Apel Gelar Pasukan 2.166 Personel Gabungan TNI-Polri Amankan Nataru 2025

dutainfo.com-Jakarta: Sebanyak 2.166 personel TNI-Polri dikerahkan amankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah DKI, Jakarta dan sekitarnya.

Dilansir dari keterangan Penerangan Kodam Jaya, Minggu (21/12/2025) Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan komitmen Kodam Jaya/Jayakarta untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Lilin Jaya 2025 melalui kesiapan personel, koordinasi lintas sektoral dan pengamanan terpadu guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergitas TNI-Polri dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Para pasukan yang terlibat terdiri dari personel Kodam Jaya, TNI AL, dan TNI AU serta Polri, nantinya para prajurit akan disiagakan untuk melaksanakan pengamanan terpadu di titik-titik strategis, pusat keramaian, tempat ibadah, serta jalur transportasi selama masa libur akhir tahun.
(Tim)

Sempat Lawan Petugas KPK, Kasi Datun HSU Taruna Fariadi, Kabur Saat OTT

Foto: Kajari HBU Albertinus P Napitupulu dan Kasi Intel HSU Asis Budianto (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kepala Seksi Perdata Dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Hulu Sungai Utara Taruna Fariadi (TAR), melarikan diri saat petugas KPK, hendak menangkapnya, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), bahkan Taruna Fariadi sempat memberikan perlawan.

“Benar menabrak petugas pada saat sesuai dengan laporan petugas kami yang melaksanakan penangkapan terhadap terduga, melakukan perlawanan dan melarikan diri,” Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, Sabtu (20/12/2025).

Masih kata Asep, pihaknya pun akan segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO), terhadap Taruna apabila pencarian yang sedang dilakukan tidak membuahkan hasil atau tidak ditemukan.

“Kami sampaikan kepada yang bersangkutan diharapkan untuk segera menyerahkan diri atau datang kepada kami guna mengikuti proses hukum,” ugkap Asep.

Dalam jumpa pers ini KPK menampilkan dua tersangka yakni Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara Albertinus P Napitupulu (APN), dan Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto (ASB).

Para terduga ini melakukan pemerasan terhadap sejumlah Kepala Dinas (Kadis). (Tim)

Kejari Dan Kasi Intel HSU, Dipastikan Ditangani Oleh KPK Di Kasus Pemerasan

Foto: Kajari HSU Albertinus Napitupulu dan Kasi Intel HSU Asis Budianto tersangka kasus pemerasan (ist)

dutainfo.com-Jakarta: KPK pastikan proses hukum, terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN), dan Kasi Intel Kejari HSN Asis Budianto (ASB), akan dilakukan oleh pihaknya, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Mereka ditangkap terkait dugaan pemerasan kepada sejumlah Kepala Dinas (Kadis).

“Ini sekali lagi juga menjawab yang terakhir bahwa untuk penanganan perkaranya ini dilakukan di Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK,” Asep Guntur Rahayu, Sabtu (20/12/2025).

Masih kata Asep, saat ini tengah fokus untuk penanganan perkara Albertinus terkait dugaan pemerasan.

Seperti diketahui Albertinus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK usai terjaring OTT, Albertinus diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Dinas.

“Dalam kurun waktu November-Desember 2025, dari permintaan tersebut, APN diduga menerima aliran uang Rp 804 juta,” ungkap Asep.

Albertinus menerima aliran uang hasil pemerasan itu melalui perantara dua tersangka lainya yaitu Kasi Intel HSU Asis Budianto (ASB), dan Kasi Datun HSB Taruna Fariadi (TAR). (Tim)

Polres Jakarta Barat Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Jaya 2025

dutainfo.com-Jakarta: Polres Jakarta Barat, bersama Forkopimko, melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Jaya 2025 di Lapangan Hijau Polres Jakarta Barat, sebanyak 400 personel dikerahkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Apel dipimpin Wakapolres Jakarta Barat AKBP Tri Suhartanto, apel diikuti 475 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, pada Jumat (19/12/2025).

“Apel gelar pasukan merupakan pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana agar pelaksanaan pengamanan dan pelayanan Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 dapat berjalan optimal,” kata Wakapolres Jakarta Barat AKBP Tri Suhartanto.
(Tim)

Kejagung Dalami Dugaan Keterlibatan Jaksa Pangkat Lebih Tinggi Dalam Pemerasan WN Korsel

Foto: Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung mendalami keterlibatan jaksa lain dengan pangkat lebih tinggi dalam kasus pemerasan Warga Negara Korea Selatan, saat ini 3 oknum jaksa di Banten telah ditetapkan tersangka.

“Kita dalami, prinsipnya kita tidak akan melidungi oknum-oknum di kita, selama itu barang bukti dan alat bukti yang kuat, cukup, pasti kita tindak lanjuti termasuk ke atasnya,” ujar Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna, Jumat (19/12/2025).

Masih kata Anang, kita pastikan pimpinan atau atasan 3 oknum jaksa di Banten yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan diproses hukum, bila memang dari penggembangan hasil penyidikan ada kelalaian dan kesengajaan.

Adapun ke 3 jaksa yang telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka adalah Kasi Pidum Kejari Kabupaten Tangerang Herdian Malda Ksatria (HMK), Jaksa Penuntut Umum Kejati Banten Rivaldo Valini (RV), dan Kassubag Daskrimti Kejati Banten Redy Zulkarnain (RZ), diketahui RZ terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, dan telah diserahkan ke pihak Kejagung.

Ketiga jaksa ini memeras korban WN Korsel dengan barang bukti uang Rp 941 juta.

Selain ke-3 jaksa, pihak Kejagung juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka, yakni Didik Feriyanto pengacara, dan Maria Siska sebagai penerjemah bahasa.

Adapun 5 orang dilakukan penahanan di Rutan Salemba cabang Kejagung.
(Tim)