Dirdik Jampidsus: Soal Edwar penyidik fokus pidana korupsi 

Foto: Dirdik Jampidsus Kejagung RI Warih Sadono

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik pada Jampidsus Kejaksaan Agung, masih mendalami tindak pidana korupsi pada Direktur Ortus Holding Ltd Edward Soeryadjaya, belum menjerat dengan Pasal Korporasi dan tindak pidana pencucian uang.

Tersangka Edward Soeryadjaya yang telah dijadikan tersangka oleh pihak penyidik dari Jampidsus Kejagung pada 27 Oktober, melalui Surat Perintah Penyidikan (Sprindik), No: Print-93/F.2/Fd. 1/10/2017.I terkait kasus pengelolaan Dana Pensiun Pertamina senilai Rp 1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk.

Sementara Direktur Penyidikan Pada Jampidsus Kejagung Warih Sadono mengatakan pihak penyidik masih fokus pada tindak pidana korupsi dengan tersangka Edward.

Akan tetapi pihak penyidik akan tetap membuka opsi untuk menjerat tersangka dengan Pasal lainnya semua butuh pendalaman jadi bersabarlah, tim akan bekerja secara profesional, kan semua harus berdasarkan fakta hukum, ungkap Warih pada awak media Selasa (26/12).(Hdr/tim)

Soal Geng Motor Polisi Minta Masyarakat Ikut bantu Pencegahan 

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

dutainfo.com-Jakarta: Dalam hal penanganan geng motor semua pihak harus turun tangan dalam hal penanganannya, termasuk pemerintah dan elemen masyarakat, seperti kasus geng motor yang melakukan penjarahan di Depok.

“Ya kami meminta pemerintah juga turun tangan, pencegahan bisa dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono pada awak media (26/12/2017).

Tindakan kriminalitas tidak hanya resiko yang diberikan kepada pihak kepolisian saja yang menanganinya, akan tetapi semua secara terpadu. Pemerintah juga harus sama bagaimana pencegahannya, jadi tak hanya polisi saja, kata Argo.

Dalam hal geng motor pihak kepolisian, pemerintah dan elemen masyarakat setempat harus dan perlu duduk bersama mencari akar masalahnya, apalagi banyak pelaku yang masih dibawah umur.

” Nah disini perlu kita kasih pembelajaran supaya tidak berbuat lagi seperti itu. Jadi harus banyak pihak yang harus dilibatkan guna penanggulangan,” ungkap Argo.

Kombes Pol Argo Yuwono juga menilai aksi penjarahan oleh geng motor di Depok itu bukan saja ajang aktualisasi diri, namun lebih dari itu, mungkin ada permasalahan keluarga hingga mendorong anak nekat melakukan kriminalitas.

Permasalahan keluarga ya kenapa terdapat anak perempuan ikut terlibat disana? Bagaimana peran orangtuanya? sangat perlu ada kesinambungan bersama untuk menyelesaikannya, tutur Argo.

Kita juga berharap perlu ada intervensi lingkungan setempat untuk dapat mencegah anak-anak terlibat tindak kriminal dan kejahatan. Argo menilai anak bisa diarahkan ke kegiatan yang positif seperti kesenian dan keterampilan.(Hdr/tim)

Karo Penmas Polri: Masyarakat punya kontribusi besar 

Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal saat jumpa pers


dutainfo.com-Jakarta:
Dalam hal keamanan wilayah dan pendeteksian keberadaan teroris di lingkungan masyarakat, sebetulnya tidak terlalu sulit.

Biasanya, pelaku teroris hidup membaur dengan masyarakat di perkampungan.

“Nah yang membedakan adalah tingkah polahnya yang tidak lazim dan sedikit berbeda dari masyarakat lainnya.

Maka dari itu, masyarakat diminta lebih peduli pada tetangga di sekitar.

“Polisi meminta masyarakat lebih peduli dan peka terhadap lingkungannya, jangan sampai tetangga kita tidak faham,” ungkap Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal di Mabes Polri, Selasa (26/12/2017).

Masih kata Iqbal Ketua RT dan RW, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta Lurah bertanggung jawab agar mengenali warganya dengan sebaik- baiknya jadi tidak ada lagi warga yang berbulan-bulan, dan bertahun-tahun diwilayahnya ternyata pelaku teror.

Para pemuka agama, guru dan orang tua juga diminta turut menghimbau warga terdekat untuk waspada dan lebih peduli pada tetangga

Sekali lagi kepekaan terhadap lingkungan juga harus ditingkatkan, deteksi adanya kejanggalan dalam perilaku keseharian warga lainnya.

“Ini kan tujuan dibentuk RT dan RW agar paham siapa saja warganya, tegas  mantan Kapolres Jakarta Utara Iqbal.

Pada pengamanan Natal kemarin hasil evaluasi sementara kondisi di Indonesia masih kondusif, masih aman dan lancar.

Brigjen Iqbal juga mengemukakan, sebelum Natal Polri berkoordinasi dengan TNI, Ormas, dan Tokoh Agama untuk bersama- sama mengamankan ibadah Natal.

“Keberhasilan keamanan ini adalah Keberhasilan bersama, Polri diberi amanat sebagai leading sector, akan tetapi peran masyarakat dalam berkontribusi sangat besar, ungkap Iqbal. (Hdr)

Koramil 03/GP, Baksos Ke Panti Sosial 

Foto: Danramil 03/GP Kapten Inf Jefriansen Sipayung saat baksos ke Panti sosial

dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka Hari Jadi Kodam Jaya ke-68 tahun, Koramil 03/Grogol Palmerah melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial berupa pembagian bahan pokok makanan pada Panti Sosial Yayasan Werdha Wisma Mulia.

” Ya kita melaksanakan Bhakti Sosial dalam rangka HUT Kodam Jaya ke-68,” ujar Danramil 03/GP Kapten Inf Jefriansen Sipayung, saat dilokasi Selasa (26/12/2017).

Kegiatan Bhakti Sosial ini dilaksanakan di Panti Werdha Wisma Bina Daya Wanita (Kowani), di Jalan Jelambar No 14-16, Gropet, Jakarta Barat, nampak puluhan penghuni panti sangat terharu dan senang mendapat perhatian dan sumbangan dari Danramil 03/GP.

Pada kesempatan itu Danramil Kapten Jefriansen didampingi 4 staf nya dan Babinkamtibmas Jelambar Aiptu M Insan Arif, juga memberikan 15 karung beras, 20 dus Mie instan, dan Minyak sayur 5 drigent.

Sementara Pengurus Yayasan panti Werdha Wisma Mulia Ny Titik mengaku sangat senang mendapat perhatian dan bantuan sejumlah bahan pokok makanan dari Koramil 03/GP, ini bukti TNI selalu mencintai rakyat dan selalu hadir ditengah-tengah rakyatnya, ucap Ny Titik.

Diakhir kunjungannya Danramil 03/GP Kapten Jefriansen menyempatkan diri untuk melihat keadaan para wanita lansia dan jompo untuk menghibur dan menyampaikan salam hormat dari pimpinan kami, papar Jefriansen. (Hdr)

1 Lagi Artis Kembali Ditangkap Pakai Narkoba 

Foto: Artis Tio Pakusadewo saat memberikan keterangan pers di Polda Metro Jaya

dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya kembali tangkap Artis pemakai narkoba, kali ini giliran Artis Tio Pakusadewo, ditangkap sedang menghisap narkoba jenis sabu di rumahnya, Selasa (19/12).

Tio Pakusadewo mengaku kepada petugas sudah 10 tahun menggunakan sabu-sabu.

“Ya benar telah diamankan Tio Pakusadewo di rumahnya berikut barang bukti sabu 1 gram dia pengguna akut lah,” ujar Kasub dit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander Jum’at (22/12/2017).

Kepada penyidik Tio mengaku maksimal beli sabu seberat 1 gram.

Sementara pihak penyidik masih akan melakukan penilaian guna memastikan apakah Tio, layak direhabilitasi atau tidak, sesuai aturan yang ada, assesment dulu hasilnya apa rehab atau bagaimana, kita masih menunggu, ungkap Dony.

Tersangka Tio Pakusadewo diamankan di rumahnya di Jalan Ampera I Nomor 38 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas yakni tiga klip sabu sisa pakai dan alat hisap (Bong).

Hingga saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan penyidik, dari mana asal narkobanya, dan masih kita lacak sumbernya, tutup Dony.  (Hdr/tim)