dutainfo.com-Jakarta: Peredaran narkoba jenis sabu dan ganja, senilai Rp 3 Miliar, berhasil diungkap Polres Metro Depok dan Polsek Bojonggede, selain mengamankan barang bukti polisi juga mengamankan 4 pelaku pengedar narkoba.
“Ya hari ini kita akan rilis pengungkapan kasus oleh Polres Metro Depok dan jajaran, ada untuk sementara yang kita paparkan disini, ada 4 laporan yang kita ungkap,” ujar Kasat Narkoba Polres Metro Depok, AKBP Tahan Marpaung, kepada awak media, Rabu (23/8/2023).
Masih kata AKBP Tahan Marpaung, sabu dan ganja yang diamankan 3 kg, jika dikalkulasikan total senilai Rp 3 Miliar.
“Peredaran narkoba ini menggunakan modus tempel, yakni berkomunikasi dengan pembeli mengunakan hp,” ungkap Tahan Marpaung.
Jadi modusnya tempel, yang kenal kenal saja, enggak mungkin mereka jual yang enggak kenal, yang kita tangkap itu mereka tempel dari komunikasi hp baru diambil.
Adapun ke 4 pelaku yang ditangkap berinisial Z, DS, RB, dan DP. (Tim)
dutainfo.com-Jakarta: Aksi nyata gerakan nasional mensyukuri kemerdekaan bangsa dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-78, Polda Metro Jaya mengambil langkah proaktif dalam menjaga lingkungan dan bumi yang lebih baik dengan turut serta dalam gerakan penanaman 100.000 pohon, di Mapolsek Kalideres Jakarta Barat serta wilayah Polres jajaran Polda Metro Jaya, Rabu (23/8/2023).
Kegiatan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui virtual zoom meeting yang dipimpin langsung Bapak kapolri. Turut hadir dalam kegiatan penanaman pohon tersebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, PJ. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan, Kajati DKI Jakarta Reda Manthovani, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi, Pejabat Utama Polres Metro Jakarta Barat dan Forkopimda.
Program “Polri Lestarikan Negeri Penghijauan Sejak Dini secara Hybrid bersama dengan Kapolda dan Kapolres Seluruh Indonesia” adalah gagasan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo serta merupakan rangkaian dari kegiatan AMMTC ke-17 tahun 2023 pertemuan Kapolri dengan Para Kepala Kepolisian ASEAN di Labuan Bajo pada tanggal 20 s.d. 24 Agustus 2023.
PJ. Gubernur DKI Jakarta Drs Heru Budi Hartono menyambut baik Kegiatan ini karena selaras dengan program yang digagasnya untuk melakukan penghijauan di wilayah DKI Jakarta. Kemudian dirinya mengungkapkan adanya dampak positif yang ditimbulkan antara lain dapat mengurangi polusi udara yang saat ini sudah di atas ambang sehat, selanjutnya manfaat lain nya adalah masyarakat juga dapat merasakan manfaat langsung dari hasil kegiatan penanaman pohon ini, Terakhir dari segi ekonomi dapat mengurangi buah impor yang saat ini mendominasi pasar.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengungkapkan dukungan nya kepada upaya pemerintah untuk mengurangi polusi udara yang saat ini dalam kondisi tidak sehat. Selain itu juga mendukung upaya pemerintah dalam ketahanan pangan di Indonesia khususnya di DKI Jakarta.
“Dengan semangat kemerdekaan semangat mengisi pembangunan pada Polri mencanangkan untuk penanaman pohon di seluruh Indonesia dan kita tahu pada hari ini juga beberapa waktu yang lalu kualitas udara di Jakarta cukup buruk dan ini adalah salah satu upaya untuk membuat Jakarta lebih hijau dan lebih sehat. “ungkapnya
Karyoto menjelaskan bahwa tujuan penanaman 100 Pohon Pule dan Kayu Putih yang dilaksanakan oleh PJ Gubernur DKI Jakarta, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, seluruh Forkopimda serta tamu undangan adalah upaya untuk mengatasi kekeringan dan atau abrasi disekitaran Bantaran sungai Kalideres.
Kegiatan penanaman pohon ini juga merupakan wujud nyata kolaborasi antara aparat Kepolisian dengan masyarakat. Warga setempat turut bergabung dalam aksi ini, menunjukkan adanya kesadaran bersama dalam menjaga alam dan mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan lestari.
Lebih lanjut Karyoto menambahkan bahwa “Peran Polisi tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” imbuhnya.
Karyoto berharap penanaman 100.000 pohon yang didominasi tanaman buah seperti alpukat, durian, jambu dan jenis pohon sengon serta jati tersebar di wilayah Polres jajaran Polda Metro Jaya ini dapat memberi manfaat untuk menjadikan lahan yang kosong lebih produktif dan manfaatnya juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan demij keberlangsungan hidup yang lebih baik.” pungkasnya. (Tim)
dutainfo.com-Jakarta: Aksi nyata gerakan nasional mensyukuri kemerdekaan bangsa dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-78, Polda Metro Jaya mengambil langkah proaktif dalam menjaga lingkungan dan bumi yang lebih baik dengan turut serta dalam gerakan penanaman 100.000 pohon, di Mapolsek Kalideres Jakarta Barat serta wilayah Polres jajaran Polda Metro Jaya, Rabu (23/8/2023).
Kegiatan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui virtual zoom meeting yang dipimpin langsung Bapak kapolri. Turut hadir dalam kegiatan penanaman pohon tersebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, PJ. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan, Kajati DKI Jakarta Reda Manthovani, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi, Pejabat Utama Polres Metro Jakarta Barat dan Forkopimda.
Program “Polri Lestarikan Negeri Penghijauan Sejak Dini secara Hybrid bersama dengan Kapolda dan Kapolres Seluruh Indonesia” adalah gagasan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo serta merupakan rangkaian dari kegiatan AMMTC ke-17 tahun 2023 pertemuan Kapolri dengan Para Kepala Kepolisian ASEAN di Labuan Bajo pada tanggal 20 s.d. 24 Agustus 2023.
PJ. Gubernur DKI Jakarta Drs Heru Budi Hartono menyambut baik Kegiatan ini karena selaras dengan program yang digagasnya untuk melakukan penghijauan di wilayah DKI Jakarta. Kemudian dirinya mengungkapkan adanya dampak positif yang ditimbulkan antara lain dapat mengurangi polusi udara yang saat ini sudah di atas ambang sehat, selanjutnya manfaat lain nya adalah masyarakat juga dapat merasakan manfaat langsung dari hasil kegiatan penanaman pohon ini, Terakhir dari segi ekonomi dapat mengurangi buah impor yang saat ini mendominasi pasar.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengungkapkan dukungan nya kepada upaya pemerintah untuk mengurangi polusi udara yang saat ini dalam kondisi tidak sehat. Selain itu juga mendukung upaya pemerintah dalam ketahanan pangan di Indonesia khususnya di DKI Jakarta.
“Dengan semangat kemerdekaan semangat mengisi pembangunan pada Polri mencanangkan untuk penanaman pohon di seluruh Indonesia dan kita tahu pada hari ini juga beberapa waktu yang lalu kualitas udara di Jakarta cukup buruk dan ini adalah salah satu upaya untuk membuat Jakarta lebih hijau dan lebih sehat. “ungkapnya
Karyoto menjelaskan bahwa tujuan penanaman 100 Pohon Pule dan Kayu Putih yang dilaksanakan oleh PJ Gubernur DKI Jakarta, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, seluruh Forkopimda serta tamu undangan adalah upaya untuk mengatasi kekeringan dan atau abrasi disekitaran Bantaran sungai Kalideres.
Kegiatan penanaman pohon ini juga merupakan wujud nyata kolaborasi antara aparat Kepolisian dengan masyarakat. Warga setempat turut bergabung dalam aksi ini, menunjukkan adanya kesadaran bersama dalam menjaga alam dan mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan lestari.
Lebih lanjut Karyoto menambahkan bahwa “Peran Polisi tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” imbuhnya.
Karyoto berharap penanaman 100.000 pohon yang didominasi tanaman buah seperti alpukat, durian, jambu dan jenis pohon sengon serta jati tersebar di wilayah Polres jajaran Polda Metro Jaya ini dapat memberi manfaat untuk menjadikan lahan yang kosong lebih produktif dan manfaatnya juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan demij keberlangsungan hidup yang lebih baik.” pungkasnya. (Tim)
dutainfo.com-Jakarta: Obat daftar G atau obat keras jenis Tramadol dan Hexymer, berhasil diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, ada sekitar 231.662 butir berhasil diamankan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan ungkap kasus bermula dari maraknya aksi tawuran hingga premanisme yang sering kali mengkonsumsi obat daftar G.
“Dari hasil keterangan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan juga dikonsumsi sebelum melakukan aksi tawuran dan premanisme,” ungkap Kombes Ade Safri, kepada awak media, Selasa (22/8/2023).
Masih kata Kombes Ade, dari hasil ungkap kasus pada periode Januari hingga Agustus 2023, total sebanyak 26 tersangka ditangkap dalam kasus yang ada adapun lokasi ungkap kasus adalah 5 toko obat wilayah Jakarta Timur, 1 toko obat wilayah Jakarta Selatan, 3 toko obat di Kabupaten Bekasi, 3 di wilayah Bekasi Kota, Apotek wilayah Jakarta Pusat, 1 Apotek wilayah Jakarta Selatan, 1 Apotek di wilayah Jakarta Timur, 1 klinik di Depok, 2 pedangan di wilayah di Jakarta Selatan, 1 di wilayah Jakarta Timur dan 3 pedagang di wilayah Bekasi Kota.
“Mulai dari importir, pabrikan, penjualan sediaan farmasi yang tak sesuai dengan ketentuan baik di toko obat, apotik dan tempat lainya,” paparnya.
Pihak kepolisian dalam hal ini telah menyita 231.662 butir obat keras uang tunai Rp 26 juta, 14 unit HP, 1 unit mobil, dan 5.000 kapsul kosong.
Dari 231.662 butir obat keras itu terdapat Tramadol, Heximer, dan Alprazolam, sambung Ade. (Tim)
dutainfo.com-Jakarta: Obat daftar G atau obat keras jenis Tramadol dan Hexymer, berhasil diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, ada sekitar 231.662 butir berhasil diamankan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan ungkap kasus bermula dari maraknya aksi tawuran hingga premanisme yang sering kali mengkonsumsi obat daftar G.
“Dari hasil keterangan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan juga dikonsumsi sebelum melakukan aksi tawuran dan premanisme,” ungkap Kombes Ade Safri, kepada awak media, Selasa (22/8/2023).
Masih kata Kombes Ade, dari hasil ungkap kasus pada periode Januari hingga Agustus 2023, total sebanyak 26 tersangka ditangkap dalam kasus yang ada adapun lokasi ungkap kasus adalah 5 toko obat wilayah Jakarta Timur, 1 toko obat wilayah Jakarta Selatan, 3 toko obat di Kabupaten Bekasi, 3 di wilayah Bekasi Kota, Apotek wilayah Jakarta Pusat, 1 Apotek wilayah Jakarta Selatan, 1 Apotek di wilayah Jakarta Timur, 1 klinik di Depok, 2 pedangan di wilayah di Jakarta Selatan, 1 di wilayah Jakarta Timur dan 3 pedagang di wilayah Bekasi Kota.
“Mulai dari importir, pabrikan, penjualan sediaan farmasi yang tak sesuai dengan ketentuan baik di toko obat, apotik dan tempat lainya,” paparnya.
Pihak kepolisian dalam hal ini telah menyita 231.662 butir obat keras uang tunai Rp 26 juta, 14 unit HP, 1 unit mobil, dan 5.000 kapsul kosong.
Dari 231.662 butir obat keras itu terdapat Tramadol, Heximer, dan Alprazolam, sambung Ade. (Tim)