dutainfo.com-Jakarta: Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, menangkap seorang buronan atas nama FS terpidana perkara tindak pidana penipuan.
“Ya benar Tim Intelijen Kejati DKJ mendeteksi keberadaan Daftar Pencarian Orang (DPO), atas nama terpidana FS, selanjutnya FS diamankan pada Kamis 9 Januari 2025,” ujar Kasipenkum Kejati DKJ, Syahron Hasibuan, kepada awak media, Jumat (10/1/2025).
Masih kata Syahron, selanjutnya terpidana FS dibawa ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur guna menyelesaikan administrasi eksekusi.
“Terpidana FS telah dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung RI berdasarkan putusan Nomor: 244 K/PID/2022 tanggal 8 Maret 2022 yang mengiyakan putusan sebelumnya dengan Nomor: 610/PID.B/2021/PN.Jkt.Tim tanggal 26 Oktober 2021,” ungkapnya.
Terpidana FS terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan secara berlanjut dan dijatuhi hukuman 1 tahun penjara, lanjut Syahron.
“Kejaksaan Tinggi DKJ, akan berkomitmen guna penegakan hukum dengan adil dan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum,” tutupnya. (**)
dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung RI, melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Kejagung RI, Harli Siregar, angkat bicara soal dugaan suap di kasus vonis bebas Gregorius Ronald Tannur.
Ada mantan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya turut mendapat jatah suap sebesar SGD 20.000, ujar Kapuspenkum Kejagung RI Harli Siregar.
“Ya uang suap itu berasal dari tersangka Lisa Rachmat selaku pengacara Tannur yang diserahkan kepada Hakim Erintuah Damanik,” ujar Harli, kepada awak media, Jumat (10/1/2025).
Masih kata Harli, selain untuk para Hakim yang menangani perkara, uang sejumlah 20.000 SGD untuk Ketua Pengadilan Negeri Surabaya dan 10.000 SGD untuk saksi Siswanto selaku panitera.
“Namun uang suap yang telah diberikan oleh Lisa belum sempat diberikan kepada Ketua PN Surabaya dan Panitera oleh tersangka Erintuah Damanik,” ungkapnya.
Jadi uang sejumlah 20.000 SGD untuk Ketua PN Surabaya, dan 10.000 SGD, untuk saksi Siswanto selaku panitera belum diserahkan kepada yang bersangkutan dan masih dipegang Erintuah Damanik, lanjut Harli.
“Jadi dalam kasus ini tersangka Lisa total telah menyerahkan uang suap sebesar SGD 188.000 kepada Erintuah Damanik, uang suap itu diberikan secara bertahap di Bandara Ahmad Yani sebesar SGD 140.000 pada 1 Juni dan SGD 48.000 pada 29 Juni,” papar Harli.
Selanjutnya uang suap itu dibagikan Erintuah Damanik kepada Majelis Hakim lainya di ruangan Hakim Mangapul pada pertengahan Juni rincian sebesar SGD 38.000 untuk Erintuah Damanik dan sebesar SGD 36.000 untuk Hakim Mangapul dan Hakim Heru Hanindyo.
Sebelumnya pihak Kejaksaan Agung RI, telah menetapkan 3 Hakim pada Pengadilan Negeri Surabaya yaitu Erintuah Damanik, Mangapul serta Heru Hanindyo sebagai tersangka penerima suap dalam kasus vonis bebas pembunuhan Ronald Tannur. (**)
Dutainfo.com-Jakarta: Kepekaan dan tanggung jawab sosial kembali ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Jembatan Besi, Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Aiptu Rois.
ia merespon cepat keluhan warga yang melaporkan adanya kesulitan dalam mengevakuasi jenazah seorang warga di Jalan Jembatan Besi XII RT 7/9, Tambora, Jakarta Barat. Kamis, 9/1/2025
Korban yang diketahui meninggal dunia akibat komplikasi penyakit diabetes ini ditemukan di lantai tiga rumah yang sangat sederhana, dengan struktur bangunan dari kayu dan papan.
Tantangan muncul karena tangga yang sempit dan kondisi rumah yang tidak memungkinkan evakuasi dilakukan secara manual oleh warga sekitar.
Mendapat laporan tersebut, Aiptu Rois segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pengurus wilayah setempat, termasuk Ketua RW, Ketua RT, dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).
Melihat kondisi tangga yang menekuk dan sempit, ia menyimpulkan bahwa evakuasi membutuhkan bantuan peralatan khusus untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.
Selanjutnya, Aiptu Rois berkoordinasi dengan pimpinan Polsek Tambora dan mendapatkan keterangan bahwa almarhum memang memiliki riwayat penyakit diabetes yang sedang dalam penanganan pengobatan jalan di Puskesmas Tambora.
Hal ini juga dikonfirmasi oleh anak-anak korban yang tinggal serumah.
Dengan mempertimbangkan kondisi lokasi, Aiptu Rois menghubungi Unit Rescue Pemadam Kebakaran Jakarta Barat untuk membantu proses evakuasi.
Berkat koordinasi yang cepat dan tepat, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berhasil mengevakuasi jenazah dengan aman dan lancar.
Keluarga korban dan warga setempat mengapresiasi langkah cepat dan tanggap dari Bhabinkamtibmas serta kerja sama antara aparat kepolisian, pengurus wilayah, dan tim pemadam kebakaran.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Pak Polisi. Kalau tidak ada beliau, mungkin kami tidak tahu bagaimana cara menurunkan jenazah almarhum,” ujar salah seorang anak korban dengan haru.
Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Donny Agung Harvida, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan tindakan cepat Bhabinkamtibmas dalam menangani permasalahan warganya.
“Ini adalah bukti bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan solusi dan bantuan dalam situasi sulit. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus melayani masyarakat dengan hati,” ujar Kompol Donny. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Polres Metro Jakarta Barat mengerahkan sebanyak 588 personel untuk mengamankan proses penetapan gubernur dan wakil gubernur Daerah Khusus Jakarta yang akan dilaksanakan di Hotel Pullman, Jakarta Barat, pada Kamis, 9 Januari 2025.
Pengamanan ini melibatkan personel dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat, sebagai upaya untuk memastikan acara berjalan dengan aman dan kondusif.
Wakapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup.
“Pengamanan dilaksanakan melalui upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat proses penetapan gubernur dan wakil gubernur DKJ,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 9/1/2025.
Personel yang dikerahkan telah ditempatkan di titik-titik strategis di sekitar lokasi acara.
Tidak hanya fokus pada pengamanan internal, pihak kepolisian juga siap menghadapi kemungkinan adanya gangguan eksternal yang bersifat situasional.
Selain itu, Arsya menambahkan bahwa pengalihan arus lalu lintas di sekitar Hotel Pullman bersifat situasional.
“Kami telah menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan di sekitar lokasi. Semua ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan selama acara berlangsung,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pihak panitia, pemerintah daerah, dan unsur terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan selama acara berlangsung.
Oleh karena itu, pengamanan maksimal menjadi prioritas utama bagi Polres Metro Jakarta Barat demi menjaga keamanan dan kelancaran acara. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Polsek Tambora Jakarta Barat kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan merespons cepat laporan warga tentang seorang pria yang diduga mengalami sakit dan tergeletak di pinggiran ruko Pasar Pagi bawah flyover Jalan Petongkangan RT 04/01, Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat. pada Rabu, 8 Januari 2025, sekitar pukul 02.00 WIB.
Menerima laporan tersebut, Pawas Piket Polsek Tambora, Iptu Hartana, yang juga menjabat sebagai Kapolsubsektor Ketapang, segera bergegas ke lokasi.
Di sana, ia menemukan seorang pria bernama Agus Kaya (50), seorang kuli bangunan asal Kampung Bojong Indah, Parung, Bogor.
Agus terlihat lemah, terbaring di pinggir jalan tanpa daya.
“Kami langsung memberikan pertolongan pertama kepada Bapak Agus dengan memberikan makanan dan minuman agar kondisinya stabil,” ujar Iptu Hartana saat dikonfirmasi pada Rabu, 8/1/2025.
Setelah memastikan kondisi awal korban, tim Polsek Tambora segera berkoordinasi dengan Puskesmas Tambora untuk memberikan penanganan medis lebih lanjut.
Langkah cepat ini menunjukkan bagaimana kepolisian tidak hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga peduli pada kemanusiaan.
Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Donny Agung Harvida, mengapresiasi tindakan cepat anggotanya.
“Kami berterima kasih atas respons cepat yang dilakukan oleh anggota di lapangan. Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ungkapnya.
Berkat kerja sama yang baik antara Polsek Tambora dan tenaga medis, Agus kini dalam penanganan yang lebih baik.
Tindakan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk memberikan rasa kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. (Tim)