Markus Kasus Sultra Ditangkap Tim Kejagung

dutainfo.com-Jakarta: Tim Kejaksaan Agung RI, melakukan penahanan terhadap satu orang yang diduga sebagai makelar kasus (Markus).

“Ya sudah ada yang ditahan, Markus kasus Sultra,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana, seperti dikutip AKURAT.CO, Jumat (18/8/2023).

Masih kata Ketut, makelar kasus itu telah ditangkap tim Kejaksaan pada Kamis 17 Agustus 2023.

Namun Ketut, belum merinci secara detail dugaan pengamanan perkaranya.

Dalam kasus ini ada kerugian keuangan negara mencapai Rp 5,7 triliun.
(Tim)

Polda Metro Jaya Kolaborasi Dengan Densus 88 dan Puspom TNI Terkait Jual Beli Senpi

Foto: Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi terkait penangkapan tiga oknum polri, dimana ketiga oknum polri itu ditangkap terkait jual beli senjata api, namun tak ada keterlibatan dengan kasus terorisme DE yang merupakan pegawai PT KAI, yang diamankan polisi di Bekasi beberapa hari yang lalu.

“Ini sempat beredar anggota polri terlibat, anggota polri tak ada hubungannya dengan jaringan teror, ini informasi yang tak benar,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, kepada awak media, Jumat (18/8/2023).

Ketiga oknum polri yakni, Reynaldi anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Iptu M Yudi Saputra Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, dan Bripka Syarif Mukhsin anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten.

“Jadi yang pertama terkait anggota Krimum Polda Metro Jaya Reynaldi, itu kami yang amankan, karena yang bersangkutan menerima senjata dari salah satu penjual, senjata secara ilegal,kami pidanakan walupun itu anggota Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” ungkap Hengki.

Selanjutnya sambung Hengki, Bripka Syarif ditangkap terkait dengan Reynaldi.

“Reynaldi minta bantuan upgrade senjata ke Bripka Syarif, dihubungkan ke pabrik yang di Semarang, jadi tak ada kaitan dengan teror,” tegas Hengki.

Dan selanjutnya masih kata Hengki, Iptu M Yudi Saputra Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, yang bersangkutan terlibat senjata laras panjang, ini salah penyuplai ke DE sudah kami amankan, itu sipil, jadi banyak biasnya, perlu kami luruskan.

“Sekali lagi, informasi atau disinformasi ini perlu kami luruskan, Operasi kami terus berlanjut, masih banyak senjata yang belum kami ungkap, kami berkolaborasi dengan Densus, dan Puspom TNI AD, menjaga Indonesia agar tetap kondusif,” tutup nya.
(Tim)

Tiga Oknum Polri Ditangkap Tak Ada Kaitan Dengan Terorisme

Foto: Kombes Hengki Haryadi (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi terkait penangkapan tiga oknum polri, dimana ketiga oknum polri itu ditangkap terkait jual beli senjata api, namun tak ada keterlibatan dengan kasus terorisme DE yang merupakan pegawai PT KAI, yang diamankan polisi di Bekasi beberapa hari yang lalu.

“Ini sempat beredar anggota polri terlibat, anggota polri tak ada hubungannya dengan jaringan teror, ini informasi yang tak benar,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, kepada awak media, Jumat (18/8/2023).

Ketiga oknum polri yakni, Reynaldi anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Iptu M Yudi Saputra Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, dan Bripka Syarif Mukhsin anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten.

“Jadi yang pertama terkait anggota Krimum Polda Metro Jaya Reynaldi, itu kami yang amankan, karena yang bersangkutan menerima senjata dari salah satu penjual, senjata secara ilegal,kami pidanakan walupun itu anggota Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” ungkap Hengki.

Selanjutnya sambung Hengki, Bripka Syarif ditangkap terkait dengan Reynaldi.

“Reynaldi minta bantuan upgrade senjata ke Bripka Syarif, dihubungkan ke pabrik yang di Semarang, jadi tak ada kaitan dengan teror,” tegas Hengki.

Dan selanjutnya masih kata Hengki, Iptu M Yudi Saputra Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, yang bersangkutan terlibat senjata laras panjang, ini salah penyuplai ke DE sudah kami amankan, itu sipil, jadi banyak biasnya, perlu kami luruskan.

“Sekali lagi, informasi atau disinformasi ini perlu kami luruskan, Operasi kami terus berlanjut, masih banyak senjata yang belum kami ungkap, kami berkolaborasi dengan Densus, dan Puspom TNI AD, menjaga Indonesia agar tetap kondusif,” tutup nya.
(Tim)

Perbaiki Kualitas Udara Kapolres Jakbar Bersama Masyarakat Tanam 15 Ribu Pohon Serentak

dutainfo.com-Jakarta:Pada peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Metro Jakarta Barat dan jajaran melaksanakan Gerakan Nasional dalam rangka mensyukuri hari kemerdekaan bangsa Indonesia dengan melaksanakan aksi nyata dengan melakukan penanaman 15 ribu pohon serentak di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat, Jum’at, 18/8/2023.

Aksi ini merupakan bagian dari upaya untuk memperingati momen penting dalam sejarah Indonesia sambil memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan.

Program “Polri Lestarikan Negeri Penghijauan Sejak Dini” merupakan gagasan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Hal ini disebut wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup.

Dalam pelaksanaannya Polres Metro Jakarta Barat dan jajaran melaksanakan penanaman 15 ribu pohon dibeberapa lokasi diantaranya, dilahan kosong jalan palmerah barat III rw 014 palmerah Jakarta barat, disisi kaliangke jl p tubagus angke raya rw 01 Wijaya Kusuma Grogol Petamburan Jakarta Barat, di RPTRA kali jodoh tambora jakarta barat, Komplek Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Taman Kosambi Baru rw 10 Cengkareng Jakarta Barat dan di jalan mangga besar 1 rt 01/06 taman sari Jakarta Barat

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, Dalam aksi tersebut, ratusan sukarelawan dari berbagai lapisan masyarakat turut ambil bagian dalam menanam pohon-pohon yang beragam jenisnya.

” Penanaman pohon dilakukan di berbagai lokasi strategis di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat, seperti taman-taman kota, jalur hijau, dan area-area yang membutuhkan peningkatan vegetasi,” ujar Kombes pol M Syahduddi saat dikonfirmasi, Jum’at, 18/8/2023.

Syahduddi menjelaskan, Gerakan ini memiliki tujuan ganda, yaitu mengingatkan masyarakat akan arti penting kemerdekaan dan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

” Penanaman pohon dipilih sebagai salah satu bentuk kontribusi karena pohon memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem, menghasilkan oksigen, dan mereduksi dampak perubahan iklim,” ucapnya.

Aksi penanaman 15 ribu pohon ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat bersatu demi tujuan bersama, yaitu menghargai sejarah bangsa sambil ikut berperan dalam upaya pelestarian alam.

Selain itu, aksi ini juga menjadi momen edukatif untuk mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan alam sekitar guna mewariskan bumi yang lebih baik kepada generasi mendatang tutupnya. (Tim)

Polsek Pademangan Jakut Tanam 15 Ribu Pohon Serentak

dutainfo.com-Pademangan: Polsek Pademangan melaksanakan Gerakan Nasional dalam rangka mensyukuri hari kemerdekaan republik Indonesia yang ke-78 tahun dengan cara melaksanakan aksi nyata melakukan penanaman 15 ribu pohon serentak di wilayah hukum Polsek Pademangan, Jumat, 18/8/2023.

Aksi ini merupakan bentuk upaya untuk menghormati dan merayakan hari kemerdekaan Indonesia melalui tindakan nyata yang positif terhadap lingkungan.

Program “Polri Lestarikan Negeri Penghijauan Sejak Dini” merupakan gagasan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Hal ini disebut wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup.

Dalam pelaksanaannya kegiatan penanaman pohon tersebut dilakukan di rw 10 kel ancol pademangan Jakarta utara

Polsek Pademangan menggandeng beberapa instansi dan elemen masyarakat dan melakukan penanaman sebanyak 150 bibit pohon

Kapolsek Pademangan Kompol Binsar H Sianturi mengatakan, Dalam aksi tersebut, 70 anggota baik TNI-Polri, pemkot dan juga dari elemen masyarakat melaksanakan Gerakan Nasional dalam rangka mensyukuri hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78 tahun turut serta dalam penanaman pohon.

Wilayah hukum Polda Metro Jaya salah satu nya di pademangan dipilih sebagai tempat pelaksanaan aksi ini diharapkan dengan melakukan penanaman pohon dapat berkontribusi pada perbaikan kualitas udara dan lingkungan.

“Aksi penanaman 15 ribu pohon ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan,” ujar Kompol Binsar H Sianturi saat dikonfirmasi, Jumat, 18/8/2023.

Binsar berharap, bahwa dengan adanya peningkatan jumlah pohon, akan tercipta udara yang lebih bersih dan sejuk, serta dampak positif lainnya bagi lingkungan dan ekosistem setempat.

“Selain itu, aksi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan, serta menjadi inspirasi bagi gerakan-gerakan serupa di daerah lain,” ucapnya.

Keterlibatan polsek Pademangan bersama instansi lain dan juga masyarakat dalam mendukung kegiatan ini juga memberikan contoh nyata kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam rangka menjaga lingkungan dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Dengan demikian, aksi nyata Gerakan Nasional Mensyukuri Kemerdekaan Bangsa melalui penanaman 15 ribu pohon serentak di wilayah hukum Polsek Pademangan menjadi momentum penting untuk menggugah semangat kepedulian terhadap lingkungan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik jelasnya.

Kegiatan ini pun disambut positif dari tokoh masyarakat salah satunya dari ketua RW 10 kelurahan ancol bapak Singgih yang menyambut baik atas pelaksanaan kegiatan ini

“Ini sangat baik yah terlebih saat ini Jakarta mengalami tingkat polusi udara yang tinggi dan kegiatan ini setidaknya bisa untuk mengurangi polusi udara saat ini,” ucapnya. (Tim)