Ini Pinta Jaksa Agung Untuk Seluruh Jajaran Kejaksaan Dan Jadilah Jaksa Yang Dipercaya Masyarakat

dutainfo.com-Jakarta: Para Jajaran Kejaksaan diminta Jaksa Agung RI ST Burhanuddin, menjaga sikap dan penampilan.

Jajaran Kejaksaan tak diperbolehkan bertato dan berjenggot.

“Menjadi seorang jaksa tak boleh sembarangan dalam berpenampilan, sejak mereka lulus dan dilantik menjadi seorang jaksa pun sudah dibekali dengan kode perilaku jaksa seperti tak boleh bertato, tak boleh berjenggot dan tak boleh bertindik sembarangan, serta tak memakai pewarna rambut yang dilarang,” ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin, seperti dikutip Selasa (22/1/2024).

Selain itu masih kata ST Burhanuddin, seluruh anggota kejaksaan agar menggunakan pakaian yang sesuai dengan seragam Kejaksaan, dan tak ada lagi anggota yang memamerkan harta kekayaan di medsos, serta melarang jajarannya untuk mendatangi tempat-tempat tertentu yang dapat merugikan institusi seperti tempat hiburan malam.

“Oleh sebab itu agar seluruh jajaran menjadi contoh dan teladan di masyarakat bahkan di jajaran aparat penegak hukum lainya,” tegasnya.

Selanjutnya sambung Jaksa Agung, Jaksa harus memiliki kepekaan sosial, rasa empati dan yang paling penting adalah good chracter, sehingga sebagai penegak hukum yang humanis adalah cerminan.

“Jadilah jaksa yang dicintai dan dipercaya masyarakat dalam segala hal,” tutupnya.
(**)

Penyidik Pada Pidsus Kejagung RI Tetapkan Tersangka Baru Terkait Korupsi Jalur KA Besitang-Langsa

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api (KAI), Besitang-Langsa tahun 2017 hingga 2023.

“Ya penetapan tersangka ini dilakukan terhadap pihak swasta berinisial FG selaku pemilik PT Tiga Putra Mandiri Jaya,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana, Selasa (23/1/2024).

Masih kata Ketut, berdasarkan proses pemeriksaan penyidik pada Dirdik Jampidsus Kejagung, saksi-saksi dan alat bukti telah diperoleh sampai hari ini dan tim penyidik kembali menetapkan satu tersangka berinisial FG.

“Berdasarkan perannya FG diduga terlibat bersama tersangka lainnya untuk mengkondisikan paket-paket pekerjaan dalam proyek tersebut,” paparnya.

Masih sambung Ketut, sehingga pelaksanaan lelang paket pekerjaan berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki FG bersama tersangka lainya.

“Akibat perbuatan tersangka FG bersama tersangka lainya, besar kemungkinan proyek itu tak dapat digunakan,” kata Ketut.

Sebelumya pihak penyidik pada Pidsus Kejagung, telah menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus korupsi proyek pembuatan jalur kereta api Besitang-Langsa tahun 2017-2023.
(Tim)

Kepala Staf TNI AD Akan Copot Dan Proses Apabila Anggota TNI AD Terbukti Tidak Netral Dalam Pemilu 2024

Foto: KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan akan mengambil tindak tegas dengan mencopot perwira atau anggota TNI AD yang melakukan pelanggaran prinsip netralitas dalam Pemilu dan Pilpres 2024.

“Ya paling tidak kalau dia punya jabatan pasti segera langsung non job, kita pasti panggil langsung,” ujar KASAD Jenderal TNI Maruli Simajuntak, kepada awak media, seperti dikutip Kompas.com, Senin (22/1/2024).

Masih kata Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, pihak nya akan tetap melakukan evaluasi dan menindaklanjuti setiap pengaduan terkait dugaan pelanggaran prinsip netralitas oleh anggota ditingkat apapun.

” TNI akan terus melakukan pengawasan internal terhadap para anggotanya agar memastikan prinsip netralitas di jalankan,” ungkap Maruli.

Dan apabila menemukan indikasi terdapat anggota yang melanggar maka langsung diberik sanksi dan proses tetap berjalan.
(**)

Bhabinkamtibmas Polsek Kebon Jeruk Aiptu Suratmin Berikan Binkum Warga Binaan Panti Sosial Kedoya

dutainfo.com-Jakarta: Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedoya Selatan Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat, Aiptu Suratmin, dengan penuh dedikasi melaksanakan tugas pembinaan terhadap warga binaan sosial (WBS) di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Satu Kedoya, Selasa, 23/1/2024.

Panti tersebut menjadi tempat yang menampung penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang ditertibkan oleh dinas sosial DKI Jakarta

Dalam kunjungannya, Aiptu Suratmin tidak hanya memberikan pengawasan, tetapi juga memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada para warga binaan.

“Fokusnya adalah memberikan pemahaman hukum dan kesadaran akan aturan pemerintah, termasuk peraturan dari Pemda DKI,” Ujar Aiptu Suratmin Bhabinkamtibmas Kedoya Selatan Polsek Kebon Jeruk saat dikonfirmasi, Selasa, 23/1/2024.

Sebagai Bhabinkamtibmas, Aiptu Suratmin memberikan penyuluhan tentang pentingnya patuh terhadap peraturan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah.

Ia berpesan kepada Warga Binaan Sosial (WBS) agar selalu mentaati peraturan, menjaga pergaulan, dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat masih maraknya kejahatan seperti Curat, Curas, dan Curanmor.

Dengan harapan bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi para warga binaan, Aiptu Suratmin berpesan agar mereka dapat mengubah diri setelah keluar dari panti sosial.

“Pergaulan yang baik dan kewaspadaan yang tinggi diharapkan dapat melindungi mereka dari potensi kejahatan di lingkungan sekitar,” pesannya

Semua pesan tersebut disampaikan dengan harapan agar para WBS bisa kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan produktif. (Tim)

Satlantas Polres Jakbar Tanamkan Sejak Dini Aturan Lalu Lintas Dan Sosok Polisi Humanis

dutainfo.com-Jakarta: Polisi Sahabat Anak (POLSANAK), Unit KAMSEL Satlantas Polres Metro Jakarta barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan lalu lintas kepada generasi muda.

Kali ini, mereka menyambut dengan hangat kedatangan anak-anak PAUD Amari dan TK Hassoburia yang berkunjung ke Polsek Kembangan.

Dalam kegiatan yang penuh keceriaan tersebut, anggota polisi lalu lintas Satlantas Jakarta Barat dengan penuh semangat memberikan materi edukatif kepada anak-anak, termasuk pengenalan rambu-rambu lalu lintas dan kampanye anti-bullying.

Kasat Lantas Jakarta Barat Kompol Ridha Poetra Aditya mengatakan, Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman awal tentang pentingnya berlalu lintas yang aman dan mengajarkan mereka tentang tugas tugas kepolisian.

“Kami juga ingin mengenalkan terhadap sosok polisi yang Humanis, sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat sehingga anak-anak tidak takut lagi kepada polisi dan lebih dicintai dengan kehadirannya,” Ujar Ridha Aditya saat dikonfirmasi, Selasa, 23/1/2024.

Selain itu, anak-anak juga diajak untuk mengenal lebih dekat dengan mobil patroli Polisi Lalu-lintas.

Anggota Satlantas Jakarta Barat menjelaskan fungsi dan peran mobil patroli dalam menjaga keamanan masyarakat.

Anak-anak dengan penuh antusias menyimak penjelasan tersebut dan berkesempatan untuk mendekati serta menjelajahi kendaraan tersebut.

Tidak hanya itu, suasana semakin meriah dengan adanya sesi bernyanyi bersama.

Kami mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu-lagu anak-anak yang edukatif dan memberikan semangat positif.

Ini tidak hanya menciptakan kebahagiaan, tetapi juga memupuk rasa kebersamaan antara anak-anak dan polisi.

Puncak acara terjadi saat anggota Satlantas Jakarta Barat menampilkan pertunjukan sulap yang menakjubkan.

Anak-anak dengan mata berbinar-binar menyaksikan atraksi sulap yang membuat mereka tertawa dan terkagum-kagum. Pertunjukan ini tidak hanya menambah keceriaan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan kepercayaan.

Kegiatan POLSANAK di Polsek Kembangan ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian bukan hanya melibatkan diri dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap pendidikan dan perkembangan positif anak-anak.

Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam membentuk karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang cerdas, disiplin, dan memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar. (Tim)