Aspidsus Kejati DKI: Senin akan kita umumkan tersangka korupsi di Bank BPD

Foto: Aspidsus Kejati DKI Sarjono Turin (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akan umumkan tersangka kasus dugaan pembobol Bank BPD Jatim cabang Walter Monginsidi, Jakarta Selatan, sekitar Rp 72 miliar, pada Senin (5/3/2018).

“Ya kita sudah ekpose, besok Senin kita umumkan tersangkanya”, ujar Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DKI Sarjono Turin pada awak media (3/3).

Ditanya awak media identitas tersangka dan dari mana instansinya, Sarjono belum mau menyebutkan itu masih rahasia, dan yang pasti lebih dari satu tersangka, ungkap Sarjono.

Didalam proses penyidikan oleh tim, sudah beberapa kali memeriksa Kepala Cabang Bank BPD Jatim bahkan hingga kantor pusat di Surabaya.

Kasus pembobolan dilakukan modus mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke BPD Jatim Cabang Wolter Monginsidi. Kredit dikoordinir lima Pelaku dengan mengajukan permohonan kredit dari 172 debitur, pada Juli 2012 hingga Agustus 2013. Padahal itu semua fiktif setiap debitur mendapat kucuran dana Rp 500 juta.

Untuk meyakinkan pihak perbankan mereka menjaminkan kredit ke PT Jamkrindo, namun premi asuransi hanya dibayar bulan pertama saja. (Hdr/tim)

Satgasus Pidsus Kejagung Tangkap Buronan Korupsi

Foto: Gedung Kejaksaan Agung

dutainfo.com- Jakarta: Mantan Kasi Pemeliharaan pada Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Barat berinisi AlAP ditangkap Tim Satuan Tugas Khusus Pidana Khusus Kejaksaan Agung terkait kasus korupsi proyek pengendalian banjir pada Sudin PU Tata Air Jakarta Barat.
“Ya tim telah menangkap tersangka AP di Bojong Kulur, Bogor, pada Sabtu dinihari”, ujar Direktur Penyidikan pada Jampidsus Warih Sadono (3/3/2018).
Masih kata Warih tersangka AP dinyatakan buron, setelah berulang kali dipanggil tim penyidik tidak pernah hadir. Tim mengecek dan ternyata tersangka AP melarikan diri sejak 2016.
Dugaan korupsi yang dilakukan AP pada proyek pengendalian banjir pada SUdin PU Tata Air Jakarta Barat bersumber pada APBD DKI, 2013-2014 sebesar Rp 92 miliar.
Nah didalam prakteknya proyek itu dikorupsi bersama-sama, mulai dari pere ncanaan hingga pelaksan Aan di lapangan. Hampir 30 persen dana anggaran disunat serta dibagikan ke para pejabat Sudin PU Tata Air Jakarta Barat dan empat wilayah DKI lainya.
Seperti diketahui sebelumnya sudah tercatat 34 pejabat Sudin PU Tata Air Jakarta Barat yang dijadikan tersangka dan sudah mendekam didalam penjara.
Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan tim penyidik, dan akan segera dimasukan ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Secepatnya juga Akan kita proses ke pengadilan, tutup Warih.(Hdr)