Kapolsek Kebon Jeruk Ajak Warga Kedoya Utara Jaga Kerukunan Jelang Pilkada 2024

Dutainfo.com-Jakarta: Pada Jumat pagi yang cerah, suasana di RW02 Kelurahan Kedoya Utara tampak berbeda. Para ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga berkumpul di rumah Ketua RW 02, Bapak H. Ma’ruf Usman, untuk mengikuti program Jumat Curhat yang dipimpin oleh Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Sutrisno, SE, Jumat, 13/9/2024

Program ini bertujuan mendengarkan aspirasi serta memberikan solusi terkait permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah setempat.

Sutrisno, dengan senyuman hangat, membuka pertemuan tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bapak H. Ma’ruf Usman dan seluruh pengurus RT serta warga yang telah hadir.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi dari masyarakat. Kami ingin memastikan situasi Kamtibmas di RW 02 ini tetap kondusif, terutama menjelang Pilkada Jakarta yang sudah semakin dekat,” ucap Kapolsek dengan penuh perhatian.

Sutrisno kemudian mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama mengantisipasi potensi gesekan sosial yang bisa muncul menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2024.

“Saya mengajak Ketua RW dan para RT untuk menjaga kerukunan antarwarga, terutama terkait pilihan kepala daerah. Jangan sampai perbedaan ini memicu perpecahan,” tambahnya dengan tegas.

Selain soal pilkada, Sutrisno juga menyoroti masalah tawuran yang kerap terjadi di kalangan remaja. Ia meminta peran aktif para pengurus RW dan RT untuk mengingatkan warganya, terutama para orang tua, agar memberikan pengawasan lebih kepada anak-anak mereka.

“Jangan sampai anak-anak kita terlibat dalam aksi tawuran, baik sebagai pelaku maupun korban. Peran orang tua sangat penting di sini,” pesannya, menggugah perhatian para orang tua yang hadir.

Bapak H. Ma’ruf Usman, Ketua RW 02, tak ketinggalan memberikan tanggapan. Dengan penuh rasa hormat, ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek dan jajarannya atas kunjungan silaturahmi ini.

“Secara umum, situasi Kamtibmas di RW 02 aman dan kondusif. Namun, kami juga butuh arahan terkait langkah-langkah yang harus diambil, terutama dalam menghadapi Pilkada nanti,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sutrisno menjelaskan pentingnya meningkatkan patroli keamanan, terutama di malam hari. Ia menyarankan agar patroli dilakukan secara bersama-sama, melibatkan kolaborasi antara keamanan RW dan Tiga Pilar, guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas seperti pencurian, tawuran, hingga geng motor.

“Jika terjadi kasus menonjol, jangan ragu untuk segera melaporkannya ke Polsek Kebon Jeruk. Kami siap bergerak cepat demi menjaga keamanan wilayah,” jelasnya.

Tak hanya itu, Sutrisno juga menghimbau agar warga tidak terprovokasi oleh perbedaan pilihan politik.

“Pilihan politik boleh berbeda, tetapi kita harus tetap menjaga harmonisasi di antara kita,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian, pengurus RW, RT, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Di akhir pertemuan, Sutrisno memberikan beberapa arahan praktis, seperti menambahkan kunci ganda pada kendaraan, memasang spanduk himbauan waspada, dan meningkatkan pengawasan di jam-jam rawan.

“Kami juga berharap kerja sama dari Ketua RW dan RT untuk melaporkan jika ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga generasi muda kita,” tegasnya.

Sebelum berpamitan, Sutrisno kembali menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan selama Pilkada berlangsung.

“Jangan jadikan perbedaan pilihan politik sebagai ajang perpecahan. Apapun pilihan kita nanti, kita harus tetap bersatu demi kebaikan bersama,” tutupnya dengan bijak.

Pertemuan Jumat Curhat ini membawa semangat baru bagi warga RW 02 Kedoya Utara.

Dengan bimbingan dari pihak kepolisian, mereka merasa lebih siap menghadapi tantangan keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka, terutama di masa-masa krusial menjelang Pilkada serentak tahun 2024. (Tim)

Sigap Dan Peduli Personel Satlantas Jakbar Bantu Korban Lakalantas

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam sebuah aksi yang penuh kepedulian, Bripka Edi Siswoyo, anggota BM Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, menunjukkan jiwa pengabdiannya kepada masyarakat saat sedang menjalankan tugas patroli pada Kamis pagi (12/09/2024).

Sekitar pukul 09.30 WIB, Bripka Edi menemukan seorang warga yang tergeletak di trotoar depan Kantor HUBAD, Jalan S. Parman, Jakarta Barat.

Bripka Edi yang sedang berpatroli segera mendekati warga tersebut untuk memastikan kondisinya.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, orang tersebut terjatuh akibat bersenggolan dengan pengendara motor lain.

Tanpa ragu, Bripka Edi segera mengambil langkah cepat dengan memberikan bantuan dan memastikan keselamatan warga tersebut.

Melihat kondisinya yang memerlukan perawatan medis, Bripka Edi langsung mengambil inisiatif untuk membawa korban ke RS Tarakan.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. Melihat ada yang membutuhkan pertolongan, sudah menjadi kewajiban untuk membantu secepat mungkin,” ujar Bripka Edi saat dikonfirmasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, Kamis, 12/9/2024 .

Dikesempatan yang sama Kbo Sat Lantas Jakarta Barat menjelaskan, Aksi cepat dan sigap Bripka Edi Siswoyo ini menunjukkan dedikasi kepolisian dalam memberikan pelayanan kemanusiaan.

“Bantuan yang diberikan oleh Bripka Edi memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat, terutama di saat-saat darurat seperti ini,” ucapnya

Korban kini tengah mendapatkan perawatan medis lebih lanjut di RS Tarakan, dan diharapkan dapat pulih secepatnya.

Tindakan Bripka Edi tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat adalah untuk memberikan perlindungan dan bantuan, kapan pun dan di mana pun. (Tim)

Polisi Tangkap 2 Remaja Pelaku Tawuran Yang Tewaskan Korban Di Jakbar

Dutainfo.com-Jakarta: Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Palmerah berhasil mengamankan dua orang remaja berinisial SI (17) dan TF (16) yang terlibat dalam aksi tawuran hingga menyebabkan tewasnya korban berinisial DN (19) di Jalan Taman Semangka, Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu malam, 4/9/2024.

Tawuran ini terjadi akibat bentrokan antara kelompok “Kamus Gantung” yang bergabung dengan “Gang Buaya” melawan kelompok “Selebritis 02” yang bergabung dengan “Kebon Jahe.”

Wakapolres Metro Jakarta Barat, Akbp Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andri Kurniawan, mengungkapkan bahwa insiden tawuran ini telah direncanakan sebelumnya melalui media sosial.

Kedua kelompok telah saling menantang dan mengatur pertemuan untuk bentrokan di lokasi yang telah mereka sepakati.

“Korban DN (19) meninggal pasca bentrokan tersebut karena mengalami 2 luka bacokan pada bagian leher sebelah kanan dan kiri dengan kedalaman sekitar 2 – 3 cm dengan panjang 10 – 15 cm sehingga mengakibatkan nyawa korban tidak tertolong ,” Ujar Arsya, Selasa, 10/9/2024.

Arsya menjelaskan, Bahwa mereka juga kerap berganti ganti nama kelompok dan juga terkait dimedia sosial mereka kerap berganti ganti

“Hal ini untuk menujukan eksistensi kelompok mereka, ” bebernya

Kami mengimbau kepada masyarakat terkait persoalan ini merupakan tanggungjawab banyak pihak, hal ini tidak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian saja

“Tentunya peran orang tua, pihak pengajar, para tokoh masyarakat, tokoh agama sangat diperlukan untuk mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terulang lagi,” imbuhnya

Di kesempatan yang sama Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Akbp Andri Kurniawan menjelaskan, insiden berawal ketika kelompok korban, yaitu aliansi “Kamus Gantung” dan “Gang Buaya,” mengirim pesan melalui Instagram ke kelompok lawan, “Selebritis 02” dan “Kebon Jahe,” dengan tantangan untuk bertemu di lokasi tawuran.

Kedua kelompok pun berkumpul di lokasi yang sudah ditentukan dengan membawa senjata tajam.

Sekitar pukul 02.30 WIB, tawuran terjadi di Jalan Semangka. Korban DN, yang berada di barisan terdepan kelompoknya, terlibat duel dengan pelaku SI.

Namun, saat merasa kalah, korban mencoba melarikan diri.

Pelaku SI dan TF kemudian mengejar korban.

SI menyerang korban dengan celurit besar, diikuti TF yang melayangkan corbek ke arah leher korban, menyebabkan luka parah.

Meskipun korban sempat mencoba melarikan diri, ia akhirnya terjatuh dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke RS Tarakan.

Setelah insiden tersebut, kedua pelaku mencoba melarikan diri ke Cikarang Utara, Jawa Barat, dan berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian pada Kamis, 5 September 2024.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (Tim)

Belasan Remaja Di Jakbar Diamankan Polisi Mau Tawuran Bawa Sajam Dan Narkoba

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam semalam, Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggagalkan aksi tawuran yang terjadi di tiga lokasi berbeda di wilayah Jakarta Barat pada malam akhir pekan, Minggu (8/9/2024).

Sebanyak 11 remaja berikut sejumlah senjata tajam, termasuk 2 buah samurai, 1 buah celurit, 1 buah busur panah, dan 1 buah golok, berhasil diamankan oleh petugas.

Selain menggagalkan tawuran, polisi juga menangkap 3 orang remaja yang diduga menggunakan narkoba jenis sinte serta menyita 2 kantong anggur merah dari para remaja tersebut.

Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat, AKBP M Hari Agung Julianto, menyatakan bahwa para remaja tersebut diamankan di tiga lokasi berbeda dalam rentang waktu dini hari hingga subuh.

Kami amankan pertama terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Kampung Baru, Kembangan, Jakarta Barat.

Di lokasi tersebut, polisi mengamankan 3 remaja bersama 1 buah samurai yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.

“Tak jauh dari lokasi pertama, kami juga mengamankan 3 remaja lain yang diduga menggunakan narkoba jenis sinte. Kami juga menemukan 2 kantong anggur merah sebagai barang bukti,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Minggu (8/9/2024).

Para remaja tersebut telah diserahkan ke Polsek Kembangan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan langkah hukum yang akan diambil terhadap mereka.

Tidak berhenti di situ, sekitar pukul 04.30 WIB, polisi kembali menangkap 3 orang remaja di Jalan Cemara Raya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Mereka juga kedapatan membawa senjata tajam berupa 1 buah celurit dan 1 buah busur panah.

Para remaja ini diduga kuat akan melakukan aksi tawuran serupa di daerah tersebut.

Selanjutnya, pada pukul 05.10 WIB, polisi berhasil mengamankan 5 remaja lainnya di Jalan RW Bengkel, RT 12/7, Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

Dari penangkapan ini, polisi juga menyita sebuah golok sebagai barang bukti yang diduga akan digunakan untuk bentrokan.

Kini, seluruh remaja yang terlibat telah diserahkan ke Polsek Kembangan dan Polsek Cengkareng guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus tawuran remaja di wilayah Jakarta Barat terus menjadi perhatian pihak kepolisian, mengingat potensi kericuhan yang sering kali menimbulkan korban jiwa.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka guna mencegah mereka terlibat dalam kegiatan berbahaya seperti ini,” imbau Agung. (Tim)

Polisi Beberkan Motif Penyiraman Air Keras Di Cengkareng, Pelaku Sakit Hati

Dutainfo.com-Jakarta: Polisi mengungkap motif di balik kasus penyiraman cairan diduga air keras terhadap pasangan sejoli di Cengkareng, Jakarta Barat.

Pelaku berinisial JJS alias A (18), yang merupakan rekan kerja dari korban di sebuah kafe di daerah Green Lake, nekat melakukan aksi tersebut karena sakit hati.

Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, yang didampingi Kapolsek Cengkareng, Kompol Stanlly Soselia, menjelaskan bahwa pelaku merasa tersinggung setelah ditegur korban terkait kesalahan dalam menyajikan makanan kepada pelanggan.

Korban, yang telah bekerja di kafe selama 4 bulan, memarahi pelaku yang baru satu bulan bekerja.

“Pelaku sakit hati karena kerap dimarahi korban, sehingga ia mempersiapkan air keras dan merencanakan untuk melukai korban,” ujar Arsya, Kamis (5/9/2024).

Pelaku menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.

Setelah mengetahui kebiasaan pulang kerja korban, pelaku membuntuti dan akhirnya menyiramkan cairan berbahaya itu saat korban dan istrinya dalam perjalanan pulang di Jalan Nusa Indah, Kresek Duri Kosambi, Cengkareng.

Akibat serangan tersebut, korban menderita luka bakar kimia yang cukup serius, dengan 90 persen tubuhnya terkena cairan tersebut.

Korban kini dirujuk ke RSCM untuk perawatan lebih lanjut.

Pelaku kini dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP dan terancam hukuman 5 tahun penjara.

Dikesempatan yang sama Kapolsek Cengkareng Kompol Stanlly Soselia menjelaskan bahwa, bahwa kejadian ini terjadi pada hari minggu, 1 september 2024 sekitar pukul 21.45 wib

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Nusa Indah Kresek duri Kosambi Cengkareng Jakarta Barat

Pada saat korban dan istri pada saat pulang kerja setibanya di lokasi kejadian, kemudian disalip oleh pelaku dengan menggunakan motor bersama dengan teman pelaku

Kemudian disalip oleh pelaku dengan menggunakan motor bersama dengan teman pelaku, kemudian langsung menyiramkan air atau cairan yang diduga adalah air keras kepada korban, sehingga korban dan istri mengalami luka bakar.

Kemudian istri korban langsung bawa korban ke rumah sakit dan melaporkan kepada Kapolsek Cengkareng.

Barang bukti yang sudah disita adalah gayung warna jingga, kemudian 1 unit sepeda motor, 2 unit handphone, 1 buah topi bertuliskan MARINEA, kemudian rekaman CCTV di TKP. (Tim)