Polda Metro Jaya Ungkap Ribuan Kasus Penyalahgunaan Narkoba

dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya mengungkap ribuan kasus penyalahgunaan narkoba dalam kurun 3 bulan.

Modus paling banyak digunakan menaruh narkoba di kompartemen mobil.

“Modus yang paling banyak terjadi adalah dia dengan menyimpan di dalam kompartemen mobil,” ujar Wadir Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Dedy Anung, Senin (22/12/2025).

Masih kata Dedy, mobil pembawa narkoba ada yang dibawa dari wilayah Sumatera, kemudian paling banyak sampai di wilayah Jakarta.

“Jadi sifatnya adalah transit jadi kita nggak tahu asal-muasalnya diproduksi barang tersebut,” ungkapnya.

Salah satu kasus yang ditangani Polda Metro Jaya, bahwa narkoba itu diambil dari wilayah Pekanbaru, namun prosedurnya bisa jadi dari Malaysia dan negara lainya. (Tim)

Kasi Datun Kejari HSU Ditangkap Oleh Kejagung Diserahkan Ke KPK

Foto: Penyerahan Kasi Datun Kejari HSU Tri Taruna Fariadi (TTF) oleh Kejagung, Ke KPK (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kasi Perdata Dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Hulu Sungai Utara (HSU), Tri Taruna Fariadi (TRR), ditangkap oleh tim dari Kejaksaan, Tri Taruna Fariadi sempat kabur saat ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Ya yang bersangkutan TTR ditangkap oleh tim Satgas Intelijen Reformasi Inovasi (SIRI) pada Minggu (21/12/2025) di wilayah Kalsel,” ujar Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna, Senin (22/12/2025).

Masih kata Anang, Taruna ditangkap tidak dirumahnya.

“Di tempat lain (bukan di rumah),” ujar Anang.

Menurut tim yang menangani suadara TTF tersebut bahwa yang bersangkutan ketakutan pada saat mau ditangkap, karena dia yang bersangkutan tidak pasti apakah itu dari petugas KPK atau siapa dia enggak ngerti, kata Anang.

Namun demikian pihak Kejagung telah menyerahkan Taruna kepada KPK untuk menjalani proses lanjutan, adapun Taruna telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan oleh KPK.

“Hari Senin 22 Desember 2025 telah diserahkan TTF Kasi Datun pada KPK untuk kepentingan proses penyidikan dan sudah diterima,” ucap Anang. (Tim)

Apel Gelar Pasukan 2.166 Personel Gabungan TNI-Polri Amankan Nataru 2025

dutainfo.com-Jakarta: Sebanyak 2.166 personel TNI-Polri dikerahkan amankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah DKI, Jakarta dan sekitarnya.

Dilansir dari keterangan Penerangan Kodam Jaya, Minggu (21/12/2025) Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan komitmen Kodam Jaya/Jayakarta untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Lilin Jaya 2025 melalui kesiapan personel, koordinasi lintas sektoral dan pengamanan terpadu guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergitas TNI-Polri dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Para pasukan yang terlibat terdiri dari personel Kodam Jaya, TNI AL, dan TNI AU serta Polri, nantinya para prajurit akan disiagakan untuk melaksanakan pengamanan terpadu di titik-titik strategis, pusat keramaian, tempat ibadah, serta jalur transportasi selama masa libur akhir tahun.
(Tim)

Sempat Lawan Petugas KPK, Kasi Datun HSU Taruna Fariadi, Kabur Saat OTT

Foto: Kajari HBU Albertinus P Napitupulu dan Kasi Intel HSU Asis Budianto (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kepala Seksi Perdata Dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Hulu Sungai Utara Taruna Fariadi (TAR), melarikan diri saat petugas KPK, hendak menangkapnya, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), bahkan Taruna Fariadi sempat memberikan perlawan.

“Benar menabrak petugas pada saat sesuai dengan laporan petugas kami yang melaksanakan penangkapan terhadap terduga, melakukan perlawanan dan melarikan diri,” Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, Sabtu (20/12/2025).

Masih kata Asep, pihaknya pun akan segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO), terhadap Taruna apabila pencarian yang sedang dilakukan tidak membuahkan hasil atau tidak ditemukan.

“Kami sampaikan kepada yang bersangkutan diharapkan untuk segera menyerahkan diri atau datang kepada kami guna mengikuti proses hukum,” ugkap Asep.

Dalam jumpa pers ini KPK menampilkan dua tersangka yakni Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara Albertinus P Napitupulu (APN), dan Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto (ASB).

Para terduga ini melakukan pemerasan terhadap sejumlah Kepala Dinas (Kadis). (Tim)

Kejari Dan Kasi Intel HSU, Dipastikan Ditangani Oleh KPK Di Kasus Pemerasan

Foto: Kajari HSU Albertinus Napitupulu dan Kasi Intel HSU Asis Budianto tersangka kasus pemerasan (ist)

dutainfo.com-Jakarta: KPK pastikan proses hukum, terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN), dan Kasi Intel Kejari HSN Asis Budianto (ASB), akan dilakukan oleh pihaknya, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Mereka ditangkap terkait dugaan pemerasan kepada sejumlah Kepala Dinas (Kadis).

“Ini sekali lagi juga menjawab yang terakhir bahwa untuk penanganan perkaranya ini dilakukan di Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK,” Asep Guntur Rahayu, Sabtu (20/12/2025).

Masih kata Asep, saat ini tengah fokus untuk penanganan perkara Albertinus terkait dugaan pemerasan.

Seperti diketahui Albertinus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK usai terjaring OTT, Albertinus diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Dinas.

“Dalam kurun waktu November-Desember 2025, dari permintaan tersebut, APN diduga menerima aliran uang Rp 804 juta,” ungkap Asep.

Albertinus menerima aliran uang hasil pemerasan itu melalui perantara dua tersangka lainya yaitu Kasi Intel HSU Asis Budianto (ASB), dan Kasi Datun HSB Taruna Fariadi (TAR). (Tim)