Terdakwa Steve Emmanuel Akan Ajukan Uji Forensik Terkait Kokain

dutainfo.com-Jakarta: Artis Steve Emmanuel yang tersandung kasus narkotika jenis kokain, masih tetap menyangkal memiliki dan menyelundupkan narkotika jenis kokain, dirinya akan tetap mengajukan permintaan uji forensik lagi pada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

“Ya rencana hari ini kita mau request di sidang boleh enggak majelis hakim untuk menguji forensik lagi, ini barang bukti apa dan jenis narkotika apa namun sayang sidang ditunda lagi karena hakim tak hadir,” ujar Kuasa Hukum Steve Emmanuel, Firman kepada awak media, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (16/5/2019).

Namun lanjut Firman, dirinya juga masih ragu apakah permintaan uji forensik itu akan dikabulkan hakim.

“Kita tidak tahu hakim menyetujui atau tidak karena apa ini demi keadilan. Kalau memang bukan kokain, ya harus disampaikan dalam tuntutan dan vonis bahwa itu bukanlah narkotika jenis kokain,” ucapnya.

Firman juga berharap Steve Emmanuel sebagai pengguna, namanya pengguna ya harus direhabilitasi, namun apa yang didakwakan itu seolah olah semuanya berat hukuman juga paling berat seperti pengedar dan pabrikan ada jual ada beli, namun itukan alat pembuktiannya tidak ada semuanya, ungkap Firman.

Jaksa Penuntut Umum juga belum membuktikan dan menyampaikan, saya selaku Kuasa Hukum meyakini tidak ada kokain, belinya darimana kan tidak tahu, dijual ke siapa kan juga tidak tahu, dan transaksi juga tidak ada, ke rekening Steve juga tidak ada.

“Jadi kami yakini Pasal 114 tidak terbukti dipersidangan,” tegasnya.
Sebelumnya diketahui Steve Emmanuel ditangkap Polres Jakarta Barat terkait narkotika jenis kokain seberat 92,04 gram. (Tim)

Presiden, Panglima TNI Dan Kapolri Buka Bersama TNI-Polri

Foto: Presiden RI Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, saat buka puasa bersama Prajurit TNI-Polri di Monas Jakarta Pusat.

dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka menjalin dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, Presiden, Panglima TNI dan Kapolri gelar buka puasa bersama prajurit TNI dan Personel Polri di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Dalam sambutanya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P berharap bulan suci Ramadhan ini dapat menjadi momentum untuk menjalin dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kami berharap momentum bulan suci ini akan semakin mempererat persatuan dan kesatuan bagi seluruh anak bangsa,” ungkap Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kegiatan buka puasa bersama Prajurit TNI dan Polri ini dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, para pejabat teras TNI-Polri, dan Sejumlah Menteri.

Kegiatan buka puasa bersama ini mengambil tema Terkait Soliditas dan Sinergi TNI-Polri Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Nasional, Karena Kesuksesan Dalam Menjamin Stabilitas Keamanan Nasional Tak lepas Dari Kinerja Aparat Gabungan Bersama Elemen Masyarakat.

“Selama ini TNI-Polri telah menunjukan sinergi dan Soliditasnya terutama dalam menjamin stabilitas keamanan nasional. Hal ini tentu tidak terlepas dari kerja keras seluruh prajurit TNI dan Anggota Polri serta peran serta aktif seluruh komponen bangsa dan komponen masyarakat,” tegas Panglima TNI. (Tim)

Polres Jakarta Barat Dan Kodim 0503/JB Lakukan Patroli Bersama

Foto: Apel patroli gabungan Polres Jakbar dan Kodim 0503/JB

dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka antisipasi kerawanan tindak kriminalitas di wilayah hukum Jakarta Barat, Polres Jakarta Barat dan Kodim 0503/JB melaksanakan Patroli gabungan Operasi Cipta Kondisi, yang juga diikuti oleh Polsek dan Koramil se Jakarta Barat.

“Ya benar patroli gabungan dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan wilayah terutama antisipasi tawuran antar warga pada malam hari,” ujar Kasubag Humas Polres Jakarta Barat Kompol Marbun, Kamis (16/5/2019).

Masih kata Marbun, Patroli diintensifkan dalam mengantisipasi fenomena kejahatan dengan sasaran operasi malam hari guna mencegah anak-anak tawuran, serta pemantauan curas dan curat, serta curanmor dan juga gank motor.

“Untuk mempersiapkan patroli gabungan para personel mengikuti apel gabungan terlebih dahulu di halaman Musium Fatahilah,” kata Marbun.

Apel patroli gabungan Polres dan Kodim Jakarta Barat ini diikuti Ratusan personel baik Polres Jakarta Barat, Kodim 0503, Polsek dan Koramil se Jakarta Barat, dan Mitra Jaya Kodim 0503, serta Citra Bhayangkara. (Hdr/tim)

Kejagung Kasus Korupsi Alsitan Masih Didalami

dutainfo.com-Jakarta: Penyidikan kasus dugaan korupsi alat mesin pertanian (Alsitan) di Kementerian Pertanian hingga kini masih terus didalami dan masih berjalan, di Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI.

“Ya masih berjalan dan masih didalami oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,” ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Mukri, di Jakarta (10/5/2019).

Masih kata Mukri, penyidik pada Jampidsus telah mengeluarkan 6 Surat Perintah Penyidikan atas perkara tersebut.

Keenam Sprindik itu yakni pengadaan traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, seeding tray, dan pompa air serta eksavator yang diduga merugikan negara Rp 56,203 miliar.

Jadi ditegaskan kembali kasus ini masih terus berjalan dan didalami oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, tutupnya (tim)

Badan Narkotika Nasional Berikan Apresiasi Kepada Polres Jakbar

Foto: Kepala Biro Humas BNN Kombes Pol Sulistyo Pudjo dan Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi Sik MH.

dutainfo.com-Jakarta: Badan Narkotika Nasional melalui Kepala Biro Humas BNN Kombes Pol Sulistyo Pudjo menyambangi Mapolres Jakarta Barat, tujuannya memberikan apresiasi atas keberhasilan Polres Jakarta Barat yang telah mengagalkan penyelundupan narkoba sabu asal Amerika Serikat.

“Ya hasil ungkap ini merupakan hal yang langka yang diraih Polres Jakarta Barat dalam keberhasilan mengagalkan narkoba jenis sabu sindikat Internasional Amerika Serikat sebanyak 148 Kg dalam waktu satu bulan,” ujar Kombes Sulistyo yang didampingi Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi Sik MH, Jumaat (10/5/2019).

Masih Kata Kombes Sulistyo, ini sebagai bukti nyata Polres Jakarta Barat yang konsisten dalam memberantas peredaran gelap narkoba, apalagi penyelundupan narkoba sabu asal Amerika Serikat ini juga hal langka yang tidak bisa diungkap.

“Hasil ungkap kasus narkoba di Indonesia tidak saja langsung membongkar jaringan besar. Dari penyitaan barang bukti narkoba dalam jumlah kecil juga kerap mengungkap jaringan besar dengan melibatkan banyak pelaku di lapangan,” ungkap Sulistyo.

Maka dari itu aparat penegak hukum terus mengoptimalkan kerjasama penanganan narkoba secara premtiv, preventif, hingga refresif dengan melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Sebab kasus narkoba dalam peredarannya tidak mengenal waktu dan tempat sehingga penangananya juga harus secara global dengan target memutus mata rantai kejahatan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui Polres Jakarta Barat dalam waktu 1 bulan ini telah berhasil mengagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dengan total 148 Kg.

Dari total 148 Kg narkotika yang diamankan diantaranya 120 Kg sabu dari Myanmar, 16 Kg dari Amerika Serikat di Indonesia, dan 12 Kg sabu di Amerika Serikat yang akan dikirim ke Indonesia. (Hdr/iyl)