Ini Kata Kejagung Terkait Jampidsus Dilaporkan Ke Jamwas

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung RI melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Kejagung, Harli Siregar angkat bicara terkait Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Nurachman Adikusumo dilaporkan ke pihak Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan.

“Ya kami dalam hal ini sangat menghormati setiap apapun yang disampaikan oleh kelompok-kelompok dari masyarakat, dan dari media, bahkan terhadap hal-hal yang kritik terhadap kinerja kami,” ujar Harli, kepada awak media, Senin (28/4/2025).

Namun hal tersebut menurut Harli, dirinya baru mengetahui prihal laporan yang dilayangkan oleh Koalisi Sipil Masyarakat Antikorupsi dari media massa.

“Nanti laporanya seperti apa kita lihat dulu, apakah memang urgensinya terkait dengan hal-hal yang dilakukan disini atau tidak, baru akan kita respon,” ungkapnya.

Diletahui sebelumnya Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi bersama Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Indonesian Police Watch dan Pergerakan Advokat Nusantara, telah melaporkan Jampidsus dan JPU ke pihak Jamwas Kejagung RI.
(**)

Ribuan Relawan Dapat Pelatihan Khusus Dari Ahli Gizi Dan BPOM

Dutainfo.com-Jakarta: Sebanyak 1.000 relawan mengikuti pelatihan penjamah makanan yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta Barat, Sabtu (26/4/2025).

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dibagi dalam dua kelas.

“Untuk hari ini di Jakarta, kami melatih 1.000 relawan dalam dua kelas,” jelas Sony usai memberikan arahan.

Pelatihan serupa juga berlangsung serentak di beberapa kota lain, seperti Serang, Cirebon, Sumedang, dan Tasikmalaya.

Melalui program ini, relawan dibekali dengan edukasi seputar teknik pengolahan dan penyajian makanan yang higienis dan sesuai standar kesehatan.

Sony menjelaskan, materi pelatihan diberikan langsung oleh para ahli dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, ahli gizi, hingga BPOM.

“Relawan harus memahami bahwa penanganan makanan, seperti daging ayam misalnya, tidak boleh asal. Ada standar suhu dan waktu yang harus dipatuhi,” katanya.

Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya penerapan etika dapur, seperti penggunaan hairnet dan masker untuk menjaga kebersihan saat memasak.

“Pengetahuan dan keterampilan yang diberikan diharapkan terinternalisasi dengan baik, sehingga kualitas makanan di dapur SPPG tetap terjaga,” pungkas Sony. (Tim)

Polsek Cengkareng Amankan 4 Debt Collector Di Jl Daan Mogot

dutainfo.com-Jakarta: Menindaklanjuti aduan masyarakat yang masuk melalui akun Instagram resmi @polres_jakbar, terkait keberadaan sejumlah mata elang (debt collector) yang dinilai meresahkan, Polsek Cengkareng Jakarta Barat langsung bergerak cepat.

Pada Sabtu (26/4/2025), personel Polsek Cengkareng melakukan operasi penertiban di sepanjang Jalan Daan Mogot Raya, baik arah Grogol maupun arah Tangerang.

Dalam operasi tersebut, sebanyak empat orang debt collector berhasil diamankan.

Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Abdul Jana, membenarkan adanya penindakan tersebut.

“Sebanyak empat debt collector kami amankan. Selanjutnya mereka kami lakukan pendataan dan pembinaan di Polsek Cengkareng,” ujar Kompol Abdul Jana, Sabtu, 26/4/2025.

Langkah ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap keluhan warga sekaligus upaya menjaga ketertiban umum di wilayah Jakarta Barat.

( Tim )

Sambil Ngopi, Polisi Dan Warga Tambora Bahas Masalah Tawuran Dan Pinjol

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga, Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Tambora kembali menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna, Kamis (24/4/2025).

Kegiatan kali ini digelar di pinggir Jalan Latumeten Raya, RT 13 RW 07, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi yang menyampaikan bahwa program Ngopi Kamtibmas merupakan inisiasi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto sebagai sarana menampung keluhan, masukan, serta aspirasi masyarakat.

“Alhamdulillah, ini adalah pertama kalinya saya mengikuti Ngopi Kamtibmas di RW 07, Tambora. Kegiatan ini sangat penting untuk mendengarkan langsung permasalahan masyarakat dan mencari solusinya bersama,” ujar Kombes Twedi, Kamis, (24/4/2025).

Dalam dialog bersama warga, Kombes Twedi menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kamtibmas.

Menurutnya, keamanan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, baru lingkungan sekitar.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak remaja, khususnya untuk mencegah keterlibatan dalam tawuran dan kejahatan jalanan.

Selain itu, Kombes Twedi turut menyoroti maraknya pinjaman online ilegal, penipuan online, perjudian daring (judol), dan penyalahgunaan narkoba yang kian meresahkan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran yang tidak jelas dan selalu memverifikasi informasi dengan bijak.

“Setiap aduan masyarakat akan kami tindak lanjuti. Termasuk soal tilang elektronik yang saat ini sudah berbasis sistem untuk menghindari penyalahgunaan wewenang di lapangan,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara aparat dan warga, menciptakan kedekatan emosional serta kolaborasi dalam menjaga wilayah RW 07 Angke tetap aman dan kondusif. (Tim)

Alasan Aktor Fachri Albar Kembali Gunakan Narkoba

Dutainfo.com-Jakarta: Polisi akhirnya mengungkap alasan di balik kembali terjeratnya aktor sekaligus musisi Fachri Albar dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Dari hasil penyelidikan, Fachri mengaku menggunakan narkotika untuk menenangkan pikiran terkait tekanan hidup dan pekerjaan yang tengah dihadapinya.

Hal itu diungkap langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Metro Jakarta Barat pada Kamis (24/4/2025).

“Dari hasil pendalaman kami, yang bersangkutan menyatakan bahwa penggunaan narkoba ini untuk kebutuhan pribadi, membantu menenangkan pikiran dan menghadapi tekanan hidup serta pekerjaan,” ujar Kombes Twedi.

Fachri diketahui menggunakan beberapa jenis narkoba, seperti sabu, ganja, kokain, hingga obat-obatan terlarang lainnya.

Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dirinya mengonsumsi narkotika tersebut secara mandiri, tanpa melibatkan pihak keluarga ataupun orang lain.

“Saudara FA sudah kami mintai keterangan, dan dia menyatakan menggunakan sendiri, tidak melibatkan orang lain,” tegas Twedi.

Saat diamankan, Fachri berada di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan dalam kondisi sudah selesai menggunakan narkoba.

Ia diamankan seorang diri oleh petugas dari Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Polisi kini masih terus mendalami sumber perolehan barang haram tersebut, karena Fachri hingga kini belum sepenuhnya terbuka terkait asal-usul narkotika yang dikonsumsinya. (Tim)