Ini Kata Kejagung Soal PK Pihak First Travel

Foto: Kapuspenkum Kejagung RI Mukri (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Pihak Kejaksaan Agung tengah menunggu proses peninjauan kembali (PK), yang tengah diajukan penasihat hukum pihak First Travel.

“Ya ternyata pihak First Travel mau ajukan PK, jadi kita tunggu aja, karena tidak mungkin dua kali mereka PK, kita PK, tidak mungkin lah,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Mukri, Selasa (26/11/2019).

Masih kata Mukri, sebelumnya pihak Kejaksaan Agung akan mengajukan PK terkait pengembalian aset First Travel kepada para korban.

Akan tetapi Kejaksaan terkendala putusan Mahkamah Agung yang telah memutuskan bahwa jaksa tidak dapat mengajukan PK.

“Oleh karenanya pengajuan PK dari pihak terpidana lebih memungkinkan,” ungkap Mukri.

Mukri juga mengatakan, materi PK yang diajukan First Travel juga bertujuan agar aset perusahaan dikembalikan pada para korban.

“Ya materi atau substansi PK nya First Travel sama agar aset-aset perusahaan dikembalikan pada para korban (jamaah),” kata Mukri.

Sebelumnya diberitakan putusan Mahkamah Agung RI dengan Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018 tahun 2019 telah memutuskan agar aset First Travel yang dijadikan barang bukti dirampas untuk negara.

Namun pihak Kejaksaan Agung menolak barang bukti aset-aset First Travel dirampas untuk negara, dan tengah memperjuangkan agar barang sitaan itu dikembalikan pada para korban penipuan jamaah First Travel.
(Tim)

Tim Gabungan Polda Metro Jaya Ungkap Penipuan Online

Foto: Sejumlah WN Tiongkok tersangka penipuan saat diamankan Polisi

dutainfo.com-Jakarta: Komplotan penipuan online berhasil diungkap tim gabungan Polda Metro Jaya, selain mengamankan puluhan Warga Negara Tiongkok, Polisi juga mengamankan barang bukti hasil penipuan, Senin (25/11/2019).

Polisi juga mengungkap 6 lokasi berbeda di Jakarta yang dijadikan markas mereka.

Salah satu rumah mewah yang dijadikan markas mereka di Jalan Anggrek Neli Murni II, Blok C, Kemanggisan, Jakarta Barat.

Dari hasil ungkap kasus Polisi mengumpulkan 24 orang WN Tiongkok yang melakukan penipuan pajak, sementara 2 lainnya WNI.

“Ya mereka warga Tiongkok dengan dalih pajak, mereka memeras via sambungan telepon, sedangkan dua lainnya pembantu dan petugas pengaman rumah,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Adapun 6 lokasi berbeda di Jakarta yang dijadikan markas kejahatan mereka yakni, Griya Loka BSD, Mega Kebon Jeruk, Kemanggisan Jakarta Barat, Pantai Indah Kapuk, Perum Intercon Jakarta Barat, dan Tambora Jakarta Barat.
(Tim)

Tim Gabungan Polda Metro Jaya Ungkap Penipuan Online

Foto: Sejumlah WN Tiongkok tersangka penipuan saat diamankan Polisi

dutainfo.com-Jakarta: Komplotan penipuan online berhasil diungkap tim gabungan Polda Metro Jaya, selain mengamankan puluhan Warga Negara Tiongkok, Polisi juga mengamankan barang bukti hasil penipuan, Senin (25/11/2019).

Polisi juga mengungkap 6 lokasi berbeda di Jakarta yang dijadikan markas mereka.

Salah satu rumah mewah yang dijadikan markas mereka di Jalan Anggrek Neli Murni II, Blok C, Kemanggisan, Jakarta Barat.

Dari hasil ungkap kasus Polisi mengumpulkan 24 orang WN Tiongkok yang melakukan penipuan pajak, sementara 2 lainnya WNI.

“Ya mereka warga Tiongkok dengan dalih pajak, mereka memeras via sambungan telepon, sedangkan dua lainnya pembantu dan petugas pengaman rumah,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Adapun 6 lokasi berbeda di Jakarta yang dijadikan markas kejahatan mereka yakni, Griya Loka BSD, Mega Kebon Jeruk, Kemanggisan Jakarta Barat, Pantai Indah Kapuk, Perum Intercon Jakarta Barat, dan Tambora Jakarta Barat.
(Tim)

Ini Kata Dandim 0503/JB Kepada 600 Mahasiswa

Foto: Dandim 0503/JB Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi S.Sos saat memberikan Wasbang kepada Mahasiwa Kampus Binus

dutainfo.com-Jakarta: Dandim 0503/Jakarta Barat, Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi, S.Sos memberikan kuliah umum wawasan kebangsaan kepada 600 mahasiswa Binus, dengan mengambil Materi “Pemuda dalam Bela Negara”, pelaksanaan kuliah umum dilaksanakan di Ruang Auditorium lantai IV Gedung Kampus Universitas Bina Nusantara, Jalan Anggrek Cakra, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (25/11/2019).

Dihadapan 600 mahasiswa Binus, Dandim 0503/JB Kolonel Kav Valian Wicaksono mengatakan pentingnya wawasan kebangsaan dan bela negara untuk dipahami dan dimengerti oleh para pemuda terutama kalangan mahasiswa yang diharapkan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Nasional dimasa mendatang.

“Sejarah menyebutkan bahwa Bangsa Indonesia telah kurang lebih 350 tahun dijajah oleh kolonialsime, mengapa begitu lama dijajah padahal pejuang seperti Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Patimura, dan Cut Nyak Dien selama itu terus mengangkat senjata guna mengusir penjajah, sebab perjuangan mereka masih bersifat kedaerahan, sehingga mudah dipecah belah oleh penjajah,” ujar Kolonel Valian.

Masih kata Kolonel Valian, pada Tahun 1908 lahirlah organisasi pergerakan nasional yang pertama yakni Budi Utomo dan dari sinilah awal kebangkitan para pemuda Indonesia yang mulai bersatu dan bangkit melawan penjajah sampai dengan tahun 1928 lahirlah Sumpah Pemuda, yang berhasil menyatukan Bangsa Indonesia.

“Hingga dengan 17 Agustus 1945, Seokarno-Hatta atas nama Bangsa Indonesia dapat memproklamirkan kemerdekaan yang hingga saat ini kita nikmati kemerdekaan ini, sejarah menunjukan bahwa keberagamaan yang ada di Indonesia apabila disatukan dapat menjadi kekuatan yang maha dahsyat dan dengan kekuatan ini kita dapat merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Hal yang sangat memprihatinkan saat ini adalah kondisi para pemuda kita masih banyak yang terlibat narkoba ini jelas sangat membahayakan para generasi penerus – penerus bangsa.

Dandim juga memberikan data pertahun ada 15.000 orang meninggal dunia karena penyalahgunaan Narkoba, tahun 2018 sebanyak 1,5 juta pekerja terlibat kasus narkoba, dan 2 juta Mahasiwa terlibat kasus narkoba belum lagi kasus lainya seperti LGBT dan tawuran antar mahasiswa.

“Potensi bangsa Indonesia sangatlah banyak untuk menjadi bangsa yang besar, tetapi potensi yang ada belum dimanfaatkan dengan baik, bahkan sebaliknya potensi yang ada digunakan untuk kepentingan kelompok, sehingga sering terjadi keributan antar kelompok,” ungkap Kolonel Valian.

Maka kami berharap generasi muda kedepan generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dimasa yang akan datang, untuk itu harus memiliki sikap dan mental terlatih, teruji dan dapat diandalkan.

Dandim juga memaparkan bahwa Demonstrasi bukanlah hal yang tabu, namun perlu diwaspadai adanya pihak penyusup dan membuat kerusuhan, dengan mendompleng pada kegiatan mahasiwa,sehingga terjadi demonstrasi yang anrkis.

“Oleh sebab itu perlu peran pemuda dalam turut serta Bela Negara seperti mengembangkan kewirausahaan dilingkungan kampus, membentuk kelompok – kelompok belajar dan diskusi sebagai media sumbang saran dalam mengatasi permasalahan nasional,melaksanakan pembangunan karakter/Wasbang maupun praktek kuilah kerja nyata secara langsung ditengah masyarakat itu semua merupakan wujud belanegara, paparnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0503/JB Kolonel Kav Valian Wickasono Magdi, S.Sos, Para Pasi Kodim 0503/JB, para Dosen, para mahasiswa Binus,dan Staf kampus Binus.
(Hdr/tim)

Live Musik Fly Wings Di Jelambar, Jakbar Tutup Total

Foto: Pintu Masuk Fly Wings Music Lounge diberi garis polisi

dutainfo.com-Jakarta: Pasca penyegelan Live Musik Fly Wing di Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Kamis 21 November 2019, oleh Polsek Tanjung Duren, tutup total, tak terlihat kegiatan hiburan malam disana, lampu ruangan mati serta hingar bingar musik pun tak terdengar lagi.

Sebelumnya diberitakan Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat pada Kamis (21/11) malam telah menyegel lokasi Live Music Fly Wing, menurut informasi yang didapat tempat hiburan itu akan menampilkan show live musik yang menampilkan DJ Flower dan DJ Vhie yang tersebar di Media Sosial berpenampilan Sexy, dan membuat resah masyarakat sekitar.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Mubarak membenarkan adanya penyegelan tempat hiburan itu.

“Hal tersebut adanya protes warga yang resah adanya tempat hiburan tersebut, selain itu kami mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti bentrok fisik, maka secara cepat kami merespon hal tersebut,” ujar AKP Mubarak, seperti dikutip Inapos.com, Jumat (22/11/2019).

Masih kata AKP Mubarak saat kami tiba dilokasi memang tidak ada terdapat aksi pornografi, melainkan pelanggaran perizinan usaha yang izinya cafe namun dijadikan tempat DJ.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan itu ranahnya mereka yang dapat memberikan sanksi atas pelangaran itu,” ungkapnya.

Selain itu pihak Polsek Tanjung Duren telah memasang garis polisi (Police Line), setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap penyelengara Fly Wing, HER ternyata pelanggaran tertuang dalam Perda.

Setelah kami data, kami membebaskan semuanya dengan syarat wajib lapor, katanya.
Menurut pantauan wartawan Investigasi dutainfo.com, lokasi Live Musik Fly Wing hanya berjarak 50 meter dengan Masjid Jami Al Mukhlishin, Jelambar.

Seorang warga yang tak mau disebutkan identitasnya, mengatakan seharusnya Lurah dan aparat terkait melakukan pengawasan terhadap perizinan hiburan malam diwilayahnya, agar tidak disalahgunakan seperti itu, tutupnya.
(Tim)