Polres Jakarta Barat Ungkap Sindikat Penipuan Black Dollar, Ini Modusnya

Dutainfo.com-Jakarta: Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus penipuan bermodus investasi “black dollar” yang menjerat seorang warga negara Korea Selatan dengan total kerugian mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Dalam kasus ini, dua tersangka warga negara asing telah diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan didampingi wakasat Reskrim Kompol Raden Dwi Kennardi dan Kanit Krimum Akp Diaz Jananuraga menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan polisi Nomor LP/B/683/III/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Barat tertanggal 8 Maret 2026, dengan korban berinisial LBO atau Lee Byung-ok.

“Pada hari ini kami menyampaikan pengungkapan perkara tindak pidana penipuan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat dengan korban warga negara Korea,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa, 31/3/2026

Kasus ini terjadi dalam kurun waktu September hingga Desember 2025 di kawasan Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat.

Tiga pelaku yang terlibat yakni IDK alias JK, SDT alias JP, serta PL alias P yang saat ini masih buron.

Modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan investasi black dollar, yakni uang dolar yang diklaim dapat “diaktifkan” atau diubah menjadi asli menggunakan cairan khusus.

Untuk meyakinkan korban, pelaku memperlihatkan contoh uang yang dicuci hingga tampak seperti dolar asli dan bahkan memberikan sebagian uang yang benar-benar asli untuk ditukarkan.

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Raden Dwi Kennardi, mengungkapkan bahwa uang asli tersebut memang sengaja digunakan sebagai umpan untuk membangun kepercayaan korban.

Namun setelah korban menyerahkan sejumlah uang dalam beberapa tahap, fakta sebenarnya terungkap. Uang yang dijanjikan tidak pernah ada dan hanya berupa tumpukan kertas hitam.

“Untuk keseluruhannya ternyata tidak ada uang tersebut, hanya kertas hitam saja,” jelasnya.

Dalam aksinya, pelaku berulang kali meminta uang kepada korban dengan berbagai alasan, mulai dari biaya penebusan koper di bandara hingga pembelian cairan pembersih tambahan.

Total kerugian korban pun mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Dari hasil penyelidikan, polisi juga menemukan bahwa cairan yang digunakan pelaku bukanlah bahan khusus, melainkan hanya campuran air dan deterjen biasa.

Seluruh pelaku diketahui merupakan warga negara asing dan menyasar sesama warga negara asing yang dianggap memiliki kemampuan finansial. Para pelaku terlebih dahulu menjalin komunikasi untuk mengetahui latar belakang korban sebelum melancarkan aksinya.

Dalam pengungkapan ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya koper berisi kertas hitam, cairan pembersih, hingga rekaman penyerahan uang.

Para tersangka dijerat Pasal 492 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Polisi juga masih memburu satu pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang serta mendalami kemungkinan adanya korban lain.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penawaran investasi, khususnya dari pihak yang baru dikenal dan menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dan kewaspadaan tetap menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam modus penipuan yang semakin beragam. (Tim)

Tanamkan Nilai Positif Sejak Dini, Polisi Sosialisasi Bahaya Kenakalan Remaja

Dutainfo.com-Jakarta: Upaya membangun kedekatan sekaligus menanamkan nilai positif kepada generasi muda terus dilakukan oleh jajaran Polsek Tambora melalui program Police Goes to School.

Kali ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Duri Selatan, Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Aiptu Suyatno, menyambangi Yayasan Saadatuddarain yang berlokasi di kawasan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (30/3/2026).

Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Aiptu Suyatno berinteraksi langsung dengan pihak sekolah dan lingkungan sekitar.

Ia menyampaikan edukasi penting terkait pencegahan kenakalan remaja, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan.

Tak hanya itu, ia juga mengenalkan layanan pengaduan masyarakat, mulai dari hotline Polsek hingga Call Center Polri 110, sebagai sarana cepat bagi masyarakat untuk melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat bagi para pelajar. Harapannya, anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjauhi hal-hal negatif,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dengan pendekatan humanis, dimulai dari lingkungan sekolah sebagai fondasi pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif, serta mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.

Diharapkan, sinergi antara polisi dan dunia pendidikan ini dapat terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang aman dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa. (Tim)

Pasca Lebaran 2026, Satlinmas RW 02 Jelambar Baru Tetap Siaga

Dutainfo.com-Jakarta: Kepala Satuan Pelaksana 02, (Kasatlak), mengatakan pada hari Lebaran 2026 hingga pasca Lebaran 2026, Satuan Perlindungan Masyarakat 02, Kelurahan Jelambar Baru, tetap siaga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dilingkungan RW 02.

“Ya kita tetap menjaga keamanan dan ketertiban walau Lebaran sudah usai,” ujar Yayat Supriatna, Sabtu (28/3/2026).

Masih kata Yayat, sejumlah personel Satlinmas dikerahkan untuk menjaga situasi lingkungan agar aman dan nyaman di lingkungan RW 02, baik rumah yang ditinggal mudik atau warga yang berlebaran di lingkungan RW 02, Jelambar Baru.

Tentunya hal tersebut atas kerjasama para Ketua RT setempat, ungkap Yayat.

“Kami mengadakan konsinyir sebelum Lebaran yang dilakukan oleh Satlinmas 02, selama 1 Minggu kedepan yang bertujuan agar lingkungan selalu kondusif, aman, dan nyaman,” katanya.

Sementara ditempat yang sama Danton Linmas 02 Yahya, mengatakan Satlinmas 02 tetap menjaga keamanan dan ketertiban hal ini dilakukan atas perintah Kasatlak/Ketua RW 02 Bapak Yayat Supriatna.
(Tim)

22 Persen Kendaraan Belum Kembali Pasca Lebaran Ke Jakarta

Dutainfo.com-Jakarta: Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas), Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut 22 persen kendaraan belum balik ke Jakarta dalam arus balik Lebaran 2026.

“Dari kalkulasi traffic counting sampai saat ini sekitar 22 persen, jadi kemungkinan hari ini juga agak sore ada bangkitan arus, termasuk juga mungkin besok,” ujar Irjen Agus, Sabtu (28/3/2026).

Masih kata Irjen Agus, penerapan skema one way telah diberlakukan untuk arus balik gelombang 2. Sejauh ini masih berlaku one way lokal tahap dua dari Km 263 hingga Km 70 tol Trans Jawa dan sedang dipersiapkan untuk diperpanjang.

“Kami persiapkan untuk kita berlakukan one way tahap 1, tahap 2, tahap 3 sampai nanti kami akan memutuskan apakah perlu dilakukan one way nasional arus balik tahap kedua,” katanya.

Sedangkan jumlah kendaraan yang belum balik dari arah Jawa Barat masih tersisa sekitar 30 persen.
(Tim)

Polisi Hadir Di Tengah Permukiman, Patroli Jalan Kaki Polsek Kebon Jeruk Ciptakan Rasa Aman

Reff judul

Polisi Hadir di Tengah Permukiman, Patroli Jalan Kaki Polsek Kebon Jeruk Ciptakan Rasa Aman

Jaga Keamanan Lingkungan, Polsek Kebon Jeruk Lakukan Patroli Jalan Kaki di Green Garden

Jakarta Barat – Kehadiran polisi di tengah masyarakat kembali terasa melalui kegiatan patroli jalan kaki yang dilakukan jajaran Samapta Polsek Kebon Jeruk di kawasan Perumahan Green Garden RW 03, Kedoya Utara, Jakarta Barat, Rabu (25/3/2026).

Di bawah pimpinan Kanit Samapta IPTU Bahrudin bersama Aipda Herman Syah, personel menyusuri lingkungan permukiman secara langsung.

Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol Nur Aqsha Ferdianto mengatakan, Langkah ini bukan sekadar patroli rutin, melainkan bentuk nyata kehadiran polisi untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas, termasuk tindak kriminal di rumah kosong yang ditinggal pemiliknya.

” Dengan menyapa warga dan mengamati situasi sekitar, patroli jalan kaki ini juga menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat, Ujar Nur Aqsha Ferdianto saat dikonfirmasi, Kamis, 26/3/2026

Kehadiran aparat di siang hari diharapkan mampu memberikan efek pencegahan terhadap niat kejahatan.

Selain itu, petugas juga mengingatkan warga untuk tetap waspada, terutama dalam menjaga keamanan lingkungan, memastikan rumah dalam kondisi aman, serta meningkatkan kepedulian antarwarga.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil dari sinergi yang kuat antara polisi dan masyarakat. Dengan kebersamaan, lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif dapat terus terjaga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali, serta mendapat respons positif dari warga yang merasa lebih tenang dengan kehadiran polisi di lingkungan mereka.

( Hdr/Ril )