Polisi Di Tambora Hadir Meriahkan Lomba 17 Agustus Bersama Warga RW 003 Duri Selatan

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kapolsubsektor Ketapang bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Duri Selatan Aiptu Suyatno melaksanakan sambang kegiatan perlombaan 17 Agustus di wilayah RW 003, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (17/8/2025).

Kegiatan perlombaan yang digelar di Pos RW 003, Jl. Duri Selatan Raya ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Hadir dalam acara tersebut Kapolsubsektor Ketapang, Bhabinkamtibmas Duri Selatan, Humas RW 003 Bapak Iwan, panitia penyelenggara, karang taruna, serta warga masyarakat dari anak-anak hingga remaja yang menjadi peserta lomba.

Kapolsubsektor Ketapang Iptu HARTANA, SH bersama Bhabinkamtibmas menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana menanamkan rasa cinta tanah air serta mempererat persaudaraan antarwarga.

Selain itu, kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan masyarakat merupakan wujud nyata upaya harkamtibmas dan menjaga kedekatan Polri dengan masyarakat.

Bhabinkamtibmas juga mengingatkan kepada warga, apabila ada gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar agar segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau melalui hotline Polsek Tambora di nomor 081717178687.

Dengan suasana penuh semangat merah putih, kebersamaan antara polisi dan warga terlihat hangat, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas perayaan kemerdekaan bangsa Indonesia. (Tim)

Buronan Kejati Riau Ditangkap Di Jakarta Utara

Foto: Buronan Kejati Riau, Robby Mattoaly (ist)

dutainfo.com-Riau: Pelarian panjang Robby Mattoaly (65), selama 13 tahun berakhir sudah.

Terpidana Robby kasus penggelapan Rp 500 juta ditangkap Tim Gabungan Intelijen Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi Riau, di kawasan Jakarta Utara pada Jumat (15/8/2025).

Terdakwa Robby masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Kejari Bengkalis sejak 2012 silam.

Mahkamah Agung memvonis 1,5 tahun penjara terkait perkara penggelapan pembayaran komisi atau fee pemasaran.

Kasus ini berawal dari Surat Perjanjian Penawaran Pemasaran antara PT Duri Mall Indah dengan pihak penyewa senilai Rp 500 juta.

Putusan perkara ini telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht), berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung No 1057/K/Pid/2011 tanggal 10 Oktober 2012.

Sementara Kasi Penkum Kejati Riau Zikrullah, mengatakan Buronan Robby Mattoaly berhasil ditangkap di Jl Pluit Karang Elok, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (15/8/2025) malam.

“Buronan Robby saat diamankan bersikap kooperatif dan langsung diserahkan ke jaksa eksekutor Kejari Bengkalis,” tutupnya. (Tim)

Terkait Kebun Sawit Yang Tak Mau Disita Penegak Hukum, Presiden Prabowo, Kerahkan Pasukan TNI, Dan Sudah Kembali Dikuasai Negara

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto Di Gedung MPR RI (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Terkait tambang ilegal, Presiden RI Prabowo Subianto, ingatkan orang-orang besar, dan kuat, khususnya Jenderal dari TNI/Polri dan Partai Politik untuk tidak menjadi beking atau mendukung kegiataan pertambangan ilegal.

Selanjutnya Presiden Prabowo, mengungkapkan pihaknya sudah mendapat laporan bahwa kini terdapat 1.063 tambang ilegal di Indonesia.

“Akibat tambang ilegal itu negara minimal dirugikan 300 triliun, saya minta dukungan seluruh MPR, saya minta dukungan seluruh Parpol, guna mendukung ini demi rakyat kita,” ujar Prabowo, saat sidang tahunan MPR,DPR dan DPD, Di Gedung MPR RI, Jumat (15/8/2025).

Dengan ini saya beri peringatan apakah ada orang besar orang kuat jenderal-jenderal dari manapun, apakah TNI dan Polisi atau mantan jenderal, tidak ada alasan kami akan tindak atas nama rakyat, sambung Presiden Prabowo.

“Hal ini juga termasuk pimpinan partai, saya ingatkan termasuk partai saya, Gerindra, kalau ada terlibat, anda jadi justice kolaborator. Anda laporkan saja, karena walaupun kau Gerindra tidak akan saya lindungi, saudara-saudara kalau ada yang berani saya perintahkan Panglima TNI dan Kapolri kalau anda mau ke provinsi ini pakai pasukan dari provinsi lain, jangan-jangan ada anak buahmu di kebun-kebun itu,” jelasnya.

Saudara-saudara Wakil Rakyat tahu keadaan sebenarnya, benar? Saya sudah lama jadi orang Indonesia, segala ulah apalagi saya mantan tentara jadi junior itu jangan macam-macam ya, kalau rakyat yang nambang ya sudah kita bikin koperasi, kita legalkan, kita atur, tapi jangan alasan rakyat tau-tau nyelundup ratusan triliun, sambung Prabowo.

Selain itu Presiden Prabowo, juga mengatakan tak hanya tambang ilegal, ada juga soal jutaan hektar lahan perkebunan sawit yang telah melanggar aturan dan kini sudah kembali dikuasai negara.

“Saudara-saudara ada keputusan pengadilan yang sudah inkrah 18 tahun lalu, yang memerintahkan ada kebun sawit yang harus disita tapi tak ada penegak hukum yang mau melaksanakan, saya tak tahu kenapa, namun sudah saya perintahkan dikuasai kembali oleh negara dan untuk itu kita telah menggunakan pasukan TNI mengawal tim-tim yang menguasai kebun tersebut,” paparnya.

“Dan untuk itu kita telah menggunakan pasukan TNI untuk msngawal tim-tim yang menguasai kebun-kebun tersebut karena sering terjadi perlawanan, ya kita hadapi saudara-saudara,” ujarnya. (Tim)

Presiden RI: Ada Kebon Sawit Yang Harus Disita Tapi Ada Penegak Hukum Yang Tak Mau Melaksanakan.

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto Di Gedung MPR RI (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Terkait tambang ilegal, Presiden RI Prabowo Subianto, ingatkan orang-orang besar, dan kuat, khususnya Jenderal dari TNI/Polri dan Partai Politik untuk tidak menjadi beking atau mendukung kegiataan pertambangan ilegal.

Selanjutnya Presiden Prabowo, mengungkapkan pihaknya sudah mendapat laporan bahwa kini terdapat 1.063 tambang ilegal di Indonesia.

“Akibat tambang ilegal itu negara minimal dirugikan 300 triliun, saya minta dukungan seluruh MPR, saya minta dukungan seluruh Parpol, guna mendukung ini demi rakyat kita,” ujar Prabowo, saat sidang tahunan MPR,DPR dan DPD, Di Gedung MPR RI, Jumat (15/8/2025).

Dengan ini saya beri peringatan apakah ada orang besar orang kuat jenderal-jenderal dari manapun, apakah TNI dan Polisi atau mantan jenderal, tidak ada alasan kami akan tindak atas nama rakyat, sambung Presiden Prabowo.

“Hal ini juga termasuk pimpinan partai, saya ingatkan termasuk partai saya, Gerindra, kalau ada terlibat, anda jadi justice kolaborator. Anda laporkan saja, karena walaupun kau Gerindra tidak akan saya lindungi, saudara-saudara kalau ada yang berani saya perintahkan Panglima TNI dan Kapolri kalau anda mau ke provinsi ini pakai pasukan dari provinsi lain, jangan-jangan ada anak buahmu di kebun-kebun itu,” jelasnya.

Saudara-saudara Wakil Rakyat tahu keadaan sebenarnya, benar? Saya sudah lama jadi orang Indonesia, segala ulah apalagi saya mantan tentara jadi junior itu jangan macam-macam ya, kalau rakyat yang nambang ya sudah kita bikin koperasi, kita legalkan, kita atur, tapi jangan alasan rakyat tau-tau nyelundup ratusan triliun, sambung Prabowo.

Selain itu Presiden Prabowo, juga mengatakan tak hanya tambang ilegal, ada juga soal jutaan hektar lahan perkebunan sawit yang telah melanggar aturan dan kini sudah kembali dikuasai negara.

“Saudara-saudara ada keputusan pengadilan yang sudah inkrah 18 tahun lalu, yang memerintahkan ada kebun sawit yang harus disita tapi tak ada penegak hukum yang mau melaksanakan, saya tak tahu kenapa, namun sudah saya perintahkan dikuasai kembali oleh negara dan untuk itu kita telah menggunakan pasukan TNI mengawal tim-tim yang menguasai kebun tersebut,” paparnya.

“Dan untuk itu kita telah menggunakan pasukan TNI untuk msngawal tim-tim yang menguasai kebun-kebun tersebut karena sering terjadi perlawanan, ya kita hadapi saudara-saudara,” ujarnya. (Tim)

Presiden RI Prabowo Subianto, Ingatkan Para Jenderal TNI/Polri Tidak Bekingi Tambang Ilegal

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto Di Gedung MPR RI (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Terkait tambang ilegal, Presiden RI Prabowo Subianto, ingatkan orang-orang besar, dan kuat, khususnya Jenderal dari TNI/Polri dan Partai Politik untuk tidak menjadi beking atau mendukung kegiataan pertambangan ilegal.

Selanjutnya Presiden Prabowo, mengungkapkan pihaknya sudah mendapat laporan bahwa kini terdapat 1.063 tambang ilegal di Indonesia.

“Akibat tambang ilegal itu negara minimal dirugikan 300 triliun, saya minta dukungan seluruh MPR, saya minta dukungan seluruh Parpol, guna mendukung ini demi rakyat kita,” ujar Prabowo, saat sidang tahunan MPR,DPR dan DPD, Di Gedung MPR RI, Jumat (15/8/2025).

Dengan ini saya beri peringatan apakah ada orang besar orang kuat jenderal-jenderal dari manapun, apakah TNI dan Polisi atau mantan jenderal, tidak ada alasan kami akan tindak atas nama rakyat, sambung Presiden Prabowo.

“Hal ini juga termasuk pimpinan partai, saya ingatkan termasuk partai saya, Gerindra, kalau ada terlibat, anda jadi justice kolaborator. Anda laporkan saja, karena walaupun kau Gerindra tidak akan saya lindungi, saudara-saudara kalau ada yang berani saya perintahkan Panglima TNI dan Kapolri kalau anda mau ke provinsi ini pakai pasukan dari provinsi lain, jangan-jangan ada anak buahmu di kebun-kebun itu,” jelasnya.

Saudara-saudara Wakil Rakyat tahu keadaan sebenarnya, benar? Saya sudah lama jadi orang Indonesia, segala ulah apalagi saya mantan tentara jadi junior itu jangan macam-macam ya, kalau rakyat yang nambang ya sudah kita bikin koperasi, kita legalkan, kita atur, tapi jangan alasan rakyat tau-tau nyelundup ratusan triliun, sambung Prabowo.

Selain itu Presiden Prabowo, juga mengatakan tak hanya tambang ilegal, ada juga soal jutaan hektar lahan perkebunan sawit yang telah melanggar aturan dan kini sudah kembali dikuasai negara.

“Saudara-saudara ada keputusan pengadilan yang sudah inkrah 18 tahun lalu, yang memerintahkan ada kebun sawit yang harus disita tapi tak ada penegak hukum yang mau melaksanakan, saya tak tahu kenapa, namun sudah saya perintahkan dikuasai kembali oleh negara dan untuk itu kita telah menggunakan pasukan TNI mengawal tim-tim yang menguasai kebun tersebut,” paparnya.

“Dan untuk itu kita telah menggunakan pasukan TNI untuk msngawal tim-tim yang menguasai kebun-kebun tersebut karena sering terjadi perlawanan, ya kita hadapi saudara-saudara,” ujarnya. (Tim)