Polisi Tangkap 4 Tersangka Judol Alirkan Dana Ke Hotel Aruss Semarang

Foto: (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Direktorat Reserse Tindak Pidana Siber Polri, telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus judi online (Judol), di situs Agen 138, situs ini merupakan satu dari tiga website Judol yang mengalirkan dana untuk pembagunan Hotel Aruss Semarang.

“Benar dalam kasus ini kami telah melakukan penangkapan adalah website Agen 138, yang beberapa waktu lalu berkaitan dengan penyitaan Hotel Aruss,” ujar Dirtipidsiber Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, kepada awak media, Senin (20/1/2025).

Selain itu kami telah menetapkan 4 tersangka dengan inisial JO adalah residivis perjudian online tahun 2023 yang telah divonis 7 bulan penjara, kemudian ada JG, AHL, dan KW, sambung Brigjen Pol Himawan.

“Tersangka JO, JG dan AHL ditangkap di Lampung pada 7 Januari 2025, ketiga orang tersebut kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri,” ungkapnya.

Selain menangkap 4 tersangka ini, polisi juga menyita 5 buku rekening, 6 kartu ATM, 5 unit PC, 5 unit modem, 1 unit token, 8 unit hp, 2 unit mobil, dan uang tunai Rp 475 juta.

“Dalam kasus ini pihak kami juga telah melakukan pembekuan dan penyitaan uang 4 miliar,” kata Brigjen Pol Himawan.

Masih kata kata Brigjen Pol Himawan, total uang tunai yang disita dari para tersangka website judi online Agen 138 yang telah ditambahkan dari pembekuan adalah 5 miliar.
(Tim)

Penyidik Pidsus Kejagung RI, Tetapkan 9 Orang Tersangka Baru Di Kasus Impor Gula

dutainfo.com-Jakarta: Sembilan orang dijadikan tersangka baru di kasus impor gula, setelah Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong), dan mantan Direktur Pengembangan bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Charles Sitorus diperiksa oleh penyidik pada Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dikaitkan dengan alat bukti yang telah kami peroleh selama penyidikan, maka tim penyidik pada Pidsus Kejagung telah mendapatkan bukti yang cukup untuk menetapkan 9 orang sebagai tersangka,” ujar Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung RI, Abdul Qohar, pada awak media, Senin (20/1/2025).

Sebagai berikut data 9 orang tersangka:

  1. TWN Dirut PT AP.
  2. WN Presdir PT AF.
  3. IS Dirut PT MSI.
  4. TSEP Direktur PT MT.
  5. HAT Dirut PT DSI.
  6. ASB Dirut PT KTM.
  7. HFH Dirut PT BMM
  8. IS Direktur PT PDSU.
  9. AS Dirut PT SUJ.

Seperti diketahui kasus dugaan korupsi impor gula pada 2015-2016 ini menjerat dua tersangka keduanya adalah mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong), dan Charles Sitorus selaku mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI).

Sementara Pihak Penyidik pada Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, telah mengungkapkan Kerugian negara final mencapai Rp 578 miliar.

“Berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh BPKP dalam kasus ini adalah Rp 578.105.411.622.47.,” ungkap Abdul Qohar.
(**)

Respon Cepat Aduan Warga, Polres Jakbar Amankan Konvoi Remaja Bawa Sajam

Dutainfo.com-Jakarta: Tim Patroli Perintis Presisi (TP3) Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan delapan remaja yang sedang konvoi membawa senjata tajam pada Minggu pagi, 19/1/2025 sekitar pukul 04.00 wib, di Jalan Kapuk Raya, Penjaringan, Jakarta Utara.

Aksi ini berhasil mencegah potensi tawuran yang dapat meresahkan warga.

Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat, AKBP M. Hari Agung Julianto, mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika Tim 1 TP3 yang sedang berpatroli menerima laporan dari warga mengenai sekelompok pemuda bermotor yang diduga hendak melakukan aksi tawuran menggunakan senjata tajam di wilayah Jalan Kapuk Utara, Penjaringan Jakarta Utara

“Mendapat laporan tersebut, Tim 1 segera bergerak menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, kami berpapasan dengan kelompok pemuda tersebut yang membawa senjata tajam dan langsung melakukan pengejaran,” ujar Agung Julianto saat dikonfirmasi, Minggu, 19/1/2025.

Setelah pengejaran, tim berhasil menangkap delapan remaja yang diduga hendak terlibat tawuran.

Dalam operasi ini, polisi juga menyita 6 (enam) buah senjata tajam jenis celurit.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, para pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara.

“Kami juga melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada senjata tajam lain yang tertinggal. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi tawuran yang dapat membahayakan masyarakat,” tambahnya.

Agung mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka.

“Tawuran tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat luas. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita,” tegasnya. (Tim)

Mabes TNI AD: Prajurit Yang Ancam Tembak Wanita Di Kemang Bukan Dari Kostrad

Foto: Markas Besar TNI AD (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI AD), angkat bicara terkait seorang pria yang mengeluarkan pistol dan mengancam seorang wanita, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, adalah benar seorang prajurit TNI AD, namun bukan dari Kesatuan Kostrad.

“Hasil pengecekan dan koordinasi dengan Pusat Polisi Militer TNI AD dan Kodam Jaya, bahwa terduga pelaku yang mengaku anggota TNI di Kemang, adalah benar yang bersangkutan anggota TNI AD,” ujar Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, kepada awak media, Minggu (19/1/2025).

Namun sambung Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, oknum itu bukan dari Kesatuan Kostrad, melainkan dari Kesatuan Kodam III/Siliwangi.

“Jadi bukan dari Kesatuan Kostrad yang bersangkutan anggota Kodam III/Siliwangi yang pada saat kejadian itu sedang berada di Jakarta,” ungkapnya.

Untuk oknum itu sudah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan di Detasemen Polisi Militer II/Kodam Jaya Cijantung.

“Kami juga menyampaikan permintaan maaf atas ulah oknum tersebut, kami juga tegaskan TNI AD akan memproses oknum itu sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Komitmen pimpinan TNI AD jelas, apabila ditemukan bukti tindakan-tindakan yang melanggar ketentuan yang berlaku didalam peraturan kedinasan TNI AD, tentu akan diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sambung Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.

Sebelumya diketahui kejadian tersebut sempat viral di media sosial dinarasikan bahwa pria itu mengaku sebagai personel dari Kostrad, dia mengancam akan menembak seorang wanita di depan kafe.
(**)

Satlantas Jakbar Dan Jasa Raharja Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas Di Kalangan Pelajar

Dutainfo.com-Jakarta: Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya tertib berlalulintas, Unit Kamsel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Barat bersama Bhabinkamtibmas Polsek Palmerah dan Jasa Raharja menggelar edukasi bagi siswa-siswi Shaka Bhayangkara.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/1/2025) di Aula Polsek Palmerah itu berlangsung dengan suasana penuh semangat dan antusiasme para peserta.

Acara ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan tentang keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai topik penting, seperti tertib berlalu lintas, makna rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, serta 12 gerakan dasar pengaturan lalu lintas.

Tak hanya itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang Tata Cara Penanganan Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) kecelakaan lalu lintas, pemahaman terhadap Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (UULAJR), hingga sosialisasi mengenai perlindungan asuransi Jasa Raharja.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Mujiyanto, menyampaikan pentingnya generasi muda memahami bahwa keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan juga pengguna jalan itu sendiri.

“Anak-anak ini adalah penerus bangsa. Membekali mereka dengan pengetahuan lalu lintas sejak dini adalah investasi besar untuk menciptakan masyarakat yang sadar hukum dan keselamatan,” ujar Mujiyanto saat dikonfirmasi, Minggu, 19/1/2025.

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah saat para siswa-siswi mempraktikkan 12 gerakan dasar pengaturan lalu lintas.

Dengan penuh semangat, mereka mencoba memahami bagaimana gerakan tersebut digunakan oleh petugas di lapangan.

Bagi sebagian siswa, ini adalah pengalaman baru yang memperkaya wawasan mereka.

“Awalnya agak sulit, tapi setelah diajarkan, ternyata seru. Kami jadi lebih paham bagaimana petugas mengatur lalu lintas di jalan,” kata Aditya, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

Tak hanya itu, narasumber dari Jasa Raharja turut memberikan penjelasan tentang pentingnya perlindungan asuransi bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Materi ini membuka wawasan siswa tentang peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan siswa-siswi Shaka Bhayangkara dapat menjadi duta keselamatan berlalu lintas di lingkungan mereka, menyebarkan pengetahuan yang mereka dapatkan kepada teman dan keluarga. (Tim)