Ungkap Penjualan Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Sembako, Polsek Tamansari Sita Ribuan Pil

dutainfo.com-Jakarta: Unit Reskrim Polsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus peredaran obat-obatan keras ilegal yang berkedok toko sembako di kawasan Jalan Keamanan II RT 02/07, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M Zulfikar mengatakan, Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Senin (11/5/2026) setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas penjualan obat keras tanpa izin edar di lokasi tersebut.

Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari AKP Egy Irwansyah, S.I.K., M.Si., didampingi Kasubnit Narkoba AKP Madjen Silaban, S.H., M.H., tim opsnal langsung melakukan observasi dan penyelidikan di lokasi.

Saat tiba di tempat kejadian perkara, petugas mendapati seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan yang diduga sedang melakukan transaksi obat-obatan terlarang.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap pelaku berinisial MR (21).

” Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menyita sebanyak 500 butir Tramadol dan 725 butir Hexymer yang dikemas dalam sejumlah plastik klip siap edar,” ujarnya, Jumat, 15/5/2026

Selain itu, turut diamankan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp489 ribu dan satu unit telepon genggam Oppo A17.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku baru bekerja selama dua minggu sebagai penjaga toko yang berkedok warung tissue dan sembako tersebut.

Tersangka juga mengaku omzet penjualan obat keras ilegal tersebut bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari.

Barang-barang tersebut diantar oleh orang suruhan bosnya secara bergantian.

Keberadaan toko berkedok sembako tersebut diketahui telah meresahkan warga sekitar karena diduga menjadi tempat transaksi obat-obatan keras ilegal.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 435 dan Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

( Hdr/Ril )

Dandim 0503/JB Letkol Inf Saputra Hakki Dampingi Pangdam Jaya Dan Forkopimda Hadiri Peresmian Koperasi Kelurahan Merah Putih Di Jakbar

dutainfo.com-Jakarta: Komandan Kodim 0503/Jakarta Barat, Letkol Inf Saputra Hakki, S.I.P., M.P.M., mendampingi Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., dan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menghadiri peresmian operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Acara yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda serta jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Barat ini berlangsung di Jl. Menara IV, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu (16/05/2026).

KDKMP Meruya Selatan, Jakarta Barat menjadi salah satu titik krusial dari total 1.061 koperasi yang diresmikan secara nasional dan serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Saya bersama Kapolda dan dari Dinas Koperasi menghadiri peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Tadi kata Bapak Presiden ada 1.061 yang diresmikan secara nasional. Kalau di Jakarta dan sekitarnya ada 63 titik, dan 39 di antaranya sudah rampung 100 persen,” ujar Pangdam Jaya/Jayakarta, Letjen TNI Deddy Suryadi, kepada awak media di lokasi acara.

Pangdam Jaya/Jayakarta, Letjen TNI Deddy Suryadi menegaskan komitmen penuh Kodam Jaya dalam mendukung pembangunan KDKMP secara nasional. Koperasi ini diharapkan menjadi stimulus nyata bagi kesejahteraan ekonomi lokal. “Mudah-mudahan nanti secara operasional bisa selesai seluruhnya secara bertahap, termasuk kesiapan perangkat kerjanya,” tambah Pangdam.

Secara terpisah, acara peresmian melalui tayangan daring You Tube Biro Sekretariat Presiden, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya atas kerja cepat seluruh pihak. Pemerintah berhasil mengoperasionalkan 1.061 KDKMP hanya dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan sejak pembangunan fisik dimulai pada November 2025.

Presiden menekankan bahwa koperasi yang diresmikan ini tidak sekadar papan nama, melainkan sudah siap tempur secara operasional karena telah dilengkapi dengan infrastruktur modern, mulai dari gedung, gudang, sistem digital, ketersediaan barang, petugas, hingga armada logistik penunjang seperti truk dan kendaraan roda tiga.

Menanggapi program strategis tersebut, Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki, S.I.P., M.P.M., menjelaskan bahwa kehadiran KDKMP di wilayahnya akan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi warga.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jakarta Barat ini berfungsi sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Saat ini terdapat sekitar 56 unit koperasi serupa yang tersebar di berbagai kelurahan di wilayah Jakarta Barat. Program ini beroperasi langsung di bawah naungan Kementerian terkait dan didukung penuh oleh sistem koneksi digitalisasi untuk transparansi dan efisiensi,” pungkas Dandim 0503/JB Letkol Inf Saputra Hakki.

Kegiatan peresmian berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, menandai babak baru penguatan ekonomi berbasis komunitas di wilayah Ibu Kota.

(Hdr/Ril)

Peredaran 183 Cartridge Narkotika, Dibongkar Polda Metro Jaya

Foto: (ist)

Dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar peredaran narkotika jenis etomidate di sebuah apartemen di wilayah Kabupaten Tangerang, petugas mengamankan seorang pria berinisial W (19) dan 183 cartridge berisi cairan etomidate.

“Kami dari unit 5 subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kembali mengamankan seorang tersangka berinisial W di sebuah apartemen di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten,” ujar Kanit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Edy Lestari, Sabtu (16/5/2026).

Masih kata Edy, penangkapan ini dilakukan pada Selasa (12/5/2026), ungkap kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas peredaran narkoba di kawasan apartemen itu.

“Setelah melakukan penyelidikan, tim unit 5 subdit 3 bergerak dan mengamankan tersangka di lobby apartemen sekitar pukul 16.30 WIB,” ungkapnya.

Selanjutnya petugas, menemukan cartridge berisi cairan etimidate yang disimpan dalam paper bag dan dibungkus bubble wrap bertuliskan ‘Fragile’.

Polisi kemudian melakukan penelusuran dan menggeledah unit apartemen yang diduga digunakan sebagai lokasi penyimpanan narkotika.

“Kemudian ditemukan cartridge etomidate yang disimpan dalam beberapa plastik klip dan tas berwarna hitam total barang bukti yakni 183 cartridge berisi cairan narkotika jenis etomidate,” kata Edy.

Dengan barang bukti 183 pcs cartridge yang berisikan etomidate, kami telah menyelamatkan 183 jiwa dari bahaya narkoba, jelas Edy.

Saa ini barang bukti dan tersangka dibawa ke Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, guna kepentingan penyidikan.
(**)

Polisi Gerebek Kampung Narkoba Di Samarinda

Foto (ist)

Dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melakukan penggerebakan di Kampung Narkoba di Samarinda, Kalimantan Timur, sebanyak 11 orang ditangkap.

“Ya benar penindakan tersebut dilakukan Gang Langgar, Kota Samarinda, Kaltim yang dikenal sebagai kampung narkoba,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Sabtu (16/5/2026).

Operasi tersebut dipimpin oleh Kombes Pol Handik Zusen dan Kombes Pol Kevin Leleury.

“Ada 11 tersangka yang kami amankan,” ungkapnya.

Para tersangka kini dalam perjalanan ke Bareskrim Polri guna pemeriksaan lebih lanjut.
(Tim)

15 Remaja Diduga Hendak Tawuran Di Bubarkan Polisi

Dutainfo.com-Jakarta: Tim perintis presisi Polres Jakarta Selatan, membubarkan 15 remaja yang berkumpul di belakang gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan, remaja tersebut diduga akan tawuran.

“Ya benar, situasi tersebut terjadi malam Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIB berlokasi di belakang kantor KPK lama, wilayah hukum Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan,” ujar Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, Sabtu (16/5/2026).

Masih kata Joko, petugas langsung mendatangi para remaja tersebut, meski tak ditemukan senjata tajam, para remaja tersebut diduga hendak tawuran di Jl Dr Saharjo, Jakarta Selatan.

“Tim perintis presisi tidak melakukan penangkapan melainkan mendatangi sekelompok remaja 15 orang dan melakukan pemeriksaan guna menjaga situasi tetap aman,” ungkapnya.

Polisi lalu meminta para remaja itu bubar dan kembali ke rumah masing-masing.
(Tim)