Dutainfo.com-Jakarta: Di tengah duka yang masih menyelimuti sebagian wilayah Aceh Utara pascabencana, hadir sekelompok pemuda berseragam yang membawa semangat dan harapan baru.
Sebanyak 22 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83, tergabung dalam Sindikat 8, menjalankan misi kemanusiaan melalui program Pengabdian Masyarakat (Dianmas).
Selama tiga minggu ke depan, para calon perwira ini meninggalkan rutinitas akademik di ruang kelas dan memilih terjun langsung menyapa realitas kehidupan masyarakat terdampak bencana.
Di bawah koordinasi Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo S., mereka hadir bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai sahabat dan penguat bagi para penyintas.
Fokus pengabdian diarahkan pada penyaluran bantuan sosial serta pendampingan psikososial dan trauma healing.
Dengan pendekatan humanis, para mahasiswa berinteraksi dengan anak-anak, orang tua, hingga lansia yang masih menyimpan rasa cemas dan kehilangan.
Senyum, permainan sederhana, serta dialog hangat menjadi jembatan untuk memulihkan luka batin yang tak terlihat.
Program Dianmas ini bukan sekadar kewajiban akademis, melainkan proses pembentukan karakter.
Di lapangan, para mahasiswa belajar tentang empati, komunikasi publik, dan kemampuan memecahkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Mereka diuji untuk peka, sigap, dan mampu menjadi solusi di tengah situasi sulit.
Semangat yang mereka bawa terangkum dalam slogan, “Mari Bersama Pulihkan Aceh Utara, Kita Bisa.”
Kehadiran Sindikat 8 bukan hanya simbol kepedulian, tetapi bukti bahwa Polri terus menanamkan nilai-nilai humanis dan responsif kepada setiap calon perwiranya.
Melalui aksi nyata yang menyentuh hati ini, diharapkan pemulihan Aceh Utara dapat berjalan lebih cepat, sekaligus membentuk sosok perwira Polri masa depan yang tidak hanya tegas dalam tugas, tetapi juga hangat dalam pengabdian kepada masyarakat. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan dua pelaku penjambretan berinisial IU alias Ebot dan WU alias Tokai yang beraksi di Jalan Pasar Pagi RT 03/02, Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026).
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat, S.T.K., S.I.K., melalui Kanit Reskrim AKP Sudrajat Djumantara, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., dan Panit Reskrim Ipda Priyo Purnomo, S.E., menjelaskan bahwa kedua pelaku diamankan usai melakukan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap korban IR (31).
Peristiwa terjadi saat korban sedang membeli geretan di sebuah toko di kawasan Pasar Pagi.
“Tiba-tiba dua pelaku menghampiri korban dan langsung merampas kalung emas putih seberat 15,13 gram senilai kurang lebih Rp30 juta yang dikenakan korban,”ujar AKP Sudrajat Djumantara saat dikonfirmasi, Selasa, 10/2/2026
Sudrajat menjelaskan, Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku membawa senjata tajam jenis celurit.
Korban yang terkejut langsung berteriak meminta pertolongan.
Teriakan tersebut memancing perhatian warga sekitar yang kemudian berupaya mengamankan pelaku.
Sempat terjadi ketegangan karena pelaku mengeluarkan celurit dan berusaha melawan warga.
Beruntung, anggota Reskrim Polsek Tambora yang sedang melaksanakan patroli kring serse di sekitar lokasi segera datang dan mengamankan kedua pelaku dari amukan massa.
Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Tambora untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. (Tim)
dutainfo.com-Jakarta: Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K., memimpin apel jam pimpinan yang digelar di halaman Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (10/2/2026).
Sebanyak 189 personel yang terdiri dari Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, serta anggota Polres Metro Jakarta Barat mengikuti apel tersebut dengan penuh khidmat.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Rezi Dharmawan memperkenalkan diri sebagai Wakapolres Metro Jakarta Barat yang baru, sekaligus memohon dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran dalam mengemban amanah tugas.
“Izin memperkenalkan diri sebagai pejabat utama yang baru yang diamanahkan menjabat sebagai Wakapolres Metro Jakarta Barat. Saya berharap kita dapat bekerja sama dan saling mendukung dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya di hadapan peserta apel, Selasa, 10/2/2026
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya soliditas dan komunikasi yang baik antaranggota guna membangun kerja sama yang harmonis dan profesional.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak lepas dari kekompakan dan rasa saling menghargai di dalamnya.
Selain itu, Wakapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Ia turut berpesan agar setiap anggota selalu bersyukur atas nikmat dan amanah yang diberikan, menjaga nama baik institusi, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
Apel jam pimpinan tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta Barat, dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi.
dutainfo.com-Jakarta: Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel Polri, Polres Metro Jakarta Barat menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di Lantai 6 Ruang Wira Pratama Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 54 personel dari berbagai satuan fungsi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K., Kabag SDM Kompol Leny Winarti, Kasat Tahti Kompol Yusfianto, Kasikum Kompol Yuli, Kasiwas Kompol Rusmiyati, serta para narasumber Dr. Muhammad Saifulloh, S.Sos., M.Si., dan Citra Eka Putri, S.I.Kom., M.I.Kom.
Dalam kesempatan itu, Wakapolres AKBP Rezi Dharmawan membacakan amanat Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi.
Disampaikan bahwa bimbingan teknis ini bertujuan memberikan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan teknis kepada peserta, khususnya terkait komunikasi publik, komunikasi strategis, komunikasi persuasif, serta manajemen krisis dan konflik.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah mengubah pola interaksi antara Polri dan masyarakat.
Setiap kegiatan operasional maupun penanganan perkara berpotensi menjadi perhatian publik.
Oleh karena itu, diperlukan standar kemampuan komunikasi yang terukur, seragam, serta berlandaskan prinsip akurat, cepat, transparan, dan bertanggung jawab.
Melalui bimtek ini, peserta diharapkan mampu memahami tahapan komunikasi publik secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan fakta, pengolahan informasi, penyampaian pesan yang tepat sasaran, hingga evaluasi dampaknya terhadap opini publik.
Selain itu, personel juga diingatkan pentingnya membedakan komunikasi internal dan eksternal, menerapkan prinsip satu narasi dalam penanganan isu sensitif, serta mengantisipasi potensi kesalahan komunikasi yang dapat berdampak pada citra institusi.
Bimtek ini menjadi langkah konkret Polres Metro Jakarta Barat dalam membangun personel yang tidak hanya profesional dalam tindakan, tetapi juga cakap dalam berkomunikasi.
Dengan komunikasi strategis yang baik, diharapkan dapat mencegah berkembangnya hoaks, disinformasi, dan misinformasi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.