Kajari Kota Bekasi Saber Pungli Siap Terima Aduan Masyarakat

Foto: Kejaksaan Negeri Kota Bekasi (Ist)

dutainfo.com-Bekasi: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Kota Bekasi Imran Yusuf, menjelaskan soal pungutan liar (pungli) sering terjadi di Sekolah.

Saat penerimaan siswa baru ditingkat SD-SMP Negeri banyak masyarakat yang menemukan transaksi uang guna membayar, agar anaknya bisa duduk di bangku sekolah Negeri.

Menurut Kajari Kota Bekasi Imran Yusuf, Saber Pungli itu ada 2 macam prospektif di Kejaksaan, kesatu Saber Pungli yang domainya itu ada di internal kejaksaan.

“Kami itu ada Satgas Saber Pungli yang internal, namun itu dia centralnya ada di Kejati dan Kejagung, mengapa demikian, karena urusan Saber Pungli itu domain APIP, dimana koordinatornya dari pengawasan, itu ada di internal,” ungkapnya, kepada awak media, Selasa (7/1/2025).

Selanjutnya sambung Imran Yusuf, yang kedua kita masuk di Saber Pungli yang dibentuk pemerintah kota, ada SK nya dari Walikota itu terdiri dari stakeholder, ada pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Inspektorat.

“Kalau terkait dengan informasi masih ada pungli saat penerimaan peserta didik baru, sebenarnya kami tidak butuh juga Saber Pungli, namun asalkan hal itu diinformasikan ke kita (Kejaksaan), kami tinggal membutuhkan informasi di sajikan dengan data dan fakta, pasti akan kita tindak lanjuti,” kata Imran Yusuf.

Masih menurut Imran Yusuf, ketika ada perbuatan kasus 1 juta atau 2 juta akan kita respon juga, namun tolong jangan perfektifnya ujungnya ke pengadilan, mengapa kalau kasus ini dibawa ke Pengadilan dengan jumlah 1-2 juta itu biaya perkaranya lebih banyak.

“Namun pihak kami akan tetap melanjuti apabila ada informasi dari masyarakat, karena untuk memperbaiki tata kelola di Kejaksaan, jangan sampai dunia pendidikan yang harusnya mendidik ada hal-hal seperti itu,” tutupnya.
(**)

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Jabatan Strategis Di TNI

Foto: (dok Puspen TNI)

dutainfo.com-Jakarta: Upacara serah terima jabatan (Sertijab), di lingkungan TNI, dilaksanakan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, digelar di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Selasa (7/1/2025).

Ada sembilan jabatan yang diserahterimakan, kesembilan jabatan itu yakni Pangkogabwilhan I, Dankodiklat TNI, Koorsahli Panglima TNI, Asintel Panglima TNI, Aslog Panglima TNI, Dankoopssus TNI, Kapusbintal TNI, Kapusjarah TNI, dan Kapusjaspermildas TNI.

Dalam amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, mengatakan untuk tetap melakukan peningkatan kapasitas TNI dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang terus berkembang serta harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap situasi yang ada.

“TNI membutuhkan interoperability atau kemapuan yang bekerjasama secara efektif dengan berbagai pihak sebagai kunci utama dalam mengemban tugas,” tegasnya.

Selanjutnya Jenderal TNI Agus Subiyanto, juga meminta kepada para Perwira Tinggi untuk dapat menguatkan kepemimpinan dalam membina satkernya masing-masing tunjukan keteladanan dan kapasitas guna meningkatkan kinerja, menuju TNI yang Prima.

Pejabat yang diserahterimakan adalah, Pangkogabwilha I dari Laksdya TNI Racmad Jayadi kepada Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, Dankodiklat TNI dari Letjen TNI M Fadjar kepada Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun.

Asintel TNI dijabat Mayjen TNI Krido Pramono mengantikan Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, Aslog TNI dari Mayjen TNI Jamallulael ke Mayjen TNI Chandra Wijaya.

Untuk jabatan Dankoopssus TNI dari Mayjen TNI Suhardi, ke Brigjen TNI Hendy Antariksa, Kapusbintal TNI dari Laksma TNI Ian Heriyawan ke Kolonel Inf Tornado.

Selanjutnya jabatan Kapusjarah TNI kini dijabat Kolonel Arm Stefie Jantje Nuhujanan menggantikan Brigjen TNI M Syech Ismed, sedangkan Kapusjaspermildas TNI dari Brigjen TNI Mahfud diserahterimakan kepada Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto.
(**)

Penyidik Pidsus Kejati DKI Jakarta Resmi Tahan Kadisbud DKI, Jakarta Iwan Henry (Hukrim)

dutainfo.com-Jakarta: Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov DKI, Jakarta, nonaktif Iwan Henry Wardhana resmi dilakukan penahanan oleh pihak penyidik pada Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI, Jakarta, di kasus korupsi penyimpangan kegiatan dinas.

“Ya benar penahanan dilakukan penyidik pada Pidsus Kejati DKI, Jakarta, usai menetapkan Iwan sebagai tersangka, pada Kamis (2/1/2025), selain Iwan penyidik juga melakukan penahanan terhadap Kabid Pemanfaatan Disbud M Fairza Maulana,” ujar Kasi Penkum Kejati DKI, Jakarta Syahron Hasibuan, kepada awak media, Senin (6/1/2025).

Untuk tersangka Iwan Henry Wardhana dilakukan penahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan untuk tersangka M Fairza Maulana dilakukan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung RI.

“Berdasarkan peranya Iwan dan Fairza dinilai terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan memakai tim EO milik tersangka Gatot Arif Rahmadi sebagai pelaksana kegiatan pemanfaatan Dinas Kebudayan Provinsi DKI, Jakarta,” ungkap Syahron.

Serta dalam kasus ini lanjut Syahron, Fairza dan Gatot telah bersepakat untuk menggunakan sanggar-sanggar fiktif dalam pembuatan SPJ guna pencarian dana kegiatan pergelaran seni dan budaya.

Dalam hal ini penyimpangan kegiatan tersebut pada tahun anggaran 2023 senilai Rp 150 miliar.

Penyidik pada Pidsus Kejati DKI, Jakarta, telah menyita barang bukti berupa uang Rp 1 miliar dan ratusan stempel palsu, serta dokumen pencairan anggaran.
(Tim)

Penyidik Pidsus Kejagung RI, Periksa Sekretaris Mendag Di Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula

dutainfo.com-Jakarta: Sekretaris Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Ida Dewi Santi, diperiksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI, terkait saksi dalam kasus dugaan korupsi impor gula, yang melibatkan mantan Mendag Thomas Trikasih Lembong.

“Ya benar penyidik pada Jampidsus Kejagung RI, telah memeriksa 3 orang saksi, diantaranya Sekretaris Menteri Perdagangan IDS, NAS selaku Project Manager PT Sucofindo, dan SS selaku Badan Pusat Statistik,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI, Harli Siregar, kepada awak media, Senin (6/1/2025).

Ida Dewi Santi (IDS), ini menjabat sebagai Sekretaris Menteri Perdagangan pada tahun 2016.

“Adapun ketiga saksi ini diperiksa guna memperkuat bukti dan melengkapi pemberkasan dalam penyidikan perkara dugaan korupsi yang terjadi dalam kegiatan importasi gula di Kemendag pada tahun 2015-2016,” ungkapnya.

Sebelumnya pihak penyidik pada Pidsus Kejagung RI, telah menetapkan mantan Mendag Tom Lembong sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor gula, pada Oktober 2024.

Dugaan korupsi yang dilakukan Tom Lembong dan seorang rekan, negara diperkirakan mengalami kerugian Rp 400 Miliar.
(**)

Syukuran HUT Ke-75 Kodam Jaya, Dihadiri Kapolda Metro Jaya

Foto: (dok Kodam Jaya)

dutainfo.com-Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, menghadiri kegiatan syukuran HUT ke-75 Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta (Kodam Jaya/Jayakarta), di Lapangan Makodam Jaya/Jayakarta, Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (4/1/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh khidmat, dan dihadiri Pangdam Jaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay, beserta pejabat utama Kodam Jaya.

Dalam sambutanya Pangdam Jaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian usia ke-75 Kodam Jaya, serta mengatakan pentingnya sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Kodam Jaya tak bisa berdiri sendiri, sinergi yang terjalin dengan Polda Metro Jaya menjadi fondasi penting guna mewujudkan stabilitas keamanan di Ibu Kota,” Mayjen TNI Rafael.

Hal yang sama disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, selamat ulang tahun Kodam Jaya, dirinya berharap kerjasama antara TNI-Polri semakin erat dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Sinergitas TNI-Polri adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, kami bangga dapat menjalin kerjasama dengan Kodam Jaya yang selalu solid dalam setiap situasi,” ungkap Irjen Karyoto.

Kegiatan syukuran HUT Ke-75 Kodam Jaya berjalan lancar dan aman.
(**)