Dua Pelaku Penodongan Terhadap WNA Jepang Berhasil Ditangkap Polsek Tambora Jakbar

dutainfo.com-Jakarta: Dalam kurun waktu 12 jam, jajaran Polsek Tambora, berhasil menangkap dua orang pelaku penodongan terhadap seorang karyawan MRT warga negara Jepang, Senin (13/6/2022).

Korban Satomi Oki (34), menjadi korban aksi penodongan oleh pelaku di Jl Roa Malaka Tambora Jakarta Barat, saat dirinya pulang kerja.

“Ya benar kami berhasil mengamankan 2 pelaku berinisial NA als Tole (22), dan MFR (20),” ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce, Selasa (14/6/2022).

Masih kata Pasma, pelaku melakukan aksi penodongan dengan menggunakan clurit terhadap karyawan MRT warga negara Jepang.

“Para pelaku ini berkeliling mencari korban dan tak segan melukai korban jika melawan,” ungkap Pasma.

Masih kata Pasma, pada hari Senin 13 Juni 2022 tersangka berdua mengendarai motor Honda CBR 150 warna biru putih B 3697 EHE dengan membawa clurit mencari korban di Kota Tua Jakarta.

Di tempat kejadian tersangka menemukan korban yang baru keluar dari kantornya yang akan pulang ke apartemen di Glodok, Jakarta Barat dengan berjalan kaki.

Kemudian tersangka MFR (20) setibanya di Jl Roa Malaka Tambora Jakarta Barat turun dari sepeda motor dengan menggunakan clurit menghampiri korban.

Pelaku langsung merampas tas milik korban namun pelaku melawan dan korban langsung dibacok oleh MFA dengan menggunakan clurit sebanyak 1 kali di area kepala belakang.

“Akibatnya korban mengalami luka bacok dan harus mendapatkan luka jahitan akibat bacokan,” kata Pasma.

Selanjutnya pelaku menyimpan barang bukti hp iPhone 12 di gerobak di lokasi parkiran Kemukus Pinangsia Tamansari, Jakarta Barat.

Kedua pelaku berhasil NA dan MFR, berhasil ditangkap Tim Buser Polsek Tambora Jakarta Barat, pada Senin 13 Juni 2022 di Kemukus, Pinangsia Jakarta Barat.

Salah satu pelaku berprofesi sebagai tukang parkir, berinisial NA.
(Tim)

Patroli Gabungan TNI-Polri, Mitra Jaya Jakbar Kembali Di Gelar

dutainfo.com-Jakarta: Polres Jakarta Barat, Kodim 0503/JB, Mitra Jaya dan Citra Bhayangkara, kembali menggelar patroli gabungan skala besar, pada Sabtu (11/6/2022).

Kegiatan ini dikuti 171 personel gabungan TNI-Polri, Mitra Jaya, dan Citra Bhayangkara, yang dipimpin langsung Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce.

Sebelum melaksanakan patroli wilayah, personel gabungan TNI-Polri ini melakukan apel di lapangan sepak bola Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce mengatakan setiap hari kami melaksanakan patroli skala sedang.

Namun dimalam akhir pekan kami bersama Kodim 0503/JB, Mitra Jaya dan Citra Bhayangkara melaksanakan patroli skala besar dimana aktivitas masyarakat semakin meningkat.

“Hal ini kami lakukan guna antisipasi terjadinya aksi kriminalitas maupun kejahatan jalanan,” ujar Kombes Pol Pasma Royce, Sabtu (11/6/2022).

Masih kata Pasma, patroli ini kita prioritaskan yang menjadi titik kumpul masyarakat (pusat keramaian) maupun wilayah yang rawan terjadi aksi kriminalitas.

“Patroli skala besar ini petugas akan menyisir jalan raya, komplek pertokoan, pemukiman warga untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas,” ungkapnya.

Kegiatan preventif ini sebagai langkah untuk pencegahan secara dini agar masyarakat dalam melaksanakan aktivitas nya merasa aman dan nyaman.
(Tim)

Tipidkor Polri Sita Aset Rp 700 M Terkait Kasus Korupsi Lahan Rusun Di Cengkareng Jakbar

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik pada Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, telah menyita aset senilai Rp 700 miliar terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan rumah susun di Cengkareng, Jakarta Barat.

Jumlah itu bagian dari upaya pemulihan aset.

“Jadi kalau kita lihat, ini kerugian negara sekitar, Rp 650 miliar, tapi kami melakukan asset recovery sekitar Rp 700 miliar, ujar Dirtipidkor Baresrim Polri, Brigjen Pol Cahyono Wibowo, pada awak media Kamis (9/6/2022).

Masih kata Brigjen Pol Cahyono, aset itu diduga terkait dengan dua tersangka mantan Kabid Pembagunan dan Pemukiman Dinas Perumahan dan Gedung DKI, Jakarta Sukmana dan pihak swasta Rudy Hartono Iskandar.

“Ada dugaan korupsi dilakukan dalam sistem korporasi,” ungkapnya.

Aset perolehan itu dilakukan setelah dilakukannya kejahatan Korupsi yang bersangkutan terkait dengan pengadaan tanah di Cengkareng Jakarta Barat, kemudian kami lakukan penyitaan di saat ini tentunya ada penilaian pertambahan aset, sambung Brigjen Pol Cahyono.

“Terdapat fakta yang kami temukan bahwa uang hasil kejahatan berada dalam sistem korporasi, dimana korporasi ini dilakukan atau dikendalikan oleh yang bersangkutan,” kata nya.

Sampai saat ini penyidik Bareskrim masih mendalami dugaan adanya aset tersangka yang disembunyikan di luar negeri, kami telah berkoordinasi dengan otoritas negara terkait.

Selanjutnya untuk aset yang terkait dengan bukti ada transfer ke luar negeri, kami masih dalami.

Sebelumya diberitakan penyidik Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan lahan rusun di Cengkareng, Jakarta Barat, penyidik juga telah menetapkan dua tersangka terkait kasus ini.

Berdasarkan Laporan Polisi No LP/656/VI/2016/Bareskrim, tanggal 27 Juni 2016 waktu kejadian pada tahun 2015 dengan 2 tersangka atas nama Sukmana, dan Rudy Hartono Iskandar, hal ini dikatakan Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

Dimana Sukmana ini merupakan mantan Kabid Pembangunan Perumahan dan Gedung DKI, Jakarta, sedangkan Rudi Hartono Iskandar merupakan terdakwa korupsi tanah di Munjul Jakarta Timur.
(Tim)

Survei Kepercayaan Publik Kejaksaan Lebih Tinggi Dari KPK, Peringkat Pertama Tetap TNI

Foto: (dok Kejagung RI)

dutainfo.com-Jakarta: Pihak Kejaksaan Agung RI, merespon baik, hasil survei lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan Korps Adhyaksa hingga mendapat nilai 61,5 sebagai aparat penegak hukum yang dipercaya publik, sementara KPK dibawah Kejaksaan, dan peringkat pertama kepercayaan publik nasib dipegang TNI.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat, semoga ini menjadikan kami bekerja lebih baik lagi,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Ketut Sumedana, Kamis (9/6/2022).

Dalam hal ini survei menunjukan komitmen Presiden RI Joko Widodo mendukung Kejaksaan Agung dalam penanganan kasus mafia minyak goreng cukup besar yakni 50,3 persen.

Sementara Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan penanganan mafia minyak goreng yang dilakukan Kejaksaan Agung memiliki efek besar terhadap permasalahan publik dan berkontribusi terhadap kinerja Presiden RI dalam menangani masalah serius. Hasil survei terbukti bahwa peran Kejaksaan Agung dalam penanganan kasus hukum khusunya korupsi akan berpengaruh terhadap kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI, di kasus mafia minyak goreng, memiliki dampak yang sangat besar di masyarakat sehingga penanganan kasusnya menjadi fokus besar bagi Presiden RI.

Metode pemilihan sampel dilakukan menggunakan random digit dialing adapun margin of error diperkirakan +- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survey ini, Kejaksaan Agung berada di posisi ke 4 sebagai lembaga negara yang dipercaya, untuk peringkat pertama kepercayaan masyarakat tetap pada TNI, Kedua Presiden, dan Ketiga Polri.

Selanjutnya Burhanuddin menyoroti lembaga KPK yang kini kepercayaan publik dibawah Kejaksaan Agung.

Tingkat kepercayaan publik terhadap KPK pun menurun menjadi 59,8 persen dari semula 70,2 persen.

“Dibawah KPK, adalah Pengadilan dan MPR,” tutup Burhanuddin.
(Tim)

Ini Himbauan Danrem 052/Wkr Kepada Aparat Pemerintah Terkait Medsos

Foto(ist)

dutainfo.com-Jakarta: Komandan Korem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Rano Tilaar, menghimbau kepada para aparat pemerintah, agar memanfaatkan Media Sosial di era digital ini dengan baik, himbauan itu disampaikan dalam kegiatan Komunikasi Sosial di Aula Sudirman Lt 4 Makorem 052/Wkr Jl Boulevard Diponegoro, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Kamis (9/6/2022).

Dalam sambutanya Brigjen TNI Rano Tilaar, mengucapkan “Salam Pancasila” Salam Pancasila disosialisasikan kepada Camat, Lurah dan tamu yang hadir sebagai salam persatuan dan juga sebagai pengingat bahwa kita adalah punya dasar negara Pancasila yang banyak perbedaan tetapi harus bersatu dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Setiap agama mengajarkan perdamaian namun orang-orang dalam penerapanya yang salah,” ujarnya.

Tuhan menciptakan perbedaan tapi yang kita angkat adalah persaudaraan, sambung Brigjen TNI Rano Tilaar.

“Negara kita tak lama lagi akan menggelar pesta Demokrasi yang tidak seperti biasanya, akan dilaksanakan secara serentak, sekarang jaman smart phone, jaman power point, bisa dilihat kegiatan langsung, oleh karena itu kita harus bijak, mengingat banyak sekali bentuk orang provokasi atau kampanye hitam/black campaign, kita bersaudara, supaya terwujud persaudaraan ini dengan cara memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan,” ungkapnya.

Semakin dekat pilkada semakin banyak provokasi yang diangkat perbedaan, pengguna medsos terdiri dari Media Cetak, Elekronik, dan Sosial Medsos bisa menjauhkan orang yang dekat dan mendekatkan orang yang jauh.

“Perpecahan banyak ditimbulkan karena ideologi, komitmen sekelompok orang, ada juga yang mengartikan cita-cita yang bisa diteruskan oleh generasi berikutnya,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Kasrem 052/Wkr, Para Kasi Kasrem 052/Wkr, Para Camat, dan Para Lurah jajaran Korem 052/Wkr.

Kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.
(Tim)