Ini Kata Kasdim 0503/JB Saat Rapat Koordinasi Jelang Ramadhan 1446 H

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M, Polres Metro Jakarta Barat bersama unsur 3 Pilar menggelar rapat koordinasi di Aula Wira Pratama, lantai 6 Polres Metro Jakarta Barat, Senin (24/2/2025).

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menciptakan suasana yang kondusif selama bulan Ramadhan.

“Kami ingin memastikan seluruh elemen masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Oleh karena itu, kami meminta masukan dari berbagai instansi terkait mengenai langkah-langkah yang perlu diambil,” ujar Twedi, Selasa, 25/2/2025.

Salah satu pembahasan utama dalam rapat ini adalah terkait pengaturan aktivitas masyarakat, termasuk operasional tempat usaha dan hiburan malam.

Pihak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, melalui Aspem Firmanudin, menyatakan dukungannya dalam menjaga ketertiban selama bulan Ramadhan.

“Kami akan berkoordinasi dengan para pengusaha untuk memastikan aturan-aturan terkait bulan Ramadhan dipatuhi,” ujarnya.

Selain itu, Kabag Ops Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Tri Bayu Nugroho, menyampaikan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, seperti tawuran antar kelompok, balap liar, penjualan minuman keras, hingga aksi kriminalitas seperti pencurian dan penjambretan.

“Kami akan mengadakan operasi pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok serta patroli keamanan di titik-titik rawan kejahatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasdim 0503/JB Letkol Inf Hari Ismail, mewakili Dandim Jakarta Barat, menegaskan bahwa jajaran Koramil di Jakarta Barat siap berkolaborasi dalam menjaga ketertiban.

Di sisi lain, Ketua Pendidikan MUI Jakarta Barat, Firdaus, menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan aparat dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan suasana yang damai dan penuh toleransi selama bulan suci.

Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan Ramadhan yang aman, damai, dan penuh keberkahan di Jakarta Barat. (Tim)

Sinergitas Jelang Ramadhan 1446 H, Polres Jakbar Dan Kodim 0503/JB Gelar Rakor

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M, Polres Metro Jakarta Barat bersama unsur 3 Pilar menggelar rapat koordinasi di Aula Wira Pratama, lantai 6 Polres Metro Jakarta Barat, Senin (24/2/2025).

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menciptakan suasana yang kondusif selama bulan Ramadhan.

“Kami ingin memastikan seluruh elemen masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Oleh karena itu, kami meminta masukan dari berbagai instansi terkait mengenai langkah-langkah yang perlu diambil,” ujar Twedi, Selasa, 25/2/2025.

Salah satu pembahasan utama dalam rapat ini adalah terkait pengaturan aktivitas masyarakat, termasuk operasional tempat usaha dan hiburan malam.

Pihak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, melalui Aspem Firmanudin, menyatakan dukungannya dalam menjaga ketertiban selama bulan Ramadhan.

“Kami akan berkoordinasi dengan para pengusaha untuk memastikan aturan-aturan terkait bulan Ramadhan dipatuhi,” ujarnya.

Selain itu, Kabag Ops Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Tri Bayu Nugroho, menyampaikan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, seperti tawuran antar kelompok, balap liar, penjualan minuman keras, hingga aksi kriminalitas seperti pencurian dan penjambretan.

“Kami akan mengadakan operasi pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok serta patroli keamanan di titik-titik rawan kejahatan,” jelasnya.

Sementara itu, Letkol Hari Ismail, mewakili Dandim Jakarta Barat, menegaskan bahwa jajaran Koramil di Jakarta Barat siap berkolaborasi dalam menjaga ketertiban.

Di sisi lain, Ketua Pendidikan MUI Jakarta Barat, Firdaus, menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan aparat dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan suasana yang damai dan penuh toleransi selama bulan suci.

Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan Ramadhan yang aman, damai, dan penuh keberkahan di Jakarta Barat. (Tim)

Ini Kata Pangdam VI/Mulawarman Terkait Anggota TNI Rusak Markas Polres Tarakan

Foto: Markas Polres Tarakan rusak pecah kaca (ist)

dutainfo.com-Kaltara: Terjadi insiden penyerangan, perusakan dan aksi pemukulan, terhadap markas Polres Tarakan pada Senin (24/2/2025), yang melibatkan sejumlah anggota TNI yang tergabung dalam Bantuan Penugasan (BP) Satuan Tugas Batalyon Infanteri 614/RJP.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, nampak terlihat aksi penyerangan, pemukulan dan perusakan di dalam kantor polisi, termasuk ruang kerja Kapolres Tarakan AKBP Adi Saptia Sudirna yang nampak berantakan, seperti dikutip Kompas.com.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, angkat bicara terkait peristiwa perusakan Mapolres Tarakan.

“Ini bukanlah konflik antara institusi TNI dengan Polri, melainkan kesalahpahaman individu,” ujar Mayjen TNI Rudy Racmat, kepada awa media, seperti dilansir Kompas.com, Selasa (25/2/2025).

Masih kata Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, kejadian ini melibatkan beberapa anggota Bantuan Penugasan (BP) Satgas Yonif 614/RJP di Tarakan, pada Pukul 23.30 Wita.

“Jadi sekali lagi ini kesalahpahaman semata ya,” ungkapnya.

Guna mencegah situasi yang tidak kondusif, Kodam VI/Mulawarman, Korem 092/MRL serta Brigif 24/BC, segera melakukan koordinasi dengan pihak Polisi Resort (Polres) Tarakan dan pejabat tinggi TNI-Polri di Kalimantan Utara.

Sementara Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto, mengatakan, semua pihak termasuk jajaran Polres Tarakan telah berkoordinasi dan melaksanakan mediasi untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

“Jadi semua pihak telah sepakat guna menyelesaikan insiden secara profesional dan menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata Kolonel Kav Kristiyanto.

Masih kata Kolonel Kav Kristiyanto, insiden ini bukanlah perintah insititusi, melainkan kesalahpahaman individu.

” Murni kesalahpahaman antar individu bukan masalah antar institusi, TNI dan Polri tetap solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Utara,” tegasnya.

Adapun anggota TNI yang diduga terlibat dalam insiden ini akan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur militer.

Selain itu Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto, juga menghimbau masyarakat agar tak terpancing oleh informasi yang tak akurat dan tetap menjaga suasana kondusif di Kaltara.
(**)

Polisi Akan Mendalami Dugaan Oknum BPN Terkait Pagar Laut Tangerang

Foto: Dirtippidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Umum Polri, menahan Kepala Desa Kohod Arsin dan tiga orang lainya, terkait kasus pemalsuan dokumen SHGB dan SHM di wilayah pagar laut Tangerang.

Bahkan Polisi memastikan tidak akan menghentikan penyidikan kasus tersebut.

“Ya pasti itu karena dia (empat orang tersangka) tidak berdiri sendiri,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro, kepada awak media, Senin (24/2/2025).

Masih kata Brigjen Pol Djuhandhani, total ada 4 orang yang ditahan oleh penyidik, para tersangka itu terdiri dari Kepala Desa Kohod Arsin, Ujang Sekdes Kohod, dua tersangka lainya yakni selaku penerima kuasa SP dan CE.

“Jadi penyidikan kasus pemalsuan dokumen SHGB dan SHM di wilayah pagar laut Tangerang masih akan tetap di selidiki adanya pihak lain,” ungkapnya.

Tentunya penyidik akan mendalami dugaan keterlibatan oknum pejabat di Kementerian ATR/BPN terkait penerbitan dokumen itu, sambung Brigjen Pol Djuhandhani.
(**)

Terkait Pagar Laut Tangerang, Kades Kohod Ditahan Polisi

Foto: Kades Kohod, Arsin saat ditahan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Polri (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Umum Polri, menahan Kepala Desa Kohod Arsin dan tiga orang lainya, terkait kasus pemalsuan dokumen SHGB dan SHM di wilayah pagar laut Tangerang.

Bahkan Polisi memastikan tidak akan menghentikan penyidikan kasus tersebut.

“Ya pasti itu karena dia (empat orang tersangka) tidak berdiri sendiri,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro, kepada awak media, Senin (24/2/2025).

Masih kata Brigjen Pol Djuhandhani, total ada 4 orang yang ditahan oleh penyidik, para tersangka itu terdiri dari Kepala Desa Kohod Arsin, Ujang Sekdes Kohod, dua tersangka lainya yakni selaku penerima kuasa SP dan CE.

“Jadi penyidikan kasus pemalsuan dokumen SHGB dan SHM di wilayah pagar laut Tangerang masih akan tetap di selidiki adanya pihak lain,” ungkapnya.

Tentunya penyidik akan mendalami dugaan keterlibatan oknum pejabat di Kementerian ATR/BPN terkait penerbitan dokumen itu, sambung Brigjen Pol Djuhandhani.
(**)