dutainfo.com-Jakarta: Sebuah pagi yang cerah di Lapangan Hijau Polres Metro Jakarta Barat menjadi saksi penghargaan atas dedikasi dan kerja keras para personel.
Sebanyak 21 anggota Polres Metro Jakarta Barat menerima penghargaan dari Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M. Syahduddi, atas dedikasi dan prestasi luar biasa yang mereka torehkan dalam menjalankan tugas.
Upacara pemberian penghargaan ini dipimpin oleh Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, dalam Apel Jam Pimpinan. Selasa, 19/11/2024.
Dalam sambutannya, AKBP Teuku Arsya membacakan amanat dari Kapolres, yang menegaskan pentingnya sistem reward and punishment.
“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas kerja keras yang luar biasa. Kami ingin menumbuhkan rasa bangga dan motivasi, serta mendorong semangat personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Di antara para penerima penghargaan adalah IPTU Suharyanto dan delapan anggota Satresnarkoba yang berhasil mengungkap kasus besar narkotika dengan barang bukti sabu seberat 11 kilogram pada 7 agustus 2024 di sebuah hotel dicengkareng Jakarta Barat dengan modus operandi narkotika jenis sabu dibungkus plastik yang disembunyikan dalam mobil camry.
Keberhasilan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga upaya nyata menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba.
Tidak kalah menginspirasi, Aipda Sri Bawono Wahyu Legowo bersama 2 anggota lainnya berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Polisi SDM Berdedikasi.
Mereka membuktikan bahwa pelayanan administrasi yang cermat dan dedikasi tinggi juga menjadi ujung tombak keberhasilan Polri.
6 Personel Humas Polres Metro Jakarta Barat diantaranya, AKP Diaman Saragih, Ipda Muri Rifia, Aipda Dwi Hariyanto, Aipda Achmat Ashari, Aipda Agus Salim dan Bripda Azka Fikri Alfatir menorehkan prestasi luar biasa dalam menyampaikan prestasi terbaik narasi kegiatan kepolisian dan Viralisasi Kegiatan Polisi Baik tingkat Satker Polda Metro Jaya dan Polres Jajaran.
Mereka menunjukkan bahwa di era digital, komunikasi yang baik menjadi alat penting dalam membangun citra positif institusi.
Kemudian Bripka Frans Rio Seru Banit Provos sipropam Polres Metro Jakarta Barat beserta 1 anggota lainnya atas prestasinya berdedikasi dan memiliki loyalitas dalam membuat administrasi berkas perkara disiplin dan kode etik terduga pelanggar serta permasalahan kasus viral dengan tepat waktu dan baik
Selanjutnya Brigadir Ricky Ramadhan Ps Kasubsigaji Sikeu Polres Metro Jakarta Barat Atas prestasinya Berdedikasi dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas sebagai operator Pengelola anggaran dan melampaui tugas pokoknya serta menyelesaikan hambatan dan permasalahan penyelesaian gaji personil Polres dan Polsek Jajaran Polres Metro Jakarta Barat sampai triwulan 3 tahun anggaran 2024
Kapolres Metro Jakarta Barat juga menyoroti pentingnya integritas dan empati dalam setiap tindakan.
“Setiap tugas adalah pengabdian. Tidak ada keberhasilan instan, namun kerja keras dan ketekunan akan membawa hasil yang membanggakan,” ujar Kombes Pol M. Syahduddi melalui amanatnya.
Tidak hanya penghargaan, momen ini juga menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk menjaga etika dan profesionalisme dalam tugas sehari-hari.
“Kami ingin menciptakan nuansa pelayanan yang humanis, di mana setiap anggota polisi hadir sebagai pelindung dan pelayan masyarakat,” tambah Kapolres.
Apresiasi ini menjadi inspirasi, tidak hanya bagi para penerima penghargaan, tetapi juga bagi seluruh personel Polres Metro Jakarta Barat.
“ Tak Ada Kesuksesan Instan, Penolakan Dan Kegagalan Seringkali Mewarnai Perjalanan Hidup Kita, Tapi Jangan Biarkan Semua Itu Membuat Kita Berhenti, ” Teruslah Berkarya Raih Prestasi, Tegasnya
Dengan dedikasi yang terus ditingkatkan, diharapkan kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Dutainfo.com-Jakarta: Sebuah kecelakaan sepeda motor terjadi di depan PT. Indokita Makmur, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada Senin (18/11/2024) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa ini langsung mendapatkan perhatian cepat dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Keagungan Polsek Metro Tamansari, Aiptu Sugiyarno, yang sigap turun ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada korban.
Menurut laporan warga, kecelakaan tersebut melibatkan seorang pengendara sepeda motor yang kehilangan kendali dan terjatuh.
Menyikapi informasi yang diterima, Aiptu Sugiyarno bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Dengan tenang, ia memastikan situasi terkendali, memberikan pertolongan pertama kepada korban, dan segera mengatur evakuasi ke RSUD Tamansari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Riyanto, mengapresiasi langkah cepat Aiptu Sugiyarno.
“Sebagai anggota Bhabinkamtibmas, respons cepat seperti ini merupakan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat. Setiap laporan yang diterima akan kami tanggapi dengan segera untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin, 18/11/2024.
Kompol Riyanto menambahkan, peran Bhabinkamtibmas sangat penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dan penegakan hukum di tingkat wilayah.
“Kejadian ini menunjukkan bagaimana kehadiran polisi di tengah masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam situasi darurat seperti kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Keagungan Polsek Metro Tamansari, Aiptu Sugiyarno menjelaskan, dimana korban yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor
Tiba dilokasi kejadian korban kurang fokus dan kaget melihat sebuah kendaraan sepeda motor yang dikendarai oleh seorang wanita berjalan pelan lalu korban mengerem
Namun naas korban malah ditabrak dari belakang hingga terjatuh
“Korban mengalami luka pada bagian dahu wajah dan kakinya terlindas ban,” terangnya
Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka kini sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tamansari.
Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada Aiptu Sugiyarno dan Polsek Metro Tamansari atas aksi cepat yang dilakukan.
Langkah sigap ini mencerminkan komitmen Polsek Metro Tamansari untuk selalu hadir melayani dan melindungi masyarakat.
Melalui kejadian ini, Polsek Metro Tamansari juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat berlalu lintas dan tidak ragu melapor jika terjadi insiden atau keadaan darurat.
“Kami selalu siap membantu kapan pun masyarakat membutuhkan,” tutup Kompol Riyanto. (Tim)
Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Dr Hermon Dekristo SH,MH, saat pemasangan pin emas oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid (ist)
dutainfo.com-Jakarta: Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Dr Hermon Dekristo SH,MH, menerima penghargaan dan pin emas dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), hal ini dikarenakan Kejaksaan Tinggi Jambi telah melakukan pencapaian luar biasa dalam memerangi praktik mafia tanah serta menyelesaikan berbagai konflik pertanahan yang terjadi di Provinsi Jambi.
“Ya benar penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri ATR/BPN RI, Nusron Wahid saat gelar Rakor di Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Kementerian ATR/BPN,” ujar Kasi Penkum Kejati Jambi, Noly Wijaya, seperti dikutip Antara, Jumat (15/11/2024).
Selain Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid juga memberikan penghargaan yang sama yakni kepada 21 Kapolda, 20 Kajati lainya, serta 21 Kakanwil BPN yang juga berhasil menyelesaikan konflik pertanahan.
O mercado de apostas esportivas consolidou-se como uma realidade incontestável na sociedade brasileira. O que começou como uma tendência tímida transformou-se em um gigantesco ecossistema que une tecnologia, esporte e entretenimento. As plataformas de “bet” inovam constantemente, oferecendo desde apostas tradicionais até mercados específicos para momentos do jogo.
A presença das casas de apostas no futebol brasileiro é marcante, com investimentos que ultrapassam centenas de milhões em patrocínios. Enquanto o setor aguarda a regulamentação definitiva, cresce o debate sobre jogo responsável e a necessidade de educar os apostadores sobre riscos e limites, garantindo um ambiente mais seguro para todos.
“Pemberian penghargaan dan prestasi ini semakin memperkuat komitmen Kejati Jambi dalam mendukung terwujudnya keadilan di sektor pertanahan, serta menjaga stabilitas sosial dan ekonomi yang lebih baik lagi di Jambi,” ungkapnya. (**)
Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Dr Hermon Dekristo SH,MH, saat pemasangan pin emas oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid (ist)
dutainfo.com-Jakarta: Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Dr Hermon Dekristo SH,MH, menerima penghargaan dan pin emas dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), hal ini dikarenakan Kejaksaan Tinggi Jambi telah melakukan pencapaian luar biasa dalam memerangi praktik mafia tanah serta menyelesaikan berbagai konflik pertanahan yang terjadi di Provinsi Jambi.
“Ya benar penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri ATR/BPN RI, Nusron Wahid saat gelar Rakor di Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Kementerian ATR/BPN,” ujar Kasi Penkum Kejati Jambi, Noly Wijaya, seperti dikutip Antara, Jumat (15/11/2024).
Selain Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid juga memberikan penghargaan yang sama yakni kepada 21 Kapolda, 20 Kajati lainya, serta 21 Kakanwil BPN yang juga berhasil menyelesaikan konflik pertanahan.
“Pemberian penghargaan dan prestasi ini semakin memperkuat komitmen Kejati Jambi dalam mendukung terwujudnya keadilan di sektor pertanahan, serta menjaga stabilitas sosial dan ekonomi yang lebih baik lagi di Jambi,” ungkapnya. (**)
Dutainfo.com-Malang: Museum Gubug Wayang Group mencakup tiga museum besar di Indonesia, yaitu Museum Gubug Wayang di Mojokerto, Museum Ganesya di Malang, dan Museum Srimulat di Batu.
Kombes Pol Tri Suhartanto, Kepala Siaga A Mabes Polri sekaligus Penasihat Museum Gubug Wayang, menjelaskan bahwa Museum Gubug Wayang Group juga mengelola “Temporary Museum,” sebuah program edukasi unik yang memperkenalkan artefak budaya ke masyarakat melalui pameran di sekolah, universitas, dan kantor pemerintah daerah.
Menurutnya hal ini selaras dengan tugas Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang ke 8 (delapan) yaitu memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya serta peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur
Museum Gubug Wayang Group terdapat salah satu museum yang menjadi sorotan adalah Museum Ganesya di Malang, berlokasi di dalam Kompleks Hawai Waterpark di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Hawai Waterpark sendiri merupakan taman rekreasi seluas lima hektar dengan berbagai wahana air dan kering yang menarik bagi keluarga.
Di antara gemerlap wahana ini, berdirilah Museum Ganesya sebagai oasis edukasi budaya di lantai dua dan tiga gedung utama kompleks.
Museum Ganesya terdiri dari 2 lantai yakni lantai 2 dan 3 di gedung sebagai sebuah lembaga edukasi.
Adanya Museum Ganesya tersebut di dalam gedung ini ditandai dengan Gong Raksasa yang terdapat di depan gedung, di sebelah kanan pintu masuk utama.
Gong berdiameter 3,5 meter dengan berat sekitar 0,5 ton dan terbuat dari pelat besi ini berasal dari Mojokerto, dan dipasang di sini pada sekitar bulan September 2019, beberapa waktu setelah berdirinya Museum Ganesya.
Museum Ganesya menjadi bukti dedikasi dalam pelestarian budaya Indonesia. Nama “Ganesya” adalah singkatan dari “Gelar Indonesia Budaya,” menandakan tujuan museum ini untuk memamerkan artefak bersejarah, khususnya dari era Kerajaan Singhasari, Majapahit, hingga masa kemerdekaan Indonesia.
Peresmian museum ini dilakukan pada 12 Juli 2019 oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, dan sejak itu Museum Ganesya telah menjadi destinasi wisata edukasi bagi masyarakat.
Di lantai dua, pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan sejarah yang mengisahkan kekayaan budaya Nusantara.
Salah satunya adalah koleksi keramik dari Dinasti Song (960–1279 M) yang digunakan dalam perdagangan antara Tiongkok dan kerajaan-kerajaan Jawa.
Museum ini juga menampilkan Fragmen Celadon, keramik berkualitas tinggi dari Tiongkok yang pernah menjadi barang dagangan utama di kawasan Nusantara.
Pengunjung juga bisa melihat Uang Gobog yang berasal dari zaman Singhasari dan Majapahit.
Terbuat dari perunggu dengan nilai nominal beragam, mata uang kuno ini menjadi pengingat masa lalu kejayaan perdagangan di Nusantara.
Selain itu, Museum Ganesya juga menampilkan berbagai koleksi manik-manik prasejarah dan perhiasan berharga lainnya, memperlihatkan status sosial dan kehidupan sehari-hari masyarakat zaman dulu.
Di ruang kaca lainnya, terdapat koleksi terakota dari era Majapahit.
Tak hanya berfungsi sebagai benda utilitarian, seperti pasu, gentong air, dan celengan, terakota juga sering dijadikan barang-barang dekoratif dan ritual, termasuk miniatur candi dan peralatan upacara.
Terakota memang memiliki tempat istimewa di era Majapahit, sehingga para ahli sejarah bahkan menyebut Majapahit sebagai “Imperium Terakota.”
Yang terakhir di lantai kedua ini adalah koleksi mainan anak-anak.
Banyak ahli pendidikan berpendapat bahwa “bermain adalah hal yang amat diperlukan oleh anak-anak untuk menunjang perkembangan jiwanya”.
August Frobel, Maria Montessori, Rabindranath Tagore, hingga Ki Hajar Dewantoro senantiasa menekankan hal tersebut dalam lembaga-lembaga pendidikan yang mereka dirikan.
Dan tak boleh dilupakan, sebagai “pencinta anak-anak”, Pak Raden pernah berkata: “Sebuah bangsa akan menjadi bangsa yang bahagia, jika anak-anaknya bahagia”.
Agaknya “suatu Happy Nation dimulai dari keadaan anak-anak”.
Namun selain itu, masyarakat pun – sadar atau tidak – memiliki keinginan agar anak-anak mereka mendapatkan hiburan dari bermain.
Tidak heran kita jika dari zaman ke zaman banyak alat permainan yang diciptakan oleh masyarakat, sesuai dengan kemampuan dan teknologi yang ada, mulai dari yang amat sederhana, hingga yang rumit.
Naik ke lantai tiga, Museum Ganesya memamerkan kekayaan budaya wayang dan topeng.
Koleksi wayang di museum ini bervariasi, mulai dari wayang kulit, wayang golek, hingga wayang orang, dengan kisah-kisah yang tak hanya berasal dari Ramayana atau Mahabharata, tapi juga legenda-legenda lokal seperti Walisongo.
Di sini, pengunjung dapat menyaksikan beragam bentuk topeng dari berbagai daerah, termasuk Topeng Malangan dan Topeng Cirebon, yang mencerminkan karakter tokoh-tokoh pewayangan yang beraneka ragam.
Kemudian Kombes Pol Tri Suhartanto melanjutkan, Masing-masing topeng mewakili tokoh tertentu, lengkap dengan wataknya.
Ada berjenis-jenis topeng di Museum Ganesya, Topeng Mahabharata, Topeng Ramayana, Topeng Majapahit, Topeng Cirebonan, Topeng Setan, dan sebagainya.
Topeng Malangan pertama kali muncul pada abad ke-8 di Kerajaan Kanjuruhan, a. Diciptakan oleh Raja Gajayana, raja Kanjuruhan, digunakan sebagai bagian dari upacara adat yang disuguhkan kepada para leluhur; b. Digunakan untuk upacara adat dengan mementaskan drama tari berdasarkan kisah Ramayana, Mahabharata, dan Panji; c. Digunakan untuk menyambut tamu kehormatan.
Topeng Malangan memiliki makna kehidupan dan watak manusia yang terkadang bahagia, sedih, tertawa, malu, dan sebagainya.
Makna ini bisa dilihat dengan jelas dari banyaknya karakter topeng yang disediakan dalam kesenian ini.
Pada abad-abad selanjutnya, Topeng Malangan kemudian menyebar ke Jawa Tengah, dan kemudian ke Cirebon pada abad ke 16.
Dari sinilah muncul Topeng Cirebon yang biasa digunakan untuk menari yang disebut Tari Topeng.
Sang seniman menarikan tokoh dengan watak yang ada pada topeng tadi, bisa seorang penari saja atau satu rombongan.
Tari topeng Cirebon berkembang ke beberapa daerah lain di Jawa Barat seperti Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka, Losari dan Brebes.Semua pementasan tari topeng hanya untuk hiduran.
Yang disebutkan tadi hanyalah sedikit dari koleksi Museum Ganesya Malang. Museum Ganesya Malang memiliki banyak koleksi lain, yaitu : 1. Ragam Batu Permata 100 Karat 2. Ragam Keramik Singosari 3. Ragam Terakota Buddha 4. Ragam Manik manik Majapahit 5. Ragam Gong Perunggu Singosari 6. Wahana Emas dan Keris Majapahit dan Singosari 7. Ragam Perunggu Singosari 8. Wayang Golek Presiden 9. Artefak Terakota Tokoh Gajah Mada 10. Ragam Terakota Majapahit 11. Ragam Celengan Majapahit 12. Si unyil di Area Dolanan Bocah 13. Ragam Mainan Anak Jadul Indonesia 14. Batu Bertulis 15. Berbagai Macam Wayang Punokawan. 16. Topeng Cirebon 17. Wayang Kulit Cerita Timun Mas 18. Koleksi Berbagai Macam Kepanduan Indonesia 19. Topeng Malangan Cerita Ramayana Mahabharata 20. Ragam Topeng Punokawan 21. Topeng Tokoh Madura 22. Wayang Ande-Ande Lumut . 23. Ragam Topeng Demit. 24. Ragam Topeng Panji Malangan 25. Reog Ponorogo 26. Wayang Gedog 27. Jathilan 28. Topeng Majapahit 29. Wayang Golek Beskalan 30. Wayang Klitik 31. Wayang Krucil 32. Wayang Golek Cepak 33. Wayang Klitik Kulit. 34. Wayang Thengul. 35. Wayang Orang Anh In Ho 36. Wayang Beber 37. Ragam Cangik 38. Topeng menak 39. Ragam Wayang Potehi 40. Wayang Golek Wali Songo 41. Lamsijan
Kombes Pol Tri Suhartanto menjelaskan selain itu kami memiliki museum swasta diantaranya Museum Gubug Wayang Mojokerto, Museum Ganesya Malang, Museum Srimulat Batu, Museum Pawitra UTC Trawas, Museum Perpustakaan Ubaya Surabaya, Museum Universitas Ciputra, Museum Rumah Dinas Walikota Mojokerto, Museum Kantor Walikota Mojokerto, Sanggar Gamelan Binus School Semarang, Pameran Penny Farthing Binus Aso Alam Sutera dan Museum SMPN 4 Mojokerto Kota
berbagai macam karya kebudyaan yang melengkapi semua artefak di Museum Ganesya.
“Sobat Budaya, dengan keberadaan Museum Ganesya terdapat berbagai harapan untuk kita dapat bersatu membangun bangsa ini,” tambah Tri Suhartanto
Kita jadikan perbedaan untuk mempererat persatuan menyongsong PILKADA SERENTAK 2024 !
Salam Budaya Mempersatukan Bangsa
Museum Ganesya Malang menawarkan pengalaman unik yang mengedukasi pengunjung tentang kekayaan sejarah dan seni budaya Indonesia.
Sebagai bagian dari Museum Gubug Wayang Group, Museum Ganesya diharapkan terus berperan dalam memupuk rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa. (Tim)