Tim Patroli Perintis Polres Jakbar Amankan 3 Remaja Diduga Hendak Tawuran

dutainfo.com-Jakarta: Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 3 remaja yang diduga hendak akan melakukan aksi tawuran di wilayah Cengkareng Jakarta Barat, Sabtu pagi, 19/8/2023 sekira pukul 06.00 wib.

Selain itu petugas turut menyita 3 buah senjata tajam berupa celurit

Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat Akbp M Hari Agung Julianto mengatakan, kami mengamankan sebanyak 3 remaja tanggung berikut 3 buah senjata tajam jenis celurit yang diduga dipergunakan untuk melakukan aksi tawuran

“Mereka diamankan di jl kapuk raya cengkareng Jakarta Barat sekira pukul 06.00 wib,” ujar Akbp M Hari Agung Julianto saat dikonfirmasi, Sabtu, 19/8/2023.

Agung menjelaskan, remaja tanggung ini diamankan oleh tim 1 patroli perintis presisi polres metro jakarta barat dibawah pimpinan ipda bambang saat melaksanakan patroli kewilayahan mencurigai ada beberapa remaja bergerombol menggunakan sepeda motor diduga hendak akan melakukan aksi tawuran

“Karena curiga kemudian diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan dan ditemukan senjata tajam ,” ucapnya

Selanjutnya para remaja tersebut berikut barang bukti dibawa ke Polsek Cengkareng guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut

Di kesempatan yang sama Kapolsek Cengkareng kompol Hasoloan Situmorang membenarkan adanya penyerahan para remaja yang diduga hendak akan melakukan aksi tawuran

“Ya Benar, mereka saat ini sedang di lakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik,” ucapnya

Kami mengimbau kepada para orangtua agar lebih ketat lagi dalam mengawasi anak-anaknya terlebih pada malam hari sampai dini hari. Agar mereka tidak terlibat dalam kegiatan negatif seperti tawuran imbuhnya. (Tim)

Markus Kasus Sultra Ditangkap Tim Kejagung

dutainfo.com-Jakarta: Tim Kejaksaan Agung RI, melakukan penahanan terhadap satu orang yang diduga sebagai makelar kasus (Markus).

“Ya sudah ada yang ditahan, Markus kasus Sultra,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana, seperti dikutip AKURAT.CO, Jumat (18/8/2023).

Masih kata Ketut, makelar kasus itu telah ditangkap tim Kejaksaan pada Kamis 17 Agustus 2023.

Namun Ketut, belum merinci secara detail dugaan pengamanan perkaranya.

Dalam kasus ini ada kerugian keuangan negara mencapai Rp 5,7 triliun.
(Tim)

Polda Metro Jaya Kolaborasi Dengan Densus 88 dan Puspom TNI Terkait Jual Beli Senpi

Foto: Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi terkait penangkapan tiga oknum polri, dimana ketiga oknum polri itu ditangkap terkait jual beli senjata api, namun tak ada keterlibatan dengan kasus terorisme DE yang merupakan pegawai PT KAI, yang diamankan polisi di Bekasi beberapa hari yang lalu.

“Ini sempat beredar anggota polri terlibat, anggota polri tak ada hubungannya dengan jaringan teror, ini informasi yang tak benar,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, kepada awak media, Jumat (18/8/2023).

Ketiga oknum polri yakni, Reynaldi anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Iptu M Yudi Saputra Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, dan Bripka Syarif Mukhsin anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten.

“Jadi yang pertama terkait anggota Krimum Polda Metro Jaya Reynaldi, itu kami yang amankan, karena yang bersangkutan menerima senjata dari salah satu penjual, senjata secara ilegal,kami pidanakan walupun itu anggota Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” ungkap Hengki.

Selanjutnya sambung Hengki, Bripka Syarif ditangkap terkait dengan Reynaldi.

“Reynaldi minta bantuan upgrade senjata ke Bripka Syarif, dihubungkan ke pabrik yang di Semarang, jadi tak ada kaitan dengan teror,” tegas Hengki.

Dan selanjutnya masih kata Hengki, Iptu M Yudi Saputra Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, yang bersangkutan terlibat senjata laras panjang, ini salah penyuplai ke DE sudah kami amankan, itu sipil, jadi banyak biasnya, perlu kami luruskan.

“Sekali lagi, informasi atau disinformasi ini perlu kami luruskan, Operasi kami terus berlanjut, masih banyak senjata yang belum kami ungkap, kami berkolaborasi dengan Densus, dan Puspom TNI AD, menjaga Indonesia agar tetap kondusif,” tutup nya.
(Tim)

Tiga Oknum Polri Ditangkap Tak Ada Kaitan Dengan Terorisme

Foto: Kombes Hengki Haryadi (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi terkait penangkapan tiga oknum polri, dimana ketiga oknum polri itu ditangkap terkait jual beli senjata api, namun tak ada keterlibatan dengan kasus terorisme DE yang merupakan pegawai PT KAI, yang diamankan polisi di Bekasi beberapa hari yang lalu.

“Ini sempat beredar anggota polri terlibat, anggota polri tak ada hubungannya dengan jaringan teror, ini informasi yang tak benar,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, kepada awak media, Jumat (18/8/2023).

Ketiga oknum polri yakni, Reynaldi anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Iptu M Yudi Saputra Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, dan Bripka Syarif Mukhsin anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten.

“Jadi yang pertama terkait anggota Krimum Polda Metro Jaya Reynaldi, itu kami yang amankan, karena yang bersangkutan menerima senjata dari salah satu penjual, senjata secara ilegal,kami pidanakan walupun itu anggota Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” ungkap Hengki.

Selanjutnya sambung Hengki, Bripka Syarif ditangkap terkait dengan Reynaldi.

“Reynaldi minta bantuan upgrade senjata ke Bripka Syarif, dihubungkan ke pabrik yang di Semarang, jadi tak ada kaitan dengan teror,” tegas Hengki.

Dan selanjutnya masih kata Hengki, Iptu M Yudi Saputra Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, yang bersangkutan terlibat senjata laras panjang, ini salah penyuplai ke DE sudah kami amankan, itu sipil, jadi banyak biasnya, perlu kami luruskan.

“Sekali lagi, informasi atau disinformasi ini perlu kami luruskan, Operasi kami terus berlanjut, masih banyak senjata yang belum kami ungkap, kami berkolaborasi dengan Densus, dan Puspom TNI AD, menjaga Indonesia agar tetap kondusif,” tutup nya.
(Tim)

Perbaiki Kualitas Udara Kapolres Jakbar Bersama Masyarakat Tanam 15 Ribu Pohon Serentak

dutainfo.com-Jakarta:Pada peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Metro Jakarta Barat dan jajaran melaksanakan Gerakan Nasional dalam rangka mensyukuri hari kemerdekaan bangsa Indonesia dengan melaksanakan aksi nyata dengan melakukan penanaman 15 ribu pohon serentak di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat, Jum’at, 18/8/2023.

Aksi ini merupakan bagian dari upaya untuk memperingati momen penting dalam sejarah Indonesia sambil memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan.

Program “Polri Lestarikan Negeri Penghijauan Sejak Dini” merupakan gagasan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Hal ini disebut wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup.

Dalam pelaksanaannya Polres Metro Jakarta Barat dan jajaran melaksanakan penanaman 15 ribu pohon dibeberapa lokasi diantaranya, dilahan kosong jalan palmerah barat III rw 014 palmerah Jakarta barat, disisi kaliangke jl p tubagus angke raya rw 01 Wijaya Kusuma Grogol Petamburan Jakarta Barat, di RPTRA kali jodoh tambora jakarta barat, Komplek Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Taman Kosambi Baru rw 10 Cengkareng Jakarta Barat dan di jalan mangga besar 1 rt 01/06 taman sari Jakarta Barat

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, Dalam aksi tersebut, ratusan sukarelawan dari berbagai lapisan masyarakat turut ambil bagian dalam menanam pohon-pohon yang beragam jenisnya.

” Penanaman pohon dilakukan di berbagai lokasi strategis di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat, seperti taman-taman kota, jalur hijau, dan area-area yang membutuhkan peningkatan vegetasi,” ujar Kombes pol M Syahduddi saat dikonfirmasi, Jum’at, 18/8/2023.

Syahduddi menjelaskan, Gerakan ini memiliki tujuan ganda, yaitu mengingatkan masyarakat akan arti penting kemerdekaan dan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

” Penanaman pohon dipilih sebagai salah satu bentuk kontribusi karena pohon memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem, menghasilkan oksigen, dan mereduksi dampak perubahan iklim,” ucapnya.

Aksi penanaman 15 ribu pohon ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat bersatu demi tujuan bersama, yaitu menghargai sejarah bangsa sambil ikut berperan dalam upaya pelestarian alam.

Selain itu, aksi ini juga menjadi momen edukatif untuk mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan alam sekitar guna mewariskan bumi yang lebih baik kepada generasi mendatang tutupnya. (Tim)