Kodim 0503/JB, Peduli Sesama Lakukan Donor Darah Jelang HUT TNI

Giat donor darah Kodim 0503/JB.

Dutainfo.com- Jakarta: Menjelang HUT TNI ke 71 Komando Distrik Militer 0503 Jakarta Barat, melaksanakan kegiatan donor darah, bertempat di Markas Kodim 0503/JB, Rabu pagi 28 / 9 / 2016. Donor darah ini melibatkan hampir 400 orang, mulai dari Personel Kodim, Persit, PNS, Babinsa, Mitra Jaya, FKPPI, dan Warga se Jakarta Barat.

Komandan Kodim 0503/JB, Letkol Inf. Wahyu Yudhayana, mengatakan kegiatan Sosial berupa donor darah ini dilakukan dalam rangkaian HUT TNI ke 71, dan ini membuktikan kemanunggalan TNI dan mencintai rakyat, ucapnya ( 28 / 9 ).        

Ditempat terpisah, Komandan Koramil 03/Grogol Palmerah, Kapten Arh Bahrul Hadi, mengatakan “bahwa pihak Koramil sanggat senang dan bangga terhadap Dandim Letkol Inf Wahyu Y, yang telah menyiapkan donor darah ini, kami telah siapkan kurang lebih 100 pendonor dari seluruh anggota Mitra Jaya dan Wanra se Koramil 03/GP, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sosial ini dan dalam rangka HUT TNI ke 71”. Bersama Rakyat TNI Kuat, ucap Kapten asal Palembang.     

Anggota Mitra Jaya 314, Agus Toiful sanggat senang bisa mendonorkan darah nya apalagi yang mengadakan Kodim 05 03/JB. Semoga hasil donor darah rekan Mitra Jaya bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan, tutup pria gempal.   ( Hdr )

 giat donor darah Kodim 0503/JB.

Kapolri,Jenderal Tito Karnavian Minta Agar Binmas dan Intel Dapat Bersinergi Dengan TNI Wilayah

Dutainfo.com-Jakarta: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian,Minggu (24/7 2016) pada amanatnya di acara Bakti Sosial Hut ke 70 Bhayangkara di Gor Cendrawasih, Cengkareng,Jakarta Barat.meminta pada Binmas dan Intel Polri agar dapat bekerja sama dengan TNI wilayah(Teritorial) hal membantu masyarakat di wilayah nyaa.                    Siklus kepercayaan polri yang cenderug menurun karena mengutmakan“Refresif” penindakan,padahal banyak giat masyar akat yang perlu dibantu banyak kemamp uan polri yang dapat digunakan,misalnya polri punya jaring dokter dan Rumkit yag dapat diterjunkan membantu masyarakat seperti Baksos,pengobatan gratis dann sunatan massal,serta banyak terdapat tempat tawuran,tapi bisa dapat ditekan dan dikurangi dengan cara isi giat baksos dan Binmas serta Intel menggalang,kerja sama dengan TNI Wilayah,tegas Kapolri.         Tampak hadir pada acara Baksos H U T Bhayangkara ke 70,antara lain Kapolda Metro Jaya,Irjen Pol Moch Giyarto,Kadiv Humas Mabes Polri,Irjen Boy Rafli Amar, Kakor Brimob Mabes Polri,Irjen Murad I, Danrem 052/WKR,Kolonel Inf Iwan S , Dandim 0503/JB, Letkol Inf M Asmi. (Hdr)

Kapuspen TNI : 13 orang meninggal dalam kecelakaan Helikopter milik TNI AD

  
Dutainfo.com-Jakarta: Helikopter milik TNI AD dengan jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang sedang melaksanak an tugas operasi di Poso,Sulawesi Tegah jatuh sekitar pukul 17.55 WITA.hal ini di katakan Kepala Pusat Penerangan T N I Mayjen Tatang Sulaiman,Minggu (20/3). Masih kata Mayjen Tatang,penyebabnya diduga dari faktor cuaca,akan tetapi sat ini masih dalam penyelidikan apa sebab nya helikopter itu jatuh. Adapun ketiga belas korban: Kolonel Inf Saiful Anwar Danrem 132/Tdl,Kolonel Inf Heri,Kolonel Inf Ontang,Letkol Cpm Tedy,Mayor Inf Faqih,Kapten Ckm dr Yanto,Kapten Cpn Agung,Lettu Cpn Wiradi,Letda Cpn Tito Serda Karmin,Sertu Bagus,Pratu Bangkit dan Prada Kiki.mereka semua dinyatakan meninggal dunia,sementara 1 orang Lettu Cpn Wiradi masih dalam pencarian SAR. (TM)

Kapuspen TNI : Pejabat Penerangan Tidak Boleh Alergi Terhadap Media

  
Dutainfo.com-Jakarta: Kepala Pusat Penerangan TNI,Mayjen Tatang Sulaiman menutup acara Rakornis penerangan di Mabes TNI Cilangkap tahun 2016,yaang diikuti oleh 169 personel jajaran TNI AD TNI AL,dan TNI AU pada Rabu ( 3 / 2 ). Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Tatag Sulaiman minta pejabat penerangan tidak alergi terhadap media. Media bukan untuk dihindari,akan tetapi harus dijadikan enegi meningkatkan kinerja guna mewujudkann citra positif TNI melalui kegiata publikasi. Sinergitas jajaran penerangan TNI harus dapat diwujudkan mulai dari satuan bawa sampai ke tingkat atas dalam mengemas berita,sangat diperlukan kapasitas dalam mengelola media,berhubungan baik degan insan pers (Wartawan dan Pemred) belum lah cukup,yang terpenting setiap pejaba penerangan harus dapat mengukur etiap berita yang dipublikasikan sesuai dengan sasaran dan tujuan. Tegas Kapuspen TNI. (Tm/puspen TNI )