Jelang HUT Bhayangkara Ke-78 Polres Bengkulu Utara Dan Warga Gotong Royong Bangun Desa

Dutainfo.com – Jakarta : Semangat kebersamaan antara warga Desa Gembung Raya , Tanjung Kemenyan dan Polri dalam bergotong royong dalam Kegiatan Polri Membangun Desa (PMD) merupakan Program unggulan Polres Bengkulu Utara. Kegiatan tersebut bentuk aksi sosial & peduli Polri terhadap masyarakat desa yang berada di wilayah Bengkulu Utara (07/06/24)

Kegiatan Polisi Membangun Desa (PMD), dilaksanakan oleh Kapolres Bengkulu Utara AKBP Lambe P. Birana, S.I.K. ,M.H. Bersama Waka Polres Kompol Kadek Suwantoro S.H., S.I.K., M.A.P., Kapolsek Napal Putih Iptu Sugeng Prayitno, S.H. beserta anggota Polri dan Warga melaksanakan Pemerataan jalan dengan menggunakan material batu Koral di Jalan desa Gembung Raya – PT Julang Pentasion – desa Tanjung Kemenyan .

kegiatan ini dijelaskan oleh Kapolres Bengkulu Utara bahwa ” Polisi Membangun Desa ” ini merupakan bentuk nyata aksi Sosial Polri khususnya Polres Bengkulu Utara dalam Upaya Ciptakan Harkamtibmas, dan untuk selalu hadir ditengah masyarakat serta dalam rangka Hari Bhayangkar ke 78 Tahun 2024.

“Nantinya Kegiatan / program yang ini akan berkesinambungan dan berkelanjutan dilaksanakan di tempat Lainnya dimana hal ini mencerminkan komitmen Polri terhadap kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menguatkan hubungan antara aparat keamanan dan warga. Hal ini menciptakan rasa kepercayaan dan kenyamanan di tengah-tengah masyarakat.” Pungkas Kapolres Bengkulu Utara AKBP Lambe Patabang Birana, S.I.K, M.H. (Tim)

Ini Kata Kepsek SMAN 65 Terkait Diminta Mundur

Foto: (ist)

Dutainfo.com-Jakarta: Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 65 Jakarta, Indramojo angkat bicara mengenai desakan ke dirinya agar diganti hanya gegara ucapan ke murid soal belajar itu adalah menghapal. Padahal kepsek yang sudah mengajar lebih dari 24 tahun itu menganggap setiap murid sebagai anak kandung.


Pertama, Indramojo menyampaikan kenapa desakan ke dirinya muncul. Ini bermula dari pembelian karpet untuk masjid oleh guru Abdulrohman. Pengadaan itu kebetulan tidak dianggarkan di BOP dan dana BOS sekolah.

“Padahal kalau dianggarkan itu bisa, dia adakan sendiri entah dari toko mana, dia bawa ke sekolah kemudian sekolah membayar itu,” katanya kepada wartawan pada Jumat (7/6/2024).

Karena tidak masuk ke perencanaan, maka ia bersama guru-guru lain akhirnya melakukan rapat bersama. Disepakatilah oleh para guru agar secara ikhlas iuran untuk mengganti uang pembelian karpet. Pelunasan dan penyelesaian ke pihak toko pun berjalan dengan baik.

“Padahal kalau itu dimasukan ke pembelian belanja sekolah BOP dan BOS bisa itu, sangat disayangkan. Saya tegur beliau , Pak Abdulrohman kurang pas penerimaannya, akhirnya menggalang teman-teman guru untuk ya untuk melakukan petisi,” ujarnya.

Sebagai kepala sekolah, Indra juga membantah melakukan hal dituduhkan seperti dalam petisi. Sebagai guru, ia adalah cerminan keluarga dan anak-anak di rumah. Ia bahkan menganggap setiap murid di SMAN 65 sebagai anak kandung sendiri.

“Saya menganggap anak-anak sekolah sebagai anak kandung saya, saya perlakukan sama. Misalnya pembelajaran di rumah cara belajar itu saya sampaikan,” paparnya.

Kedua, soal ucapannya ke anak murid bahwa belajar adalah menghapal itu juga dianggap ada kesalahpahaman. Ia membahas seperti itu agar bisa dipahami oleh para murid. Prinsipnya, ia ingin murid menginternalisasi dan mememorikan setiap pelajaran ke dalam ingatan. 

“Jadi di dalam otak mememorikan, kalau bahasa saya ke peserta didik ya menghapal,” paparnya.

Ada juga kekeliruan soal ia yang berharap murid SMAN 65 melanjutkan ke perguruan tinggi negeri atau sekolah kedinasan. Permohonannya kepada para siswa mengenai itu semata-mata karena ia menganggap siswa sebagai anak kandung. Ini supaya mempermudah mereka ke depan misalnya untuk mencari pekerjaan.

“Pengalaman saya hidup di rumah saya bawa ke sekolah karena saya anggap mereka sebagai anak kandung berjuang keras supaya nggak susah. Memang kan terbatas ya sekolah kedinasan tapi harus dicoba dulu,” paparnya.

Ia merasa bahwa tidak semua murid di SMAN 65 juga sepakat dengan petisi itu. Ia berharap siswa tidak terprovokasi dan melihat persoalan ini secara objektif. Karena nama baik sekolah juga harus dijaga agar mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Kalau nama sekolah kurang bagus di perguruan tinggi jadi nggak nyaman. Saya ingin peserta didik tidak terprovokasi, makanya saya akan memberikan penjelasan ke mereka. Tapi saya pantau, guru-guru tetap menjalankan tupoksinya,” pungkasnya. (**)

Polisi Tetapkan Tersangka Dan Pasal Berlapis Ibu Viral Cabuli Anak Di Bekasi

dutainfo.com-Jakarta: Seorang ibu di Kabupaten, Bekasi, Jawa Barat, inisial AK (26), tega mencabuli anak kandungnya seorang laki-laki yang masih berusia 10 tahun, Polisi telah menetapkan AK sebagai tersangka dan dikenakan pasal berlapis.

“Sehingga tersangka ditangkap dan ditahan dengan dikenakan ada 4 pasal berlapis, dan ditangani oleh pihak Krimum Polda Metro Jaya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada awak media, Jumat (7/6/2024).

Masih kata Kombes Ade Ary, tersangka AK dikenakan Pasal 294 KUHP, UU ITE,UU Pornografi, dan UU Perlindungan anak.

Sebelumnya sempat beredar video memperlihatkan seorang ibu diduga mencabuli putra kandungnya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, viral di media sosial, aparat kepolisian selanjutnya melakukan penangkapan ibu berinisial AK.

Kejadian itu pada Desember 2023, AK ditangkap pada Kamis (6/6) di Rawa llat Cilengsi, Bogor.

“AK telah mengakui perbuatanya, dan telah ditetapkan tersangka oleh penyidik,” ungkap Ade Ary.
(Tim)

Peduli Dengan Sesama Personel Polsek Tambora Bantu Warga Kerawang Yang Sedang Kesulitan

dutainfo.com-Jakarta: Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh personel Jajaran Polres Metro Jakarta Barat.

Kali ini, aksi Peduli terhadap sesama tersebut datang dari Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Rachmad Wibowo, yang membantu seorang warga bernama Dani (39), asal Karawang, yang tampak sedang mengalami kesulitan.

Dani, yang telah menempuh perjalanan panjang bersepeda dari Karawang ke Jakarta selama kurang lebih tujuh hari, terlihat beristirahat di Masjid Polsek Tambora.

Cerita dibalik perjalanannya yang penuh perjuangan tersebut menarik perhatian AKP Rachmad Wibowo.

“Saya melihat ada tulisan di sepedanya, dan karena penasaran, saya bertanya kepadanya,” ujar AKP Rachmad Wibowo saat dikonfirmasi, Jumat, 7/6/2024.

Dani menceritakan bahwa ia rela melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda kesayangannya untuk menjual baju tidur dengan menempuh perjalanan ke Jakarta.

Hasil dari penjualan tersebut akan digunakan untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang sakit stroke.

Dengan penuh semangat dan ketabahan, Dani berusaha mengumpulkan uang untuk membeli pampers dan obat-obatan yang sangat diperlukan oleh orang tuanya.

Mendengar cerita haru tersebut, AKP Rachmad Wibowo tidak tinggal diam. Ia merasa iba dan tergerak untuk membantu Dani.

“Karena kasihan, kemudian saya memberikan uang untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya untuk keperluan berobat orang tuanya,” ungkap AKP Rachmad Wibowo.

Aksi humanis yang dilakukan oleh AKP Rachmad Wibowo ini merupakan contoh nyata dari kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, personel Polsek Tambora juga menunjukkan sisi empati dan kemanusiaan dalam membantu warga yang membutuhkan.

Dani sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh AKP Rachmad Wibowo.

Bantuan tersebut sangat berarti baginya dan orang tuanya yang sedang berjuang melawan penyakit stroke.

Kisah Dani yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengumpulkan uang untuk pengobatan orang tuanya menginspirasi banyak orang.

Semangatnya untuk berjuang demi keluarga serta kepedulian dari AKP Rachmad Wibowo menunjukkan bahwa di tengah kesulitan, masih ada banyak kebaikan dan kemanusiaan yang dapat ditemukan.

Aksi peduli yang dilakukan oleh AKP Rachmad Wibowo ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh anggota Polri lainnya.

Dengan adanya perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, hubungan antara Polri dan masyarakat dapat semakin erat dan harmonis. (Tim)

Personel Polsek Cengkareng  Angkat Keranda Anggota Citra Bhayangkara Yang Meninggal Dunia

Dutainfo.com-Jakarta: Aksi kepedulian terhadap sesama ditunjukkan dengan jelas ketika sejumlah personel Polsek Cengkareng melakukan takziah ke rumah warga binaannya pada Kamis, 6/6/2024.


Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum Suparman (54), seorang anggota Citra Bhayangkara Polsek Cengkareng yang meninggal dunia karena sakit.

Dalam suasana duka yang menyelimuti, terlihat personel Polsek Cengkareng dengan penuh hormat membopong keranda almarhum Suparman.

Di antara mereka adalah Kasium Polsek Cengkareng, Iptu Joko Harsono, dan Bhabinkamtibmas Rawabuaya, Aipda Ahmad Kosasi yang turut serta dalam mengangkat keranda jenazah serta hadir juga Bhabinkamtibmas Duri Kosambi Aipda Ahmad Haris.

Almarhum Suparman, yang dikenal baik dan berdedikasi dalam tugasnya sebagai anggota Citra Bhayangkara, dikebumikan di tanah wakaf keluarga di Jalan Dharma Wanita V, RT 06/01, Cengkareng, Jakarta Barat.

Pemakaman tersebut dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan rekan-rekan almarhum yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

Kapolsek Cengkareng, Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Hasoloan Situmorang, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami dari jajaran Polsek Cengkareng mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga yang telah ditinggalkan. Semoga almarhum diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.” Ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 7/6/2024

Lebih lanjut, Kapolsek Cengkareng menjelaskan bahwa kehadiran personel Polsek Cengkareng dalam takziah ini bukan hanya untuk mendoakan almarhum tetapi juga untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Hal ini dilakukan guna mendoakan almarhum dan memberikan dukungan moril pada keluarga yang ditinggalkan serta mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, sebagai sarana untuk lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan sosial, terutama dalam momen-momen duka.

Dengan kehadiran personel Polsek Cengkareng dalam acara takziah ini, diharapkan dapat semakin mempererat hubungan emosional dan kepercayaan antara Polri dan masyarakat, serta menunjukkan bahwa Polri selalu siap hadir dan mendukung masyarakat dalam situasi apapun.

Solidaritas dan empati yang ditunjukkan oleh personel Polsek Cengkareng ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri lainnya untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Dengan demikian, Polri tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga sahabat dan pelindung bagi masyarakat. (Tim)