Parah Ibu Ini Ajak Anaknya Jadi Sindikat Pencurian Perhiasan Anak Di Jakarta Barat

Dutainfo.com-Jakarta: Polsek Kembangan Jakarta Barat berhasil mengamankan empat wanita yang terlibat dalam aksi pencurian perhiasan milik anak-anak di sebuah mall kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat. Selasa, 11/2/2025.

Para pelaku beraksi dengan mengincar anak-anak yang sedang bermain di tempat bermain anak dalam mall tersebut.

Ironisnya, 1 (satu ) dari pelaku tersebut merupakan ibu yang mengajak anaknya melakukan aksi kejahatan

Kapolsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Moch Taufik Iksan, mengungkapkan bahwa keempat pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AH (43), YI (30), NI (28), dan NH (20).

Dari pelaku yang diamankan tersebut terdapat pelaku seorang ibu dalam melakukan aksi kejahatan mengajak anaknya juga

Mereka memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan aksi kejahatannya.

“Pelaku AH bertugas mencari target korban, YI memesan tiket tempat bermain di mall tersebut, NI mengawasi situasi sekitar, sementara NH berperan sebagai eksekutor pencurian dalam melancarkan aksinya membawa anak kecil untuk mengambil kalung emas beserta liontin milik korban,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Humas Polres Metro Jakarta Barat, Jumat, 14/2/2025.

Taufik menjelaskan awal Kronologi kejadian berawal pada Minggu, 9 Februari 2025, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, korban yang sedang membuka stan bazar di sebuah Mall dikawasan Puri Kembangan Jakarta Barat meninggalkan anaknya untuk bermain di Kidz Zona bersama pengasuhnya.

Namun, saat korban kembali menjemput anaknya, ia mendapati bahwa kalung emas anaknya telah hilang.

Menyadari telah terjadi pencurian, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kembangan.

Menindaklanjuti laporan itu, tim kepolisian langsung melakukan penyelidikan intensif.

Pada Selasa, 11 Februari 2025, sekitar pukul 13.00 WIB, petugas berhasil mengidentifikasi terhadap pelaku bahwa salah satu pelaku, NI, tinggal di Tebet, Jakarta Selatan.

Namun, setelah dilakukan pengejaran, diketahui bahwa pelaku telah berpindah ke daerah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Tim yang dipimpin oleh Kanit Reskrim AKP Rahmad Kurniantoro dan Panit Reskrim IPDA Nugraha akhirnya berhasil menangkap NI di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kebon Pala I, Gang 5, Tanah Rendah, Kampung Melayu, sekitar pukul 17.15 WIB.

Tidak lama kemudian, YI datang ke kontrakan NI dan langsung diamankan.

Dari hasil pengembangan, polisi akhirnya berhasil menangkap dua pelaku lainnya, AH dan NH.

” Dari hasil penyelidikan, para pelaku sudah beraksi sebanyak tiga kali dengan modus serupa, menyasar anak-anak perempuan yang sedang bermain di mall,” terangnya

Selain itu sebelum melakukan aksi dimall di kawasan puri Kembangan pelaku juga usai melancarkan aksi serupa di eco park tebet Jakarta Selatan

Barang hasil curian mereka jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kini, keempat pelaku telah diamankan di Polsek Kembangan dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Polisi mengimbau para orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak mereka saat berada di tempat umum, terutama di pusat perbelanjaan dan arena bermain. (Tim)

Tim Satgas Intelijen Kejagung Tangkap Buronan Nader Thaher Terpidana Kredit Macet

dutainfo.com-Jakarta: Terpidana kasus kredit macet Nader Thaher yang buron sejak 2006, ditangkap tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI), Kejaksaan Agung RI dengan Kejaksaan Tinggi Riau.

“Ya Nader Thaher ditangkap di Apartemen wilayah Cicadas Bandung, Jawa Barat,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Harli Siregar, Jumat (14/2/2025).

Masih kata Harli, penangkapan buronan Nader, dilakukan oleh Tim Intelijen Kejagung bersama Tim Kejati Riau.

“Nader ditangkap pada Kamis 13 Februari 2025 di Apartemen Gateway Circas, Bandung,” ungkapnya.

Selanjutnya masih kata Harli, Nader akan diserahterimakan kepada tim jaksa eksekutor pada Kejati Riau.

Buronan Nader Thaher, merupakan mantan Presdir PT Siak Zamrud Pusaka (SZP) terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi kredit macet pada investasi bank sehingga merugikan negara Rp 35,9 miliar.

Nader melarikan diri setelah bebas demi hukum dari Lapas Pekanbaru pada 3 April 2006 saat proses kasasi di Mahkamah Agung RI.

Namun putusan MA pada 24 Juli 2006 menyatakan Nader terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Nader divonis hukuman 14 tahun penjara, bayar denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan.

Selain itu Nader, harus membayar uang pengganti Rp 35,97 miliar dan apabila dalam 1 bulan setelah putusan yang sudah inkrah, dia tidak membayar maka harta kekayaan Nader akan disita.
(Tim)

Gugatan Prapid Hasto, Tak Diterima Hakim PN Jaksel, Status Hasto Tetap Tersangka

Foto: Ruang Sidang PN Jaksel terkait Prapid Hasto Kristiyanto (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Djuyamto, menyatakan tidak dapat menerima Praperadilan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, selaku tersangka kasus dugaan suap penetapan pergantian antarwaktu anggota DPR RI 2019 hingga 2024 dan perintangan penyidikan.

Amar putusan hakim:
Mengadili: Mengabulkan eksepsi dari termohon, menyatakan permohonan oleh pemohon kabur dan tidak jelas, menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima, kata Hakim Tunggal yang membacakan amar putusan tersebut, Di PN Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2025).

Hasto Kristiyanto, mendaftarkan Praperadilan (Prapid), ke PN Jakarta Selatan pada 10 Januari 2025 dengan nomor perkara: 5/Pid.Pra/2025/PN.Jkt.Sel.

Dalam hal tersebut Hasto, menyebut penyidik KPK sewenang-Wenang dalam penetapan dirinya sebagai tersangka.
(**)

OTT Gabungan KPK-Kortastipidkor Polri Diduga Bocor, Dua Polisi Ini Akhirnya Ditangkap Paminal

Foto: Ilustrasi Polisi tangkap oknum polisi (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang dilakukan oleh Tim gabungan KPK dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri, diduga bocor, terkait dua anggota polisi yang bertugas di wilayah Polda Sumatera Utara.

“Ya sebelumnya akan dilakukan OTT, tetapi keburu bocor,” ujar Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol Cahyono Wibowo, seperti dilansir Antara, Kamis (13/2/2025).

Sedianya OTT yang gagal itu melibatkan personel gabungan dari KPK dan Kortastipidkor Polri serta Divisi Propam Polri.

Selanjutnya Polri menerjunkan Pengamanan Internal guna menangkap dua oknum polisi itu.

Hasilnya Paminal menangkap dua oknum polisi itu dan berhasil menyita barang bukti Rp 400 juta.

“Kedua oknum polisi itu sudah di Patsus atau penempatan khusus sambil menunggu proses hukumnya, sidang pelanggaran etik,” ungkap Irjen Pol Cahyono Wibowo.

Diketahui dua oknum polisi itu diduga memeras terkait dana alokasi khusus (DAK), untuk kegiatan di suatu sekolah menengah kejuruan (SMK), di Sumatera Utara.

Kasus ini sekarang ditangani Paminal Polda Sumatera Utara dan sudah tahap penyidikan.
(**)

Keren, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Kalideres Lumpuhkan Pria Bacok Warga

Foto: Senapan Agin dan Sajam yang digunakan pelaku SF untuk membacok korban F (dok Humas Polres Jakbar)

dutainfo.com-Jakarta: Pria bernama Sopian Faqih (36), mengamuk dan menenteng senapan angin serta senjata tajam, di Prepedan Dalam RT 07/07 Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, hingga membuat korban F (39) tewas luka bacok.

Kejadian ini membuat warga sekitar ketakutan, beruntung ada Babinsa Koramil 06/Kalideres Koptu Jamaludin dan Bhabinkamtibmas Polsek Kalideres Aiptu Hermanto, dengan sigap mengamankan pelaku pembacokan.

Pelaku Sopian menyerang F karena dipicu dugaan perselingkuhan, dimana korban F ini diduga terlibat hubungan gelap dengan istri Sopian.

“Ya kami bergerak cepat guna memastikan keamanan masyarakat di lokasi kejadian dan menyerahkan pelaku ke pihak berwenang,” ujar Koptu Jamaludin, Kamis (13/2/2025).

Warga sekitar sangat mengapresiasi kesigapan petugas.

Sementara Kapolsek Kalideres Kompol Arnold Julius Simanjuntak, mengatakan pihaknya telah mengamankan pelaku SF setelah melakukan pembacokan yang berujung pada kematian korban.

“Pelaku SF ini mengamuk dengan membawa senapan angin dan golok di lokasi kejadian, kami berhasil mengamankan pelaku dan menyita barang bukti,” ungkapnya.

Masih kata Kompol Arnold, dari hasil penyelidikan diketahui motif pembacokan diduga perselingkuhan, dimana pelaku SF ini emosi setelah mengetahui hubungan mesra istrinya dengan korban F.

Saksi yang melihat korban dalam kondisi kritis segera membawanya ke Klinik Yadika, namun dalam perjalan korban menghembuskan nafas terakhirnya.
(Tim)