dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis ekstasi di Jakarta Barat.
Polisi menangkap dua orang tersangka beserta barang bukti 500 butir pil ekstasi.
“Tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya langsung menyelidiki dan mendatangi lokasi yang dimaksud, petugas kemudian mengamankan 2 orang tersangka dan menggeledah tempat kejadian perkara,” ujar Plh Kanit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Joko, Selasa (20/1/2026).
Masih kata Joko, kedua tersangka A (35), dan F (25), keduanya berjenis laki-laki, mereka diamankan di Apartemen Mediterania Jl Gajah Mada, Jakarta Barat.
Dari tangan kedua tersangka petugas menyita 500 butir pil ekstasi, serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tersangka mengakui ekstasi itu diperoleh dari seorang berinisial A yang saat ini berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka mempererat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, kegiatan “Ngopi” (Ngobrol Bareng Forkopimko) dilaksanakan di kawasan Pecinan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada Selasa (20/01/2026)
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka yang sarat nilai kebersamaan, toleransi, serta pelestarian budaya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimko dan pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Hj. Rani Mauliana, Walikota Administrasi Jakarta Barat Ibu Iin Mutmainnah, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H., Dandim 0503/Jakarta Barat Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan, serta unsur DPRD, BPN, TNI-Polri, para camat, lurah, dan tokoh masyarakat.
Sebelum acara “Ngopi” (Ngobrol Bareng Forkopimko) dilaksanakan rangkaian kegiatan diawali dengan walking tour Bazar Imlek dan Pasar Petak 9 bersama wagub DKI Jakarta Bpk Rano Karno, dilanjutkan kunjungan ke Pos RW 01 Glodok dan Vihara Dharma Bakti sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman dan nilai sejarah kawasan Pecinan.
Rombongan kemudian menuju Gedung Candranaya, yang disambut dengan tarian Barongsai, menambah nuansa budaya yang kental dan penuh kehangatan.
Pada sesi dialog bersama warga, Kapolres Metro Jakarta Barat menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai agent of change dalam menjaga kerukunan dan melestarikan budaya.
Ia menyampaikan bahwa semangat program Gubernur DKI Jakarta, Kapolda dan Pangdam adalah sama yaitu “Jaga Jakarta” selaras dengan pilar Kapolda Metro Jaya hanya pilar-pilarnya saja yang sedikit berbeda, yakni Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah, yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Pilar dari Bapak Kapolda adalah “Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah”.
Kami semua perangkat Pemerintahan sudah diberikan amanah untuk menjaga Jakarta Barat agar terciptanya lingkungan yang aman, tentram dan damai.
Maka dari itu diharapkan untuk warga masyarakat ikut serta menjaga keamanan diwilayah Jakarta Barat.
Seperti pada sub tema yang melibatkan generasi muda untuk menjaga Jakarta. Jadi harapan kepada Bapak Ibu untuk menyertakan anak2nya ikut menjaga lingkungannya.
Dialog berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana warga menyampaikan aspirasi, harapan, dan masukan secara langsung kepada para pemangku kebijakan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian cendera mata sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam menjaga Jakarta Barat tetap aman, damai, dan harmonis.
Melalui kegiatan Ngopi Forkopimko ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin erat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif serta keberagaman budaya yang terus terjaga sebagai kekuatan Jakarta Barat. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka mempererat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, kegiatan “Ngopi” (Ngobrol Bareng Forkopimko) dilaksanakan di kawasan Pecinan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada Selasa (20/01/2026)
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka yang sarat nilai kebersamaan, toleransi, serta pelestarian budaya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimko dan pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Hj. Rani Mauliana, Walikota Administrasi Jakarta Barat Ibu Iin Mutmainnah, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H., Dandim 0503/Jakarta Barat Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan, serta unsur DPRD, BPN, TNI-Polri, para camat, lurah, dan tokoh masyarakat.
Sebelum acara “Ngopi” (Ngobrol Bareng Forkopimko) dilaksanakan rangkaian kegiatan diawali dengan walking tour Bazar Imlek dan Pasar Petak 9 bersama wagub DKI Jakarta Bpk Rano Karno, dilanjutkan kunjungan ke Pos RW 01 Glodok dan Vihara Dharma Bakti sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman dan nilai sejarah kawasan Pecinan.
Rombongan kemudian menuju Gedung Candranaya, yang disambut dengan tarian Barongsai, menambah nuansa budaya yang kental dan penuh kehangatan.
Pada sesi dialog bersama warga, Kapolres Metro Jakarta Barat menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai agent of change dalam menjaga kerukunan dan melestarikan budaya.
Ia menyampaikan bahwa semangat program Gubernur DKI Jakarta, Kapolda dan Pangdam adalah sama yaitu “Jaga Jakarta” selaras dengan pilar Kapolda Metro Jaya hanya pilar-pilarnya saja yang sedikit berbeda, yakni Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah, yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Pilar dari Bapak Kapolda adalah “Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah”.
Kami semua perangkat Pemerintahan sudah diberikan amanah untuk menjaga Jakarta Barat agar terciptanya lingkungan yang aman, tentram dan damai.
Maka dari itu diharapkan untuk warga masyarakat ikut serta menjaga keamanan diwilayah Jakarta Barat.
Seperti pada sub tema yang melibatkan generasi muda untuk menjaga Jakarta. Jadi harapan kepada Bapak Ibu untuk menyertakan anak2nya ikut menjaga lingkungannya.
Dialog berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana warga menyampaikan aspirasi, harapan, dan masukan secara langsung kepada para pemangku kebijakan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian cendera mata sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam menjaga Jakarta Barat tetap aman, damai, dan harmonis.
Melalui kegiatan Ngopi Forkopimko ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin erat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif serta keberagaman budaya yang terus terjaga sebagai kekuatan Jakarta Barat. (Tim)
dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya menangkap 5 orang tersangka kasus perakitan dan penjualan senjata api ilegal di Sumedang, Jawa Barat.
“Lima tersangka sudah berhasil kami tangkap dan saat ini sedang menjalani proses penyidikan serta ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin, Selasa (20/1/2026).
Masih kata Iman, tersangka RR (39), IMR (23), dan RAR berperan sebagai perakit sekaligus penjual senpi dan amunisi, sementara dua orang lainya JS (36), dan SAA (28), berperan sebagai orang yang menjual senjata api hasil rakitan.
“Lima tersangka yang sudah kami amankan perannya nereka berbagi ada yang menjadi marketing, kemudian ada yang menjadi kurir, kemudian ada pembuat, masing-masing memiliki perannya,” ungkapnya.
Pihak kepolisian masih memburu dua orang tersangka lainya yang terlibat. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekojan Polsek Tambora, Aiptu Dede Sugiono, bergabung bersama Tiga Pilar menempati Posko Siaga Bencana Kelurahan Pekojan, pada Selasa (20/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi kewilayahan dalam memantau potensi bencana, seperti banjir dan pohon tumbang, yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat intensitas hujan tinggi dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Posko Siaga Bencana menjadi pusat pemantauan dan pengendalian situasi agar setiap kejadian di wilayah dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.
Bhabinkamtibmas bersama Tiga Pilar secara aktif melakukan monitoring serta menjalin komunikasi dengan perangkat kelurahan dan warga sekitar.
“Apabila terjadi situasi darurat, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas di Posko Siaga Bencana, Bhabinkamtibmas, maupun Binmas Kelurahan guna percepatan penanganan,” ujar Aiptu Dede Sugiono
Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas dan Tiga Pilar di Posko Siaga Bencana yang berlokasi di Jl. Pekojan III No. 97 RT 05 RW 09, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, diharapkan tercipta rasa aman dan kesiapan bersama dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan. (Tim)