Mahasiswa STIK Angkatan 83 Sindikat 8 Melaksanakan Perencanaan Pembangunan Sumur Bor

Dutainfo.com-Jakarta: Mahasiswa STIK Angkatan 83 Sindikat 8 Melaksanakan perencanaan pembangunan sumur bor dan pendataan kebutuhan masyarakat seneudeun Kabupaten Aceh Utara.

Aceh Utara – Kabupaten Aceh Utara, Sindikat 8 Mahasiswa STIK Angkatan 83 mengunjungi masyarakat seneudeun Kabupaten Aceh Utara., Kamis (12/02/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pendamping Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. dan diikuti oleh 20 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 / WPS. Rombongan disambut hangat oleh masyarakat dan perangkat daerah di seneudeun Kabupaten Aceh Utara.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan ini menjadi ajang perkenalan sekaligus sarana memperkuat sinergi antara peserta didik STIK dengan masyarakat diwilayah tempat mereka melaksanakan pengabdian. Mahasiswa melaksanakan kegiatan survei lapangan dan pendataan kebutuhan masyarakat di Desa Seneudeun, Kabupaten Aceh Utara, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung terhadap warga dan perangkat daerah mengatakan sebagai bentuk Masyarakat sangat membutuhkan fasilitas sumur bor sebagai sumber air bersih yang lebih layak dan berkelanjutan. Terdapat lokasi yang direkomendasikan oleh aparatur desa untuk pembangunan sumur bor berdasarkan aksesibilitas dan kebutuhan warga.

Sementara itu, bahwa kegiatan perencanaan pembangunan sumur bor ini merupakan langkah awal sebelum para mahasiswa melaksanakan rangkaian program Dianmas di lapangan.

“Kunjungan ini menjadi bentuk penghormatan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kami mohon arahan dan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang akan kami laksanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata,”

Melalui kegiatan Dianmas ini, para mahasiswa STIK diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan, sekaligus memahami kebutuhan masyarakat pasca bencana di kewilayahan secara langsung. (Tim)

Satgas Saber Pangan Jakarta Barat Cek Harga Dan Mutu Bahan Pangan Di Pasar Jembatan Dua

Dutainfo.com-Jakarta: Satgas Saber Pangan Jakarta Barat melakukan pengecekan dan pengawasan harga serta mutu bahan pangan di Pasar Jembatan Dua, Jakarta Barat, Rabu (12/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, berkualitas, serta dijual dengan harga yang wajar bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Satgas turun langsung menyusuri lapak-lapak pedagang yang menjual kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, daging sapi, cabai, hingga bawang.

“Selain memantau harga, petugas juga berdialog dengan para pedagang guna mengetahui perkembangan pasokan serta kondisi pasar secara langsung,” Ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Akbp Arfan Zulkan Sipayung saat dikonfirmasi, Kamis, 12/2/2026

Tak hanya fokus pada stabilitas harga, Satgas Saber Pangan juga melakukan pemeriksaan visual terhadap kualitas dan kondisi fisik bahan pangan.

Kesegaran daging, ayam, ikan, serta kualitas sayur-mayur menjadi perhatian utama untuk memastikan seluruh bahan pangan layak dan aman dikonsumsi.

Petugas turut memberikan imbauan kepada pedagang agar selalu menjaga kebersihan lapak dan memperhatikan standar penyimpanan pangan.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas terpantau relatif stabil dan masih dalam batas kewajaran.

Ketersediaan stok bahan pangan di Pasar Jembatan Dua juga dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Satgas Saber Pangan Jakarta Barat menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan secara rutin sebagai langkah pencegahan terhadap praktik penimbunan, peredaran bahan pangan tidak layak konsumsi, serta permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.

Warga juga diimbau untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran dalam distribusi maupun penjualan bahan pangan.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menjamin keamanan pangan, sehingga masyarakat dapat berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman. (Tim)

Jaksa Agung Lakukan Mutasi Sebanyak 31 Kajari Berganti Diantaranya Kajari Kutim Reopan Saragih

dutainfo.com-Jakarta: Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan mutasi sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri.

Mutasi dan rotasi tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-161/C/02/2026 tertanggal 11 Februari 2026.

“Ya, benar ada mutasi,” ujar Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna, Rabu (11/2/2026).

Diantara nama-nama Kajari terdapat nama Kajari Kutai Timur Reoapan Saragih, yang kini mendapat mutasi sebagai Kajari Berau.

Beriku daftar Kajari yang baru:

  1. M Aria Rosyid sebagai Kajari Klaten.2
  2. Reopan Saragih sebagai Kajari Berau.
  3. Tutuko Wahyu Minulyo sebagai Kajari Kutai Timur.
  4. Idham Kholid sebagai Kajari Muko-Muko.
  5. R Hari Wibowo sebagai Kajari Pati.
  6. Arief Syafriyanto sebagai Kajari Ogan Ilir.
  7. Dennie Sagita sebagai Kajari Ogan Komering Ulu Timur.
  8. Sabrul Iman sebagai Kajari Magetan.
  9. Didik Sudarmadi sebagai Kajari Tulang Bawang Barat.
  10. Ayu Agung sebagai Kajari Garut.
    (Tim)

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Hadir Di Aceh Utara, Bawa Misi Kemanusiaan Dan Trauma Healing

Dutainfo.com-Jakarta: Di tengah duka yang masih menyelimuti sebagian wilayah Aceh Utara pascabencana, hadir sekelompok pemuda berseragam yang membawa semangat dan harapan baru.

Sebanyak 22 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83, tergabung dalam Sindikat 8, menjalankan misi kemanusiaan melalui program Pengabdian Masyarakat (Dianmas).

Selama tiga minggu ke depan, para calon perwira ini meninggalkan rutinitas akademik di ruang kelas dan memilih terjun langsung menyapa realitas kehidupan masyarakat terdampak bencana.

Di bawah koordinasi Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo S., mereka hadir bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai sahabat dan penguat bagi para penyintas.

Fokus pengabdian diarahkan pada penyaluran bantuan sosial serta pendampingan psikososial dan trauma healing.

Dengan pendekatan humanis, para mahasiswa berinteraksi dengan anak-anak, orang tua, hingga lansia yang masih menyimpan rasa cemas dan kehilangan.

Senyum, permainan sederhana, serta dialog hangat menjadi jembatan untuk memulihkan luka batin yang tak terlihat.

Program Dianmas ini bukan sekadar kewajiban akademis, melainkan proses pembentukan karakter.

Di lapangan, para mahasiswa belajar tentang empati, komunikasi publik, dan kemampuan memecahkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Mereka diuji untuk peka, sigap, dan mampu menjadi solusi di tengah situasi sulit.

Semangat yang mereka bawa terangkum dalam slogan, “Mari Bersama Pulihkan Aceh Utara, Kita Bisa.”

Kehadiran Sindikat 8 bukan hanya simbol kepedulian, tetapi bukti bahwa Polri terus menanamkan nilai-nilai humanis dan responsif kepada setiap calon perwiranya.

Melalui aksi nyata yang menyentuh hati ini, diharapkan pemulihan Aceh Utara dapat berjalan lebih cepat, sekaligus membentuk sosok perwira Polri masa depan yang tidak hanya tegas dalam tugas, tetapi juga hangat dalam pengabdian kepada masyarakat. (Tim)

Curi Kalung Emas Senilai Rp 30 Juta Dua Pelaku Diamankan Polsek Tambora

Dutainfo.com-Jakarta: Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan dua pelaku penjambretan berinisial IU alias Ebot dan WU alias Tokai yang beraksi di Jalan Pasar Pagi RT 03/02, Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026).

Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat, S.T.K., S.I.K., melalui Kanit Reskrim AKP Sudrajat Djumantara, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., dan Panit Reskrim Ipda Priyo Purnomo, S.E., menjelaskan bahwa kedua pelaku diamankan usai melakukan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap korban IR (31).

Peristiwa terjadi saat korban sedang membeli geretan di sebuah toko di kawasan Pasar Pagi.

“Tiba-tiba dua pelaku menghampiri korban dan langsung merampas kalung emas putih seberat 15,13 gram senilai kurang lebih Rp30 juta yang dikenakan korban,”ujar AKP Sudrajat Djumantara saat dikonfirmasi, Selasa, 10/2/2026

Sudrajat menjelaskan, Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku membawa senjata tajam jenis celurit.

Korban yang terkejut langsung berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut memancing perhatian warga sekitar yang kemudian berupaya mengamankan pelaku.

Sempat terjadi ketegangan karena pelaku mengeluarkan celurit dan berusaha melawan warga.

Beruntung, anggota Reskrim Polsek Tambora yang sedang melaksanakan patroli kring serse di sekitar lokasi segera datang dan mengamankan kedua pelaku dari amukan massa.

Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Tambora untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. (Tim)