Polisi Tangkap 2 Pembajak Saluran TV Satelit

Foto: Ungakap Kasus 2 Pembajak Saluran TV Satelit (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Dua orang pelaku tindak pidana akses ilegal inisial S dan KF, ditangkap Polda Metro Jaya pasalnya kedua orang ini diduga membajak saluran televisi satelit parabola berbayar dan menyalurkan secara ilegal ke para pengguna.

Kedua tersangka ini ditangkap polisi di wilayah Jawa Timur pada Kamis (24/7/2025).

“Ya para pelaku melakukan penyiaran dari channel dengan Nex Parabola berupa beberapa channel dengan cara menggabungkan beberapa STB, yang berisi channel,” ujar Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak, Jumat (1/8/2025).

Masih kata AKBP Reonald, para tersangka ini menyambungkan siaran parabola berbayar dengan peralatan yang mereka miliki, setelah itu mereka menyambungkan siaran lewat kabel ke rumah-rumah pelanggan yang membayar mereka.

Pengungkapan kasus ini awalnya pada 5 April 2024, saat perusahaan channel televisi berbayar mendapat informasi dugaan pelanggaran kedua tersangka selaku operator.

Keduanya diduga memperjualbelikan siaran tanpa izin.
(**)

Pihak Kejagung Hormati Pemberian Abolisi Dari Presiden RI Ke Tom Lembong

Foto: Mantan Menteri Perdagangan RI Tom Lembong saat proses persidangan (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung angkat bicara terkait pemberian abolisi kepada mantan Mendag Thomas Trikasih Lembong, dalam kasus korupsi importasi gula.

Pihak Kejaksaan Agung akan melaksanakan keputusan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Terkait dengan abolisi terhadap Tom Lembong, kami menghormati dan ini sudah kebijakan dari Bapak Presiden dan telah disetujui oleh Dewan, dan kami akan melaksanakan,” kata Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, Jumat (1/8/2025).

Namun lanjut Anang, hingga saat ini pihak kejagung belum menerima salinan keputusan Presiden terkait abolisi Tom Lembong.

“Jadi untuk mekanisme saat ini Kejaksaan belum menerima Kepres, ini tidak serta merta bebas, kami masih menunggu hasil Keppres itu seperti apa,” ungkapnya.
(Tim)

Kajati NTT, Lantik 4 Asisten Kejati NTT

Foto: Pelantikan pejabat Kejati NTT (ist)

dutainfo.com-NTT: Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), Zet Todung Allo, memimpin langsung pelantikan pejabat di lingkungan Kejati NTT.

Adapun 4 pejabat dilingkungan Kejati NTT yang dilantik adalah, Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Dr Bayu Setyo Pratomo SH, MH, Asisten Perdata Dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Choirun Parapat, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Alfonsius Gebhard Loe Mau, dan Asisten Pengawasan (Aswas) Alfred Tasik Palullungan.

Selain 4 pejabat Kejati NTT tersebut, Kajati NTT juga melantik Kepala Kejaksaan Negeri di wilayah hukum Kejati NTT.

Pelantikan para pejabat di Kejati NTT, dilakukan pada Rabu (30/7/2025).

“Rotasi merupakan bagian dari proses mutasi dan promosi yang didasarkan pada evaluasi kinerja serta kebutuhan organisasi,” ujar Kajati NTT Zet Todung Allo, saat pelantikan.

Masih kata Zet Todung Allo, rotasi jabatan bukan sekedar pergantian posisi, namun bagian dari strategi institusi dalam merespon dinamika penegakan hukum yang semakin kompleks.

Selain itu Zet Todung Allo, juga mengatakan bahwa jabatan itu adalah titipan Tuhan, integritas jaksa harus lahir dari nilai-nilai iman, keluarga, dan pengabdian pada negara.

“Bahwa pelantikan ini juga diharapkan menjadi titik tolak baru bagi Kejati NTT dalam menjalankan fungsi penegakan hukum secara profesional dan berdampak bagi masyarakat NTT,” ungkapnya.

Masih kata Zet Todung Allo, kami memberikan apresiasi kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi dan pengabdianya, serta selamat bertugas kepada pejabat yang baru.
(**)

Pura-Pura Bantu Korban Kecelakaan, Pria Ini Justru Gondol Motor Korban

Dutainfo.com-Jakarta: Aksi pria yang sempat viral di media sosial karena diduga menolong korban kecelakaan di Flyover Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (28/7/2025), ternyata menyimpan niat jahat.

Bukannya tulus membantu, pria yang belakangan diketahui berinisial IM alias Memet (48) justru membawa kabur sepeda motor milik korban yang sedang tak sadarkan diri.

Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Abdul Jana, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku, setelah menerima laporan masyarakat dan menelusuri rekaman video serta CCTV yang beredar.

“Pelaku berinisial IM alias Memet telah kami amankan. Ia berpura-pura menolong korban, namun ternyata justru membawa kabur motor korban,” jelas Kompol Abdul Jana, Kamis (31/7/2025).

Di kesempatan terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Parman Gultom menambahkan bahwa pelaku ditangkap pada Rabu (30/7/2025) di kawasan Jl. Inspeksi Cengkareng Drain (Kampung Muk), RT 006/004, Kedaung Kaliangke.

Berdasarkan keterangan korban bernama Asep, peristiwa bermula saat ia hendak pulang kerja dan melintas di Fly Over Duri Kosambi.

Ia terserempet kendaraan tak dikenal dan terjatuh hingga tidak sadarkan diri.

Pelaku yang berpura-pura sebagai warga sekitar datang “menolong”, membawa korban ke Puskesmas Cengkareng menggunakan sepeda motor milik korban sendiri.

Namun setibanya di IGD dan setelah korban mulai sadar, pelaku berpamitan untuk memarkirkan sepeda motor dan berjanji menitipkan kunci kepada petugas keamanan. Pelaku pun menghilang.

“Saat korban pulih dan hendak mengambil kunci motornya, petugas keamanan menyatakan tidak menerima titipan apapun. Setelah dicek CCTV, ternyata motor korban dibawa kabur oleh si penolong tadi,” jelas AKP Parman.

Korban pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Cengkareng.

Berkat kerja cepat dan koordinasi tim, pelaku berhasil ditangkap dalam waktu singkat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 Sub 362 Kuhp. (Tim)

Kajati NTB Wahyudi: Libatkan TNI Untuk OTT Dan Kawal Tahanan

Foto: Kantor Kejati NTB (ist)

dutainfo.com-NTB: Tentara Nasional Indonesia (TNI), akan dilibatkan guna menjaga kantor, operasi tangkap tangan, dan pengawalan tahanan, oleh pihak Kejaksaan Tinggi Nusa Tengara Barat (NTB).

“Ya pengamanan kantor, personel, dan operasi artinya operasi yang memang butuh dukungan pengamanan dari pihak TNI, kalau itu operasi pengawal tahanan, OTT, kalau kami butuh keamanan teman-teman TNI, ya kami minta bantuan,” ujar Kajati NTB Wahyudi, Kamis (31/7/2025).

Masih kata Wahyudi, dirinya telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan pihak Komando Daerah Militer IX/Udayana, terkait kepentingan tersebut.

“Selain di Kejati NTB, seluruh tingkat Kejari-kejari diwilayah hukum Kejati NTB juga akan ditugaskan pengamanan oleh personel TNI,” ungkapnya.
(**)