Foto: Presiden RI Prabowo Subianto, menyaksikan penyerahan uang oleh Kejagung RI (ist)
dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung RI, menyerahkan uang pengganti kerugian negara, tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO), dan tuntutannya kepada pelaku industri kelapa sawit, kepada Kementrian keuangan.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Kejagung pada pukul 10.51 WIB, 20 Oktober 2025, didampinggi oleh Menham Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Menteri Keungan Purbaya Yudhi Sadewa.
Kegiatan tersebut, uang pengganti Rp 13.255.244.538.149, 00 (Tiga Belas Triliun Dua Ratus Lima Puluh Lima Miliar Dua Ratus Empat Puluh Empat Juta Lima Ratus Tiga Puluh Delapan Ribu Seratus Empat Puluh Sembilan Rupiah) uang tersebut tertumpuk di meja ruang kejaksaan agung.
Penyerahan ini merupakan bagian eksekusi putusan pengadilan dalam kasus korupsi fasilitas ekspor CPO. (**)
dutainfo.com-Jakarta: Sigap dan tanggap, Anggota Piket Pamapta I Polres Metro Jakarta Barat mengantarkan lansia yang tersesat, Minggu, 19/10/2025.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan rasa kemanusiaan Polri terhadap sesama.
Pamapta 1 Polres Metro Jakarta Barat Ipda Muhammad Nico Saputra, S.Tr.K mengatakan, Sekitar pukul 19.00 WIB, kami menerima informasi dari seorang pengemudi ojek online tentang keberadaan seorang pria tersesat di Jl. Daan Mogot, tepat di seberang Mapolres Metro Jakarta Barat.
Tanpa menunggu lama, kami segera bergerak menuju lokasi.
” Setibanya di lokasi, kami memastikan kondisi orang (lansia) tersebut dalam keadaan aman dan tidak mengalami gangguan kesehatan serius,” ujarnya, Minggu, 19/10/2025.
Dengan penuh empati, petugas kemudian mengantarkan yang bersangkutan ke Kantor Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, untuk mendapatkan penanganan dan bantuan lebih lanjut.
Pihak kelurahan bersama ketua RT setempat langsung melakukan koordinasi guna menghubungi pihak keluarga.
Tak butuh waktu lama, berkat kerja sama yang baik antara polisi, aparat kelurahan, dan warga sekitar, Pria lansia yang terlantar tersebut akhirnya berhasil dipertemukan kembali dengan keluarganya dalam keadaan selamat.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami. Siapapun yang membutuhkan pertolongan, akan kami bantu sebisa mungkin,” tambah IPDA Muhammad Nico Saputra.
dutainfo.com-Jakarta: Tim operasi gabungan satgas penerbitan kawasan hutan (PKH), membongkar kasus ilegal logging di hutan Sipora, Kepulauan Mentawai, Sumbar, dalam pengungkapan itu tim mengamankan 4.610 meter kubik kayu meranti.
“Dokumentasi seolah-olah asli, ternyata barang itu diduga berasal dari wilayah hutan di luar yang izin,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, Jumat (17/10/2025).
Gelondongan kayu jenis meranti diduga hendak dikirim ke kawasan Jepara Jawa Tengah.
“Dikirim ke Jepara, saya belum lihat (mebel atau bukan), itu masih pendalaman,” paparnya.
Jadi kasus ini ditangani oleh Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dan Kejaksaan Agung RI.
PT BRN telah ditetapkan sebagai tersangka korporasi IM ditetapkan sebagai tersangka perseorangan, dan dalam praktik ini mengakibatkan kerugian negara Rp 239 miliar. (**)
dutainfo.com-Jakarta: Polsek Pesanggrahan mengamkan soerang pria insial BAK (44), selaku kepala cabang dealer sepada motor di Jaksel, BAK diamankan setelah diduga melakukan penggelapan aset perusahaan Rp 572,1 juta.
“Tersangka diamankan bernama BAK, usia 44 tahun, ditemukan adanya dugaan penggelapan dana perusahaan sebesar kurang lebih Rp 572.171.000,” ujar Kapolsek Pesanggarahan Kompol Seala Syah Alam, Kamis (16/10/2025).
Seala, mengungkapkan BAK, ditangkap pada Selasa (14/10/2025) pukul 22.00 WIB di Taman Suropati Menteng, Jakarta Pusat.
Dirinya juga menerangkam penggelapan yang dilakukan BAK, diketahui awalnya saat adanya audit perusahaan pada Januari 2025 audit tersebut dilakukan untuk pembukuan pada Juli sampai Desember 2024.
“Yang bersangkutan melakukan tindak pidananya sejak bulan Juli 2024 sampai dengan Desember 2024, dan audit dimulai dari Januari 2025 dan ketahuan di bulan ketiga yakni bulan Maret,” ungkapnya.
Uang yang digunakan BAK, sudah digunakan sepenuhnya, BAK mengunakan uang tersebut untuk menutupi utang pinjam online.
Kini BAK, pun harus berhadapan dengan kasus hukum, ditahan di Polsek Pesanggrahan. (**)
Dutainfo.com-Jakarta: Ledakan keras mengagetkan warga Komplek Taman Palem Lestari, Blok A27 Nomor 37, RT 13 RW 16, Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Rabu (18/10/2025) sekitar pukul 06.00 pagi.
Peristiwa tersebut diduga kuat disebabkan oleh kebocoran gas dari regulator tabung elpiji berukuran 12 kilogram yang terpasang di dapur rumah milik ES (73).
Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Fernando Saharta Saragi, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban hendak menyalakan kompor untuk memasak.
“Jadi korban ingin menyalakan kompor untuk masak. Saat itu terjadi ledakan. Hasil olah TKP awal diduga ada kebocoran dari instalasi pemasangan gas, karena regulator dan pipa diketahui longgar dan hanya diikat oleh korban,” ungkapnya, Rabu, 15/10/2025.
Dari hasil keterangan awal dari korban, diketahui bahwa tabung gas tersebut baru dipasang sekitar satu minggu sebelumnya.
Diduga, pemasangan yang tidak rapat menyebabkan gas bocor dan menumpuk di sekitar dapur hingga akhirnya terpicu api saat korban mencoba menyalakan kompor.
Akibat ledakan tersebut, ES (73) mengalami luka bakar sekitar 70 persen, sementara tetangganya W F (47) mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa puing.
Keduanya sempat dilarikan ke RS Ciputra Kalideres, dan untuk korban utama ES saat ini dirujuk ke RS Pertamina untuk penanganan intensif.
Ledakan juga menyebabkan kerusakan cukup parah, total ada enam rumah terdampak, termasuk rumah korban utama dan satu unit mobil yang terparkir di sekitar lokasi.
“Enam rumah di sekitaran lokasi mengalami dampak, termasuk rumah korban dan rumah tetangganya di belakang,” jelas Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi memastikan tidak ada kebakaran pasca-ledakan.
“Tidak ditemukan bekas api atau sisa terbakar di area dapur. Jadi murni ledakan akibat gas yang bocor dan terpicu api,” tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa dua saksi, yakni warga yang pertama kali menolong korban serta saksi yang mendengar ledakan.
Polsek Cengkareng juga tengah berkoordinasi dengan Labfor Mabes Polri untuk memastikan penyebab teknis ledakan dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Fernando menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan tabung gas elpiji di rumah.
“Kalau tidak yakin cara memasang regulator, sebaiknya minta bantuan orang yang paham. Jangan disiasati atau diikat bila tidak pas. Kebocoran kecil saja bisa berbahaya bila dibiarkan menumpuk,” tegasnya. (Tim)