Sinergitas TNI-Polri Di Jakbar Peduli Kemanusiaan Beri Makanan Gratis Untuk PPKS

Dutainfo.com-Jakarta: Di tengah kesibukannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kelapa Dua, Bripka Agus Sandi, menunjukkan bahwa tugas seorang polisi tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan rasa kemanusiaan bagi masyarakat kecil.

Momen penuh haru ini terjadi pada Selasa (4/2/2025), saat Bripka Agus Sandi bersama Babinsa Koramil 05/Kebon Jeruk Sertu Siswanto sedang melaksanakan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Binkamsa).

Tiba-tiba, pandangan mereka tertuju pada seorang ibu penyandang PPKS ( Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) yang tengah mendorong gerobak bersama anak-anaknya di bawah terik matahari, mengumpulkan botol bekas untuk mencari nafkah.

Melihat kelelahan yang terpancar dari raut wajah sang ibu, Bripka Agus tanpa ragu menghampiri dan mengajak mereka untuk sejenak beristirahat.

Tak hanya itu, ia juga mengajak sang ibu beserta anak-anaknya menikmati semangkuk mie ayam di sebuah warung terdekat.

Senyum bahagia pun terpancar dari wajah mereka. Sang ibu tak kuasa menyembunyikan rasa harunya atas kepedulian sang Bhabinkamtibmas.

“Terima kasih, Pak Polisi. Saya tidak menyangka bisa mendapat kebaikan seperti ini. Anak-anak sangat senang,” ujar sang ibu dengan mata berbinar.

Aksi sederhana ini menjadi bukti bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga berbagi kasih dan kepedulian.

Di balik seragam dan tugasnya, ada hati yang selalu siap menolong sesama. (Tim)

Pemotor Yang Viral Lawan Arah Dan Pecahkan Kaca Mobil Diamankan Polsek Cengkareng

Dutainfo.com-Jakarta: Sebuah insiden yang sempat mengundang perhatian publik akhirnya menemui titik terang.

Video viral yang merekam aksi seorang pemotor melawan arah dan memecahkan kaca belakang mobil di depan ruko 1000 Pintu Air, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (1/2/2025), kini berujung pada proses hukum yang tengah berjalan.

Tim gabungan dari Resmob Polres Metro Jakarta Barat dan Reskrim Polsek Cengkareng bergerak cepat untuk mengamankan pelaku..

Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat m, Kompol Abdul Jana, membenarkan bahwa pria berinisial FM telah diamankan pada Senin (3/2/2025) dan kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyidik.

“Ya benar, pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Abdul Jana, Selasa (4/2/2025).

Abdul Jana menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme dan kekerasan di wilayah Cengkareng.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpancing emosi di jalanan. Tidak ada tempat bagi aksi premanisme di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat,” tegasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pengguna jalan agar lebih mengedepankan kesabaran dan kedisiplinan berlalu lintas.

Satu emosi yang tak terkendali bisa berujung pada konsekuensi hukum.

Masyarakat diharapkan dapat belajar dari kejadian ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman di jalan raya. (Tim)

Kejati Banten, Tengah Usut Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan Sampah

Foto: Kejati Banten (ist)

dutainfo.com-Banten: Pihak Kejaksaan Tinggi Banten, tengah mengusut dugaan korupsi, pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan.

Kasus ini diduga merugikan keuangan negara Rp 75 miliar.

“Ya, kasus ini awalnya bermula dari temuan Tim Intelijen, statusnya dari penyelidikan naik ke tahap penyidikan,” kata Plh Asisten Pidana Khusus Kejati Banten Aditya Rakatama, kepada awak media, Selasa (4/2/2025).

Masih kata Aditya, kasus ini terjadi pada Mei 2024 Di Dinas LH Kota Tangsel, kontrak dimaksud dibagi menjadi dua, yakni untuk jasa angkutan Rp 50 miliar dan kegiatan pengelolaan sampah Rp 25 miliar.

Selanjutnya Tim Kejati Banten, menemukan indikasi bahwa PT EPP tak memiliki kapasitas dan fasilitas untuk pengelolaan sampah.

“Jadi salah satu itemnya adalah pengelolaan sampah diduga tidak dilakukan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Saat ini sudah lima orang yang diperiksa terkait hal tersebut.

“Dalam waktu dekat Kejati Banten, akan menetapkan tersangka dalam dugaan korupsi layanan angkutan dan pengelolaan sampah,” tutupnya.
(**)

Viral Waria Ngamuk Tak Terima Diberi Rp 1 Ribu Kini Diamankan Polisi

Dutainfo.com-Jakarta; Seorang waria atau Transpuan yang mengamuk di sebuah klinik di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, akhirnya berhasil diamankan polisi.

Insiden ini sempat viral setelah terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, perekam menyebut bahwa waria itu marah karena hanya diberi uang Rp1 ribu saat mengamen.

“Dia ini udah sering ke sini dan dikasih Rp1.000, tapi dia enggak terima malah marah-marah sendiri,” tulis perekam dalam keterangannya.

Menanggapi insiden ini, Kapolsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Moch Taufik Iksan, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan kami amankan pada Senin siang, 3 Februari 2025. Sebelum kasus ini viral dia tinggal bersama teman-teman nya namun setelah viral
Dia tinggal tidak menetap dan sering berpindah-pindah tidak bersama teman-temannya lagi. Saat diamankan, dia berada di daerah Penjaringan, Jakarta Utara,” ujar Kompol Taufik saat dikonfirmasi, Selasa, 4/2/2025.

Waria tersebut diketahui memiliki nama panggilan Chika dengan inisial nama asli TGM.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Chika bekerja sebagai pengamen dan kerap berpindah-pindah lokasi untuk mencari nafkah.

“Dia mengamen dengan berjalan kaki dari pukul 11 siang hingga 23.00 wib,” tambah Taufik.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan untuk mengetahui motif dan apakah ada dugaan pelanggaran hukum lainnya. (Tim)

Satresnarkoba Polres Jakbar Sosialisasi Bahaya Narkoba Di SMK Al Ihsan

Dutainfo.com-Jakarta: Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, penuh dengan tantangan dan godaan.

Salah satu ancaman terbesar yang mengintai generasi muda saat ini adalah penyalahgunaan narkoba.

Menyadari pentingnya edukasi sejak dini, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba di SMK Al Ihsan, Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa, 4/2/2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sosialisasi ini, IPTU Ikhwan Faisal, S.H. selaku Kaur Min Bin Ops Satresnarkoba menjadi narasumber utama.

Ia memberikan penjelasan mendalam mengenai jenis-jenis narkoba, dampak buruk penggunaannya, serta bagaimana narkoba dapat merusak masa depan generasi muda.

“Narkoba bukan hanya merusak fisik, tapi juga mental dan masa depan. Banyak anak muda yang kehilangan impian mereka karena terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar IPTU Ikhwan Faisal kepada para siswa yang hadir dengan penuh antusias, Selasa, 4/2/2025.

Dalam sesi diskusi, para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya langsung mengenai berbagai hal terkait narkoba.

Beberapa siswa menanyakan bagaimana cara mengenali teman yang terjerumus narkoba dan bagaimana cara menolak ajakan mencoba barang terlarang tersebut.

Kepala Sekolah SMK Al Ihsan, Bapak Ujang Thohari, M.M., mengapresiasi inisiatif Polres Metro Jakarta Barat dalam mengedukasi siswa mengenai bahaya narkoba.

Ia menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter siswa agar mereka mampu membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan.

“Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi ini. Kami ingin siswa kami tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan ketahanan terhadap ancaman narkoba yang bisa menghancurkan masa depan mereka,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi ini, para siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, menyebarkan informasi yang benar tentang bahaya narkoba, serta berani menolak ajakan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam dunia hitam narkotika.

Polres Metro Jakarta Barat menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum saja, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat, terutama generasi muda.

Dengan memahami bahaya narkoba sejak dini, para siswa dapat lebih waspada dan tidak mudah tergoda oleh iming-iming yang menjebak.

Sosialisasi ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan generasi emas Indonesia yang bebas narkoba, berprestasi, dan mampu meraih impian mereka tanpa harus bergantung pada zat-zat berbahaya.

Sebagai penutup, IPTU Ikhwan Faisal berpesan kepada seluruh siswa untuk berani berkata “Tidak!” pada narkoba dan tidak ragu melaporkan jika mengetahui ada peredaran atau penyalahgunaan narkoba di lingkungan mereka.

“Masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri. Jangan biarkan narkoba menghancurkan mimpi dan harapan kalian,” tutupnya dengan penuh semangat. (Tim)