Tim Tabur Kejagung Berhasil Tangkap DPO Kejari Surabaya Kasus Fiktif Rp 1,4 M Ditangkap Di Bali

dutainfo.com-Denpasar: Seorang perempuan bernama Mila Indriani Notowibowo (51) yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), Kejaksaan Negeri Surabaya, Jawa Timur, berhasil ditangkap tim Tangkap Buronan Kejagung, di Bangli, Bali.

Penangkapan Mila dilakukan berdasarkan Surat DPO Kejaksaan Negeri Surabaya Nomor Kep-05.5.10/Fd.1/02/2023 tertanggal 27 Februari 2023 yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya.

“Kejagung RI bersama Kejaksaan Negeri Bali, berhasil mengamankan daftar pencarian orang di Kabupaten Bangli,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Chatarina Muliana, Rabu (14/1/2026).

Masih kata Chatarina, dasar penangkapan itu adalah Kejaksaan Negeri Surabaya Nomor: B-931/M.5.10/Fd.1/02/2023 tertanggal 27 Februari 2023.

Terpidana Mila, diketahui terpidana kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit investasi fiktif di Bank pemerintah.

“Nilai kerugian negara Rp 1,4 miliar,” ungkapnya.

Berdasarkan putusan pengadilan tindak pidana korupsi Pengadilan Negeri (PN) Surabya dengan Nomor perkara: 45/Pid.Sus TPK/2023/PN. Sby yang dibacakan pada 28 Juli 2023, Mila divonis pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan serta denda sejumlah uang Rp 300 juta, apabila denda tak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Terpidana Mila ditangkap pada Selasa (13/1/2026) pukul 21.05 WITA ditempat tinggalnya di Banjar Sari Batu, Desa Kayuambua, Kabupaten Bangli, Bali.
(Tim)

Polda Metro Jaya Tangkap Pembunuh Pria Tewas Di TPU Bekasi

dutainfo.com-Jakarta: Seorang pria yang belum diketahui identitasnya diduga dibunuh dan jasadnya di temukan di TPU Jakasampurna, Kota Bekasi. Pelaku pembunuhan kini diamankan polisi.

“Terduga pelaku informasi terakhir sudah diamankan oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, Selasa (13/1/2026).

Jasad pria itu ditemukan oleh saksi yang sedang berziarah di TPU Jl KH Noer Ali, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Minggu (11/1) siang jenazah korban ditemukan dalam kondisi tertumpuk daun kering.

“Saksi ini lah yang melaporkan temuan jenazah tersebut kepada petugas TPU dan laporan diteruskan ke pihak Kepolisian,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

Polisi mengecek tempat kejadian perkara (TKP), hasil olah TKP ditemukan adanya bekas jeratan tali ikat pinggang di leher korban.

Saat ini polisi masih mengidentifikasi jenajah korban.
(Tim)

Setelah Geledah Kantor Ditjen Pajak Kemenkeu, KPK Sita Dokumen Dan Uang

dutainfo.com-Jakarta: KPK, telah selesai melaksanakan penggeledahan di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) penyidik KPK menyita sejumlah dokumen, barang bukti elektronik, hingga uang.

“Kegiatan penggeledahan ini tim mengamankan dan menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dimana dokumen dan barang bukti elektronik tersebut diduga terkait dengan konstruksi perkara ini,” ujar Jubir KPK Budi Prasetyo, Selasa (13/1/2026).

Masih kata Budi, bukti uang yang disita dari penggeledahan diduga bersumber dari pihak yang telah di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Namun KPK belum menjelaskan berapa jumlah uang tersebut.

“Penyidik juga mengamankan sejumlah uang yang diduga bersumber dari pihak tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara,” kata Budi.

Penggeledahan di kantor pusat Ditjen Pajak Kemenkeu di fokuskan di dua Direktorat, penyidik KPK, telah menggeledah kantor Direktorat Peraturan Perpajakan dan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian.
(Tim)

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Bongkar Laboratorium Narkoba Di Apartemen Pluit

dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membongkar clandestine laboratory atau laboratorium tersebunyi narkotika jenis etomidate di apartemen pluit, Jakarta Utara, Dua orang ditangkap, salah satunya warga negara (WN) China.

“Mengamankan dua orang tersangka D WNI dan HW yang merupakan warga negara Tiongkok,” ujar Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Parikhesit, Selasa (13/1/2026).

Masih kata Parikhesit kasus ini terungkap dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional, paket itu berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke lobi apartemen di Pluit.

Polisi berhasil mengamankan kedua pelaku pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di apartemen Pluit, pengeledahan menemukan paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram.

Terdapat pula berbagai peralatan laboratorium seperti tabung lab berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, hingga 100 ml, botol lab aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, hingga dandang.

“Alat produksi lab ilegal ini di kirim dari India, tersangka HW yang merupakan WN China berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate, lab narkoba itu diperkirakan mampu memproduksi 30 liter cairan etomidate,” ungkapnya.

Dari barang bukti yang diamanakan jumlah bahanya diperkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan etomidate, sambung Parikhesit.
(**)

KPK Menggeledah Kantor Pajak Di Jakarta Utara

dutainfo.com-Jakarta: Kantor Pajak Di Jakarta Utara, digeledah oleh KPK, penggeledahan itu dilakukan terkait kasus suap pengaturan pajak.

“Benar dalam lanjutan penyidikan perkara suap pajak, hari ini tim melakukan penggeledahan di KPP Madya Jakarta Utara,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo, Senin (12/1/2026).

Namun sayang Budi belum menjelaskan secara detail.

“Kegiatan masih berlangsung,” ungkapnya.

Sebelumnya KPK telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka terkait operasi tangkap tangan, salah satunya tersangka Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara Dwi Budi Iswahyu (DWB).

Daftar para tersangka:

  1. Dwi Budi Iswahyu selaku Kepala KPP Madya Jakarta Utara.
  2. Agus Syaifudin selaku Kasi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakarta Utara.
  3. Askob Bahtiar selaku tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara.

Tersangka Pemberi:

  1. Abdul Kadim Sahbudin selaku Konsultan Pajak PT WTP.
  2. Edy Yulianto selaku Staf PT WP. (Tim)