Bambang Soesatyo: FKPPI Harus Menjaga Keutuhan Bangsa Dan Negara

Foto: Ketua DPR RI dan Ketua Badan Bela Negara FKPPI Bambang Soesatyo (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang juga Ketua Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI dan Putra-Putri TNI (FKPPI) meminta semua para pengurus dan anggota FKPPI dapat terus mengawal dan menjaga keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam rangka menjelang HUT FKPPI ke-40 pada 12 September 2018, Bamsoet berharap FKPPI harus terus menjaga irama individu maupun organisasi agar tetap menjaga bangsa dan negara dari berbagai ancaman yang datang. FKPPI harus menjadi penjaga NKRI, bukan malah merongrong NKRI.

Didalam penyelengaraan ulang tahun ke-40 nanti FKPPI diminta tidak hanya menyelenggarakan kegiatan seremonial semata. Ulang tahun juga harus dimaknai sebagai spirit mengenang kembali perjuangan yang telah dilakukan para pendahulu agar bisa dilanjutkan generasi sekarang dan diwariskan untuk generasi yang akan datang, ucap Bamsoet.

Kegiatan FKPPI pada awal Desember nanti akan mengadakan kegiatan Jambore Bela Negara FKPPI bertempat di Sentul, Bogor, Jawa Barat yang akan menurunkan 1.000 personel anggota FKPPI dari berbagai kepengurusan yang berada di Indonesia.

Kegiatan tersebut rencananya akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo, dan pengisi materi kebangsaan direncanakan oleh Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua MPR RI. (Tim)

Propam Mabes Polri Rekomendasikan Copot AKBP ER Dari Kapolres Kediri

dutainfo.com-Jakarta: Terkait kasus dugaan pungutan liar di Satpas Polres Kediri, Divisi Propam Mabes Polri Rekomendasikan Kapolres Kediri AKBP ER agar dicopot dari jabatannya, hal ini dikarenakan AKBP ER terbukti terlibat.

“Ya terbukti ada pelanggaran dari hasil pemeriksaan dan akan kita sidangkan,” ujar Kepala Divisi Propam Mabes Polri Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, pada awak media (21/8/2018).

Masih kata Brigjen Pol Listyo Sigit, Kapolres Kediri AKBP ER akan segera diproses dan dia terancam hukuman demosi hingga PTDH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat), namun saat ini kita rekomendasikan untuk dievaluasi atas jabatannya.

Listyo juga mengatakan OTT pungli SIM di Polres Kediri merupakan upaya pihak Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kami berharap agar tidak ada kasus pungli lagi di tubuh Polri, tegasnya.

Ini semua kita lakukan dalam rangka memperbaiki organisasi Polri yang sedang melakukan bersih-bersih untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Sebelumnya diketahui beberapa pejabat di Satpas Polres Kediri, termasuk Kapolres AKBP ER diamankan Divisi Propam Mabes Polri terkait OTT pungli di Satpas Polres Kediri.
(Tim)

Koramil 07/Limo, Latih Kesamaptaan Taruna POLTEKIP

Foto: Danramil 07/Limo Kapten Arh Ema Suherman saat memberikan arahan pada Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan BPSDM Hukum dan HAM RI

dutainfo.com-Jakarta: Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan BPSDM Hukum dan HAM RI mendapatkan bimbingan kesamaptaan dari Koramil 07/Limo Kodim 0508/Depok, kegiatan ini dilaksanakan di Kampus POLTEKIP Jalan Raya Gandul Cinere, Depok pada Selasa (21/8/2018).

“Ya kegiatan ini akan menjadi suasana baru bagi para taruna, yang selama ini mereka hanya bertemu dengan para pembina dan senior-senior mereka, kali ini mereka akan bersentuhan langsung dengan para pelatih dari Koramil 07/Limo,” ujar Danramil 07/Limo Kapten Arh Ema Suherman.

Masih kata Kapten Ema dihari pertama ini para taruna akan mendapat bekal kesamaptaan dari para pelatih.

Kapten Ema dalam arahannya terhadap 350 taruna peserta menghimbau agar pelatihan ini bisa diikuti dengan baik dan taruna diminta memahami materi yang diberikan pelatihan dengan penuh semangat karena ini akan dapat menjadi bekal saat para taruna nantinya berada pada penempatan tugas.

“Perhatikan dengan seksama apa yang diberikan para pelatih” dan kami yakin para taruna akan bisa mengikuti materi-materi yang diberikan pelatih karena taruna disini adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah mampu melewati proses seleksi sehingga dapat diterima di Politeknik Ilmu Pemasyarakatan BPSDM Hukum dan HAM RI.

Selamat belajar dan mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh,tutup Danramil Kapten Arh Ema Suherman. (Hdr/iyl)

Enam Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono

dutainfo.com-Jakarta: Polisi telah menetapkan enam tersangka penganiayaan terhadap AAF (Iyan) pria yang keterbelakangan mental di sebuah acara Flora Fauna, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumaat (17/8/2018).

” Ya korban dituduh pelaku copet oleh para pelaku dibawa dan diamankan ke pos,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, pada awak media, Selasa (21/8).

Korban ini mengalami epilepsi, saat dibawa ke pos oleh para pelaku korban dipukuli, ditendang, disundut rokok dan diikat. Akibatnya korban mengalami luka serius di wajah, tangan, telinga, punggung, perut, dan kaki.

Aparat kepolisian bergerak setelah mendapat laporan dari pihak keluarga, dan berhasil mengamankan para tersangka.

Enam orang berhasil ditangkap petugas, dari hasil pengungkapan diketahui tersangka AS alias Putra melakukan pemukulan sebanyak 3 kali ke bagian wajah korban, tersangka RFS menjambak rambut korban, tersangka HA memukul dan menendang serta menyudut rokok ke tubuh korban.

Tersangka SN mengikat korban, tersangka SU ikut mengikat korban, sementara tersangka wanita berinisial MR memberikan tali untuk mengikat korban, serta merampas uang korban sebesar Rp 3.000.000.

Sementara petugas kepolisian masih memburu dua pelaku lainnya yakni ANA yang ikut menganianya korban dan menodongkan pistol, selanjutnya D dia ikut memukul sebanyak 3 kali dan juga merampas uang korban Rp 5.400.000, ungkap Kombes Argo Yuwono.

Petugas juga mengamankan barang bukti yang diduga sebagai alat untuk melakukan penganiayaan korban, diantaranya satu kursi, satu buku mutasi, satu asbak rokok, satu tempat sampah, uang tunai Rp 3.000.000. (Hdr/elw)

Terimakasih Pak Kapolres Jakarta Barat

Foto: Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIk MH, Didampingi Danramil 06/Kalideres Kapten Inf Edi Suroso saat menyerahkan kunci rumah pada Ibu Munaroh

dutainfo.com-Jakarta: Tangis haru Ibu Munaroh pemilik rumah yang dibedah oleh Polres Jakarta Barat dan jajaran Koramil 06/Kalideres, pecah saat Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIk MH menyerahkan kunci rumahnya di Semanan RT 11/10 Kelurahan Semanan Kalideres, Jakarta Barat, pada Selasa (21/8/2018).

Dalam kesempatan itu Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIk MH, mengatakan hari ini kita menyerahkan kunci rumah kepada pemiliknya yakni Ibu Munaroh karena rumahnya telah selesai dibedah, dikerjakan oleh pihak Kepolisian, Koramil dan Warga ini sudah siap dan layak untuk dihuni.

Masih kata Hengki kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kerjasama kami antara Kepolisian, TNI dan unsur Tiga Pilar lainya yang berada di Kelurahan Semanan.

“Ini bentuk kepedulian kita terhadap sesama,” kata Hengki.
Kapolres Hengki juga mengatakan, kegiatan ini tentunya akan berkesinambungan dan sebelumnya hal serupa juga sudah dilakukan pihaknya bersama-sama unsur terkait lainya, ada renovasi Masjid dan bedah rumah di berbagai wilayah di Jakarta Barat.

Sementara pemilik rumah Ibu Munaroh setelah menerima kunci dari Kapolres, mengungkapkan haru yang mendalam dan berterimakasih pada Kapolres Jakarta Barat, Kapolsek Kalideres, Danramil 06/Kalideres, dan tokoh masyarakat yang telah peduli pada kami warga yang tidak mampu ini.

Masih ungkap Munaroh sebelumnya kondisi rumah saya sangat memprihatinkan, mau di renovasi tapi terkendala dengan biaya dan kalau hujan bocor serta banjir.

“Mudah-mudahan Bapak Kapolres, Kapolsek, Danramil dan semua pihak yang membantu saya diberikan kesehatan dan kemudahan rezeki oleh Allah SWT,” harap Munaroh dengan wajah haru bercampur gembira.

Hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIk MH, Kasat Binmas Polres Jakbar AKBP Lilik Haryati SH MH, Para Kapolsek, Danramil 06/KD Kapten Inf Edi Suroso, dan Para tokoh masyarakat Semanan. (Hdr/Chand)