Mantan Menpora Imam Nahrawi Ditahan KPK

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik KPK akhirnya menahan mantan Menpora Imam Nahrawi terkait kasus dugaan suap dana hibah KONI, pada Jumat (27/9/2019).

“Ya IMR mantan Menteri Pemuda dan Olahraga 2014-2019, dilakukan penahanan selama 20 hari,” ujar Humas KPK Febri Diansyah.

Masih kata Febri, IMR akan menjalani masa tahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya).

Peyidik KPK menetapkan Imam Nahrawi terkait dugaan suap dana hibah KONI.

Sebelumnya KPK juga menetapkan tersangka Asisten Pribadi IMR yakni Miftahul Ulum.

Mantan Menpora Imam Nahrawi diduga menerima suap Rp 26,5 miliar.
(Tim)

Kabareskrim Datangi Kejagung Koordinasi Proses Hukum Karhutla

Foto: Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis saat koordinasi dengan Kejaksaan Agung RI (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Mabes Polri melalui Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Aziz bersama Direktur Tindak Pidana Tertentu Polri Brigjen Pol Fadil Imran, datangi Kejaksaan Agung guna koordinasikan proses hukum pembakaran hutan dan lahan, pada Kamis (26/9/2019).

Kedatangan Kabareskrim Komjen Idham Azis diterima langsung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).

“Bareskrim Polri bersama Bapak Jampidum beserta jajaran sudah sepakat untuk mempercepat proses penyidikan karhutla dan proses penuntutan, ujar Komjen Pol Idham Azis, di Kejaksaan Agung, Kamis (26/9).

Lebih jauh Idham mengatakan dalam kasus karhutla penyidik polri telah menetapkan sebanyak 290 orang tersangka, selain itu penyidik juga menetapkan 12 koporasi sebagai tersangka.

Dalam hal tersebut Polri juga menerbitkan 116 surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP).

“Semua sudah diajukan SPDP kurang lebih 116 SPDP,” jelasnya.

Kami berharap proses hukum para tersangka dapat berjalan cepat.

Hal ini tentu guna memberikan efek jera baik perorangan maupun korporasi yang terlibat pembakaran hutan, tegas Idham.

Polri tetap fokus kepada proses hukum dan penyidikan kasus tersebut dan akan diselesaikan dengan tuntas.
Jadi tidak ada yang namanya SP3, tutupnya. (Tim)

Sebanyak 144 Siswa Yang Diamankan Polres Jakbar Terkait Demo Dipulangkan

Foto: Kasat Binmas Polres Jakbar AKBP Ganet Sukoco saat memberikan arahan pada pelajar yang diamankan akan melakukan demo ke gedung DPR RI

dutainfo.com-Jakarta: Polres Jakarta Barat mengamankan 144 siswa pelajar dari 29 sekolah lantaran diduga akan melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI.

Setelah diamankan para pelajar yang notabene berasal dari Jabodetabek diberikan himbauan agar diadakan pembinaan kepada orang tua serta masing-masing sekolah.

“Ya kita sudah koordinasi dengan pihak Sudin Jakarta Barat agar menghubungi pihak sekolah untuk dilakukan penjemputan terhadap anak didiknya yang kita amankan,” ujar Kasat Binmas Polres Jakarta Barat AKBP Ganet Sukoco, Kamis (26/9/2019).

Masih kata AKBP Ganet pihaknya mengamankan 144 pelajar dari 29 sekolah saat diduga akan melakukan demo di gedung DPR/MPR RI.

“Semua pelajar setelah didata dan diberi himbauan dipulangkan kepada orang tuanya,” ungkap Ganet.
(Elw/Hdr)

Terkait Gesekan Brimob Dengan Marinir TNI AL, Polri Akan Terus Sinergi Dengan TNI

Foto: Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo

dutainfo.com-Jakarta: Mabes Polri membenarkan adanya aksi gesekan antara Brimob Polda Metro Jaya dengan Marinir TNI AL yang tengah melaksanakan tugas jaga di Wisma Pati Lumba-Lumba TNI AL, Jakarta Pusat tadi malam pukul 21.35 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan sudah diselesaikan dan para komandan lapangan Brimob Polda Metro Jaya sudah melakukan koordinasi dengan pihak TNI AL setelah gesekan semalam, hal tersebut dilakukan agar tidak ada provokasi dan menimbulkan gesekan lebih besar antara Brimbo Polda Metro Jaya dan Marinir TNI AL.

“Sudah terjalin komunikasi dengan para komandan di lapangan guna meredam kejadian itu,” ujar Brigjen Pol Dedi, pada awak media, Kamis (26/9/2019).

Masih kata Dedi, Polri akan terus bersinergi dengan TNI selama bertugas mengamankan aksi demo dilapangan agar tidak terjadi kesalah pahaman diantara aparat.

“Bersinergi dilapangan akan terus dilakukan guna meredam rusuh massa,” ungkapnya.

Aksi gesekan diketahui ada massa aksi demo melarikan diri ke Wisma Pati TNI AL Lumba-Lumba dan sejumlah personel Brimob mengejar massa, namun dilarang menangkapnya hingga ke dalam, lantas terjadi aksi gesekan antara Marinir dan Brimob Polda Metro Jaya.
(Tim)

Penyidik Polda Metro Jaya Masih Periksa Sopir Ambulan

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

dutainfo.com-Jakarta: Sopir ambulan PMI yang diduga membawa batu dan bensin saat aksi kerusuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, masih diperiksa penyidik Polda Metro Jaya secara intensif.

“Ya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik, dan masih diselidiki 5 mobil ambulan yang tengah berada di lokasi kerusuhan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Yuwono, Kamis (26/9/2019).

Masih kata Kombes Argo, hingga kini sopir dan mobil ambulan masih diamankan di Mapolda Metro Jaya.

” Mobil ambulan itu ditemukan petugas saat menghalau massa anarkis sekitar pukul 2.00 WIB, petugas mencurigai ambulan hingga dilakukan pemeriksaan,” ungkap Argo.

Saat diperiksa ditemukan batu dan bensin, namun sopir ambulan sempat membantah.

Polisi akhirnya membawa sopir dan ambulan ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.
(Tim)