Kampung Berlan Digrebek Pomad, BNN, Dan Polda Metro Jaya

Foto: Pomad, BNN, dan Polri grebek Kampung Berlan (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Pelaku peredaran narkoba di Berlan, Matraman, Jakarta Timur sempat kabur menghindar penggerebakan, Polisi Militer Angkatan Darat, BNN, dan Polda Metro Jaya.

“Tadi ada dua atau tiga pelaku itu melarikan diri ada bahkan sampai ke atap rumah. Tapi dengan tanggap tim kita yang terdiri dari TNI maupun BNN, maupun Polda Metro Jaya, jadi dapat kita tangkap orang itu berikut barang buktinya,” kata Dir Psikotropika dan Presekusor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat, Selasa (25/11/2025).

Masih kata Aldrin, tidak ada pelaku yang melakukan perlawanan saat digerebek petugas.

“Jumlah pelaku peredaran narkoba yang ditangkap berjumlah 25 orang mereka merupakan warga sipil,” ungkapnya.

BNN mengatakan ada 4 orang yang belum ditangkap. Kini ke 4 berstatus buron.

Dalam penggerebakan itu ditemukan barang bukti narkoba seperti sabu dan ganja kering.
(Tim)

Gerak Cepat Polsek Tambora: Remaja Hilang Sejak Sabtu, Ditemukan Selamat Di Rangkasbitung.

Dutainfo.com-Jakarta: Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan respon cepat dan kepedulian tinggi dalam menangani laporan orang hilang, setelah seorang ibu melapor bahwa anak perempuannya berinisial EMM (15), meninggalkan rumah sejak Sabtu, 22 Agustus 2025, tanpa kabar.

Atas kejadian tersebut ibu korban KI, menyampaikan bahwa putrinya berpamitan membeli kado Hari Guru, namun tidak kembali hingga sore hari.

Upaya keluarga untuk menghubungi korban melalui telepon seluler tidak mendapatkan jawaban, sehingga muncul kekhawatiran akan keselamatan sang anak kemudian baru membuat laporan pada minggu, 23 November 2025

Menanggapi laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara, S.Tr.K., S.I.K., M.Si, memerintahkan Panit Reskrim Ipda Priyo Purnomo, S.E, dan tim opsnal untuk langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Tim mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri titik terakhir korban terlihat, serta mengikuti berbagai jejak digital dan informasi lapangan.

“Berdasarkan keterangan seorang yang merupakan teman korban, tim memperoleh petunjuk kuat bahwa korban berada di wilayah Rangkasbitung, Lebak, Banten,” Ujar Ipda Priyo Purnomo

Tanpa menunda waktu, tim bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 17.00 WIB.

Upaya pencarian dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi tempat korban berkumpul, termasuk area tongkrongan dan sekitar Stasiun Rangkasbitung.

Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil. pada senin, 24 November 2025 Sekitar pukul 20.00 WIB, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di sekitar Pos RW Jl. Bhakti Manunggal Lebak Banten.

Yang bersangkutan kami temukan bersama 3 teman laki² dan 2 teman perempuan,selanjutnya tim riksa kordinasi dengan keluarga anak untuk di pulangkan kekeluarganya karna masih d bawah umur dan bersekolah

“Dari hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan berkenalan di media sosial dan diajak ketemuan di daerah Lebak Banten,” terangnya

Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Kukuh Islami, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang merespon cepat atas laporan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Polsek Tambora berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam situasi yang menyangkut keselamatan warga.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam merespons cepat laporan masyarakat. Alhamdulillah korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Lebih lanjut kami mengimbau kepada masyarakat khususnya kepada para orang tua untuk menjaga dan memantau setiap aktifitas putra dan putri nya, terutama terkait penggunaan media sosial dan pergaulan sehari-hari. (Tim)

Ayah Tiri Alvaro Diduga Bunuh Diri Di Ruang Konseling Polres Jaksel

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru ayah tiri Alvaro Kiano (6) bocah yang sempat hilang 8 bulan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Polda Metro Jaya, menjelaskan ayah tiri Alvaro berinisial Al diduga bunuh diri di ruang konseling Polres Jakarta Selatan.

“Yang bersangkutan diduga bunuh diri di dalam ruang konseling bukan di sel tahanan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada awak media, Senin (24/11/2025).

Bocah yang diduga Alvaro ditemukan dalam keadaan meninggal dunia kemarin setelah hilang 8 bulan. Polisi melakukan tes DNA untuk memastikan benar atau tidaknya itu Alvaro.

“Kita butuh kepastian dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan labfor ya,” ungkap Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, kepada awak media, Minggu (23/11/2025).

Ibu dari Alvaro, sedang dalam perjalanan dari Malaysia ke Jakarta guna menjalani test DNA.
(**)

Kapolsek Kalideres Jadi Pembina Upacara Di SMPN 204, Ajak Pelajar Jauhi Tawuran Dan Narkoba

Dutainfo.com-Jakarta: Polsek Kalideres kembali menghadirkan program Police Go To School sebagai upaya mendekatkan diri kepada dunia pendidikan dan membangun karakter generasi muda, Pada Senin pagi, 24 November 2025,

Kapolsek Kalideres Kompol Arnold Julius Simanjuntak, S.E., S.I.K., M.H, hadir sebagai Pembina Upacara Bendera di SMPN 204 Jakarta, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.

Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB ini turut dihadiri oleh Kanit Binmas Iptu Sutono, Kepala Sekolah Suherman S.Pd., MM, Kanit Provost Ipda Aris Wibowo, Bhabinkamtibmas Aiptu Wagito, Kasi Humas Aipda Dwi Winardi, jajaran guru, staf sekolah, serta seluruh siswa dan siswi SMPN 204.

Dalam amanatnya, Kompol Arnold menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah karena telah memberikan kesempatan bagi Polri untuk hadir dan bersama-sama membina kedisiplinan para pelajar melalui kegiatan upacara bendera.

Ia menekankan bahwa generasi muda adalah aset berharga bangsa yang harus dijaga dan diarahkan dengan baik.

Kapolsek juga mengingatkan para siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah terprovokasi ajakan negatif seperti tawuran, aksi demonstrasi tanpa tujuan jelas, maupun konten berbau kekerasan yang sering beredar di platform digital.

Selain itu, Kompol Arnold menekankan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda, serta mengajak pelajar agar menjauhi segala bentuk bullying, baik sebagai pelaku maupun korban, di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Ia juga memotivasi para siswa untuk terus bersemangat belajar demi meraih cita-cita. Menurutnya, kesungguhan dan disiplin dalam belajar akan menjadi bekal penting bagi mereka untuk menjadi pribadi yang membanggakan orang tua dan berguna bagi masyarakat.

Kegiatan Police Go To School ini berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme dari para siswa.

Kehadiran Polri di lingkungan sekolah diharapkan dapat meningkatkan kedekatan emosional sekaligus memperkuat pembinaan karakter pada generasi muda di wilayah Kalideres. (Tim)

Sopir Dan Kenek Mobil Box, Jadi Korban Pemerasan, Pamapta Polres Jakbar Bergerak Cepat

Dutainfo.com-Jakarta: Pamapta Polres Metro Jakarta Barat bergerak cepat merespons aduan warga terkait dugaan pemerasan dan pengeroyokan yang menimpa seorang sopir dan kenek mobil box di kawasan Jalan Pangeran Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, pada Sabtu, 22 November 2025 sekitar pukul 23.30 WIB.

Pamapta 1 Polres Metro Jakarta Barat, Ipda M. Nico Saputra, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika mobil box dengan nomor polisi B 9906 TCL mengalami mogok di Jl. Peternakan 3, Kapuk, Cengkareng.

Sopir kemudian meminta bantuan beberapa pemuda setempat untuk mendorong kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Setelah kendaraan berhasil dipindahkan, sopir memberikan uang sebesar Rp20.000 sebagai bentuk terima kasih. Namun, dua pemuda yang tidak diketahui identitasnya merasa tidak menerima jumlah tersebut dan menuntut tambahan.

“Namun, dua pemuda yang tidak diketahui identitasnya merasa tidak terima dengan jumlah tersebut dan menuntut tambahan,” ujar Ipda Nico saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).

Karena permintaan tambahan itu tidak dipenuhi, sopir dan kenek justru diperintahkan turun dari mobil.

Situasi kemudian memburuk ketika kenek dipukul pada bagian wajah dan diancam akan ditusuk oleh para pelaku.

Merasa terancam, keduanya melarikan diri dan langsung menuju Polres Metro Jakarta Barat untuk meminta perlindungan serta melaporkan kejadian tersebut.

Menerima laporan itu, Ipda M. Nico Saputra bersama Ipda Harianto dan anggota Pamapta lainnya bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam penanganan kasus ini, kami kemudian memfasilitasi proses restorative justice, setelah korban menyatakan bersedia memaafkan para pelaku dan tidak melanjutkan kasus ke proses hukum.

“Korban telah sepakat untuk menyelesaikan secara damai dan tidak melanjutkan ke proses hukum,” ungkap Ipda M. Nico Saputra. (Tim)