Wagub DKI: Akan sebar mata-mata Ketempat Hiburan terkait narkoba 

Foto: Wakil Gubernur DKI, Jakarta, Sandiaga Uno

dutainfo.com-Jakarta: Tempat hiburan yang terindikasi peredaran narkoba di DKI, Jakarta, akan disebar mata-mata guna masukan informasi ke Wakil Gubernur DKI, Jakarta, Sandiaga Uno.

Hal tersebut menurut Sandi, Pemprov DKI telah menyatakan perang terhadap peredaran narkoba, Sandi juga meminta peran serta masyarakat untuk dapat bersama-sama mengawasi peredaran narkoba.

Ada 33 tempat hiburan di Jakarta terindikasi peredaran narkoba, kita butuh kolaborasi dari semua pihak. Dari semua elemen masyarakat dan dari aparatur keamanan juga. Akan kita tindak lanjuti serta akan kita Private eye (mata-mata), disebar dan mengawasi sudah terindikasi dan terprediksi akan menjadi temuan, ungkap Sandi pada awak media (26/1/2018). 

Sanksi penutupan bagi tempat hiburan yang terdapat narkoba akan tetap di laksanakan, walaupun tempat hiburan itu menyerap tenaga kerja dan menjadi sumber pendapatan daerah, tetap akan mendapat sanksi, tegas Sandi. (Hdr/Yl)

Kejagung: Tiga tersangka kasus kondensat harus diserahkan 

Foto: Jampidsus Adi Toegarisman

dutainfo.com-Jakarta: Tiga tersangka kasus kondensat harus diserahkan pada pihak Kejaksaan Agung, oleh Polri hal ini demi kepentingan hukum.

” Ya harus, mereka kan saling bersaksi satu sama lainnya, bagaimana proses penuntutannya kalau para tersangka tidak dihadirkan lengkap,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman kepada awak media.

Menurut Adi tim penyidik dapat melimpahkan berkas tiga tersangka secara bersamaan.

Ini kan berkasnya saja belum kita terima, jelasnya.

Permintaan pelimpahan tahap dua kasus kondensat ini sebagai tindak lanjut pernyataan sikap berkas lengkap (P21), pada Rabu (3/1). Akan tetapi pelimpahan tahap dua tak kunjung dilakukan, karena tersangka Honggo Wendratno selaku Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI) berada di Singapura.

Seperti diketahui kasus kondensat merugikan negara sebesar Rp 38 triliun. (Hdr/Tim)

Satresnarkoba Polres Jakbar Bekuk Pengguna Narkoba 

Foto: Pil Ekstasi (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Polres Jakarta Barat, nampaknya tidak main-main dengan pelaku penyalahgunaan narkotika, kali ini seorang pengguna narkotika dibekuk, di Jalan Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (23/1/2018).

” Ya telah diamankan seorang pria berinisial SU oleh anggota Satnarkoba timsus II,” ujar Kasat Serse Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermanto, pada awak media, Selasa (23/1/2018).

masih kata Suhermanto, penangkapan ini atas penelusuran anggota dimana ada informasi pelaku sering transaksi narkoba di kawasan Mangga Besar VII tepatnya depan D’ Cota, Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat.

Saat anggota membekuk pelaku SU ditemukan barang bukti dua butir pil ekstasi warna hijau dan pink dengan berat 0,78 gram sudah dalam keadaan hancur, ungkap Suhermanto.

Pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mapolres Jakarta Barat, guna mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Pelaku juga akan dijerat Pasal 112 ayat (1) UURI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Hdr/iyl)

Rapim TNI-Polri, Dilaksanakan di Mabes TNI 

Foto: Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Rapat Pimpinan TNI-Polri (Rapim) 2018, akan dilaksanakan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Selasa (23/1/2018), dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

” Ya akan dibuka oleh Presiden, dan dilaksanakan di Mabes TNI, Cilangkap,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto pada awak media (23/1).

Rapat pimpinan dihadiri oleh kedua instansi. TNI- Polri akan membahas kinerja mereka selama tahun 2017, serta akan membahas kerja kedepan selama setahun, kata Setyo.

Kita bersama-sama akan melihat evaluasi kerja kemarin dan kedepan apa yang harus dilakukan TNI-Polri, lantas akan disinergikan lagi, tutup Setyo.

Pantauan dutainfo.com nampak telah hadir, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI AU Marsekal Yuyu Sutisna.    (tim)

PWI Pusat Minta Wartawan Jaga Independen 

dutainfo.com-Jakarta: Wartawan diminta agar menjaga Independensi di tahun politik, hal ini ditekankan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

“Ya seluruh wartawan dilarang merangkap jabatan di partai politik (Parpol) apabila melanggar maka harus berhenti atau nonaktif dari profesi kewartawanannya, aturan ini berlaku bagi wartawan yang menjadi tim sukses,” ujar Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang pada awak media (21/1).

Masih kata Ilham hal tersebut diatas tercantum dalam peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT).

Prinsip pers atau media melayani semua golongan untuk mencapai tujuan utama, demi mewujudkan kebenaran, dan kepentingan publik, serta kelangsungan demokrasi. Sedangkan Tim sukses berjuang untuk satu golongan, papar Ilham.

Dalam hal ini wartawan harus independen akan tetapi harus berpihak pada kepentingan rakyat. Wartawan independen bukan berarti tidak berpihak. Namun keberpihakan wartawan untuk kepentingan rakyat dan kelangsungan demokrasi, ucapnya.

Ilham juga menambahkan DK PWI telah membentuk tim yang akan mengawasi anggotanya di seluruh Indonesia yang menjadi tim sukses pasangan calon dibeberapa pilkada, dalam waktu dekat akan kita sampaikan datanya, tutup Ilham.  (tim)