dutainfo.com-Bandung: Yoyo Iryadi (72), mantan Kepala Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Jumat (13/2/2026).
Terpidana kasus korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang, Yoyo Iryadi, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1711 K/Pid.sus/2012 tertanggal 9 April 2013.
Saat perkara itu bergulir pada 2012, dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Linggar.
“Pengamanan terpidana dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari tim Intelijen dan tim Jaksa Eksekutor Seksi Pidana Khusus,” ujar Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Bandung Akmad Fakhri, Sabtu (14/2/2026).
Masih kata Akhmad Fakhri, terpidana akhirnya menyerahkan diri sekitar pukul 14.00 WIB ke Kantor Kejari Kabupaten Bandung. (Tim)
dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial AP (35), yang diduga akan bertransaksi sabu, pelaku diamankan di parkiran SPBU wilayah Mampang, Jakarta Selatan.
“Ya benar penangkapan terhadap AP dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat, tim penyelidik langsung bergerak melakukan penangkapan di lokasi pada Jumat 13/2/2026, sekitar pukul 21.30 WIB,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Sabtu (14/2/2026).
Masih kata Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, setelah mengamankan AP, tim juga mengamankan dua bungkus berisikan narkotika jenis sabu.
“Tim selanjutnya menggeledah kamar kos pelaku di Jl Pesing Koneng, Jakarta Barat hasilnya tim penyelidik menemukan barang bukti satu bungkus sabu lainya,” ungkapnya.
Selain mengamankan barang bukti sabu, polisi juga menyita barang bukti lainya seperti timbangan digital, dan plastik klip, dari pemeriksaan sementara pelaku merupakan seorang pengedar. (Tim)
Dutainfo.com-Aceh: Dalam rangka kegiatan Dianmas (Pengabdian Masyarakat), Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 melaksanakan pembuatan sumur bor sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan tersebut secara resmi diresmikan oleh Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., didampingi Perwira Pendamping dan mahasiswa STIK Lemdiklat Polri pada Sabtu (14/02/2026).
Pembangunan sumur bor ini dilaksanakan setelah mahasiswa melakukan survei dan pendataan langsung terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih pasca bencana.
Berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara dengan warga, kebutuhan akan sumber air bersih menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung pemulihan kondisi masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Perwira Pendamping Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo, S.I.K., M.H., dan diikuti oleh 22 Mahasiswa STIK Angkatan 83, termasuk Mahasiswa Sindikat 8 STIK-PTIK Angkatan 83, M. Rizky Ali Akbar, selaku Wakil Ketua Senat Persatuan Mahasiswa Ilmu Kepolisian (PMIK) yang turut aktif dalam pelaksanaan dan koordinasi kegiatan di lapangan.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat, mulai dari pengeboran, pemasangan instalasi pipa, hingga uji kelayakan air.
Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Utara menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian para mahasiswa STIK.
“Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi dedikasi mahasiswa STIK Angkatan 83 yang telah memberikan solusi konkret terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama untuk kepentingan jangka panjang,” ujar AKBP Trie Aprianto.
Sementara itu, M. Rizky Ali Akbar selaku Wakil Ketua Senat PMIK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai pengabdian dan penerapan ilmu yang diperoleh selama pendidikan, khususnya dalam memahami kebutuhan riil masyarakat di wilayah pasca bencana serta memperkuat peran kepemimpinan mahasiswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Adapun manfaat dari kegiatan ini antara lain:
Tersedianya akses air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
Meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan.
Memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat.
Menumbuhkan kepedulian sosial serta empati mahasiswa terhadap kondisi kewilayahan.
Masyarakat setempat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Mereka berharap keberadaan sumur bor tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Melalui kegiatan Dianmas ini, Mahasiswa STIK Angkatan 83 tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh selama pendidikan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta kepekaan sosial dalam menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat di lapangan. (Tim)
dutainfo.com-Aceh Utara: Dalam rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas), Sindikat 8 Mahasiswa STIK Angkatan 83 melaksanakan kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat di Bukit Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (13/02/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pendamping Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo S., S.I.K., M.H., serta diikuti oleh 22 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat. Pengobatan gratis ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana dan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat sesuai hasil diagnosa, serta edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat. Mahasiswa STIK turut membantu proses registrasi, pendataan pasien, dan pendampingan warga lanjut usia selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini memberikan manfaat nyata berupa kemudahan akses layanan kesehatan, peningkatan kesadaran hidup sehat, serta penguatan hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.
Melalui kegiatan Dianmas ini, mahasiswa STIK Angkatan 83 diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepolisian yang humanis dan responsif, sekaligus memahami kondisi riil masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Utara. (Hdr/Ril)
Dutainfo.com-Jakarta: Mahasiswa STIK Angkatan 83 Sindikat 8 Melaksanakan perencanaan pembangunan sumur bor dan pendataan kebutuhan masyarakat seneudeun Kabupaten Aceh Utara.
Aceh Utara – Kabupaten Aceh Utara, Sindikat 8 Mahasiswa STIK Angkatan 83 mengunjungi masyarakat seneudeun Kabupaten Aceh Utara., Kamis (12/02/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pendamping Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. dan diikuti oleh 20 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 / WPS. Rombongan disambut hangat oleh masyarakat dan perangkat daerah di seneudeun Kabupaten Aceh Utara.
Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan ini menjadi ajang perkenalan sekaligus sarana memperkuat sinergi antara peserta didik STIK dengan masyarakat diwilayah tempat mereka melaksanakan pengabdian. Mahasiswa melaksanakan kegiatan survei lapangan dan pendataan kebutuhan masyarakat di Desa Seneudeun, Kabupaten Aceh Utara, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung terhadap warga dan perangkat daerah mengatakan sebagai bentuk Masyarakat sangat membutuhkan fasilitas sumur bor sebagai sumber air bersih yang lebih layak dan berkelanjutan. Terdapat lokasi yang direkomendasikan oleh aparatur desa untuk pembangunan sumur bor berdasarkan aksesibilitas dan kebutuhan warga.
Sementara itu, bahwa kegiatan perencanaan pembangunan sumur bor ini merupakan langkah awal sebelum para mahasiswa melaksanakan rangkaian program Dianmas di lapangan.
“Kunjungan ini menjadi bentuk penghormatan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kami mohon arahan dan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang akan kami laksanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata,”
Melalui kegiatan Dianmas ini, para mahasiswa STIK diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan, sekaligus memahami kebutuhan masyarakat pasca bencana di kewilayahan secara langsung. (Tim)