Bhabinkamtibmas Kelapa Dua Aiptu H Fauzan Ajak Siswa SMPN 189 Hindari Tawuran

Dutainfo.com-Jakarta: Pada pagi yang cerah di SMP Negeri 189 Jakarta, Jln. H. Rausin, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, para siswa tampak berkumpul dengan penuh antusias.

Hari ini mereka akan mendengarkan sosialisasi khusus dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Kelapa Dua Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat, Aiptu H. Fauzan, SH, dalam rangka kegiatan Police Go To School, Jumat, 25/10/2024.

Program ini hadir di sekolah-sekolah untuk memberi edukasi dan pendekatan kepada generasi muda, khususnya terkait kenakalan remaja yang belakangan ini marak terjadi.

Dengan suara tegas namun penuh kehangatan, Aiptu Fauzan membuka sosialisasi dengan menyampaikan bahaya kenakalan remaja seperti tawuran dan bullying. Beliau menjelaskan,

“Tawuran tidak hanya melukai fisik, tetapi juga melukai masa depan kalian. Setiap tindakan kekerasan akan membawa konsekuensi yang bisa kalian sesali seumur hidup.” Pesannya ini diiringi dengan ajakan agar para siswa saling menjaga dan membangun rasa persaudaraan di antara mereka.

Kegiatan ini tak hanya sekadar memberi himbauan.

Aiptu Fauzan juga memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak buruk bullying yang sering dianggap sepele.

“Bullying itu bukan main-main, anak-anak. Perbuatan itu bisa melukai mental teman kalian, bahkan bisa menghancurkan masa depan mereka,” ujar beliau, dengan tatapan empati yang mendalam.

Para siswa yang mendengar himbauan ini terlihat merenung, seakan menyadari betapa pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan saling mendukung.

Sebagai upaya pencegahan, Aiptu Fauzan juga mengajak para siswa untuk melapor apabila menemukan tanda-tanda tawuran atau gangguan kamtibmas di lingkungan sekolah maupun sekitarnya.

Ia membagikan nomor teleponnya kepada seluruh siswa, 0896-5506-7282, agar mereka dapat langsung menghubungi dirinya jika ada hal yang mencurigakan.

“Ingat, kalian tidak sendirian. Saya selalu siap membantu kalian. Jangan takut untuk melapor jika melihat sesuatu yang bisa mengganggu keamanan sekolah atau lingkungan sekitar.”

Para guru dan siswa menyambut baik kegiatan ini.

Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 189 Jakarta juga menyampaikan apresiasi kepada Aiptu Fauzan atas komitmen dan kepeduliannya terhadap keselamatan siswa.

“Kami merasa lebih aman dengan kehadiran Aiptu Fauzan di sekolah kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangun kesadaran dan kedisiplinan di kalangan siswa,” ujarnya.

Melalui program Police Go To School ini, Aiptu Fauzan berharap dapat mencegah terjadinya kenakalan remaja di lingkungan sekolah dan memberikan rasa aman kepada para pelajar.

Dengan cara yang humanis dan pendekatan penuh empati, beliau menjadi sosok yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat bagi para siswa dalam membangun masa depan yang lebih baik. (Tim)

Polres Jakbar Sosialisasikan Bahaya Kenakalan Remaja

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam upaya menciptakan generasi muda yang lebih baik, Polres Metro Jakarta Barat kembali menggencarkan edukasi kenakalan remaja di kalangan pelajar.

Pada kesempatan kali ini, bersama mahasiswa Universitas STIE AMI, Polres Metro Jakarta Barat menggelar sosialisasi di SMAN 2 Jakarta yang terletak di Jalan Gajah Mada, Keagungan, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat, 25/10/2024.

Ratusan siswa berkumpul penuh antusias di aula sekolah, menanti pesan-pesan berharga yang akan disampaikan kepada mereka.

Kegiatan edukasi ini dihadiri langsung oleh Aipda Endri dari Sat Binmas Polres Metro Jakarta Barat yang memberikan sambutan serta arahan.

Dalam pesannya, Aipda Endri menekankan pentingnya menjaga diri dari pengaruh-pengaruh negatif yang sering kali menjerat generasi muda.

“Kenakalan remaja bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga menyakiti keluarga dan orang-orang di sekitar kalian. Kami ingin adik-adik fokus pada pendidikan, tingkatkan motivasi belajar, dan capai cita-cita kalian,” ujar Aipda Endri penuh harap di hadapan para pelajar yang menyimak dengan seksama.

Kegiatan yang dikemas dalam program “Mahasiswa Mengajar” ini juga diisi oleh mahasiswa Universitas STIE AMI yang berbagi wawasan mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja yang saat ini menjadi perhatian utama.

Dalam kesempatan tersebut, Andri, perwakilan dari mahasiswa STIE AMI, memaparkan lima poin penting yang harus dihindari oleh para pelajar, yaitu kenakalan remaja, aksi tawuran, bullying, narkoba, dan seks bebas. Menurutnya, kelima hal ini adalah ancaman serius yang dapat menghambat masa depan para siswa.

Selain memberikan peringatan, Andri juga membahas beberapa faktor yang menjadi pemicu kenakalan remaja, antara lain karakter pribadi, pengaruh pergaulan, gengsi, dampak media sosial, lingkungan sekitar, hingga persaingan antarsekolah.

“Banyak di antara kita yang merasa tertekan karena ingin diakui oleh teman atau takut dipandang lemah. Ini yang kadang membuat kita mudah terjerumus dalam tindakan negatif. Padahal, sejatinya kekuatan itu ada pada karakter positif kita, pada bagaimana kita bisa menghormati diri dan orang lain,” jelas Andri.

Kegiatan ini tak hanya memberikan wawasan bagi para siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif di lingkungan sekolah.

Banyak di antara siswa yang mengaku tersentuh dan bertekad untuk menghindari perbuatan-perbuatan negatif. Salah satu siswa, Reza, mengungkapkan,

“Kita memang sering mendengar soal bahaya narkoba atau tawuran, tapi hari ini saya benar-benar merasa sadar kalau semua itu hanya akan merusak masa depan saya sendiri.”

Edukasi mengenai kenakalan remaja yang diselenggarakan oleh Polres Metro Jakarta Barat bersama mahasiswa STIE AMI di SMAN 2 Jakarta ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif.

Polres Metro Jakarta Barat juga berkomitmen untuk terus mengadakan program serupa di berbagai sekolah di wilayahnya, demi mendukung para siswa agar tetap fokus pada pendidikan dan tumbuh menjadi generasi yang siap meraih masa depan tanpa terhalang oleh pengaruh buruk. (Tim)

Polsek Kembangan Dan Koramil 07/KB Gelar Deklarasi Anti Tawuran

Dutainfo.com-Jakarta: Di tengah semakin meningkatnya kekhawatiran akan kenakalan remaja, terutama di kalangan pelajar, Polres Metro Jakarta Barat terus berupaya melakukan berbagai langkah antisipatif.

Salah satunya adalah kegiatan Deklarasi dan Sosialisasi Pencegahan Tawuran Pelajar, Penyalahgunaan Narkoba, dan Kenakalan Remaja yang diinisiasi oleh Polsek Kembangan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Kamis (24/10/2024), ini diikuti dengan penuh antusias oleh ratusan pelajar, guru, serta berbagai elemen masyarakat.

Kapolsek Kembangan, Kompol Moch Taufik Iksan, bersama dengan jajaran tiga pilar lainnya, yakni Danramil Kembangan Mayor Kav Dwi Joko Purnomo dan Camat Kembangan Joko Suparno, memimpin kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 120 pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Kembangan.

Deklarasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa, guru, dan orang tua mengenai bahaya kenakalan remaja, khususnya tawuran dan penyalahgunaan narkoba yang belakangan ini menjadi tren negatif di kalangan pelajar.

Dalam sambutannya, Kompol Moch Taufik Iksan menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk orang tua dan guru, dalam mencegah terjadinya kenakalan remaja.

“Tawuran, narkoba, dan berbagai bentuk kenakalan remaja adalah ancaman serius bagi masa depan generasi muda kita. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, mengedukasi anak-anak kita agar mereka bisa mencapai cita-citanya tanpa terjerumus ke hal-hal negatif,” ujar Taufik.

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun pelaku tawuran atau kenakalan lainnya masih di bawah umur, mereka tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku, seperti kasus penyiraman air keras yang pernah terjadi di wilayah Kembangan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para pelajar. Para guru yang hadir menyambut baik inisiatif ini, menganggapnya sebagai langkah preventif yang sangat penting untuk menjaga para siswa dari pengaruh buruk lingkungan.

“Kami, para guru, sangat mendukung kegiatan ini. Sosialisasi semacam ini membuka wawasan siswa-siswa kami tentang bahaya narkoba dan tawuran, serta pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan teman dan lingkungan,” ujar salah satu guru yang hadir.

Tidak hanya Kapolsek Kembangan, Danramil Kembangan, Mayor Kav Dwi Joko Purnomo, juga menyampaikan pesan mendalam kepada para pelajar. Menurutnya, para siswa merupakan tulang punggung bangsa yang akan menjadi generasi emas pada tahun 2045.

“Saat ini, yang sedang tren di kalangan remaja adalah tawuran dan narkoba. Namun ingat, menang dalam tawuran bukanlah kemenangan yang sesungguhnya, karena itu hanya menunjukkan kelemahan. Anak-anak sekalian, manfaatkan waktu di sekolah untuk belajar, karena tugas utama pelajar adalah menuntut ilmu,” tegasnya.

Senada dengan itu, Camat Kembangan Joko Suparno juga menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mendampingi anak-anak mereka.

Ia menekankan bahwa menghormati orang tua dan guru merupakan kunci bagi anak-anak untuk meraih cita-cita.

“Kita semua harus sedia payung sebelum hujan. Hormati orang tua dan guru, dan jadilah kebanggaan mereka. Gunakan media sosial dengan bijak, dan semoga kalian semua lancar dalam menggapai cita-cita,” ujarnya penuh harap.

Sesi deklarasi ini kemudian diakhiri dengan paparan dari Kanit Binmas Polsek Kembangan yang memberikan materi terkait pencegahan tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, dan kenakalan remaja.

Para pelajar dengan semangat mengucapkan deklarasi, berjanji untuk menjauhi segala bentuk kenakalan remaja, menjaga pertemanan yang sehat, dan berkomitmen untuk fokus pada pendidikan mereka.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga menjadi momen kebersamaan antara pelajar, guru, orang tua, dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda.

Dengan deklarasi ini, diharapkan kasus tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan kenakalan remaja dapat berkurang, khususnya di wilayah Kembangan, Jakarta Barat.

Program ini pun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lain untuk melakukan kegiatan serupa dalam rangka menjaga masa depan anak bangsa. (Tim)

Kejaksaan Akan Selidiki Sumber Dana Suap 3 Hakim

Foto: 3 Hakim PN Surabaya yg terkena OTT Pihak Kejaksaan Agung RI (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Pihak Kejaksaan Agung RI, akan menyelidiki sumber dana suap terhadap 3 Hakim PN Surabaya, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Agung, terkait dugaan suap bagi majelis Hakim tingkat kasasi dalam kasus pembunuhan atas terdakwa Gregorius Ronald Tannur.

“Ya semua barang bukti yang telah ditemukan dan disita akan diselidiki lebih dalam, juga termasuk sumber uang suap,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI, Harli Siregar, kepada awak media, Kamis (24/10/2024).

Masih kata Harli Siregar, semua barang bukti yang disita tentu akan didalami dan diverifikasi.

“Apakah suatu barang bukti tersebut berkaitan dengan perkara ini, nanti kita lihat perkembangannya, dan menunggu hasil penyidik,” ungkapnya.

Sementara Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung RI, Abdul Qohar, memastikan akan mendalami kemungkinan keterlibatan Ronald Tannur ataupun keluarganya dalam kasus dugaan suap guna memuluskan vonis bebas Ronald.

“Jika nanti ditemukan bukti cukup bahwa uang suap itu dari Ronald Tannur atau keluarganya kami pastikan akan ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Abdul Qohar, seperti dikutip Antara.

Pihak Kejaksaan Agung RI, sebelumya telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), terhadap Tiga Hakim pada PN Surabaya dan seorang pengacara Ronald Tannur berinisial LR, pada Rabu (23/10/2024).

Adapun Tiga Hakim PN Surabaya yang ditangkap Kejaksaan adalah, Erintuah Damanik, Heru Hanindyo, dan Mangapul, diduga menerima suap dari kasus pembunuhan dengan terdakwa Ronald Tannur.

Selain mengamankan 3 Hakim PN Surabaya dan 1 orang pengacara, tim OTT Kejaksaan juga mengamankan barang bukti uang tunai bernilai miliaran rupiah dari beberapa mata uang asing.
(**)

Tiga Hakim PN Surabaya Yang Ditangkap Kejaksaan Ditahan Di Kejati Jatim

Foto: 3 Hakim PN Surabaya yg terkena OTT Pihak Kejaksaan Agung RI (ist)

dutainfo.com-Jatim: Tim gabungan Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), terhadap 3 Hakim pada Pengadilan Negeri Surabaya dan seorang pengacara, pada Rabu (23/10/2024), terkait dugaan suap dalam vonis bebas Gregorius Ronald Tannur.

Ketiga Hakim itu kini dilakukan penahanan di di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati).

“Ya karena locusnya berada di wilayah hukum Kejati Jatim, kami support sepenuhnya mengingat di kantor kami memiliki cabang rutan kelas I Surabaya, maka tahanan dititipkan di cabang Rutan di Kantor Kejati Jatim,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Mia Amiati, kepada awak media, Kamis (24/10/2024).

Masih kata Mia Amiati, rumah tahanan di Kejati Jatim memiliki kapasitas 90 orang, saat ini ada 43 orang sehingga jika ditambah 3 orang tahanan baru, fasilitas masih tersedia.

“Sesuai SOP, setiap tahanan baru harus masuk ruang isolasi terlebih dahulu selama 14 hari,” ungkapnya.

Sebelumya seperti diberitakan pihak Kejaksaan Agung telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 3 Hakim PN Surabaya yakni, Erintuah Damanik selaku Hakim Ketua, Mangapul dan Heru Hanindyo, masing-masing sebagai Hakim anggota.
(Tim)