tim/ist)