Soal Penebalan Pasukan TNI Ke Jakarta, Ini Kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono

Foto: Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono.

Dutainfo.com-Jakarta: TNI Angkatan Darat (AD) memberikan penjelasan soal pengerahan pasukan ke Jakarta.

“Pengerahan itu berkaitan dengan upaya menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel dalam menghadapi berbagai perkembangan situasi,” ujar Kadispen TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono, Rabu (4/11/2026).

Masih kata Donny, pada prinsipnya TNI AD senantiasa berupaya menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel dalam menghadapi setiap perkembangan situasi.

Menurutnya kesiapansiagaan itu merupakan bagian dari tugas TNI untuk menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi keselamatan bangsa sebagaimana diatur dalam Undang-undang No 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Dalam konteks tersebut, kesiapan kekuatan TNI juga memiliki fungsi penangkal terhadap berbagai bentuk ancaman yang dapat menggangu kepentingan bangsa dan negara khususnya wilayah Ibu Kota Negara,” ungkapnya.

Masih menurutnya kesiapan TNI AD tak hanya menyangkut personel, akan tetapi juga satuan dan pangkalan.

“Oleh sebab itu TNI AD perlu menguji kesiapan seluruh unsur tersebut secara berkala, termasuk untuk mengantisipasi kebutuhan pengerahan pasukan dalam jumlah tertentu sewaktu waktu,” katanya.

Semua langkah ini masih kata Donny, ditujukan untuk menjaga stabilitas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
(Tim)

Mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Ditahan Di Rutan Mabes Polri

Foto: Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (ist)

Dutainfo.com-Jakarta: Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal, penghapusan data elektronik dan ilegal access, ketiga tersangka ini ditahan di Ruang Tahanan Mabes Polri.

“Terhadap tersangka kita tahan di Rutan Mabes Polri,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin, Selasa (3/11/2026).

Masih kata Komjen Pol Asep Safrudin, ketiga adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kadivkum Polri Irjen Pol Ahrie Sonta (AHN) dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso (EH).

“Ini adalah proses awal, nggak mungkin kami dalam kurun waktu 24 jam langsung menjelaskan atau membongkar semua,” katanya.

Dugaan penyadapan itu dilakukan sejak tahun lalu, ada beberapa nomor telepon yang dimasukan dalam Lawful Interception Management System (LMS) tanpa melalui verifikasi atau dasar penegakan hukum.
(Tim)

Mabes Polri Tetapkan Jenderal Pol Listyo Sigit, Irjen Pol Ahrie Sonta Dan Irjen Pol Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden RI Prabowo Subianto

Foto: (ist)

Dutainfo.com-Jakarta: Markas Besar Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik dan ilegal access, tersangkanya adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP).

“Penyidik telah menetapkan terhadap tiga orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH,” kata Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo adalah mantan Kapolri, dan Irjen Pol Ahrie Sonta adalah Kadivkum Polri dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso, mereka menyadap Presiden Prabowo Subianto.

“Diduga telah melakukan penyadapan ilegal terhadap nomor Presiden Republik Indonesia,” ungkapnya.

Selain penyadapan terhadap Presiden Prabowo, para tersangka ini diduga melakukan penyadapan terhadap tokoh politik lainya, ada juga dugaan penyadapan ilegal terhadap jurnalis.

“Pejabat negara, tokoh-tokoh politik, media masa, ormas, dan LSM,” kata Komjen Pol Asep Safrudin.

Para tersangka ini diduga melakukan penyadapan ilegal pada 2025-2026.
(Tim)

Polda Metro Jaya Menangkap Pengedar 138 Kg Ganja

Foto: (ist)

Dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial YT, yang diduga peredaran narkoba lintas provinsi.

“Ini adalah jaringan narkotika jenis ganja antarprovinsi, ya, dimana pelaku yang kita amankan inisial YT, ini sudah tiga kali melaksanakan pengiriman ganja,” ujar Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).

Masih kata Kombes Pol Bismo, YT ini melakukan dua kali pengiriman ganja pada Juli 2026 dengan berat masing-masing 50 Kg dan 44 Kg, terakhir dia ditangkap akan mengirimkan 44,1 Kg ganja.

Pelaku ini ditangkap di Tol Jagorawi setelah polisi membuntutinya dari Mandaling Natal, YT diduga mendapatkan upah Rp 1 juta dari setiap 1 Kg ganja yang dikirimkan.

“Rencana akan diedarkan ke wilayah Depok dan Tangerang,” ungkapnya.

Untuk bos nya itu kita sudah mengantongi identitasnya ya inisialnya sudah ada jelas Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
(Tim)

Bawa Uang Palsu Rp 20 Juta, Pria Di Cengkareng Dibekuk Polisi, Satu Pelaku Diburu

dutainfo.com-Jakarta: Jajaran Unit Reskrim Polsek Cengkareng, Polres Metro Jakarta Barat, mengungkap dugaan tindak pidana pengedaran dan pembelanjaan uang palsu senilai Rp20 juta di kawasan Ruko Mutiara Taman Palem, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial NA (31), sementara seorang pria lainnya berinisial FA alias Ais masih dalam pencarian dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadhlillah, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan, Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya seseorang yang diduga menggunakan uang palsu untuk melakukan transaksi pembelian barang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Opsnal Polsek Cengkareng yang sedang melaksanakan tugas piket segera melakukan penyelidikan.

Pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 23.40 WIB, petugas kemudian mengamankan NA saat sedang bertemu dengan seseorang di kawasan Ruko Mutiara Taman Palem.

” Dari hasil pemeriksaan terhadap tas yang dibawa, petugas menemukan uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu dengan total nilai mencapai Rp20 juta,” Ujar AKP Rahis Fadhlillah saat dikonfirmasi, Senin, 2/11/2026

Petugas selanjutnya membawa NA beserta barang bukti ke Mapolsek Cengkareng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, NA mengaku memperoleh uang tersebut atas perintah seorang pria berinisial FA alias Ais yang diduga berada di wilayah Sukmajaya, Depok.

Berdasarkan keterangan tersebut, tim yang dipimpin Panit Reskrim kemudian melakukan pengembangan dengan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat tinggal FA.

Namun, saat petugas tiba di lokasi, yang bersangkutan tidak ditemukan di rumah.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, NA juga mengaku sebelumnya telah menggunakan uang yang diduga palsu senilai Rp16 juta untuk membeli etomidate atau pod di kawasan Kompleks Permata atau Kampung Ambon.

Uang senilai Rp20 juta yang diamankan polisi tersebut diduga rencananya kembali digunakan untuk melakukan transaksi pembelian barang serupa dengan harga sekitar Rp3 juta per unit.

Dari pengungkapan ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang pecahan Rp100.000 dengan total nilai Rp20 juta yang diduga palsu, dua unit telepon genggam, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy.

Atas dugaan perbuatannya, perkara ini ditangani berdasarkan Pasal 375 KUHP sebagaimana tercantum dalam laporan kepolisian, dengan tetap menunggu proses pembuktian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

( Hdr/Ril )