Staf Ahli Kapolri Johan Budi: Jadikan Kritik masyarakat ke Polri sebagai pemicu perbaikan institusi

Foto: Staf Ahli Kapolri, Johan Budi (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Staf ahli Kapolri bidang komunikasi Johan Budi Sapto Prabowo, angkat bicara terkait kritik masyarakat terhadap polri, agar seluruh jajaran polri perlunya merespon komunikatif terhadap kritik dari masyarakat.

Respon itu menurut Johan Budi, harus berbasis aksi nyata dan solusi konkret, bukan sekedar klarifikasi.

Perihal tersebut disampaikan Johan Budi dalam Forum Belajar Bersama Bertajuk “Komunikasi Krisis” seperti dilansir detik.com.

“Jadi kritik dari masyarakat adalah bentuk perhatian yang harus dijawab dengan langkah nyata jangan bersikap defensif, melainkan jadikan kritik sebagai pemicu perbaikan institusi,” ungkap Johan Budi, Kamis (2/10/2025).

Masih kata Johan Budi, kritik publik adalah tantangan, bukan serangan, oleh sebab itu diperlukan respon yang komunikatif atau dua arah.

Sementara pimpinan Forum Irjen Pol Kristiyono, mengatakan, peningkatan kapasitas komunikasi krisis merupakan bagian dari implementasi Transformasi Menuju Polri Presisi.

Didalam forum ini dibahas juga perubahan nyata di lapangan, terutama dalam layanan publik yang humanis sebagai wujud nyata reformasi Polri, hingga perilaku aparat di lapangan harus adil, humanis, berbasis data, serta sesuai prosedur.
(**)

Kapolres Jakbar Sambangi Pos Satkamling RW 11 Semanan Jakbar

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam suasana malam yang hangat penuh keakraban, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi mengunjungi Pos Satkamling RW 11, Jalan Aseni, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (1/10/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Siskamling Terpadu, yang bertujuan mengecek kondisi keamanan sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat mengenai situasi kamtibmas di lingkungannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Agung Nugroho, Kasi Propam Akp Supriyatin, Kapolsek Kalideres Kompol Arnold Julius Simanjuntak, Bhabinkamtibmas Aiptu Eka Prasetya, Babinsa Peltu Ketut, Ketua RW 011 Bapak Mawardi, para ketua RT, LMK Bapak Karyoto, serta anggota Linmas RW 011.

Dengan suasana santai, Kapolres berdialog bersama warga, mendengarkan berbagai masukan, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan agar tetap aman, nyaman, dan kondusif.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi semata, tapi menjadi tanggung jawab kita semua. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan Jakarta Barat yang aman dan nyaman untuk ditinggali,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, Rabu, 1/10/2025

Kehadiran Kapolres beserta jajaran ini mendapat sambutan hangat dari warga, yang merasa diperhatikan serta lebih dekat dengan aparat kepolisian. (Tim)

Mantan Kajari Jakbar Iwan Ginting Dicopot Dari Jabatan Dan Dicopot Jaksanya

Foto: Kapuspenkum Kejagung RI Anang Supriatna (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung RI, angkat bicara terkait mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Iwan Ginting, yang disebut-sebut dalam surat dakwaan terhadap mantan Kasubsi Pratut Kejari Jakbar Azam Akhmad Akhsya, Iwan Ginting disebut menerima aliran dana Rp 500 juta, terkait penilapan uang barang bukti kasus Robot Trading Fahrenheit.

“Ya, benar sudah dicopot dari jabatan dan jaksanya,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, kepada awak media, Kamis (1/10/2025).

Saat dicopot jabatan dan jaksanya Iwan Ginting tengah menjabat sebagai Kasubdit Pengamanan Pembagunan Infrastruktrur Kawasan dan Sektor Strategis lainya pada Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis Jamintel Kejagung RI.

Kini mantan Kajari Jakarta Barat itu dibebastugaskan, dan sekarang bertugas di bagian Tata Usaha dengan hukuman 1 tahun.

Iwan Ginting terseret skandal penilapan barang bukti yang dilakukan eks anak buahnya di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yakni Jaksa Azam Akhmad Akhsya yang menjabat sebagai Kasubsi Pratut.

Tak hanya Iwan Ginting yang terkena sanksi disiplin, salah satunya yakni Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Hendri Antoro, juga dicopot dari jabatan sebagai Kajari Jakarta Barat dan demosi.

Selanjunya hakim menyatakan jaksa Azam Akhmad Akhsya terbukti bersalah menilap uang barang bukti senilai Rp 23,9 miliar, Azam mendapatkan bagian Rp 11,7 miliar.
(**)

Akhirnya Pembuang Bayi Di Palmerah Jakbar Ditangkap Polisi

dutainfo.com-Jakarta: Pembuang bayi di depan panti asuhan di Palmerah, Jakarta Barat akhirnya berhasil ditangkap polisi, pelaku adalah sejoli berinisial ADP (26) dan LNW (29).

“Ya kedua nya berhasil ditangkap di dua lokasi pada Selasa 30 September 2025,” ujar Wakpolsek Palmerah, Iptu Widodo, Rabu (1/10/2025).

Masih kata Iptu Widodo, ADP ditangkap di Kebon Jeruk sementara LNW di tangkap di Kalideres.

Dalam pemeriksaan polisi, ADP dan LNW mengaku telah menikah siri, akan tetapi hubungan mereka tak direstui orang tua.

“Nah rasa malu membuat mereka tega membuang bayi yang baru dilahirkan,” ungkapnya.

Menurut keterangan pelaku LNW melahirkan sendiri bayinya di salah satu ruangan tempat mereka bekerja sebagai office boy di Kelapa Dua, Kebon Jeruk.

Kedua pelaku ini membuang bayi di depan Yayasan yatim piatu di Palmerah, bayi ditemukan warga pada 21 September 2025.

Namun sayang bayi itu meninggal dunia setelah 39 jam, dan dirujuk ke RSUD Tarakan.
(**)

Kapolres Jakbar Jalin Silahturahmi Dengan Toga, Tomas Di Cengkareng

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H. melaksanakan kunjungan silaturahmi (Sambang Kamtibmas) bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga RW 14 Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, pada Selasa (30/09/2025) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Ruko City Park Business District ini dihadiri pula oleh jajaran pejabat utama Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Cengkareng.

Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang hangat antara Polri dan masyarakat, membahas pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta mempererat sinergi demi terciptanya lingkungan yang sejuk, aman, dan kondusif.

Kapolres Metro Jakarta Barat menekankan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama.

“Dengan terjalinnya komunikasi dan kerjasama yang baik, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat sehingga wilayah Jakarta Barat, khususnya Cengkareng Timur, senantiasa dalam suasana damai dan nyaman,” ujarnya. (Tim)