Mantan Jaksa Agung Prasetyo Titip Program TP4 Dan Putranya

Foto: Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo bersama Keluarga saat lepas sambut Jaksa Agung

dutainfo.com-Jakarta: Jaksa Agung ST Burhanuddin, diminta oleh Seniornya mantan Jaksa Agung HM Prasetyo untuk melanjutkan program Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4), selain itu Prasetyo juga menitipkan putranya Bayu Adhinugroho yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Dalam kesempatan kegiatan lepas sambut itu HM Prasetyo berharap program TP4 dapat dilanjutkan oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

“Kalau Pak Jaksa Agung berkenan dinilai baik, mohon bisa dilanjutkan program itu,” ujar Prasetyo, di Badiklat Kejaksaan RI, Senin (28/10/2019).

Masih kata HM Prasetyo, dirinya mengaku teringat perkataan Presiden bahwa jaksa cukup menakutkan guna mengawasi proyek pemerintah.

Nah sambung Prasetyo dirinya berpikir untuk tidak fokus pada menghukum saja, akan tetapi dalam bentuk pencegahan.

“Semenjak dibentuk program itu telah berhasil menyelamatkan triliunan Anggaran Pendapat dan Belanja Negara,” ungkapnya.

Selain itu Mantan Jaksa Agung Prasetyo juga menitipkan putranya Bayu Adhinugroho yang saat ini menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, kepada Jaksa Agung Burhanuddin.

“Saya titipkan ke Pak Bur kalau ada yang tidak benar, dijewer,” kata Prasetyo.

Prasetyo juga meminta pada Bayu agar tidak menjual namanya terkait jabatan, dia berharap putranya itu bisa menjadi jaksa yang baik.
(Tim)

Polres Jakarta Barat Amankan 8 Tersangka Penyekap Bos PT Maxima

Foto: Para tersangka penyekapan Bos PT Maxima saat diamankan Polres Jakbar

dutainfo.com-Jakarta: Akhirnya Satreskrim Polres Jakarta Barat, berhasil mengamankan delapan orang tersangka penyekapan Bos PT Maxima oleh Debt Colector beberapa hari lalu.

Dari hasil penangkapan itu Polisi menangkap 8 orang tersangka Tanki AB, AR, JR, MR, HN, FR, FL, dan FD, adapun tersangka lain yang masih DPO diantaranya AN,MS,ON, dan JM.

“Ya benar para tersangka delapan orang sudah kita amankan,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu, pada awak media, Senin (28/10/2019).

Masih kata AKBP Edy, awal mula kejadian Dirut PT Maxima Interindah Hotel (EK) melakukan proyek renovasi hotel kepada US selaku kontraktor senilai Rp 32.587.000,000.
Sebagai dana keseriusan US memberikan Rp 100 juta kepada korban, namun proyek tidak berjalan sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
“Saudara US ingin agar dana Rp 100 juta dikembalikan akan tetapi pelapor mengatakan dana tersebut sudah digunakan untuk keperluan surat-surat proyek tersebut,” ungkap AKBP Edy.

Masih kata Edy, dikarenakan tidak ada titik temu, US menyewa jasa PT Hai Sua Jaya Sentosa guna melakukan penagihan terhadap pelapor.

Setelah dapat order dari US, AB selaku Dirut PT Hai Sua Jaya Sentosa memerintahkan anak buahnya untuk menemui pelapor, hasilnya korban tidak memiliki uang dan meminta waktu 5 hari.

“Ironisnya para tersangka meminta uang Rp 5 juta dengan alasan sebagai uang tunggu selama lima hari,” kata Edy.

Yang paling parah tersangka AB memaksa korban untuk menandatangani perjanjian kenaikan pembayaran utang karena adanya keterlambatan selama 5 hari dari Rp 100 juta menjadi Rp 250 juta.

Tak hanya korban yang disekap namun ada beberapa karyawan hotel diancam dan kekerasan dari para tersangka, namun beruntung ada karywan yang berhasil melarikan diri dan melapor ke Polisi.

Hingga kini para tersangka dan barang bukti masih berada di Mapolres Jakarta Barat.

Adapun barang bukti yang disita polisi yakni 1 unit mobil, 3 unit motor, dan 7 unit hp.
(Elw/Hdr)

Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo: Selamat kepada Pak Bur

Foto: Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo dan Keluarga saat giat pisah sambut Jaksa Agung RI (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung RI menggelar pisah sambut Jaksa Agung RI dari HM Prasetyo kepada ST Burhanuddin, yang digelar di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

Kegiatan pisah sambut Jaksa Agung ini dihadiri oleh Para Kajati se Indonesia, Kajari, dan Keluarga besar dari mantan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Dalam sambutanya Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo mengucapkan selamat kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

“Saya percaya bahwa pak Bur dapat memimpin Kejaksaan menjadi institusi yang lebih baik lagi kedepanya,” ujar Prasetyo.

Selain itu Prasetyo meminta kepada para Jaksa dan Pegawai Kejaksaan agar dapat mendukung kerja Jaksa Agung Burhanuddin.

“Saya minta rekan-rekan sekalian, para Kajati, para eselon, agar mendukung Pak Bur dengan sebaik-baiknya. Kita tak bisa berjalan sendiri apalah artinya Jaksa Agung tanpa dukungan oleh semua, kita punya modal kebersamaan, jaksa adalah 1, tidak terpisahkan, ucapnya.

Dan yang tak kalah penting kita mensyukuri juga kejaksaan ditangani lagi oleh orang dalam, ungkap Prasetyo yang turut didampingi keluarganya berjejer dibelakang podium.

Selanjutnya acara dilanjutkan saling tukar cinderamata.

Seperti diketahui sebelumnya ST Burhanuddin ditunjuk oleh Presiden RI Jokowi untuk menempati posisi Jaksa Agung RI pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.
(Tim)

Polisi Bekuk Sindikat Preman Berkedok Perusahaan Penagih Hutang

Foto: Polres Jakarta Barat saat mengamankan 7 pelaku preman berkedok jasa penagih hutang yang menyekap seorang pengusaha di Hotel Jakarta Barat

dutainfo.com-Jakarta: Polres Jakarta Barat bongkar sindikat preman berkedok perusahaan jasa penagih hutang yang kerap meresahkan masyarakat.

Petugas gabungan dari unit Jatanras Krimum yang dipimpin Iptu Dimitri Mahendra dan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jaya Jakarta Barat yang dipimpin AKP Hasoloan berhasil membongkar sindikat preman berkedok perusahaan jasa penagih hutang.

“Ya benar anggota kami berhasil mengungkap sindikat preman berkedok perusahaan penagih hutang,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu, Sik, pada awak media, Minggu (27/10/2019).

Masih kata AKBP Edy, pihaknya berhasil mengamankan 7 orang pelaku yang mengintimidasi dan menyekap korban Engkos Kosasih Dirut PT Maxima, di Hotel Grand Akoya Tamansari Jakarta Barat.

Ketujuh tersangka preman ini berhasil kita tangkap dan menurut pengakuan mereka disuruh oleh PT Hai Sua Jaya Sentosa perusahaan yang bergerak jasa penagih hutang.

“Hingga saat ini ketujuh pelaku dan korban masih kita periksa secara intensif di Mapolres Jakarta Barat,” ungkap AKBP Edy.

Nanti detailnya kami akan menggelar Press Conference.

Bersabar dulu ya, tutupnya.
(Elw/Hdr)

Jaksa Agung: Siap koordinasi dengan KPK

Foto: Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin

dutainfo.com-Jakarta: Pihak Kejaksaan Agung RI siap berkoordinasi dengan pihak KPK, terlebih dalam pengusutan kasus korupsi yang tidak ditangani KPK, hal ini dilontarkan Jaksa Agung ST Burhanuddin, saat membuka Gowes Jaksa Agung Menyapa, Minggu (27/10/2019).

“Ya kita tentu harus memperkuat lagi karena kasus korupsi dengan kerugian negara Rp 1 miliar ke bawah harus ditangani kejaksaan dan kepolisian,” ujar Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, pada awak media.

Masih kata Burhanuddin, dirinya akan siap berkoordinasi dengan KPK dalam pengusutan kasus-kasus korupsi.

“Saya pastikan akan ada gebrakan baru di Kejaksaan Agung,” ungkapnya.
(Tim)