dutainfo.com-Jatim: Tiga Hakim Pengadilan Negeri Surabaya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), oleh Kejaksaan Agung RI pada Rabu (23/10/2024).
Operasi Tangkap Tangan (OTT), oleh pihak Kejaksaan Agung RI, terhadap 3 Hakim PN Surabaya ini diduga terkait suap dalam vonis bebas yang diberikan kepada Gregorius Ronald Tannur.
“Ya benar penangkapan tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya terkait suap dalam vonis bebas Gregorius Ronald Tannur,” ungkap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung RI, Febrie Adriansyah kepada awak media, Rabu (23/10).
Seperti diketahui Ronald Tannur merupakan anak mantan anggota DPR RI yang sebelumnya terlibat kasus pembunuhan kekasihnya, Dini Sera Afriyanti (29).
Pada Bulan Juli 2024, Ronald Tannur, divonis bebas dalam kasus itu, yang selanjutnya memicu dugaan adanya intervensi dan suap di keputusan tersebut.
Masih kata Jampidsus Febrie Adriansyah, selain 3 Hakim, ada seorang Pengacara yang turut diamankan sebagai pihak penyuap.
“Lawyer, satu orang diamankan sebagai pihak penyuap,” ujar Febrie.
Namun pihak Kejaksaan belum merinci berapa nominal suap itu.
“Masih dalam proses penghitungan,” ungkapnya. (**)
dutainfo.com-Jatim: Tiga Hakim Pengadilan Negeri Surabaya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), oleh Kejaksaan Agung RI pada Rabu (23/10/2024).
Operasi Tangkap Tangan (OTT), oleh pihak Kejaksaan Agung RI, terhadap 3 Hakim PN Surabaya ini diduga terkait suap dalam vonis bebas yang diberikan kepada Gregorius Ronald Tannur.
“Ya benar penangkapan tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya terkait suap dalam vonis bebas Gregorius Ronald Tannur,” ungkap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung RI, Febrie Adriansyah kepada awak media, Rabu (23/10).
Seperti diketahui Ronald Tannur merupakan anak mantan anggota DPR RI yang sebelumnya terlibat kasus pembunuhan kekasihnya, Dini Sera Afriyanti (29).
Pada Bulan Juli 2024, Ronald Tannur, divonis bebas dalam kasus itu, yang selanjutnya memicu dugaan adanya intervensi dan suap di keputusan tersebut.
Masih kata Jampidsus Febrie Adriansyah, selain 3 Hakim, ada seorang Pengacara yang turut diamankan sebagai pihak penyuap.
“Lawyer, satu orang diamankan sebagai pihak penyuap,” ujar Febrie.
Namun pihak Kejaksaan belum merinci berapa nominal suap itu.
“Masih dalam proses penghitungan,” ungkapnya. (**)
Dutainfo.com-Bengkulu: Di tengah kehidupan yang semakin menantang, terutama bagi masyarakat kurang mampu, hadirnya program yang mengutamakan kesejahteraan gizi menjadi angin segar.
Pada Selasa (22/10/2024), Polres Bengkulu Utara menggelar kegiatan Dapur Presisi, sebuah inisiatif yang mendukung Program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memberikan makanan bergizi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini berlangsung di depan Mapolres Bengkulu Utara, di bawah pengawasan langsung Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Anwar, S.I.K., M.Si, yang saat itu sedang melakukan kunjungan kerja di Polres Bengkulu Utara.
Didampingi oleh jajaran pejabat utama Polda Bengkulu, Kapolda memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya program ini, yang tak hanya sekadar memberikan bantuan pangan, tetapi juga memupuk kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat.
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Lambe Patabang Birana, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa Dapur Presisi merupakan salah satu wujud kepedulian Polres Bengkulu Utara terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan asupan gizi.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu meringankan beban mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari cooling system atau langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, Polres Bengkulu Utara telah mengumumkan rencana ini melalui patroli dan imbauan yang disampaikan oleh Satuan Binmas Polres Bengkulu Utara.
Dengan pendekatan humanis, anggota kepolisian mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui asupan gizi yang baik.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas ketika ratusan makanan sehat siap saji mulai dibagikan.
Di antara penerima bantuan, banyak yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Bagi sebagian besar dari mereka, makanan sehat ini tak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi dorongan moril di tengah kesulitan hidup yang dihadapi.
“Saya sangat berterima kasih, makanan ini sangat bermanfaat bagi kami yang memang sedang membutuhkan,” ujar seorang ibu rumah tangga yang menerima bantuan.
Tak hanya memberikan makanan, Polres Bengkulu Utara juga memanfaatkan momen ini untuk memberikan imbauan kamtibmas.
Mereka mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan bersama, khususnya menjelang berbagai agenda besar nasional yang memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat secara fisik melalui makanan bergizi, tetapi juga lebih peduli terhadap keamanan lingkungan mereka,” ujar AKBP Lambe.
Inisiatif Dapur Presisi ini bukan sekadar kegiatan bagi-bagi makanan siang bergizi gratis.
Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata dari komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, serta upaya untuk merangkul mereka yang seringkali terpinggirkan.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang memerlukan.
Kegiatan yang dipantau langsung oleh Kapolda Bengkulu ini menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya bertugas dalam hal penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, aman, dan harmonis.
Apresiasi dari Kapolda serta masyarakat setempat menegaskan bahwa program ini telah menyentuh hati banyak orang dan membawa dampak positif di wilayah Bengkulu Utara.
Dalam penutupnya, AKBP Lambe menyampaikan harapan agar kegiatan ini bisa terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk melakukan hal serupa.
“Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa menjadi contoh bagi yang lain. Kami akan terus mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya penuh optimisme. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Kawasan Tambora, Jakarta Barat, dikenal sebagai salah satu wilayah terpadat di ibu kota, dengan rumah-rumah yang berhimpitan dan akses jalan yang sempit.
Kondisi ini sering kali menjadikan kawasan tersebut rentan terhadap bencana, salah satunya kebakaran.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran kerap kali melanda kawasan ini, menimbulkan kerugian materi yang tak sedikit, bahkan tak jarang merenggut nyawa penduduk setempat.
Tragedi demi tragedi membuat semua pihak tergugah untuk mengambil tindakan preventif, guna meminimalkan risiko yang berulang.
Salah satu langkah yang diambil oleh jajaran Polsek Tambora adalah bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan ketua RW 08 Kel. Angke Bpk Amir Syarifuddin serta elemen masyarakat setempat untuk melakukan edukasi dan sosialisasi terkait kebakaran secara berkelanjutan.
Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui program edukasi yang diinisiasi oleh Polsek Tambora bekerja sama dengan petugas Damkar.
Pada kesempatan ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Angke Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Aiptu I Gusti Putu Sridana, bersama pak Diki Erwanto, SE Kasatgas Damkar Kel. Angke, mengunjungi warga RW 08 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai penyebab kebakaran, cara pencegahan, serta langkah-langkah penanganan bila kebakaran terjadi, Selasa, 22/10/2024.
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu I Gusti Putu Sridana menekankan pentingnya kewaspadaan dan pemahaman warga terhadap bahaya kebakaran.
“Kami sering melihat kebakaran yang terjadi karena hal-hal sepele, seperti hubungan arus pendek listrik, kompor gas yang tidak diawasi, atau lilin yang ditinggal begitu saja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sosialisasi ini diharapkan bisa menjadi langkah awal yang efektif dalam menciptakan kesadaran bersama agar kebakaran bisa dicegah.
Diki Erwanto, sebagai perwakilan dari Damkar, memberikan panduan praktis mengenai cara memadamkan api kecil yang bisa dilakukan oleh warga sebelum bantuan dari tim pemadam tiba.
“Penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) yang tepat, cara mengamankan keluarga ketika kebakaran terjadi, hingga evakuasi mandiri menjadi beberapa hal penting yang harus dipahami warga,” ujar Diki.
Di kesempatan yang sama Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol Donny Agung Harvida mengatakan, Sosialisasi yang dilakukan di RW 08 ini bukanlah yang pertama, melainkan bagian dari rangkaian kegiatan berkelanjutan yang diinisiasi oleh Polsek Tambora.
” Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi lokal, diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap bencana,” ucapnya
Aiptu I Gusti Putu Sridana menyampaikan harapannya agar edukasi ini tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari warga.
“Mari kita sama-sama menjaga lingkungan dan saling peduli terhadap potensi kebakaran. Kewaspadaan kita bisa menyelamatkan nyawa dan harta benda,” katanya di akhir sesi sosialisasi.
Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang berjanji akan lebih berhati-hati dalam keseharian mereka, terutama terkait potensi kebakaran.
Salah satu warga, ketua RW 08 Kel. Angke Bpk Amir Syarifuddin, mengaku sangat terbantu dengan adanya edukasi ini.
“Kami jadi tahu harus bagaimana kalau terjadinya adanya potensi akan terjadi kebakaran dan terlebih jangan panik,” ujarnya.
Edukasi ini menjadi upaya preventif yang sangat dibutuhkan di kawasan padat penduduk seperti Tambora, di mana akses kendaraan pemadam sering kali terhambat karena sempitnya jalan.
Dengan adanya sinergi antara Polsek Tambora, Damkar, dan masyarakat setempat, diharapkan kasus kebakaran yang kerap melanda Tambora bisa ditekan, dan warga semakin tanggap dalam menghadapi bencana. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Sebanyak 62 personel Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Jajaran menerima penghargaan atas atas kinerja mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M. Syahduddi, saat memimpin apel penerimaan penghargaan Kapolres Metro Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Kombes Pol M. Syahduddi menegaskan komitmen Polres Metro Jakarta Barat untuk menerapkan sistem reward and punishment.
Sistem ini, menurutnya, merupakan bentuk penghargaan yang adil kepada personel yang berprestasi dan sanksi kepada mereka yang melanggar aturan.
“Penghargaan ini adalah wujud pengakuan terhadap kerja keras dan dedikasi anggota kami. Selain untuk menumbuhkan rasa bangga, penghargaan ini juga diharapkan menjadi motivasi agar para personel terus meningkatkan etos kerja mereka dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujar Kombes Syahduddi, Selasa, 22/10/2024.
Penghargaan tersebut diberikan kepada delapan perwakilan dari 62 personel dari berbagai satuan di Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Jajaran yang menerima penghargaan.
Salah satu prestasi yang paling menonjol adalah keberhasilan AKP Tomi Kurniawan dan AKP Edi Budi Wibowo beserta 16 anggota satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus besar terkait tindak pidana transfer dana dan perjudian online jaringan internasional.
Pengungkapan kasus ini bukanlah perkara mudah. Dengan nilai transaksi mencapai Rp 200 miliar dalam tiga bulan, prestasi mereka tak hanya mendapat apresiasi dari internal kepolisian, tetapi juga masyarakat yang merasakan dampak langsung dari tindakan hukum tersebut.
Kisah heroik lainnya datang dari IPTU Deni Tri Putra dan 8 anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.
Mereka berhasil membongkar pabrik clandestine tembakau sintetis di Bekasi dengan barang bukti sebanyak 105 Kg Tembakau Sintetis
Keberhasilan ini merupakan bentuk nyata dari kerja keras dan ketekunan tim dalam memberantas narkotika yang merusak generasi muda.
Namun, tak hanya prestasi besar yang diapresiasi.
Briptu Abdurrochman beserta dua rekannya dari Satsamapta juga mendapat penghargaan atas keberhasilan mereka dalam mengamankan aksi tawuran yang sering meresahkan warga Jakarta Barat.
Keberhasilan mereka dalam mengatasi 11 kasus tawuran dalam dua bulan terakhir menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam menjaga ketertiban di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat.
Tak hanya berfokus pada pengungkapan kasus kejahatan, inovasi teknologi juga mendapat tempat dalam penghargaan kali ini.
Aipda Ari Wibowo diakui atas dedikasinya dalam mensosialisasikan penggunaan tanda tangan elektronik di Polres Metro Jakarta Barat, menjadikan satuan kerja ini sebagai pelopor dalam penerapan sistem elektronik di Polda Metro Jaya.
Penerima penghargaan lainnya, AKP Trisno Yuwono dan timnya dari Polsek Metro Taman Sari, juga memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka pencurian kendaraan bermotor melalui program inovatif “Gembok Kamtibmas”.
Program ini berhasil mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan pribadi mereka, terutama dalam mengamankan kendaraan bermotor.
Selanjutnya Akp Subartoyo Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk bersama dengan 7 anggota reskrim Polsek Kebon Jeruk atas prestasinya dalam mengungkap jaringan narkoba dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 2872 gram dan narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat brutto 3.796 gram
Kemudian Akp Srianto Dwi Manggala yudha kanit reskrim Polsek Cengkareng beserta 12 anggota atas prestasinya berhasil mengungkap kasus Tindak pidana penganiayaan dengan wujud penyiraman air keras terhadap pasangan suami istri di jl Nusa indah duri Kosambi Cengkareng Jakarta Barat
Syahduddi berharap agar penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi bagi seluruh anggota untuk terus bekerja dengan integritas dan dedikasi.
Ia mengingatkan agar para personel tidak menyalahgunakan wewenang, terutama dalam penggunaan media sosial.
Dengan sikap empati dan responsif, mereka diharapkan terus memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Tim)