Polres Jakbar Akhirnya Tangkap Sopir Truk Nakal Gelapkan 15 Ton Beras Premium

Dutainfo.com-Jakarta: Unit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan seorang pelaku yang diduga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan 15 ton beras premium milik seorang pengusaha asal Palembang.

Wakasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, AKP Dimitri Mahendra, mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Selasa (24/2/2025).

“Hari ini kami berhasil mengamankan satu orang pelaku yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan beras premium sebanyak 15 ton. Pelaku diamankan di wilayah Balaraja, Tangerang, Banten,” ujar AKP Dimitri Mahendra saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2025).

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik guna mengungkap lebih lanjut jaringan serta modus operandi kejahatan tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait kasus ini agar peristiwa ini dapat terang dan akan kami sampaikan lebih detail dalam waktu dekat,” tambah dimitri

Kasus ini bermula ketika korban, seorang pengusaha bernama Bambang Irawan, melaporkan kehilangan beras premium senilai ratusan juta rupiah yang seharusnya dikirim ke Cipondoh, Tangerang.

Namun, barang tersebut justru dibawa ke tempat lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. (Tim)

Ini Kata Pangdam VI/Mulawarman Terkait Anggota TNI Rusak Markas Polres Tarakan

Foto: Markas Polres Tarakan rusak pecah kaca (ist)

dutainfo.com-Kaltara: Terjadi insiden penyerangan, perusakan dan aksi pemukulan, terhadap markas Polres Tarakan pada Senin (24/2/2025), yang melibatkan sejumlah anggota TNI yang tergabung dalam Bantuan Penugasan (BP) Satuan Tugas Batalyon Infanteri 614/RJP.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, nampak terlihat aksi penyerangan, pemukulan dan perusakan di dalam kantor polisi, termasuk ruang kerja Kapolres Tarakan AKBP Adi Saptia Sudirna yang nampak berantakan, seperti dikutip Kompas.com.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, angkat bicara terkait peristiwa perusakan Mapolres Tarakan.

“Ini bukanlah konflik antara institusi TNI dengan Polri, melainkan kesalahpahaman individu,” ujar Mayjen TNI Rudy Racmat, kepada awa media, seperti dilansir Kompas.com, Selasa (25/2/2025).

Masih kata Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, kejadian ini melibatkan beberapa anggota Bantuan Penugasan (BP) Satgas Yonif 614/RJP di Tarakan, pada Pukul 23.30 Wita.

“Jadi sekali lagi ini kesalahpahaman semata ya,” ungkapnya.

Guna mencegah situasi yang tidak kondusif, Kodam VI/Mulawarman, Korem 092/MRL serta Brigif 24/BC, segera melakukan koordinasi dengan pihak Polisi Resort (Polres) Tarakan dan pejabat tinggi TNI-Polri di Kalimantan Utara.

Sementara Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto, mengatakan, semua pihak termasuk jajaran Polres Tarakan telah berkoordinasi dan melaksanakan mediasi untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

“Jadi semua pihak telah sepakat guna menyelesaikan insiden secara profesional dan menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata Kolonel Kav Kristiyanto.

Masih kata Kolonel Kav Kristiyanto, insiden ini bukanlah perintah insititusi, melainkan kesalahpahaman individu.

” Murni kesalahpahaman antar individu bukan masalah antar institusi, TNI dan Polri tetap solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Utara,” tegasnya.

Adapun anggota TNI yang diduga terlibat dalam insiden ini akan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur militer.

Selain itu Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto, juga menghimbau masyarakat agar tak terpancing oleh informasi yang tak akurat dan tetap menjaga suasana kondusif di Kaltara.
(**)

Polisi Akan Mendalami Dugaan Oknum BPN Terkait Pagar Laut Tangerang

Foto: Dirtippidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Umum Polri, menahan Kepala Desa Kohod Arsin dan tiga orang lainya, terkait kasus pemalsuan dokumen SHGB dan SHM di wilayah pagar laut Tangerang.

Bahkan Polisi memastikan tidak akan menghentikan penyidikan kasus tersebut.

“Ya pasti itu karena dia (empat orang tersangka) tidak berdiri sendiri,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro, kepada awak media, Senin (24/2/2025).

Masih kata Brigjen Pol Djuhandhani, total ada 4 orang yang ditahan oleh penyidik, para tersangka itu terdiri dari Kepala Desa Kohod Arsin, Ujang Sekdes Kohod, dua tersangka lainya yakni selaku penerima kuasa SP dan CE.

“Jadi penyidikan kasus pemalsuan dokumen SHGB dan SHM di wilayah pagar laut Tangerang masih akan tetap di selidiki adanya pihak lain,” ungkapnya.

Tentunya penyidik akan mendalami dugaan keterlibatan oknum pejabat di Kementerian ATR/BPN terkait penerbitan dokumen itu, sambung Brigjen Pol Djuhandhani.
(**)

Terkait Pagar Laut Tangerang, Kades Kohod Ditahan Polisi

Foto: Kades Kohod, Arsin saat ditahan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Polri (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Umum Polri, menahan Kepala Desa Kohod Arsin dan tiga orang lainya, terkait kasus pemalsuan dokumen SHGB dan SHM di wilayah pagar laut Tangerang.

Bahkan Polisi memastikan tidak akan menghentikan penyidikan kasus tersebut.

“Ya pasti itu karena dia (empat orang tersangka) tidak berdiri sendiri,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro, kepada awak media, Senin (24/2/2025).

Masih kata Brigjen Pol Djuhandhani, total ada 4 orang yang ditahan oleh penyidik, para tersangka itu terdiri dari Kepala Desa Kohod Arsin, Ujang Sekdes Kohod, dua tersangka lainya yakni selaku penerima kuasa SP dan CE.

“Jadi penyidikan kasus pemalsuan dokumen SHGB dan SHM di wilayah pagar laut Tangerang masih akan tetap di selidiki adanya pihak lain,” ungkapnya.

Tentunya penyidik akan mendalami dugaan keterlibatan oknum pejabat di Kementerian ATR/BPN terkait penerbitan dokumen itu, sambung Brigjen Pol Djuhandhani.
(**)

Polres Jakbar Buru Pelaku Penggelapan Beras Premium 15 Ton

Dutainfo.com-Jakarta: Seorang pengusaha asal Palembang, Bambang Irawan, menjadi korban penipuan dan penggelapan 15 ton beras premium oleh seorang sopir truk nakal.

Beras yang seharusnya dikirim ke Cipondoh, Tangerang,justru dialihkan dan dibongkar di sebuah gudang di Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Mengetahui barangnya tak kunjung sampai, Bambang langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Barat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat bergerak cepat melakukan penyelidikan.

“Kami langsung mendatangi lokasi kejadian di Komplek BNI Jelambar, Grogol Petamburan, untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti,” ujar Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP George Ruben, Senin (24/2/2025).

Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku.

“Saat ini kami masih memburu pelaku dan mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini,” tambah AKP George Ruben.

Sebelumnya, Bambang Irawan mengaku tak pernah curiga dengan jasa ekspedisi yang ia gunakan, karena selama ini pengiriman selalu berjalan lancar.

Namun, setelah dua hari berasnya tak kunjung tiba, ia mulai merasa ada kejanggalan.

“Saya coba minta lokasi terkini ke sopir, ternyata lokasi yang dikirimkan palsu. Saya baru sadar beras saya sudah dibongkar di tempat lain,” ungkap Bambang.

Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian, dan diharapkan pelaku segera tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Tim)