Amankan KTT Panglima TNI Kerahkan 12.543 Personel

Foto: Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Jelang KTT Asean di Jakarta, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, pimpin apel pasukan pengamanan KTT Asean ke-43 di Monas, Jakarta Pusat.

Panglima TNI Yudo Margono, mengatakan pihaknya menerjunkan 12.543 personel, guna mengamankan KTT Asean.

“Ya kita kerahkan 12.543 personel pasukan pengamanan,” ujar Laksamana TNI Yudo Margono, kepada awak media Jumat (1/9/2023).

Masih kata Yudo Margono, pasukan disiapkan melakukan pengamanan pada 1-8 September 2023.

Sementara KTT Asean di Jakarta di gelar pada 5-7 September 2023.

Selain personel pasukan, alutsista juga dikerahkan dalam pengamanan KTT Asean.

“Selain itu pengamanan lingkar luar baik keamanan laut dan udara juga kita siapkan alutsista,” ungkapnya.
(Tim)

Puspom TNI Bersama KPK Geledah Kantor Basarnas

Foto: Tim Penyidik Puspom TNI dan KPK saat pengeledahan Kantor Basarnas (dok Puspen TNI)

dutainfo.com-Jakarta: Kantor Basarnas, di geledah tim penyidik Polisi Militer TNI dan KPK, pengeledahan itu terkait kasus dugaan suap Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi, dan Koorsmin Kabasarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.

“Ya benar sudah saya tanya ke Danpuspom TNI, benar telah menggeledah kantor Basarnas,” ujar Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono, kepada awak media, Jumat (4/8/2023).

Masih kata Laksda TNI Julius, pengeledahan itu dilaksanakan bersama tim Puspom TNI dan KPK, dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Basarnas.

Adapun Tersangka Pemberi Suap yakni.

1. Komut PT Multi Grafika Cipta Sejati, Mulsunadi Gunawan.

2. Dirut PT Intertekno Grafika Sejati, Marilya.

3. Dirut PT Kindah Abadi Utama, Roni Aidil.

Tersangka Penerima Suap yakni.

1. Kepala Basarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi.

2. Koorsmin Kabasarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.

Dalam hal ini Marsdya TNI Henri dan Letkol Adm Afri, diduga telah menerima suap total keseluruhan Rp 88, 3 Miliar dari sejumlah vendor sejak 2021-2023.
(Tim)

Kabasarnas Marsdya Henri Alfiandi Dan Letkol Adm Afri Ditahan Di Polisi Militer TNI AU Halim

Foto: Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI), telah menetapkan status tersangka kepada Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi, dan Koorsmin Basarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.

Kedua Perwira TNI ini dijadikan tersangka kasus dugaan suap proyek Basarnas, keduanya ditahan di tahanan militer TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

“Maka dengan terpenuhi unsur pidana, penyidik Puspom TNI meningkatkan tahapan penyelidikan kasus ke tingkat penyidikan dan menetapkan kedua personel TNI aktif atas nama HA dan ABC sebagai tersangka,” ujar Danpuspom TNI Marsda TNI Agung Handoko, kepada awak media, Senin (31/7/2023).

Masih kata Danpuspom TNI, untuk kedua perwira aktif ini akan dilakukan penahanan di instalasi tahanan militer Polisi Militer TNI AU di Halim.

“Kami juga berharap pihak Puspom TNI dapat bersinergi dengan KPK, terutama di kasus korupsi yang melibatkan anggota TNI, hal ini sesuai amanat Panglima TNI,” ungkapnya.
(Tim)

Marsdya TNI Henri Alfiandi Dan Letkol Adm Afri Budi Cahyanto Ditetapkan Tersangka Oleh Penyidik Pom TNI

Foto: (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI), telah menetapkan status tersangka kepada Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi, dan Koorsmin Basarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.

Kedua Perwira TNI ini dijadikan tersangka kasus dugaan suap proyek Basarnas, keduanya ditahan di tahanan militer TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

“Maka dengan terpenuhi unsur pidana, penyidik Puspom TNI meningkatkan tahapan penyelidikan kasus ke tingkat penyidikan dan menetapkan kedua personel TNI aktif atas nama HA dan ABC sebagai tersangka,” ujar Danpuspom TNI Marsda TNI Agung Handoko, kepada awak media, Senin (31/7/2023).

Masih kata Danpuspom TNI, untuk kedua perwira aktif ini akan dilakukan penahanan di instalasi tahanan militer Polisi Militer TNI AU di Halim.

“Kami juga berharap pihak Puspom TNI dapat bersinergi dengan KPK, terutama di kasus korupsi yang melibatkan anggota TNI, hal ini sesuai amanat Panglima TNI,” ungkapnya.
(Tim)

Panglima TNI, Semua TNI Yang tugas Dimanapun Harus Bawa Nama Baik TNI

Foto: (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Terkait kasus dugaan suap di Basarnas, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono angkat bicara, Panglima TNI minta tak ada lagi kasus serupa.

“Peristiwa di Basarnas perlu menjadi evaluasi kita, kita harus mawas diri dengan hal seperti itu jangan dilihat negatifnya berita itu, mari kita evaluasi bersama sehingga kedepan tidak terjadi lagi di TNI ataupun para prajurit TNI yang bertugas di luar struktur TNI,” ujar Laksamana TNI Yudo Margono, dalam keterangan dari Puspen TNI, Sabtu (29/7/2023).

Arahan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, ini disampaikan setelah acara upacara serah terima jabatan pejabat utama Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat 28 Juli 2023.

Disamping itu Laksamana TNI Yudo Margono, berharap seluruh prajurit TNI tetap solid dalam melaksanakan tugas pokok atau fungsi TNI.

Arahan pesan ini disampaikan Panglima TNI, dihadapan pejabat baru yang baru melaksanakan Sertijab seperti Kabasarnas Marsdya TNI Kusworo, dan Kabakamla Laksdya Irvansyah.

“Saya selaku Panglima TNI, meminta para pejabat yang bertugas diluar instansi TNI agar tetap menginduk pada TNI,” ungkap Laksamana Yudo.

Selain itu pesan Panglima TNI, meminta prajurit TNI yang berdinas di luar struktur TNI agar terus menjalin komunikasi.

“Para TNI yang berada disana juga dibina bahwa mereka masih TNI, walaupun bajunya sudah berubah oranye, bajunya sudah berubah telur bebek abu-abu,” tegasnya.

Dan ini termasuk perintah Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dalam seminggu harus mengenakan seragam dinas TNI, biar mereka sadar bahwa mereka masih TNI, masih punya naluri TNI, masih punya disiplin, masih punya hirarki, masih punya kehormatan militer.

“Semua TNI yang bertugas di manapun harus membawa nama baik institusi TNI dan itu juga adalah tugas negara,” tegas Laksamana Yudo Margono.
(Tim)