KPK Ungkap Kerugian Negara Di Kasus Korupsi Kuota Haji Rp 1 T lebih

Foto: (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tengah mengusut dugaan korupsi kuota haji tahun 2024.

KPK, ungkap perhitungan awal kerugian negara kasus korupsi kuota haji Rp 1 triliun lebih.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo, mengatakan dalam perkara ini hitungan awal kerugian negara lebih dari Rp 1 triliun.

“Angka kerugian negara berasal dari hitungan internal KPK, dan hasil itu telah didiskusikan dengan BPK,” ungkap Budi Prasetyo, kepada awak media, Senin(11/8/2025).

Masih kata Budi, masih berlaku surat perintah penyidikan (Sprindik) umum terkait perkara ini sehingga belum ada tersangka.

Selanjutnya penyidik KPK, akan membidik sosok pemberi perintah terkait kuota haji yang tak sesuai dengan aturan, dan akan menelusuri aliran dana terkait pembagian kuota haji. (Tim)

Polres Jaksel Mediasi Polemik Kepemilikan Lapangan Golf Pondok Indah

Foto: Kapolres Jaksel Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Polres Jakarta Selatan, melakukan mediasi pihak-pihak yang mengklaim sebagai ahli waris lapangan golf di Pondok Indah, Jakarta Selatan, dengan PT MK yang menyatakan diri sebagai pemilik lahan lapangan golf.

“Ya mediasi dilakukan pada Rabu 6 Agustus 2025, tujuanya adalah menciptakan solusi yang adil dan menjaga ketertiban masyarakat,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, kepada awak media, Senin (11/8/2025).

Masih kata Kombes Pol Nicolas, ada 4 point kesepakatan yang dicapai dalam mediasi, pertama, kedua pihak sepakat guna mencari penyelesaian hukum.

“Kedua belah pihak diharapkan bersedia mengambil langkah hukum lanjutan, baik perdata maupun hukum lainya, untuk mendapatkan keputusan hukum yang bersifat tetap dan mengikat,” ungkapnya.

Selanjutnya sambung Nicolas, tidak akan dipasang garis polisi terhadap objek yang disengketakan, kecuali terdapat kesepakatan dari kedua belah pihak.

“Kedua belah pihak sepakat ada pertemuan lanjutan, pertemuan lanjutan akan dilakukan jika salah satu pihak atau kedua belah pihak tidak ingin menyelesaikan permasalahan melalui jalur hukum,” papar Nicolas.

Dan point terakhir adalah kedua belah pihak sepakat menjaga situasi tetap kondusif, aman dan nyaman bagi masyarakat setempat.
(Tim)

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, 4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kematian Prada Lucky

Foto: Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, angkat bicara terkait tersangka pembunuhan Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo, sementara ada 4 prajurit TNI yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini dari sejumlah personel yang diperiksa baik terduga pelaku maupun saksi-saksi sementara oleh penyidik Polisi Militer IX/Udayana sudah ditetapkan 4 orang tersangka dan dilakukan penahanan di Subdenpom IX/1-1 di Ende,” ujar Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, Minggu (10/8/2025).

Adapun ke 4 tersangka yakni, Pratu AA, Pratu EDA, Pratu PNBS, dan Pratu ARR.

“Penyidik Polisi Militer masih melakukan pendalaman peran masing-masing tersangka,” ungkapnya.

Selain itu sebanyak 16 prajurit lainya masih menjalani pemeriksaan, dan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka lainya, sambung Wahyu.

Sebelumnya diketahui, Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), merupakan anggota TNI AD yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) Nagakeo tewas diduga disiksa yang dilakukan seniornya di dalam asrama Batalyon.

Prada Lucky, tewas pada Rabu (6/8), dirinya sempat menjalani perawatan selama 4 hari di Intensive Care unit RSUD Aeramo, Nagakeo.

Jenazah Prada Lucky dimakamkan Sabtu (9/8/2025) dengan upacara kemiliteran. (Tim)

Kapolsubsektor Jembatan Besi Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Di Kendaraan

Dutainfo.com-Jakarta: Menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, semangat patriotisme mulai terasa di wilayah Kecamatan Tambora.

Pada Sabtu (9/8/2025), Kapolsubsektor Jembatan Besi, Polsek Tambora, Iptu Dadang Daryana, melaksanakan kegiatan pembagian 30 bendera Merah Putih kepada pengendara dan warga yang melintas di Jalan Prof. DR. Latumenten, Kelurahan Jembatan Besi.

Bendera-bendera tersebut dibagikan untuk dipasang di kendaraan, sebagai ajakan nyata kepada masyarakat agar ikut serta menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

Iptu Dadang Daryana menyampaikan bahwa pemasangan bendera bukan hanya tradisi, tetapi simbol rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih dengan pengorbanan para pahlawan.

“Setiap kibaran Merah Putih mengingatkan kita pada perjuangan dan persatuan. Semoga masyarakat semakin bangga dan semangat menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Warga yang menerima bendera terlihat antusias, banyak yang langsung memasangnya di sepeda motor atau mobil mereka.

Suasana jalan pun tampak lebih meriah, dengan warna merah putih yang menghiasi setiap kendaraan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan dapat terjalin melalui aksi sederhana, namun sarat makna, demi menjaga api semangat kemerdekaan di hati masyarakat. (Tim)

Aiptu Dede Sugiono Ajak Warga Kibarkan Semangat Merah Putih Di Pekojan

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekojan, Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Aiptu Dede Sugiono, melaksanakan aksi berbagi dan pemasangan Bendera Merah Putih kepada para pengendara roda dua di Jl. Pekojan III, RW 09, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jumat (8/8/2025).

Sebanyak 50 bendera dibagikan langsung kepada warga yang melintas.

Tak hanya dibagikan, beberapa bendera juga dipasang di kendaraan pengendara untuk menambah semarak suasana kemerdekaan di wilayah Pekojan.

Aiptu Dede Sugiono menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat untuk ikut serta memeriahkan HUT RI sekaligus menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air.

“Bendera Merah Putih adalah simbol persatuan dan perjuangan bangsa. Dengan mengibarkannya, kita mengingat kembali pengorbanan para pahlawan dan menjaga semangat nasionalisme,” ujar Aiptu Dede.

Warga yang menerima bendera tampak antusias dan mengapresiasi langkah humanis dari Bhabinkamtibmas ini.

Suasana di sepanjang jalan pun menjadi lebih semarak, dengan kibaran merah putih yang menghiasi kendaraan dan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan antara polisi dan masyarakat dapat terjalin melalui aksi sederhana namun penuh makna, untuk Indonesia yang semakin bersatu dan berdaulat. (Tim)