Kapolsek Tanjung Duren Pimpin Apel Kesiapan Polisi RW

dutainfo.com-Jakarta: Kapolsek Tanjung Duren Kompol Muharram Wibisono Adi P., S.H., MM., pimpin langsung kegiatan Apel Pagi Kesiapan Polisi RW Se Kec.Grogol Petamburan dan dilanjutkan Penyematan Rompi Kepada Relawan Keamanan Rw.06 Kel.Wijayakusuma.

Bahwa Personil Polsek Tanjung Duren khususnya Polisi RW, siap mengamankan datangnya bulan suci ramadhan tahun 1444 H.

Dengan adanya Polisi RW yang merupakan Program *Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M Fadil Imran, dalam rangka pendekatan polri kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan yang maksimal, serta mendapatkan informasi sekecil apapun bisa didapatkan atau masyarakat bisa menyampaikan langsung informasi kepada masing-masing penanggung jawab dilingkungan tersebut.

Upaya preemtif dan preventif dari Polisi RW bisa meminimalisir ancaman gangguan kamtibmas serta anggota polri yang bertugas menjadi Polisi RW diwilayah Kec.Grogol Petamburan dapat melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, ucap Kompol Muharram.

Tidak lupa juga pagi ini, Polsek Tanjung Duren juga akan menyematkan Rompi kepada Relawan Keamanan Rw.06 Kel.Wijayakusuma sebanyak 13 personil pimpinan Ketua Rw.06 Bapak Gatot H.W., adapun Polisi Rw Akp Riswanta, SH., dimana langkah ini dilakukan Polsek Tanjung Duren, sebagai upaya pendekatan Polri kepada masyarakat, dimana informasi sekecil apapun bisa didapatkan atau masyarakat bisa menyampaikan langsung informasi kepada masing-masing penanggung jawab di lingkungan tersebut,

Bahwa nantinya Polsek Tanjung Duren khususnya POLISI RW melaksanakan patroli dialogis juga menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar tidak berlebihan menyambut datangnya bulan suci ramadhan dengan hal-hal yang melanggar hukum serta kegiatan yang membahayakan jiwa seperti balap liar, penyalahgunaan Narkoba, petasan dan perkelahian antar kelompok / kampung.

Saat bulan ramadhan, Polsek Tanjung Duren akan bersinergi dengan Koramil 03/GP serta Pemda DKI maupun stakeholder lainnya akan melaksanakan patroli gabungan dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan agar terjaganya Kamtibmas yang senantiasa aman kondusif.

Kapolsek juga berharap masyarakat untuk mendukung Polsek Tanjung Duren bersama 3 Pilat dan Stakeholder lainnya dalam memelihara Kamtibmas dilingkungan sekitar tempat tinggalnya dengan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) karena selain mengamankan lingkungan, Siskamling juga bisa meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antar warga.

Selain itu masyarakat apabila mengetahui adanya kejadian-kejadian gangguan Kamtibmas di lingkungannya agar cepat menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa atau petugas Polisi RW, agar segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat sehingga tidak menjadi konflik sosial yang lebih besar. (Tim)

Masuki Bulan Ramadhan Polsek Tanjung Duren Patroli Mobile Rawan Tawuran

dutainfo.com-Jakarta: Kasus tawuran remaja hingga kini masih menjadi keluhan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat, hal tersebut disampaikan oleh warga/Pengurus RW, dalam program ‘Jumat Curhat’ yang menjadi program dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang dilakukan secara serentak se-Indonesia.

Memasuki Bulan suci Ramadhan yang beberapa hari lagi, Polsek Tanjung Duren gencar melakukan Patroli ketitik rawan tawuran serta lokasi tempat berkumpulnya remaja yang dapat mengganggu ketertiban umum saat malam hari.

Dengan adanya Polisi RW yang merupakan program inovasi yang dicetuskan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. DR. Drs. M.Fadil Imran, untuk meningkatkan pelayanan serta untuk lebih dekat dengan masyarakat. ini intinya untuk mendengar, mencatat, dan mencari solusi permasalahan yang ada di masyarakat.

Untuk kerawanan di wilayah Kel.Grogol yakni ini di Tanggul Banjir Kanal tepatnya di Jembatan Gantung Rt.010/010, memang jika malam hari sering dipakai oleh sekelompok remaja yang datang bukan dari lingkup kel.Grogol melainkan dari wilayah Kec.Tambora, ucap Kompol Muharram, dikutip Senin siang (20/03), berdasarkan informasi dari Polisi Rw.010 Ipda Nuri Effendi, SH. saat mendengar curhatan dari Ketua Rt.010 Ibu Muawanah

Untuk itu Kompol Muharram dan jajarannya melakukan identifikasi masalah dan berkomitmen melakukan upaya terkait masalah tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak terkait di lingkungan sekitar dan akan menindak tegas bila kedapatan remaja yang membuat resah/tawuran diwilayahnya.

Muharram juga, berharap dengan adanya kerja sama antara kepolisian terutama adanya Polisi RW dengan semua unsur masyarakat lokasi tersebut tidak lagi menjadi tempat tawuran.

Tidak lupa juga, Kompol Muharram meminta Personilnya setiap hari khususnya nanti di bulan Ramadhan untuk lakukan Patroli mobile ke titik-titik yang rawan tawuran. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar Kompol Muharram.

Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa peran serta dari masyarakat. Karena itu, mari bersama-sama mewujudkan situasi kondusif,” ajaknya.

Masyarakat diminta jangan sungkan melaporkan bilamana mengetahui adanya aksi geng motor, tawuran, pencurian kendaraan bermotor dan tindak pidana lainnya, untuk segera melapor ke Polsek Tanjung Tanjung Duren, jika terjadi tindak kriminalitas, tentu akan ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Tim)

Polri Dalami 15 Senpi Yang Ditemukan Di Rumah Dito Mahendra

dutainfo.com-Jakarta: Polri akan dalami temuan 15 senjata api, temuan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), di rumah Dito Mahendra, terkait kasus TPPU mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

“Sebanyak 15 pucuk senpi yang telah diserahkan KPK ke Polri, Polri saat ini tengah mendalami asal-usul senpi tersebut, nanti kita update kembali,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, kepada awak media, Senin (20/3/2023).

Masih kata Ahmad Ramadhan, untuk detailnya nanti kita sampaikan secara detail dalam waktu dekat.

Sebelumya KPK telah menggeledah rumah Dito Mahendra terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nurhadi.

Disaat itu penyidik KPK menemukan 15 pucuk senjata api berbagai merk.
(Tim)

Polda Metro Jaya Minta Sahur On The Road Dihentikan Lebih Banyak Negatif

dutainfo.com-Jakarta: Terkait Sahur On The Road, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran meminta kegiatan tersebut agar dihentikan.

Kegiatan SOTR, menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran lebih banyak memberikan dampak negatif.

“Ya saya sudah mengeluarkan maklumat agar kegiatan tidak produktif seperti konvoi di malam hari atas nama Sahur On The Road (SOTR), agar dihentikan karena banyak negatifnya,” ujar Fadil Imran, Senin (20/3/2023).

Masih kata Irjen Fadil, dirinya juga melarang warga menyalahkan petasan karena dapat menggangu kegiatan ibadah Puasa, selain itu agar tempat hiburan malam mentaati jam operasional selama Ramadhan.

Kami bersama Pemda DKI akan kerjasama, agar Ramadhan semua bisa berjalan dengan baik dan lancar. (Tim)

Kajati DKI Reda Manthovani Buka Suara Terkait Tawaran Restorative Justice AG Di Perkara Mario Dandy

Foto : ist

dutainfo.com-Jakarta: Kepala Kejaksaan Tinggi DKI, Jakarta DR Reda Manthovani, mengklarifikasi terkait isu yang beredar, menawarkan agar kasus penganiayaan terhadap korban David Ozora (17), yang dilakukan oleh Mario Dandy (20), agar diselesaikan lewat jalur keadilan Restorative atau Restorative Justice (RJ).

“Pihak Kejati DKI, Jakarta akan memproses perkara ini dengan profesional,” ujar Reda, Minggu (19/3/2023).

Masih kata Reda Manthovani, dirinya mengklarifikasi tentang adanya pertanyaan di doorstop yang tak terecord sehingga tidak melenceng ke mana-mana, karena itu kan demokrasi di Indonesia, kami hanya akan menyelesaikan perkara ini seprofesional mungkin sehingga tercapai rasa keadilan bagi masyarakat.

“Saat menjenguk korban David Ozora, di RS Mayapada beberapa hari lalu, saya ditanya mengenai peluang adanya RJ di kasus ini, kemudian saya jelaskan konsep RJ dalam UU sistem peradilan anak, ya mengingat salah satu pelaku dan korbannya merupakan anak yakni AG dan korban David,” papar Reda.

Jadi waktu itu ada yang menanyakan dari wartawan mengenai RJ terhadap anak AG, pelaku anak diatur dalam UU sistem peradilan pidana anak, korban David juga anak, diatur dalam UU Perlindungan Anak, dalam UU itu ada konsep Restorative Justice yang dinamakan diversi, sambung Reda.

“Mengingat ada wartawan yang menanyakan RJ ya memang jarang mendengar kata Diversi, oleh sebab itu saya gambarkan, saya jelaskan perlu ada forum tawar menawar perdamaian, nah pertanyaan yang dilontarkan itu memang ada yang terselip tidak kedengaran karena dibawah,” ungkapnya.

Nah saya gambarkan konsep pelaku anak itu ada yang dinamakan konsep perdamaian, sehingga perdamaian itu juga harus dilihat juga harus ada kesepakatan antara pelaku, korban dan atau keluarganya, selanjutnya juga ada kriterianya tindak pidana apa yang dikenakan itu.

Sedangkan kondisi David masih belum pulih, mustahil apabila dilakukan perdamaian, lanjut Reda.

Sementara Ketua PW GP Ansor Kalimantan Timur Fajri Al Farobi, mengklarifikasi isu yang beredar bahwa Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta DR Reda Manthovani telah menawarkan perdamaian kepada korban penganiayaan David Ozora, yang dilakukan oleh Mario Dandy dan Shane Lukas Rotua Lumbantoruan.

“Saya harus sampaikan bahwa kedatangan Pak Kajati DKI Jakarta Reda Manthovani, yang kemarin ke RS Mayapada guna menjenguk Ananda David ini semata-mata ada dua hal, pertama dari sisi kemanusiaan yang dilakukan Pak Reda, yang kedua adalah untuk pastikan proses hukum tetap berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Fajri, kepada awak media, di Jakarta, Minggu (19/3/2023).

“Jadi pak Kajati tak pernah menawarkan perdamaian saat menjenguk Ananda David di RS Mayapada,” kata Fajri.

Masih kata Fajri, ada Ketua PW Ansor yang hadir saat itu juga mendengar jelas apa yang disampaikan pak Kajati dalam pertemuan itu.

“Sekali lagi saya tegaskan tak ada tawaran perdamaian sedikitpun untuk para pelaku, karena sahabat-sahabat Ketua PW yang hadir pada saat di RS Mayapada itu mendengar semua dengan jelas, tak ada tawaran perdamaian yang disampaikan oleh Pak Kajati Reda,” paparnya. (Tim)