Dutainfo.com-Jatim: Pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana narkotika, kesehatan dan perkara tindak pidana umum serta perkara tipiring dengan berbagai barang bukti diantaranya berupa jenis sabu – sabu sebanyak 6,487 gram, jenis ekstasi sebanyak 4 butir, jenis obat-obatan Trihexyphenidyl sebanyak 16.872 butir, jenis obat-obatan Tramadol sebanyak 10.000 butir dan hp, dompet, timbangan digital, bong, pipet, tas, linggis, gergaji serta minuman keras sebanyak 78 botol .
Pemusnahan barang bukti ini dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi Suhardjono yang diwakili oleh Kasi Pemulihan Aset Dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Muhammad Bimo. Turut hadir perwakilan Polresta Banyuwangi dari Satresnarkoba Bripka Anang Widada, Kabid P2P (Pelayanan Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Banyuwangi Ibu Dr Andriyani, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banyuwangi Agus Hariyono, Kasubbagbin Kejaksaan Negeri Banyuwangi Adi Candra, Jaksa I Ketut Gde Dame Negara, Staf Pembinaan Kejaksaan Negeri Banyuwangi Fahmi, serta Tim Pemulihan Aset Dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejari Banyuwangi.
“Bahwa pemusnahan ini adalah kegiatan rutin Yang merupakan bagian dari penegakan hukum, sesuai dengan salah satu tugas dan wewenang Kejaksaan di bidang pidana sebagai Eksekutor yang melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap “ujar Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi Suhardjono melalui Kasi PAPBB Muhammad Bimo, Rabu (30/10/2024). (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri yang ke-73 tahun, personel dari Si Humas Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan kegiatan sosial yang penuh makna, yaitu donor darah serentak.
Acara ini dilaksanakan di PMI Cabang Jakarta Barat, yang berlokasi di Jalan Perdana No. 12, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sebagai bagian dari upaya memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat, Selasa, 29 Oktober 2024.
Dengan mengusung tema “Humas Polri Presisi Menuju Indonesia Maju”, hari jadi Humas Polri ini biasa diperingati setiap tahunnya pada 30 Oktober, acara donor darah ini menjadi bukti komitmen Humas Polri untuk tidak hanya menjadi penyampai informasi dan jembatan antara kepolisian dan masyarakat, tetapi juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi sesama.
Kehadiran para personel Si Humas Polres Metro Jakarta Barat dalam kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara aparatur negara dengan masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama dan membantu mereka yang membutuhkan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Diaman Saragih, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai simbol solidaritas Humas Polri kepada masyarakat.
“Setetes darah yang kami sumbangkan adalah harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh. Ini adalah salah satu wujud nyata kepedulian Humas Polri terhadap masyarakat,” ujarnya
Selama kegiatan berlangsung, suasana kekeluargaan terasa sangat kental.
Para personel Humas Polres Metro Jakarta Barat terlihat antusias dan dengan sukarela berpartisipasi dalam donor darah.
Mereka bergantian duduk di kursi donor, sambil menyaksikan semangat saling berbagi yang ada di antara sesama rekan.
Bagi mereka, ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai kemanusiaan yang senantiasa mereka junjung.
PMI Jakarta Barat menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi tinggi kepada Humas Polres Metro Jakarta Barat.
Seorang petugas PMI Dr Ken mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi yang diberikan para personel Humas Polri.
“Kebutuhan darah di Jakarta Barat cukup tinggi, dan bantuan dari Humas Polres ini sangat berarti bagi pasien-pasien yang membutuhkan transfusi darah,” ujarnya.
Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu rangkaian acara dalam perayaan ulang tahun Humas Polri ke-73, yang bertujuan untuk lebih mendekatkan kepolisian dengan masyarakat.
Dalam kesempatan ini, AKP Diaman Saragih berharap agar kegiatan-kegiatan sosial seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya untuk semakin menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Sebagai penutup, AKP Diaman Saragih menyampaikan harapannya agar momentum hari jadi ini dapat menjadi semangat baru bagi Humas Polri dalam melaksanakan tugasnya dengan presisi dan selalu mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelayanan publik.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari mereka, baik dalam situasi suka maupun duka,” pungkasnya. (Tim)
dutainfo.com-Jakarta: Dikawasan padat penduduk Tambora, Jakarta Barat, langkah-langkah proaktif diambil untuk menjaga keamanan dan mencegah bahaya kebakaran yang sering kali mengancam lingkungan.
Polsek Tambora, dalam kolaborasi bersama Tiga Pilar Tambora, yaitu pihak kepolisian, TNI, dan pemerintah setempat, telah menggalakkan penyebaran stiker hotline yang memuat informasi kontak darurat dari berbagai instansi. Senin, 28/10/2024.
Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Donny Agung Harvida, berharap dengan adanya stiker ini, masyarakat akan lebih mudah menghubungi pihak terkait dalam situasi darurat atau ketika ada potensi bahaya.
Dalam sebuah kesempatan, Kompol Donny menjelaskan, “Pemasangan stiker hotline ini bertujuan untuk memudahkan warga dalam mengakses informasi penting terkait layanan pengaduan.
Sehingga ketika ada ancaman kebakaran atau gangguan kamtibmas, warga bisa langsung melapor ke nomor-nomor yang tertera tanpa perlu bingung mencari kontak.” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 28/10/2024.
Berbagai titik strategis dipilih sebagai lokasi pemasangan stiker ini.
Di Jalan Tiang Bendera, Kelurahan Roa Malaka, Aiptu Cecep Supriadi, selaku Bhabinkamtibmas setempat, terlihat menyapa warga sambil menjelaskan tujuan pemasangan stiker tersebut.
“Saya berharap warga sekitar merasa lebih aman karena mereka tahu harus menghubungi siapa jika terjadi hal-hal yang mencurigakan atau berbahaya,” ucapnya sambil tersenyum.
Di lokasi lain, seperti Jalan Bandengan Utara IV di Kelurahan Pekojan, Aiptu Dede Sugiono juga aktif berinteraksi dengan warga sembari memasang stiker-stiker tersebut.
Ia dengan sabar menjelaskan cara cepat melaporkan kebakaran atau gangguan keamanan melalui nomor-nomor di stiker.
“Kami ingin setiap warga paham bahwa mereka bisa menghubungi kami kapan saja jika merasa ada yang tidak aman,” ujarnya dengan penuh perhatian.
Langkah serupa juga dilakukan oleh Aiptu I Gusti Putu Sridana di Jalan Angke Indah, Kelurahan Angke.
Ia bahkan sempat berdiskusi dengan beberapa warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari potensi kebakaran, mengingat banyaknya rumah yang saling berhimpitan di kawasan tersebut.
“Bukan hanya soal hotline, tapi kami juga ingin warga lebih sadar untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungannya,” katanya.
Tidak kalah bersemangat, Brigadir Deni Wisnu Wibowo, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tambora, melakukan pemasangan stiker di kawasan Gang Betet Raya, Tambora.
Ia berbicara dari hati ke hati dengan beberapa ibu rumah tangga yang sedang berkumpul, menyampaikan bahwa pihaknya siap merespon keluhan atau laporan mereka kapan saja.
“Bapak-bapak dan ibu-ibu tidak perlu ragu, jika ada yang mencurigakan atau merasa tidak aman, segera hubungi kami,” pesannya dengan penuh keakraban.
Stiker-stiker tersebut mencantumkan kontak darurat dari Polsek Tambora, Bhabinkamtibmas, call center pemadam kebakaran, Babinsa, lurah, hingga Kasatgas Damkar.
Dengan informasi ini, warga bisa mendapatkan respon cepat dari pihak yang berwenang, sehingga ancaman kebakaran atau gangguan kamtibmas dapat segera diatasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Inisiatif ini disambut hangat oleh warga Tambora.
Mereka merasa lebih aman dan terlindungi dengan adanya akses mudah untuk melaporkan gangguan keamanan atau potensi kebakaran.
Salah satu warga, mengungkapkan, “Sekarang saya merasa lebih tenang karena tahu bisa menghubungi petugas kapan saja.
Biasanya kami bingung harus menghubungi siapa kalau ada kebakaran atau masalah lain. Terima kasih kepada Polsek Tambora.” ujarnya
Kolaborasi antara Polsek Tambora, TNI, dan pemerintah setempat melalui penyebaran stiker hotline ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan informasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara pihak keamanan dengan warga.
Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian, Polsek Tambora dan Tiga Pilar menunjukkan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas mereka. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Pada pagi yang cerah di SMP Negeri 189 Jakarta, Jln. H. Rausin, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, para siswa tampak berkumpul dengan penuh antusias.
Hari ini mereka akan mendengarkan sosialisasi khusus dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Kelapa Dua Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat, Aiptu H. Fauzan, SH, dalam rangka kegiatan Police Go To School, Jumat, 25/10/2024.
Program ini hadir di sekolah-sekolah untuk memberi edukasi dan pendekatan kepada generasi muda, khususnya terkait kenakalan remaja yang belakangan ini marak terjadi.
Dengan suara tegas namun penuh kehangatan, Aiptu Fauzan membuka sosialisasi dengan menyampaikan bahaya kenakalan remaja seperti tawuran dan bullying. Beliau menjelaskan,
“Tawuran tidak hanya melukai fisik, tetapi juga melukai masa depan kalian. Setiap tindakan kekerasan akan membawa konsekuensi yang bisa kalian sesali seumur hidup.” Pesannya ini diiringi dengan ajakan agar para siswa saling menjaga dan membangun rasa persaudaraan di antara mereka.
Kegiatan ini tak hanya sekadar memberi himbauan.
Aiptu Fauzan juga memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak buruk bullying yang sering dianggap sepele.
“Bullying itu bukan main-main, anak-anak. Perbuatan itu bisa melukai mental teman kalian, bahkan bisa menghancurkan masa depan mereka,” ujar beliau, dengan tatapan empati yang mendalam.
Para siswa yang mendengar himbauan ini terlihat merenung, seakan menyadari betapa pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan saling mendukung.
Sebagai upaya pencegahan, Aiptu Fauzan juga mengajak para siswa untuk melapor apabila menemukan tanda-tanda tawuran atau gangguan kamtibmas di lingkungan sekolah maupun sekitarnya.
Ia membagikan nomor teleponnya kepada seluruh siswa, 0896-5506-7282, agar mereka dapat langsung menghubungi dirinya jika ada hal yang mencurigakan.
“Ingat, kalian tidak sendirian. Saya selalu siap membantu kalian. Jangan takut untuk melapor jika melihat sesuatu yang bisa mengganggu keamanan sekolah atau lingkungan sekitar.”
Para guru dan siswa menyambut baik kegiatan ini.
Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 189 Jakarta juga menyampaikan apresiasi kepada Aiptu Fauzan atas komitmen dan kepeduliannya terhadap keselamatan siswa.
“Kami merasa lebih aman dengan kehadiran Aiptu Fauzan di sekolah kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangun kesadaran dan kedisiplinan di kalangan siswa,” ujarnya.
Melalui program Police Go To School ini, Aiptu Fauzan berharap dapat mencegah terjadinya kenakalan remaja di lingkungan sekolah dan memberikan rasa aman kepada para pelajar.
Dengan cara yang humanis dan pendekatan penuh empati, beliau menjadi sosok yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat bagi para siswa dalam membangun masa depan yang lebih baik. (Tim)
Dutainfo.com-Jakarta: Dalam upaya menciptakan generasi muda yang lebih baik, Polres Metro Jakarta Barat kembali menggencarkan edukasi kenakalan remaja di kalangan pelajar.
Pada kesempatan kali ini, bersama mahasiswa Universitas STIE AMI, Polres Metro Jakarta Barat menggelar sosialisasi di SMAN 2 Jakarta yang terletak di Jalan Gajah Mada, Keagungan, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat, 25/10/2024.
Ratusan siswa berkumpul penuh antusias di aula sekolah, menanti pesan-pesan berharga yang akan disampaikan kepada mereka.
Kegiatan edukasi ini dihadiri langsung oleh Aipda Endri dari Sat Binmas Polres Metro Jakarta Barat yang memberikan sambutan serta arahan.
Dalam pesannya, Aipda Endri menekankan pentingnya menjaga diri dari pengaruh-pengaruh negatif yang sering kali menjerat generasi muda.
“Kenakalan remaja bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga menyakiti keluarga dan orang-orang di sekitar kalian. Kami ingin adik-adik fokus pada pendidikan, tingkatkan motivasi belajar, dan capai cita-cita kalian,” ujar Aipda Endri penuh harap di hadapan para pelajar yang menyimak dengan seksama.
Kegiatan yang dikemas dalam program “Mahasiswa Mengajar” ini juga diisi oleh mahasiswa Universitas STIE AMI yang berbagi wawasan mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja yang saat ini menjadi perhatian utama.
Dalam kesempatan tersebut, Andri, perwakilan dari mahasiswa STIE AMI, memaparkan lima poin penting yang harus dihindari oleh para pelajar, yaitu kenakalan remaja, aksi tawuran, bullying, narkoba, dan seks bebas. Menurutnya, kelima hal ini adalah ancaman serius yang dapat menghambat masa depan para siswa.
Selain memberikan peringatan, Andri juga membahas beberapa faktor yang menjadi pemicu kenakalan remaja, antara lain karakter pribadi, pengaruh pergaulan, gengsi, dampak media sosial, lingkungan sekitar, hingga persaingan antarsekolah.
“Banyak di antara kita yang merasa tertekan karena ingin diakui oleh teman atau takut dipandang lemah. Ini yang kadang membuat kita mudah terjerumus dalam tindakan negatif. Padahal, sejatinya kekuatan itu ada pada karakter positif kita, pada bagaimana kita bisa menghormati diri dan orang lain,” jelas Andri.
Kegiatan ini tak hanya memberikan wawasan bagi para siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif di lingkungan sekolah.
Banyak di antara siswa yang mengaku tersentuh dan bertekad untuk menghindari perbuatan-perbuatan negatif. Salah satu siswa, Reza, mengungkapkan,
“Kita memang sering mendengar soal bahaya narkoba atau tawuran, tapi hari ini saya benar-benar merasa sadar kalau semua itu hanya akan merusak masa depan saya sendiri.”
Edukasi mengenai kenakalan remaja yang diselenggarakan oleh Polres Metro Jakarta Barat bersama mahasiswa STIE AMI di SMAN 2 Jakarta ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif.
Polres Metro Jakarta Barat juga berkomitmen untuk terus mengadakan program serupa di berbagai sekolah di wilayahnya, demi mendukung para siswa agar tetap fokus pada pendidikan dan tumbuh menjadi generasi yang siap meraih masa depan tanpa terhalang oleh pengaruh buruk. (Tim)