Tangkap 3 Pria Pembobol Warung Di Duren Sawit Jaktim, Polisi Tangkap Di Tiga Lokasi Berbeda

dutainfo.com-Jakarta: Polisi menangkap 3 pria komplotan di Duren Sawit, Jakarta Timur, berhasil diringkus, ketiga pelaku ditangkap dilokasi berbeda.

“Ya benar 3 komplotan tersebut beraksi pada Selasa (14/1/2026) pukul 04.00 WIB, ketiganya berhasil ditangkap kepolisian setelah warga melapor,” ujar Kapolsek Duren Sawit Kompol Sutikno, Sabtu (17/1/2026).

Masih kata Kompol Sutikno, seorang pelaku beserta barang bukti berupa uang koin dan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk melakukan pencurian dan pembobolan, dari hasil pengembangan dua pelaku lainya berhasil ditangkap di lokasi berbeda di wilayah Duren Sawit.

“Penindakan dilakukan setelah polisi menerima laporan warga terkait aksi pembobolan warung di JL Dermaga Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur,” ungkapnya.

Saat ini ketiga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Duren Sawit.
(Tim)

Grebek Lokasi Pengoplosan LPG Di Bogor Polisi Tangkap Pelaku

dutainfo.com-Bogor: Polisi menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG di Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, dalam penggerebekan itu polisi berhasil mengamankan dua terduga pelaku ditangkap.

Video penggerebekan itu beredar di media sosial, Kapolsek Rumpin AKP Suyoko membenarkan penggerebekan tersebut.

“Diamankan mobil boks berisi tabung gas, dan diamankan dua orang untuk penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKP Suyoko, Sabtu (17/1/2026).

Dalam video itu terlihat ada mobil yang diangkut polisi dari lokasi penggerebekan.

Masih kata Suyoko penggerebakan itu dilakukan oleh penyidik dari Mabes Polri, lokasi diduga merupakan tempat penyuntikan LPG subsidi ke non-subsidi.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat penegekan hukum dilakukan hari Jumat subuh sekitar 04.00 WIB,” ungkap Suyoko.
(**)

Marinir TNI AL, Matangkan Latihan Ops Strategis 2026

dutainfo.com-Jakarta: Panglima Korps Marinir TNI AL Letjen (Mar) Endi Supandi mematangkan konsep latihan Operasi Strategis 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026) langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan satuan menghadapi berbagai bentuk tugas operasi ke depan.

Kegiatan yang digelar secara tatap muka dan video conference ini, dibuka oleh Asisten Panglima Korps Marinir Brigjen (Mar), Sugianto sedangkan paparan disampaikan Direktur Operasi dan Latihan Kolatmar Kolonel (Mar) Agung Setiawan.

Mengutip keterangan Dispen Kormar Jumat (16/1/2026) jajaran Korps Marinir TNI AL menyampaikan rencana dan skenario latihan, kesiapan personel dan materiil, serta dukungan pendukung lainya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan latihan.

“Menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dan profesionalisme prajurit, latihan ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan objek vital nasional strategis, anti teror Detasemen Jalamangkara (Denjaka) serta pratugas pengaman perbatasan Mobile 2026,” ujar Letjen (Mar) Endi Supardi.
(Tim)

Kejagung Siap Hadapi PK Emirsyah Satar

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung RI, siap hadapi peninjauan kembali (PK), mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, terkait kasus korupsi pengadaan pesawat.

“PK itu hak dari terpidana mengajukan dan diatur undang-undang,” kata Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, Jumat (16/1/2026).

Masih kata Anang, PK bisa diajukan jika ada novum atau bukti baru.

“Tentunya diajukan sepanjang ada novum baru yang diajukan dan JPU siap menghadapi permohonan PK tersebut,” ungkapnya.
(Tim)

Jamintel Kejagung Prof Reda Manthovani, Korupsi Kades Naik 2 Kali Lipat (hukrim)

Foto: Jamintel Kejagung Prof Reda Manthovani (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Jaksa Agung Muda Intelijen Prof Reda Manthovani mengungkapkan peningkatan signifikan kasus korupsi hingga dua kali lipat lebih yang dilakukan kepala desa dalam tiga tahun terakhir.

“Peningkatan jumlah ini menjadi alarm urgensi penguatan pengawasan dan pendampingan tata kelola keuangan desa,” kata Jamintel Kejagung Prof Reda Manthovani, dalam keterangan tertulisnya Kamis (15/1/2026).

Masih kata Reda, pada tahun 2023 terdapat 187 kasus korupsi Kades, 2024 sebanyak 275 kasus dan tahun lalu sebanyak 535 kasus data ini menunjukan peningkatan signifikan korupsi Kades.

“Pencegahan dan pengamanan pembangunan menjadi hal yang paling penting dalam menekan angka korupsi Kepala Desa, upaya ini diperlukan agar program nasional berjalan sesuai hukum, tertib administrasi dan bebas dari penyimpangan,” ujarnya.

Masih kata Reda, pencegahan jauh lebih efektif daripada penindakan, saat aparatur desa memiliki pemahaman hukum yang baik.

Kejaksaan sendiri telah memiliki program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang berfungsi sebagai mekanisme pendampingan dini untuk meningkatkan kepatuhan hukum dan kapasitas aparatur desa, program ini akan dilengkapi aplikasi Real Time Monitoring Village Management Funding (Jaga Desa).

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan peringatan Hari Desa Nasional sebagai momentum memperkuat kolaborasi demi mewujudkan pemerintah desa yang bersih dan efektif,” paparnya.
(**)